
Setelah 1 jam menunggu semua spirit kembali kedalam kalung milikku. Aku tidak bisa menggunakan baju ini dulu.
Selain penaltinya yang membuat baju ini tidak bisa dilepas. Juga karena aku ingin memperkuatnya juga
Aku khawatir jika kugunakan Soul orb akan hilang setelah membunuh monster untuk itu aku memutuskan menghubungi Caarol dulu
"Kenapa lama sekali?"(Caarol) "Ahh... Itu... Sepertinya aku tidak jadi memperkuat semua equipment milikku dulu"
"Jadi mau kamu batalkan?"(Caarol) "Tidak. Aku baru saja membuat exlusive equipment milikku. Bisa kamu perkuat juga tidak?"
"Sudah kamu pakai?"(Caarol) "Belum" "Kalau begitu bisa. Apa Atribut equipment itu?"(Caarol) "Kegelapan. Dan aku juga bisa mengumpulkan jiwa dari equipment ku"
"Apa kamu serius dari Rule Faction?"(Caarol)
"Tentu saja" "Kalau tipe equipment itu begitu aku tidak bisa membuat set apa tidak masalah?"(Caarol) "Tidak apa-apa. Dan maaf merepotkan"
"Apa Rate nya?"(Caarol) "Unique" "Ahh. Kamu bisa mengumpulkan kulit lagi seperti rencananya. Semakin kuat bossnya akan lebih baik. Kalau bisa berikan 5 Soul orb ya"(Caarol)
"Itu untuk satu set?" "Itu cuma buat bajumu saja. Exclusive equipment tipe jiwa seperti itu akan memblokir penguatan dariku"(Caarol)
"Menyebalkan" "Oh ya satu lagi. Karena aku belum melihatnya, maklumi ya kalau gagal atau tidak bisa. Jadi masih mau coba tidak"(Caarol) "Ya kalau gagal juga tidak masalah"
"Baguslah kalau mengerti. Untuk sementara jangan dipakai dulu, aku mengerti banyak class yang sangat ingin menggunakan warisan dari pendahulunya tapi lebih baik bersabar sedikit"(Caarol)
"Aku tahu. Terima kasih sudah memperingatiku" "Tidak masalah kabari jika sudah selesai"(Caarol)
Caarol memutuskan hubungan, aku memperhatikan tumpukan drop item disana
"Terlalu banyak untuk dibawa"(Inori)
"Apa harus kembali saja?"
"Freyas juga masih di Galodium sih, tapi tetap terlalu banyak meski dibagi 2"(Inori)
"Benar. Tapi kayaknya masih bisa jika digabung dengan milik Pierra"
Inori menatap Pierra "Apa tidak bisa meminta Pierra mengirimnya?"(Inori) "Butuh 3X bolak balik lah" "Aku rasa itu lebih baik daripada kita kembali"(Inori)
Inori mengambil satu buku "Apa yang kamu lakukan?" "Aku ingin skill ini. Tidak masalah kan?"(Inori) "Ya sudah aku ambil beberapa magic crystalnya saja"
__ADS_1
Pierra mengantar semua item yang tersisa selain buku skill ras. Untungnya cuma bolak balik 2 kali dan sudah selesai
Buku skill ras aku tinggal disini, memang kalau dijual akan untung tapi bisa membahayakan kami sebagai faksi yang berseberangan
"Biasanya tidak ada yang perduli tentang itu tahu"(Inori) "mereka itu orang bodoh. Mana ada sih pihak yang mau menjual senjata ke lawan perangnya. Ini sama saja seperti menjual pedang ke perampok kalo tidak bodoh apa namanya?"
"Benar juga sih"(Inori) "Ada alasan lain sebenarnya. Aku berusaha mengundur perang faksi dengan hal ini"
"Kayaknya itu yang tidak masuk akal deh"(Inori) "Tentu saja itu yang paling masuk akal. Memang kamu pikir jika guild lain tahu aku menjual buku skill ras mereka akan bagaimana? Pasti akan mengirim anggotanya yang ras Dark elf dan Orc kan. Mereka pasti langsung masuk faksi kegelapan. Kalau begitu perang akan semakin cepat"
"Aku tidak tahu kamu berpikir seperti itu"(Inori) "Aku malah bingung kenapa kalian tidak pernah memikirkan itu"
Sebentar lagi aku level 39 seharusnya saat 40 semuanya sedikit lebih mudah. Kalau saat itu perang faksi dimulai aku bisa bertahan.
Setelah melewati underground tunnel dan mengambil arah yang berbeda dengan Sewer Castle.
Kami tiba di Dungeon dark predators. Dungeon ini memiliki 5 lantai. Setiap lantai dihuni 4 bos dengan ras yang sama
Tapi quest yang kuambil membuatku lebih khawatir. Karena harus mencari Manticore yang ada di lantai terdalam
Setelah memilih kesulitan dan menukar dengan 5 soul orb beberapa harimau disini kami masuk kedalam
"Minum ini"(Inori) Inori memberikan satu potion bercahaya emas "Apa ini?"
"Cat sight potion buatan guild. Cocok untuk eksplorasi dungeon gelap"(Inori)
Aku meminum potion itu dan aku bisa melihat lagi bahkan cukup jelas seperti melihat gelap dengan cahaya redup.
Dan terlihat jelas juga beberapa macan yang menatap kita dari sekitar. Dan kami sudah dikelilingi tanpa jalan keluar.
"Kamu sudah siap Inori?" "Selalu. Dari awal"(Inori) Aku dan Inori langsung berpisah dengan sabit ditangan kiri dan pisau ditangan kanan, aku menyerang 5 macam sekaligus.
Mereka cepat beberapa kali seranganku meleset dan bisa dengan mudah dihindari.
Apalagi mereka juga banyak memiliki serangan Crowd control.
Yang semakin menyebalkan. Aku menebas salah satu macan yang secara mengejutkan berubah jadi asap.
Asap itu melilit tubuhku dan aku terkena Bind.
__ADS_1
Macan lain langsung menerkam kearahku, untung saja para spirit membantu diwaktu yang tepat.
Aku langsung melempari semua macan itu dengan pisau cahaya. Bersama dengan ledakan cahaya membuat semua macam itu panik.
Dengan cepat aku menebas 3 macan dan berhasil membunuh mereka. Inori juga berhasil membunuh mereka.
Setelah menyelesaikan pertarungan aku mengumpulkan semua material disana
"Mereka menyebalkan"(Inori) "Aku setuju" Kebanyakan skill yang mereka gunakan berfokus pada bertahan daripada menyerang.
Karena itu hampir tidak bisa dihindari. Setelah itu beberapa macan sering muncul dan menyerang.
Dan akhirnya masalah lain datang. Kami tersesat, pertama kalinya aku didalam game ini tersesat
Semua tempat yang kita lalui meninggalkan bekas pertarungan yang berarti kita cuma berputar-putar saja.
Tidak perduli jalan mana yang diambil akan kembali lagi ketempat ini. Tidak ada boss, ruang boss bahkan mob elite.
Apalagi beberapa kali macan menyerang membuat kita tidak sempat menenangkan diri.
"Ini aneh sekali" "Rasanya seperti terkurung didalam toples"(Inori) Aku memperhatikan pohon-pohon itu.
Kalau aku naik mungkin bisa menemukan jalannya. Tapi tidak ada jaminan kalau tidak ada musuh diatas sana.
Aku mengeluarkan kristal cahaya. Aku menempelkannya pada spirit seal. Dalam sekejap kalungku bersinar.
Spirit yang kukeluarkan memiliki tangan yang bercahaya. Aku langsung menyuruh mereka menyebar. Kesegala arah, tidak berselang lama mereka kembali lagi.
Jalan manapun yang diambil sama saja ya, berarti keatas. Saat spirit menerangi bagian atas.
Aku terkejut melihat berapa banyaknya macan disana. Bahkan 4 boss juga disana, sepertinya mereka benar-benar mempermainkan kita selama ini.
Para macan mulai turun dan menyerang kami.
Satu demi satu macan itu mati ditangan kami, aku terus memperhatikan boss dan para elitnya yang masih diam memperhatikan saja.
Saat mereka ikut campur saat itulah aku berhasil memenangkan pertarungan ini.
**TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1