Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 250 Zombie raksasa VS Assasin


__ADS_3

Langit yang gelap, tanah yang hitam, tidak ada apapun disini kecuali kami dan puluhan raksasa yang terbawa kesini


Padahal aku hanya ingin membawa 1 raksasa saja. Kenapa jadi semuanya kebawa kesini?


"Kayaknya itu terlalu banyak yang terbawa"(Inori)


"Sepertinya begitu. Kalian semua dengar! Kita akan bertarung disini untuk membunuh mereka semua. Tidak ada yang bisa kembali sampai salah satu pihak musnah. Aku harap kalian mengerti"


Aku langsung bergerak kearah zombie raksasa terdepan. Aku melempar beberapa pisau dan membuat ledakan


Zombie raksasa dengan palu besarnya membuat tornado kearahku. Aku langsung membuat formasi


"Great defense formation Guardian Fotress"


Dinding raksasa terbentang dan menahan tornado itu agar tidak maju sedikitpun


Para Assasin yang lainnya mulai bergerak


"Apa kita bisa menang?"(Viesta) "Entahlah. Yang jelas kita harus mengurangi sebanyak mungkin. Dan membunuh raksasa yang bisa membuat tornado itu"


"Seperti biasa. Berikan perintah kapten"(Wendy) Pertarungan dimulai, beberapa raksasa mulai limbung terkena serangan pasukanku.


Beberapa dari mereka juga mati dan berubah jadi zombie. Para zombie menyerang assasin yang lain dan jumlah mereka semakin banyak


"Trap formation elemental explode" Belasan ledakan terjadi dan membunuh semua zombie itu


"Untung saja aku sudah menandai mereka dengan jarum. Tujuan kita adalah pemimpin dari raksasa ini. Jadi yang pertama, Wendy cegah pergerakannya. Viesta dan Lesta hancurkan tangan yang memegang palu. Yusong alihkan perhatiannya. Haruka buat fatamorgana sebanyak mungkin Hanz buat damage sebanyak mungkin. Dan sisanya hancurkan kedua kakinya"


"Mengerti"(Semua orang) Pertahananku hancur. Dan aku langsung membuat formasi baru


"Great attack formation elemental serpent Barrage" puluhan ular langsung maju menyerang raksasa yang kami tuju


Haruka maju duluan dan mengayunkan pisaunya "Area of fatamorgana"(Haruka) Kami bersebelas jadi puluhan dalam sekejap.


Aku juga mengeluarkan beberapa spirit untuk membantu. Wendy langsung bergerak dan menebas raksasa itu.


Yusong sudah berada di leher raksasa itu "Baumu busuk sekali. Dark rain"(Yusong)


Hujan hitam turun dengan deras menembus tubuh raksasa itu seperti kumpulan hujan pisau


"Aku selesai. Hell web"(Wendy) Seluruh tubuh raksasa itu terlilit benang perak dan dia mulai kesulitan bergerak.


Aku menusuk kaki raksasa dengan pedang badai. Ledakan terjadi membuat raksasa itu jatuh kedepan


Viesta dan Lesta bergantian menyerang tangan raksasa itu. Sementara Hanz berubah jadi selimut bayangan disekitar tubuh raksasa menyerang tanpa henti.


Keunggulan kami tidak berlangsung lama. Yusong tertangkap dan dilempar jauh sekali.


Raksasa itu berdiri, dan Wendy tertarik keatas dan bernasib sama seperti Yusong.


Viesta dan Lesta terkena pukulan dan melesat seperti bola meriam kearah raksasa yang lain.

__ADS_1


Hanz mati karena ditepuk seperti nyamuk. Sudah kuduga ini tidak akan mudah, untungnya Inori berhasil membuat raksasa itu kembali jatuh setelah menyerang kakinya


Puluhan ledakan terjadi di kakinya karena pisau yang kusebar. Dari balik asap aku dibawa spirit ke arah wajah raksasa itu.


Tangan raksasa itu berusaha menggapaiku. Aku dilempar spirit keatas lengan raksasa, aku menebar pisau disana sambil terus lari kearah kepala raksasa itu.


Raksasa itu melepas palunya dan berusaha menangkapku. Backstab, aku muncul di belakang leher raksasa itu dan menusukkan pisauku dikepalanya.


Raksasa itu jadi jauh lebih lambat, dan kesulitan berdiri. Aku memanfaatkan hal itu untuk menyusun formasi


"Great attack formation Execution slash" Pedang raksasa terbentu ditanganku, aku mengayunkannya kearah leher raksasa ini.


Dan hal mengejutkan terjadi, pedang ini patah. Benar pedang dari formasi patah dan meledak didepanku.


Membuatku terpental "Apa-apaan itu? Pedang dari formasi patah. Ini pertama kalinya. Vanish"


Aku menggunakan Vanish sebelum menyentuh tanah agar tidak menerima Damage tambahan.


Aku mengecek pasukanku. Dari 100 orang hanya tersisa 60 orang. Sedangkan pasukan musuh dari 70 zombie raksasa. Masih ada 60 lagi


Sudah kuduga ini akan sulit. Zombie raksasa itu mengangkat palunya, petir berkumpul dan angin bertiup


Jangan bilang bisa mengendalikan petir juga?


Dia mengayunkan palunya


"MENGHINDAR!!!" Sudah terlambat. Bersama dengan ayunannya, gelombang angin menerbangkan kita semua bersama dengan petir yang menyambar seperti ombak.


Melukai semua yang ada disana bahkan puluhan zombie raksasa terbunuh olehnya.


Pasukanku tersisa 40 orang dan pasukan zombienya tersisa 20 termasuk yang paling besar


"Apa kalian baik-baik saja?" Tidak ada jawaban. Meski sendirian aku harus menyelesaikan ini semua


Setelah diperhatikan, aku baru melihatnya. Lesta, Viesta, Wendy, Haruka dan Inori yang merupakan tim inti


Yang lainnya sudah mati. Benar-benar mengerikan serangan dia. Aku mengecek daftar lawan dari 60 mulai bertambah sampai 80


"Trap formation elemental explode" Ledakan terjadi dimana-mana sampai membuat zombie yang memegang palu juga terkena ledakannya.


"Sekarang bagaimana?"(Wendy) "Kalian urus saja para zombie yang lain. Serahkan pembawa badai padaku"


Mereka memandangku dan mengangguk "Aku akan bersamamu"(Inori) "Tapi aku tidak bisa menjamin kita akan tetap selamat"


"Tidak masalah. Ayo"(Inori) Aku melempar 2 pisau angin dan badai pada Inori "Ayo menari"


"Ya"(Inori)


Aku dan Inori melesat kearah zombie raksasa itu "Sampai kapan kamu tidak mau membantu? Summon Servant"


Servant muncul didepanku. Zombie raksasa lain berdiri dihadapan kami, menghalangi jalan

__ADS_1


"Servant!" Servant maju melewatiku, dengan pisau badai aku menerbangkannya. Servant menghantam zombie itu membuatnya jatuh


"Inori" Aku mengulurkan tangan. Inori menggengam tanganku. Aku mengeluarkan rantai dan kait yang langsung kulesatkan ke mata zombie raksasa itu.


Kami berdua tertarik. Aku menarik Inori ke pelukanku, dan Inori menggunakan pisau angin membuat dorongan yang membuat kami melesat tinggi melebihi zombie raksasa dihadapan kami.


Aku mengeluarkan pisau angin dan menyelipkannya di punggung Inori. Aku melesatkan Inori yang dengan cepat menembus pundak zombie raksasa yang memegang palu.


Tidak menunggu lama, zombie itu jatuh berlutut "Great attack formation Elemental Lance. Spiral Rush"


Tombak dengan mata bor muncul ditanganku. Dengan cepat aku melesat kearah dada zombie raksasa yang memegang palu.


Tabrakanku membuat zombie itu limbung kebelakang dan jatuh dengan ledakan. Tombakku hanya masuk mata tombaknya saja.


Keras sekali!!! Tangan zombie itu berusaha menggapaiku "Tornado impact" Aku mencabut tombaknya dan memutarnya.


Putaranku membuat tornado di dada zombie itu. Aku melempar tombaknya keatas membuat tombak itu terbang tinggi.


Sementara itu aku menyusun formasi "Great Formation Elemental serpent Barrage" Belasan ular keluar dari formasiku.


3 keatas mengejar tombak dan sisanya mengigit semua bagian tubuh dari zombie.


Dengan pisau badai aku melesat keatas menggapai tombakku


"Formation Fusion Hydra Lance" Ketiga ular menyatu dengan tombak dan membuat 3 kepala di bagian belakang mata tombak


"Aku akan gunakan semua mana yang tersisa. Meteor lance" Aku melempar tombakku ditambah dengan ledakan dari pisau angin.


Membuat tombak itu melesat dengan cepat, hingga angin dan petir menyelimuti seluruh tombaknya.


Zombie raksasa tertanam Sedikit demi sedikit ketanah sampai tombak itu menancap didada zombie itu dan membuat ledakan besar.


Zombie itu semakin tertanam dan terkubur sampai membentuk lubang. Dan ledakan besar terjadi memperluas lubang itu.


Dan akhirnya zombie itu mati. Tugasku selesai. Aku jatuh dari ketinggian kearah lubang itu.


Sebelum menyentuh tanah aku menggunakan Vanish dan keluar dari lubang ini. Pasukanku sudah habis.


Hanya menyisakan 3 orang dan masih ada 10 zombie raksasa lain yang masih hidup. Begitu keluar dari lubang.


Aku melihat Inori yang berjalan tertatih-tatih kearahku "Inori?!" Inori tidak menjawab tapi tetap berjalan.


Wajahnya tidak terlihat karena tertutup asap. Aku mendekatinya dan melihat gerakan Inori


??!!!!


Pedang Inori menembus dadaku membuat darahku yang tersisa 20% jadi 10% Bagaimana bisa?


Wajah Inori? Dia sudah jadi zombie!!! Ledakan terjadi. Aku meledakkan tubuh Inori tepat didepan wajahku.


Aku mengecek jumlah pasukanku... 0 benar aku sendirian sekarang. Aku menatap kearah 10 zombie raksasa yang bergerak kearahku.

__ADS_1


"JANGAN MEREMEHKANKU MESKI AKU SENDIRIAN!!!"


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2