Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 266 Underworld


__ADS_3

Setelah makan-makan bersama pemimpin faksi Rule, aku memenuhi janji untuk hadir di rapat Elegant.


Mungkin bukan sekedar rapat biasa karena Elegant menyewa satu restoran besar untuk hal ini.


Apa sekaligus merayakan kemenangan? Aku sudah sampai, dan merasa ada yang aneh. Tidak ada yang jaga disini


Entahlah. Aku mengacuhkan hal itu dan masuk kedalam. Puluhan orang disana menatap kearahku.


Aku tidak mengenal mereka. Mereka bukan dari Elegant "Sepertinya aku salah tempat. Aku permisi" Baru mau berbalik pergi


"Kamu benar-benar terlambat"(Freyas) "Freyas? Kupikir aku salah tempat" "Tidak lokasinya benar. Elegant didepan"(Freyas)


Tumben sekali mengadakan rapat penting di restoran seperti ini. Aku dan Freyas pergi ke meja depan


Di meja panjang duduk disana Inori, Atemis, Mayla, Presley, Beart, Rian34, Rachel dan petinggi dalam perang lainnya.


Sedangkan Freyas maju kebagian depan. Dimana ada panggung yang dibuat dengan meja disana


"Kemana aja kamu?"(Inori) "Rapat faksi"


"Apalagi yang dirapatkan perang sudah selesai"(Rian34) "Ya, itu dia. Mengurus beberapa kerugian, aku juga mendiskusikan perilaku dari gereja itu. Terus disini sedang ada acara apa?"


"Acara? Bisa dibilang ini pembahasan perang. Kami memutuskan untuk berperang dengan gereja"(Atemis)


"Semua player sudah setuju soal itu?" "Begitulah. Kerugian dalam perang kemarin benar-benar keterlaluan. Semua player kehilangan 2 level yang perlu waktu 2 minggu penuh untuk menggantinya. Wajar jika semua player murka dengan gereja itu"(Inori)


"2 ya. Aku malah kehilangan 3" "Kamu kehilangan 3 level? Malang banget nasibmu"(Rian34) "Aku serius" Aku menampilkan statusku dan membuat semuanya terkejut


"Gereja itu benar-benar keterlaluan"(Inori) "Tapi kalau kita berperang dengan gereja bukanya berarti kita menumpuk Sins? Kalau begitu bukanya kita jadi tidak bisa masuk ke kota?"(Vany)


"Itu dia yang sedang diributkan daritadi"(Rian34)


"Kalau masalah kota, aku sudah bicarakan dengan semua petinggi vaksi. Mereka akan tutup mata soal itu, tapi tetap saja harus memikirkan cara membersihkan Sinsnya sendiri"


"Seperti yang bisa diharapkan darimu ya"(Inori)


"Membersihkan Sins juga bukan hal yang mudah"(Presley)


"Itu benar. Aku dengar kamu pernah membersihkan Sins sebelumnya kan? Gereja apa yang kamu datangi saat itu?"(Mayla)


"Ke kuil yang menyembah dewi Fito. Tapi itu tidak berguna jika kita mengumpulkan Sins dengan sengaja"

__ADS_1


"Ya, iyalah. Jika bisa dibersihkan semudah ini, akan terjadi kekacauan diantara player"(Presley)


Pertemuan ini semakin ricuh karena tidak ada cara untuk menyingkirkan Sins


Ada 3 cara untuk mencegah pengumpulan Sins


Yang pertama mendeklarasikan perang agama


Hanya saja yang bisa bertarung cuma pasukan dari gereja


Yang kedua menyewa player Dark faction. Yang ini akan menimbulkan masalah lain yang lebih memusingkan


Yang terakhir tidak terlibat langsung. Seperti jebakan. Jika ada yang mati saat terkena jebakan maka yang memasangnya tidak akan mendapat Sins. Hanya saja pelaku yang memasang itu tidak boleh diketahui oleh korban sebelum terbunuh.


Yang ini juga tidak mungkin. Soalnya gereja Puria berada didalam kota. Hal ini masih diperdebatkan tanpa henti dan tidak menemui jalan tengahnya


"Maaf"(Priestess) Semua yang disana menatap pendeta wanita yang mengangkat tangannya


Dalam sekejap pendeta itu langsung grogi


"aa. A.....aakuuu.... Suny da..daa...dari gereja Diel..Diel...Dielleris, aku....ada .......caraagarterhindardarisins"(Suny)


"BENARKAH?!!!"(Semua orang) Wanita itu terkejut dan jatuh ketanah, wanita disampingnya yang berdiri menggantikan wanita itu


"Apa kita harus bergabung dengan gereja Dielleris?"(Warrior pria) "Tidak. Kalian tidak perlu bergabung, hanya saja ini berlaku jika akan menghadapi organisasi yang tidak melakukan kejahatan"(Soly)


"Apa harus semuanya? Bukanya nanti kita tidak akan mendapatkan apa-apa?"(Mage pria)


"Ya, harus semuanya. Jika tidak Sins tidak akan hilang"(Soly)


Perdebatan kembali dilakukan. Sebenci itulah semua player kepada gereja Puria "Apa kamu nanti akan ikut?"(Inori)


"Perang dengan Puria?" "Ya itu"(Inori) "Tidak. Aku ada urusan" "Aku juga tidak akan ikut"(Rachel)


"Hanya kalian berdua? Apa yang mau kalian lakukan berdua?"(Atemis)


"Hah? Kok kamu bisa tahu kalau aku dan Rachel akan pergi berdua?" Suasana disini langsung mencekam


"Berdua? Kalian mau kemana? Tanpa mengajakku"(Inori) "Ah itu Inori... Aku bisa jelaskan" "Aku saja. Aku dan pacarmu akan pergi ke Underworld, untuk mencapai Tier 2"(Rachel)


"Tier 2? Kalian kan belum tier 1"(Rian 34) "Seluruh organisasi Dark side eyes sudah berhasil mengumpulkan pecahan ke dimensi itu, jadi tinggal pergi kesana"(Rachel)

__ADS_1


"Begitulah. Jadi Inori, maaf tapi kamu tidak bisa ikut" Akhirnya rapat ini berakhir dengan rencana seperti ini


Saat deklarasi perang dimulai semua drop item dari Pries,dan Paladin gereja Puria akan di korbankan untuk menghilangkan Sins


Dan ada kelompok kedua, kelompok ini dipenuhi Assasin dan player dari Dark faction untuk mencuri benda-benda milik gereja


Dasar para player tetap saja berusaha mencari untung. Setelah penutupan ada acara pendaftaran untuk mengikuti perang itu.


Aku dan Rachel pergi setelah berpamitan pada yang lain untuk pergi ke markas Dark side eyes


Didalam sana semua anggota yang lain sudah menunggu


"Kalian berdua terlambat"(Maguel) "Maaf ada pertemuan sebelumnya" "Baguslah kalian sudah datang. Aku ucapkan selamat atas kemenangan kalian dalam perang"(???)


"Terima kasih" "Kalau bukan karena gereja itu hasil akhir belum tentu"(Maguel) "Ohh benar kamu juga terkena dampaknya ya"


"Itu karena Puria sialan itu. Aku kehilangan 4 level"(Maguel) "Astaga empat" "Ya, karena perang itu semua anggota kita mengalami kerugian"(???)


"Apa kita bisa bertahan disana dalam keadaan seperti ini?" "Tidak perlu khawatir dari informasi yang kukumpulkan level kita saat disana berbeda dengan yang disini. Tidak perlu buang waktu, kita mulai saja"(???)


Never Exist melempar sisa pecahan yang tersisa. Semua pecahan itu bergabung dan membuat ledakan tanpa suara.


Portal hitam terbentuk "Baiklah sebelum kita masuk. Akan kuberitahukan kabar buruknya dulu kita semua akan berpisah saat mencapai kesana, bukan cuma itu jika kalian mati semua progress akan tereset dan kalian akan kembali kesini. Untuk amannya jika mencapai tier 1 atau 2 lebih baik kembali kesini dulu. Hanya saja kalian harus mencari portalnya dulu"(???)


Itu mengerikan, aku lupa kalau game ini terkenal akan kesulitannya "Baiklah, aku duluan"(???)


Bayangan itu masuk begitu saja kedalam portal


"Kalau begitu apa yang kita tunggu"(Maguel) Maguel masuk kedalam juga "Apa kita tidak siap-siap dulu?"(Rea)


"Tidak ada yang tahu apa yang terjadi jika kita menundanya lebih lama. Aku duluan"(Laros)


Laros masuk kedalam


"Ayo Rachel" "Baiklah"(Rachel) Aku masuk lebih dulu. Aku muncul dilangit-langit dan jatuh kebawah


"Game sialan!!!! Vanish" Berkat reaksiku aku berhasil menghindari kematian saat baru masuk.


Aku memperhatikan sekitar, seluruh tempat ini terasa dingin dan biru


Baik tanah, pohon, lumut, bahkan langit tidak ada matahari atau bulan. Inikah Underworld?

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2