Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 216 Specter Knight dan Skeleton General


__ADS_3

Dari tubuh pria besar itu keluar arwah hijau yang menggunakan zirah transparan dan pedang besar.


Tubuh pria itu juga berdiri meski hanya tersisa tulang saja "Menurutku saja apa memang game ini benar-benar tidak normal?"(Hasan)


"Kemana saja kamu selama ini? Hal kayak gini memang sering terjadi kan? Meski kali ini benar-benar kelewatan"(Lesta)


Dalam sekejap satu boss jadi 2 boss. Ditambah para Armor yang terus bergerak itu.


"Lupakan boss, aku yang akan mengurusnya kalian tahan saja para Living Armornya. Gunakan rune sucinya jangan dihemat!"


Specter knight dan General skeleton. Keduanya memiliki kelemahan yang sama elemen suci, Api, dan cahaya.


Menyerangnya dengan kemampuan selain elemen suci cukup beresiko takutnya dia kembali bangkit.


Specter merupakan monster yang jarang terlihat tapi tidak bisa diremehkan, mereka sejenis dengan spirit dan hantu.


Kebal terhadap serangan fisik dan memiliki banyak Debuff. Aku tidak bisa membiarkannya begitu saja.


Aku mengeluarkan puluhan Spirit yang langsung menyerang Specter dengan pisau cahaya ledakan cahaya terjadi tanpa henti.


Skeleton mulai bergerak kearahku "Web trap"(Wendy) Benang mengikat tubuh tulang itu


"Urus yang lain saja" "Tidak, aku akan membantu. Seranganku tidak berguna menghadapi living armor"(Wendy)


"Baiklah kalau begitu. Attack formation elemental spear" Aku berlari kearah Skeleton itu bersama Servant.


Aku menebaskan tombak ku ketubuhnya "Three step" Satu tebasan kedepan, diikuti tusukan, dan aku melontarkan tubuhku keatas.


Aku menancapkan pisau cahaya kedadanya dan kembali menusukkan tombakku, terus mendaki hingga kelehernya.


Untungnya baik tangan dan pedangnya diikat Wendy jadi tidak bisa menyerang kearahku. Aku melempar tombak itu kearah Specter Knight yang masih melayang.


Tombak itu langsung masuk kedalam tubuhnya. Tombak itu meledak membuat darahnya berkurang sedikit.


Aku langsung melompat mundur dan menarik semua pisau yang menyusun tombak tadi. Pisau-pisau itu menembus tubuh kerangka dan kembali ketanganku.


Tapi aku langsung menancapkan pisau-pisau itu ke badan kerangka dan turun "Trap formation elemental Explode"


Pisau ditubuh kerangka meledak membuatnya terdorong mundur


"Benangku putus, butuh waktu lagi untuk mengikatnya"(Wendy) "Sebaiknya kamu mundur dulu"

__ADS_1


Mata kerangka itu bersinar dan dia mengangkat pedangnya "Defense formation wall shield"


Pedangnya mengayun kebawah dan membuat ledakan yang mengarah kearah kami.


Untung saja ledakan itu ditahan perisai milikku. Tapi hal mengerikan terjadi, tulang tajam keluar dari tanah menuju kearah kami


"Wendy!" Aku menarik tangan Wendy dan melemparnya. Aku langsung menggunakan Ghost walk saat tulang-tulang tajam itu keluar dari bawah kakiku.


Tidak berguna, meski sudah menggunakan Ghost walk tulang itu masih menusukku, dan aku terkena kutukan dan tidak bisa menggunakan skill


Specter dilangit membuka mulutnya dan mengeluarkan asap hitam yang langsung berhembus kearah kami.


Karena aku tidak bisa bergerak, aku tidak bisa menghindarinya. Servant muncul didepan tubuhku menahan serangan itu.


Tentu saja tidak berguna ini skill area. Akhirnya aku terkena serangan itu dan kutukan ditubuhku semakin kuat.


Darahku juga terus turun, bahkan mana milikku juga turun tanpa henti. Begitu ikatan tulang lepas aku langsung mundur dan menggunakan Vanish.


Specter muncul didepanku menghalangiku dan menebas pedang hitamnya kearahku. Aku mengeluarkan penta shield dan menahan serangan itu.


Hanya saja dari belakang kerangka itu mengayunkan pedangnya juga kearahku. Servant muncul menahan serangannya dan terpental.


Baru lengah sedikit dan aku juga terpental kearah kerangka itu. Pedang besarnya mengayun kearahku, meski berhasil kutahan aku tetap saja terlempar.


Aku langsung mengeluarkan Life&mana Vessel dan menggunakannya. Specter membuka mulutnya dan berteriak keras.


Suara itu membuatku gemetar dan aku tidak bisa bergerak. Apalagi aku ada ditengah-tengah Living Armor.


Pedang Living Armor menusuk tubuhku membuatku bisa bergerak. Aku langsung menggunakan Backstab, menusuk Living Armor dan bergerak kearah kedua boss itu.


Sebelum mereka mencapai yang lain. Aku mengeluarkan spirit lagi. Karena para spirit juga terkena efek skill dari Specter


"Great defense formation Absolut shield" Barisan perisai keluar dan melindungi mereka semua.


"Great attack formation Giant Execution" Pedang raksasa muncul ditanganku "Wave slash"


Aku mengayunkannya kedepan membuat ledakan cahaya raksasa yang menyapu semua Living Armor yang menghalangi jalanku dan menghantam kedua boss itu


Specter Knight kehabisan darah dan mulai transparan. Para living armor yang tersisa meledak dan semua arwah hijau yang keluar kembali menyusun tubuh Specter Knight.


Karena dia tidak bisa bergerak lebih baik urus skeletonnya dulu. Aku melempar Cresent knife api yang langsung membuat lingkaran dan mengurung skeleton itu.

__ADS_1


Aku juga melempar Cresent knife cahaya yang membuat tambahan bola yang mengurung skeleton.


Specter knight berteriak keras karena badannya sudah pulih tetapi


"Great attack formation Atomic Cannon"


Laser cahaya raksasa menghantam Specter itu bersama teriakannya menyedihkan miliknya dia musnah.


Kerangka itu masih hidup dengan darah tersisa 1 persen, dengan keadaan yang mengenaskan.


Aku mengambil 1 pisau cahaya dan melemparnya ketengkoraknya. Bersama dengan ledakan dia terbunuh


"Sudah selesai ya?"(Rachel) "Akhirnya selesai"


"Game dengan kesulitan gila. Tidak manusiawi"(Lesta) "Kalau game ini tidak manusiawi buat ketua yang membunuh 2 boss sendirian disebut apa?"(Haruka)


"Sudahlah, jangan bicara lagi. Kita lanjutkan"


Kami masuk lagi kedalam, kali ini yang muncul Necromancer dan Specter guardian.


Hanya saja mereka tidak berguna. Selain bisa berubah 3 kali masih tidak berguna. Mereka jadi lemah sekali. Apalagi setelah terkena serangan Rune saat berubah.


Bahkan salah satu dari mereka langsung mati


Akhirnya kami tiba diruang tahta, diatas tahta duduklah pria besar dengan zirah hitam dan mahkota merah terang seperti darah.


"Jadi kalianlah yang membunuh semua prajuritku?"(Darrius black) "Bukan cuma prajuritmu. Kamu juga akan kami bunuh"


"Menyedihkan"(Darrius black) Dari belakang tahta keluar wanita dan pria yang memegang pedang.


Mereka itu Ratu dan pangeran "Sepertinya faksi sana sangat meremehkan kami"(Ratu)


"Mereka cuma kumpulan mahluk munafik yang membenarkan tindakan mereka sendiri"(Pangeran)


"Kalian cuma 10 orang tapi bisa membunuh ratusan orang disini adalah prestasi luar biasa. Aku akan mengampuni kalian jika kalian mau tunduk pada kami"(Darius Black)


"Jangan bercanda" "Kalau begitu. Mati!!!"(Darius) Ratu menunjuk kedepan dan portal merah keluar.


Dari sana kepala anjing raksasa keluar dan mengigit kedepan "Wall shield" Dinding perisai terbentuk dan langsung hancur setelah terkena kepala itu.


Bola api keluar dari dalam portal setelah kepala anjingnya masuk kembali "Mirror shield" Bola api mengenai perisaiku dan berbalik meski perisaiku juga hancur.

__ADS_1


Kali ini sepertinya lebih dari 3 boss yang akan dilawan. Ini sulit


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2