Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 231 Sisik Teneru


__ADS_3

Apa tadi itu serangan elemen? Aku masih hidup? Getaran terjadi dan didepanku muncul kaki raksasa.


Kaki ini? Aku melihat keatas yang merupakan Teneru. Naga bajingan itu


"Kerja bagus"(Teneru) "Ya memang.... Tunggu dulu tadi kamu juga ingin membunuhku ya?"


"Kenapa memikirkan tentang hal kecil itu. Lagipula kamu menggunakan rune dari Clara kan?"(Teneru)


"Darimana kamu... Benar kamu naga dasar stalker" "Jangan menghinaku dengan bahasa yang tidak kumengerti"(Teneru)


Dengan santai dia mengambil Wyvern yang sudah hitam legam yang aku tidak tahu karena apa


Dengan mudahnya dia memasukkan seluruh badan Whyvern kedalam mulutnya


"Kalau cuma dimakan harusnya kamu minta aku memburunya saja"


"Kamu yang tidak mengerti cita rasa binatang jangan bicara seperti itu. Dimana-mana binatang emang paling enak dimakan bulat-bulat"(Teneru)


"Aku tidak sebesar kamu. Pantas saja kebanyakan makhluk besar suka menelanku bulat-bulat"


"Jangan samakan aku dengan makhluk tidak berotak seperti itu"(Teneru) "Aku serius. Bahkan Colossal yang besarnya lebih... Kok kamu lebih kecil?"


Aku serius lo, ukuran Teneru lebih kecil daripada pertemuan pertama kami. Saat itu aku yakin dia menunduk melihatku dari atas.


Tapi sekarang aku bisa bertatapan dengannya meski masih besarlah. Mungkin sebesar raksasa.


"Kamu yang tidak tahu apapun soal naga"(Teneru) Dia berjalan keluar sambil memakan Whyvernn yang dia temui.


Sampai akhirnya berada diluar sarang Lizardman dan tiba-tiba tubuhnya membesar bahkan lebih besar dari gunung.


Kuku dikakinya 10 kali lebih besar dari tubuhku. Dengan cakarnya yang sebesar gunung dia mengambil tumpukkan whyvern dan memasukkannya kedalam mulutnya


Dia berbalik dan membuatku panik berlari kedalam. Anehnya saat mulutnya masuk, tubuhnya mengecil dan muat kedalam gua.


Tapi begitu didalam, tubuhnya kembali membesar "Ya, aku sudah puas makan. Sekarang kamu bisa pergi"(Teneru)


"Udah itu aja? Tidak ada hadiah atau apapun? Aku hampir... Tidak, aku sudah mati tau jika tidak ada rune dari Clara yang dengan jelas bukan darimu"


"Tidak mengutukmu adalah hadiah dariku"(Teneru) "Kamu.... Naga sialan, bisa-bisanya quest tanpa hadiah seperti ini diberi tingkat legendaris"


Teneru tidak memperdulikanku dan terus masuk kedalam gua, aku mengikutinya.


Aku pikir paling tidak dia akan marah atau bicara.

__ADS_1


Tapi sampai sekarang dia tetap diam. Aku memperhatikan tubuhnya yang menurutku sedikit aneh.


Ukuran tubuhnya berubah mengikuti besar dari tempatnya, seperti cairan. Hanya saja tidak sampai memenuhi seluruh tempat ada jarak 1 meter dari tubuhnya.


"Kalau diperhatikan sepertinya naga bisa masuk kedalam sedotan?" "Apa yang manusia tahu. Ukuran itu tidak penting yang penting adalah fleksibilitas, dimana tubuh tidak pernah terpojok dan juga bisa melawan"(Teneru)


"Daripada naga lebih mirip slime" "Teruskan saja menghina. Aku tiup jadi abu nanti"(Teneru)


Setelah itu kami diam hanya saja ini membuatku bingung. Kenapa dia tidak mengusirku? Meski marah dan murka aku tidak bisa menghadapinya.


Kami berjalan sampai ke gua raksasa tempat kita bertemu pertama kali "Kamu ingin hadiah kan? Ambil saja apapun yang bisa kamu ambil"(Teneru)


"Benarkah?" "Jika kotoran ditubuhku berguna untuk yang lain kenapa tidak. Lagipula kamu sudah membayarnya"(Teneru)


Aku mengambil pisau cahaya dan menerangi tempat ini. Tempat ini dipenuhi sisik yang 2 kali lebih besar dariku.


Juga ada gigi naga yang terlepas "Apa kalau aku mengambil semuanya. Tidak masalah?"


"Kalau bisa. Silahkan, hanya saja kamu tidak bisa kesini lagi. Jadi kesempatanmu hanya saat ini"(Teneru) "Baiklah"


Sudah kuduga dari naga yang pelit. Sayangnya meski mengerti tentang player dia tidak tahu kemampuan khusus player itu sendiri.


Aku dengan santai menyentuh sisik naga dan mengaktifkan inventory....


Aku mendengar suara Teneru disana. Sepertinya dia menahan tawa, tapi apa yang salah sih?


-Black Dragon Teneru Scale (Unique/Legendary)


Merupakan material khusus yang hanya bisa diolah oleh Blaksmith dengan Class Unique/Legendary


ciri khusus: Tidak bisa disimpan didalam penyimpanan ruang (Termasuk Inventory)


"Sialan kamu menipuku" "Bukanya kamu yang ingin menipuku? Kalau memang semudah itu pasti semua kotoran tubuhku sudah terjual bebas dipasaran"(Teneru)


Aku tidak bisa membantahya karena itu benar


"Kalau begitu. Summon Assasin spirit" Puluhan spirit keluar. Begitu mereka menyentuh sisik, tubuh mereka langsung hancur


"Bagaimanapun itu adalah bagian tubuhku, kamu tidak berpikir menggunakan hantu tanpa tubuh untuk membawanya kan"(Teneru)


"Kalau tahu begini aku akan mengundang yang lain untuk membantu. Masih ada itu. Summon guardian"


Pria berbadan besar dan berkulit pucat muncul "Ayo kamu bantu angkat" Untungnya kali ini dia mau kerja sama mengangkat sisik itu.

__ADS_1


Ternyata tidak berat mungkin sekitar 20kg Aku tersenyum dengan licik, mengambil sisik lain dan meletakkan diatas sisik tadi.


Begitu mau kuangkat, tidak bisa. Rasanya seperti ingin mengangkat mobil "Ini tidak mungkin" "Maaf saja kelicikanmu berakhir disini"(Teneru)


"Begitu ternyata" Aku terpaksa hanya membawa satu sisik, tanpa sengaja aku melihat gigi taring dengan panjang setengah dari badanku


Aku membawa sisik dan gigi itu "Terima kasih untuk hadiahnya" Aku pergi keluar "Paling tidak kamu tahu diri"(Teneru)


Aku keluar dari gua dan terdiam di depan gua itu. Ada lendir lengket disini ya? Bagaimana caranya aku melewatinya?


Aku memiliki ide. Maafkan aku Jarph. Aku menaiki sisik yang kujadikan seperti perahu.


Tiba-tiba aku sadar, inikan bukan air tapi lendir.


Tapi ternyata sisik ini bisa bergerak seperti perahu diatas air. Baguslah kalau begitu, dengan sisik sebagai perahu dan gigi sebagai dayung.


Kami mengarungi tempat berlendir in- "Apa kamu baik-bai-Woah...Woah... Kita diperahu?"(Inori)


"Inori!!! Beri tahu dulu kalau mau teleport"


"Maaf soal itu. Ini benda apa?"(Inori) "Sisik. Kenapa kamu kesini?"


"Ya, cincin ini terus mengabariku kalau kamu sekarat tapi tidak mati-mati. Jadi aku kesini karena penasaran saja. Jadi ini sisik naga?"(Inori)


"Iya" "Kenapa tidak dimasukan ke Inventory?"(Inori) "Coba saja kalau bisa. Ini pake ini"


Aku memberikan gigi naga. Inori berusaha memasukkannya ke Inventory tapi gagal


"Sekarang tahukan alasannya"


"Tapi ke kota Tria itu... Jauh kan?"(Inori) "Memang" "Apa kamu tidak malu?"(Inori)


"Kenapa harus malu? Aku tidak sendirian ini"


"Kalau sama Summon tetap saja dianggap sendirian"(Inori) "Kan ada kamu" "Aku kan... Benar ya ada aku"(Inori)


"Tuh tau. Jadi kita malunya berdua aja" "Kalau tau begini aku tidak mau teleport kesini"(Inori)


"Nikmati saja kesalahanmu itu" Setelah itu kami berjalan ke Galodium dengan menarik banyak perhatian.


Dan terkena biaya bagasi tambahan. Akhirnya kami sampai didepan Workshop Larph dan Jarph.


Mereka sendiri yang menyambut. Meski yang disambut adalah sisik itu bukan aku. Menyedihkan sekali nasibku

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2