Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 165 Pergi ke menara sihir


__ADS_3

Aku masih mencerna apa yang terjadi sambil menatap Cleo yang diam dengan beragam ekspresi.


"Jika sudah bertahun-tahun berlalu bahkan kamu yakin kalau Clara sudah meninggal kenapa kamu memaksakan sampai seperti ini?"


"Karena aku tumbuh bersamanya. Dengannya, karena kesalahanku juga dia seperti itu dan kejadian waktu itu juga salahku"(Cleo)


Sepertinya ada kejadian dengan perang waktu itu. Sepertinya aku menemukan sesuatu yang menarik, lebih baik jangan ditarik sekaligus harus kutunda supaya yakin bisa kuterima semuanya dengan mudah.


"Aku mengerti. Bagaimana dengan gurumu?"


"Kenapa dengan kakek tua itu?"(Cleo) "Apa kamu tidak merindukannya?" "Kenapa harus? Dialah alasan kami berdua meninggalkan menara sihir. Orang tua serakah yang hanya mementingkan perutnya sendiri, menyebutnya sebagai guruku adalah penghinaan bagiku"(Cleo)


"Baiklah aku tidak akan mengungkit hal ini lagi" "Baguslah kalau begitu. Ini adalah bahan yang kubutuhkan, bawakan ini saat kamu kemari"(Cleo)


"Aku mengerti. Mungkin nanti peliharaanku yang akan mengantarnya" "Peliharaan?"(Cleo)


Baru sekarang Cleo memperhatikan burung kecil di pundakku.


"Bolt pigeon!! Kamu dapat sesuatu yang bagus"(Cleo) "Begitulah. Baiklah aku pamit dulu masih ada urusan lain yang harus kukerjakan"


Aku dan Inori pamit pergi dari tempat Cleo.


Setelahnya aku langsung pergi kembali kembali ke Tria.


Dan kami Offline dulu karena sudah semalaman bermain tanpa henti. Aku juga lelah dan ingin tidur didunia nyata bukan di game.


***


Suara ketukan pintu membangunkanku. Aku tidak pernah kedatangan tamu setelah 2 bulan lalu. Siapa yang ada didepan pintu?


Aku membuka pintu dan menatap langsung kearah Melly disana "Baru bangun?"(Melly)


"Begitulah aku kurang tidur minggu ini. Kenapa?" "Ayo makan siang bareng"(Melly)


"Apa kamu tidak lihat bagaimana wajahku?"


"Ayolah, jarang lo ada cewek yang ngajak makan duluan"(Melly) "Terserahlah, masuk dulu tunggu aku mandi dan ganti baju"


"Ok, permisi"(Melly) Melly duduk disofa dan aku pergi ke kamar mandi untuk mandi dan ganti baju.


Setelahnya kami pergi ke restoran tempat kami biasa makan. Ya, kami sering makan bersama mungkin bagi Melly karena aku selalu diseretnya kesini.

__ADS_1


"Abis ini kamu mau kemana lagi?"(Melly) "Pulang lah. Terus lanjut main game"


"Bukan maksudku didalam game"(Melly)


"Ibukota. Aku mau minta dimensional bag"


"Aku ikut ya?"(Melly) "Terserah kamu lah. Males aku berusaha nolak"


"Jangan gitu donk terkesan aku yang maksa kamu aja"(Melly) Emang gak gitu apa?


"Udah selesaikan? Aku mau pulang terus lanjut main game" "Santai dulu sih. Kenapa buru-buru kayak gak suka ngabisin waktu sama aku"(Melly)


"Soalnya aku dikejar waktu tau" "Emang kenapa?"(Melly) "Ada quest yang terbatas waktu soalnya" "Quest apa sampai kamu panik begitu?"(Melly)


"Mudahnya aku diburu oleh 2 boss monster"


"Kalau begitu bukannya kabur adalah yang terbaik?"(Melly) "Tidak bisa mereka akan menemuiku dan aku harus melawannya sendirian"


"Mengingat kesulitan game ini"(Melly) "Ya, bisa jadi level mereka jauh lebih tinggi dariku"


"Aku tidak pernah tahu ada quest seperti itu dari komunitas"(Melly)


"Karena ini berhubungan dengan title mungkin tidak banyak yang tahu"


"Game kali ini berbeda. Developer game ini sendiri memperhatikan dan memberi tahu fitur game lewat komunitas"(Melly)


"Ada benarnya lagipula aku tidak tahu semua info tentang Faksi ini. Baiklah lebih baik kita pulang. Aku harus secepatnya mempersiapkan diriku dulu"


"Ya, pertama kalinya ke menara sihir"(Melly)


Kami pulang kerumah masing-masing dan online kedalam game.


Inori sudah duluan online dan melambaikan tangan kearahku. Aku dan Inori pergi ke Gate teleportasi untuk ke ibukota.


Seperti biasa ibukota tetap ramai banyak player yang berkeliaran disini tidak seperti pertama kali aku kesini.


Bahkan menara sihir juga penuh dengan orang. Aku menerobos antrian dan langsung dipandang sinis sama yang lain.


Inori saja yang berjalan dibelakangku sedikit ciut. Para resepsionis sedang sibuk.


Sekarang resepsionisnya ada 5 mengurus keperluan para player memang merepotkan.

__ADS_1


Aku melihat satu yang kukenal


"Saly apa kabar?" "Kamu!! Entah sejak kapan menara sihir jadi ramai seperti ini"(Saly)


"Aku juga terkejut. Aku ingin menemui Martin apa dia ada?" "Ada dia bersama tuan Rikki di lantai 2 bagian formasi"(Saly)


"Baiklah aku akan kesana. Terima kasih infonya Saly" "Kalau sudah darisana bisa kamu ambil beberapa imposible mision ini? Sudah terlalu menumpuk disana"(Saly)


"Apa ada yang memiliki jangka waktu?" "Itu kumpulan misi lama yang sulit dan tidak terikat waktu. Semua yang memiliki batas waktu sudah diselesaikan ketua"(Saly)


"Baiklah nanti aku akan melihatnya" Kami berdua pergi ke ruang formasi. Aku mengetuk pintunya dengan tidak enak.


Setelah mendengar suara Rikki dari dalam aku masuk dan terkejut. Kukira hanya berdua didalam.


Ternyata berkumpul semua disini termasuk Olivia "Tumben kamu kesini? Butuh sesuatu?"(Martin) "Begitulah... Kalau kalian sibuk aku bisa datang lagi nanti"


"Tidak semua masalah sudah selesai ko"(Heidi) "Hanya mengurus pemasangan formasi skala besar di pulau waktu itu"(Alvin)


"Memang kita ngomongin hal itu? Bukanya ayam bakar ya?"(Vio) "Hei profesional dikit lah"(Gleda) "Ada yang marah karena masakannya kalah"(Heidi)


"Kalian berdua jangan ribut. Ya, seperti bisa dilihat beginilah kelakuan mereka. Tidak perlu khawatir kali ini kami senggang ko"(Olivia)


"Tidak senggang cuma istirahat. Guru gak lihat tuh dokumen perintah kerjaan masih numpuk dibelakang sana"(Vio)


Vio menunjuk tumpukan gulungan dan kertas yang setinggi 2 meter. Serius itu kerjaan kenapa bisa sampai sebanyak itu.


"Abaikan mereka. Katakan saja perlu bantuan apa?"(Martin) "Kalau begitu maaf menggangu ya"


Aku duduk di kursi yang masih kosong hanya saja dengan tatapan mereka aku merasa enggan bicara lagi apalagi ingin meminta sesuatu


"Begini... Aku ingin membeli dimensional bag"


"Dimensional bag?"(Rikki) "Untuk burung milikmu?"(Martin) "Ya itu benar"


Rikki mengambil sesuatu dari meja dan melemparkannya kepadaku "Ambil saja tidak perlu sungkan"(Rikki)


"Tidak aku akan membayarnya? Berapa harganya? 100 gold? 1000 gold?" "Tidak perlu santai saja"(Rikki) "Tetap saja aku tidak enak, setelah aku senggang aku akan membantu kalian katakan saja jika butuh"


"Terima kasih kalau begitu"(Rikki) "Sebenarnya aku butuh bantuan lain" "Tidak perlu sungkan kamu sudah banyak membantu katakan saja"(Martin)


"Aku butuh beberapa taring dari Dark Tiger hanya saja mereka terlalu" "Benar juga melawan mereka sangat mudah bagimu ya"(Fellix) "Bagaimana dengan Dungeon?"(Heidi) "Benar yang itu saja. Dark predators"(Fellix)

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2