
Aku melempar sabit kearah Orc hero, dia menahannya dengan kapak besar miliknya.
Aku langsung maju dan menyerangnya dengan rantai.
Seranganku berhasil mengenai kepalanya, para orc yang lain datang. Menyerbu, masih dengan rantai yang kupegang.
Aku mengalirkan rantaiku dengan mana membuat rantai itu menjadi petir ditanganku.
Semua listrik dan petir membuat para orc yang datang terpental.
Orc shaman mengangkat tangannya. 5 bola merah darah terbang diatas kepalanya menembakan cahaya merah kearahku.
Aku berhasil menghindari itu semua satu demi satu. Orc yang lain datang menggangu, Bahkan Orc Warchief menyerangku dengan kapaknya.
Aku menghindari setiap serangan, hanya saja orc saling menghalangi jalanku.
"Minggir kalian semua" Petir ditanganku melesat kedepan menghancurkan semua yang dijalannya.
Hingga menembus Orc shaman. Bagus aku berhasil mengenainya...
Kapak raksasa mengenai pinggangku dari samping, membuatku terpental hingga menabrak salah satu rumah hingga runtuh.
Darahku habis tinggal 10% Karena skill ku sedang Cooldown aku terkena seluruh dampak serangan tadi.
Aku memegang Mana & Life vessel ditanganku. Sudah secepat ini aku menggunakannya.
Baik mana maupun darahku sudah habis tidak ada jalan lain. Aku menggunakan benda itu seperti menggunakan gelang.
Perasaan sejuk dan segar memenuhi tubuhku seperti sehabis meminum air dingin. Darah dan mana ku terisi penuh bahkan aku merasa lebih segar.
Aku keluar dari reruntuhan rumah itu. Menatap para Boss dan orc disekitarku.
Aku menggunakan stealth dan berjalan perlahan kearah Orc shaman.
Dia sangat menyebalkan bukan cuma bisa memberikan buff dan debuff. Bahkan serangan dan pertahanannya membuatku benar-benar kesal.
Begitu di belakang punggungnya aku menggunakan rush stealth kearahnya.
Aku menggunakan skill yang menarik pisauku.
Melihat pisau dari depan yang melesat kearahnya. Orc shaman itu membuat perisai didepan tubuhnya.
Aku menghantam punggungnya, menekannya ke dinding merah didepan wajahnya. Aku menggunakan slash throat, diikuti beberapa tebasan sabit, aku mundur sambil melempar sabit itu.
4 pisau petir ditanganku berubah menjadi petir yang menembus tubuhnya. Aku menarik pisau yang terpental sebelumnya.
Pisau api yang kudapat langsung kulempar setelah kualiri mana. Pisau api itu menancap dikepalanya dan membuat ledakan.
Orc yang lain datang dengan cepat kearahku. Aku menghindari satu serangan tebasan Orc warchief, Orc hero yang muncul lagi-lagi dari atas bisa kuhindari, Orc warlord datang menyerang dari punggungku.
__ADS_1
Spirit menyerangnya hingga aku bisa menghindarinya, Teriakan Orc commander dari belakangku membuatku terkejut dan panic.
Para orc captain datang dan menyerangku. Meski mereka banyak serangan mereka termasuk mudah dihindari bukan karena lambat melainkan celah yang dibuat cukup besar.
Berbagai pilar dari setiap elemen keluar dari bawah kaki para Orc captain. Tanpa memperdulikan hal itu para Orc boss lainnya datang menyerangku.
Sambil menghindari serangan aku melihat Orc shaman yang darahnya sudah kritis.
Membunuh orc lain, bola merah keluar dari tubuhnya.
Dan menyelimuti Orc shaman, yang mengerikan darah dari Orc itu pulih perlahan.
Sialan, kepungan para Orc ini masih brutal dan aku sulit untuk lepas.
Tiba-tiba bola merah transparan menyelimuti seluruh Orc yang ada. Dan mengisi darahnya sedikit demi sedikit.
Aku mengeluarkan rantai es setelah dimasukan mana, membuat semua yang terkena ayunannya melambat dan membeku.
Orc hero datang lagi, dengan sekali tebasan kapaknya membuat ledakan angin yang menghancurkan semua didepannya.
Aku berlari kearahnya sambil menggunakan Ghost walk. Aku menembus tubuhnya, dan tangan yang diselimuti es milikku menghantam punggungnya.
Aku mengeluarkan pisau petir. Pisau itu berubah jadi petir dan menembus tubuh Orc hero yang masih dibungkus dalam es.
Aku mengeluarkan rantai dengan kait keduanya berelemen petir. Aku memutar rantai itu sambil memasukan mana kedalamnya.
Aku melemparnya kearah Orc shaman. Rantai dan kait berubah jadi petir raksasa yang menghantam perisai merah milik Orc shaman.
"Attack formation elemental spear" Pisau itu berubah jadi cahaya yang membentuk tombak ditanganku.
Tombak ini dialiri petir jadi kecepatannya jangan ditanya. Aku melempar tombak itu yang langsung melesat menghantam perisai merah milik Orc shaman.
Suara desisan dan dentuman terdengar meski begitu perisai itu tidak hancur. Es yang mengurung para Boss Orc hancur.
Mereka langsung maju menyerangku. Terpaksa aku ladeni mereka dulu sementara para spirit menyusun formasi lagi.
Aku menghindari tebasan Orc Warchief yang membuat tanah meledak, Berbalik sambil melempar 2 pisau es yang menusuk Orc Warlord, Membuat perisai dengan formasi untuk menahan serangan Orc hero.
Juga melempar pisau yang berubah jadi jarum es besar kemulut Orc commander.
Serangan kapak sekali lagi dari Orc hero menghancurkan perisaiku.
Membuatku terpental, tapi memang itu tujuanku. Menjauh sedikit dari mereka.
"Attack formation elemental swamp"
Tanah yang mereka pijak membeku menahan kaki mereka dan gerakan mereka. Orc shaman dulu. "Attack formation Magic cannon"
2 Cahaya laser merah dan biru menghantam perisai merah milik Orc shaman. Suara perisai hancur seperti suara ledakan terdengar.
__ADS_1
Para spirit langsung menarik Orc shaman itu kelangit. Cahaya merah darah terlihat berkali-kali mengenai spirit yang menyerangnya.
Meski begitu semua perlawanan itu tidak berguna, Orc shaman tetap dibawa kelangit dan dicabik-cabik oleh spirit.
"Sekarang tinggal kalian. Blood chain" Aku berubah menjadi bayangan yang menyerang mereka semua sekaligus dab muncul dibelakang Orc hero.
Aku menggunakan skill Ghost slash dengan sabit ku. Tebasan dengan sabitku mengeluarkan roda arwah yang terus merintih dan berteriak.
Berputar dibelakang punggungnya. Aku bergerak memutari pungungnya sambil menggunakan slash throat.
Rantai di tanganku langsung mengayun dan mencekik leher Orc hero. Serangan yang ingin dilakukan dihentikannya untuk berusaha melepas rantai yang mengikat lehernya.
Tanah es pijakanku hancur para Orc yang lain datang menyerangku. Memang tidak bisa diam. Sonic roar.
Aku mengeluarkan suara melengking yang membuat semua orc yang menyerangku terkena stun.
Karena rantai yang kugunakan berelemen api. Rantai itu berubah jadi api dan membakar Orc hero, dan putus.
Sisa rantai api kulilitkan ditanganku dan kutinju perut Orc itu. Ledakan terjadi orc hero terbang setelah mendarat darahnya sudah habis.
Sekarang tinggal kalian yang tersisa.
***
Hancur, musnah, dan rata hanya itu yang bisa digambarkan terhadap desa kecil ini. Semuanya sudah mati dan misi Imposible milikku sudah selesai.
Awalnya aku binggung kenapa semua ini terlihat mudah dan terasa mudah. Ternyata setelah kulihat berkat ada Shaman mereka memiliki berkat.
Yang disebut Blood Blessing semakin banyak yang mati dan semakin lama pertarungan stastik mereka meningkat 1.
Karena rata-rata mereka berlevel 30 bahkan para Boss berlevel 32 kenaikan status milikku berkat title juga banyak.
Pantas saja pertarungan jadi mudah. Bahkan setelah boss yang tersisa menggila. Setiap satu skill milikku saja bisa membunuh boss.
Tapi panen yang kudapat memang berlimpah sih. Aku yakin jika ada party yang ingin memusnahkan desa seperti ini pasti tulang pun tidak tersisa.
Melihat drop item nanti dulu sekarang yang jelas mengurus para penguntit itu.
"Sampai kapan kalian ingin bersembunyi?"
Dari balik batu besar Faira dan mereka semua yang harus diatas kadal keluar.
"Maaf aku khawatir kamu butuh bantuan"(Lydia)
"sudah kubilang harusnya kalian menunggu saja. Sudahlah karena kalian sudah disini, ikuti aku"
Mengurus mereka sangat merepotkan ditambah untuk mengantar mereka pulang adalah sesuatu yang lebih sulit lagi.
Biarlah apa yang akan terjadi. Terjadilah aku akan menghadapinya dari depan sebagai pria
__ADS_1
**TO BE COUNTINUE...***