
Freyas langsung maju, begitu juga dengan Inori. Aku langsung memasuki stealth.
Atemis dari belakang sudah mulai menembak panah.
"Ocean prison"(Rian34) Dinding air muncul dan mengurung boss. Meski begitu semua serangan dan kita sendiri masih bisa melewatinya.
Aku tidak tahu apa yang terjadi didalam sana. Aku hanya sibuk menyusun formasi. Suara capit terdengar jelas dari punggungku.
Yang dengan jelas boss ada didepanku. Ternyata benar tadinya aku bingung kenapa boss ini sendirian.
Belasan kepiting berjalan dari belakang. Aku mengeluarkan rantai dan mengayunkannya pada semua kepiting itu.
Kepiting-kepiting itu hanya terdorong sedikit sebelum memaksa maju lagi. Aku tahu kalau ini tidak akan mudah.
Aku melempari kepiting dengan pisau. Para spirit juga melempari kepiting dengan bom.
Ledakan terjadi tanpa henti. Boss masih terkurung didalam penjara air seharusnya mereka bisa menahannya sebentar.
Aku melempar crescent knife. Ledakan terjadi dibagian belakang. Tentu saja hal ini tidak akan mudah.
Penjara airnya mulai hilang. Dan aku akhirnya berhasil. Crecent knife berhasil membuat lingkaran.
Lingkaran itu berubah jadi api membentuk setengah lingkaran. Para kepiting yang berada didalam terbakar.
Aku menancapkan pisau dan membuat formasi. Penjara yang mengurung boss akhirnya hilang.
"Great defense formation Mountain Wall"
Dinding es raksasa memisahkan semua kepiting. Aku tidak tahu berapa lama akan bertahan. Yang jelas boss itu harus mati dulu.
Freyas menahan serangan capit boss tapi Inori terpental setelah terkena serangnnya.
Atemis terus menembakkan panah, meriam air juga terus menyerang kepiting itu.
"Prison formation Elemental chain" pilar petir keluar disekitar boss. Setiap pilar mengeluarkan rantai dalam jumlah banyak mengikat setiap bagian boss.
Bola air berkumpul dimulut boss. Ohh aku tidak akan membiarkannya. Rantai petir keluar dan mengikat kepala boss menutupi mulutnya.
Aku menyerang dengan rantai dibagian punggung boss. Freyas dan Inori menyerang bagian depan.
Rian34 dan Atemis menyerang kepala boss.
Keadaan begitu mulus sampai formasi yang menahannya hancur disusul gunung es dibelakang juga hancur.
Ini menyebalkan. Para spirit langsung menyerang para kepiting kecil.
"Heaven fall"(Freyas)
Suara ledakan dibelakang mengejutkanku. Apalagi boss jatuh kearahku.
"Hei lihat-lihat kalau menyerang!!"
Aku terpaksa berlari kearah kerumunan kepiting, karena ukuran badan bos yang besar hampir menutupi semua jalan kaburku.
Ledakan besar terjadi.
__ADS_1
"Maaf"(Freyas) "Trap formation pilar elementals" Pilar-pilar cahaya keluar dari tanah tepat di tengah-tengah kerumunan kepiting.
Aku mundur kearah yang lain.
"Kali ini akan sulit. Aku tidak bisa menahan mereka" "menahan apa?"(Inori)
Kerumunan kepiting menyerang seperti ombak. Yang jumlahnya sudah berlipat ganda dari sebelumnya.
"Aku akan menggunakan serangan area. Kalian tahan dulu sebentar"(Rian34)
"Mengerti"(Inori,Atemis) "Cepatlah"(Freyas)
Aku, Freyas, dan Inori maju menghalangi bagian depan.
"Aku akan mengurus bossnya" "Tahan sebentar saja"(Freyas)
Aku dibantu spirit terbang kearah boss. Belasan meriam air ditembakkan oleh para kepiting yang dibawah.
Dengan susah payah aku tiba didepan boss yang langsung disambut serangan capit besarnya.
"Backstab" Aku muncul dibelakang boss dengan petir yang melilit tanganku aku meninju bagian belakang kepalanya.
Hingga boss jatuh menimpa kepiting yang lain. Dinding emas terlihat berarti Freyas sudah mulai menggunakannya.
Aku langsung menyusun formasi.
"Attack formation Greates Axe" Aku mengayunkan kapak raksasa ke belakang punggungku untuk menjauhkan para kepiting.
Sebelum mengayunkannya kearah boss.
Boss bangkit dan menyerang dengan capitnya. Aku menahannya dengan perisai segilima.
"Aku selesai. Ocean tsunami" Ombak raksasa yang menutupi seluruh gua muncul dengan ganas.
Untung saja selama masih party serangan teman tidak akan melukai sesama anggota party. Tapi bukan berarti tidak terkena efeknya.
Aku menahan serangan itu yang terus mendorongku. Setelah 10 detik semua kepiting kecil tersapu habis menyisakan boss yang paling besar terdorong hingga di ujung gua.
Dengan kedua capitnya boss melempar batu raksasa ke langit-langit gua. Lemparan itu meretakkan seluruh langit gua.
Beberapa batu besar mulai jatuh, dan air mulai masuk. "Kita harus secepatnya mengalahkan boss"(Freyas) "Menyebalkan. Boar arrow"(Atemis)
Freyas dan Inori mulai menyerang boss. Tentu saja aku juga akan menyerang.
3 Cresent knife langsung kulempar kearah kepala boss.
Ledakan petir, es, dan kegelapan terjadi. Dalam sekejap boss buta meski cuma sementara.
"Charge"(Freyas, Inori) Mereka berdua langsung menabrakan diri pada boss.
Boss itu limbung, panah datang menusuk 2 pangkal capit milik boss.
Meriam air menghantam kepala boss.
"Sword rhytmm... Mayor sword" Inori kembali menyerang dengan ganas diikuti bayangan nya menyerang tanpa henti.
__ADS_1
Serangan Freyas juga sangat mengerikan, beberapa kali capit besar kepiting terpental saat menghadangnya.
Aku menyerang punggung kepiting dengan rantai setelah rantai memendek, aku menggunakan mana dan membuat ledakan dipunggung kepiting.
Beragam sihir air dan panah menyerang kepala kepiting. Semakin lama waktu berlalu, semakin banyak air yang menggenangi tempat ini.
Sekarang tinggi air sudah sampai mendekati paha. Kepiting semakin kuat dan kami semakin lambat. Inori jadi tidak berguna sama sekali.
Untung saja serangan Freyas bisa menutupi damage yang berkurang karena tidak adanya Inori.
4 Cresent knife meledak di kepala boss. Melihat darahnya yang tersisa 5% membuatku semakin terburu-buru untuk membunuhnya.
Aku sudah tidak bisa menggunakan formasi lagi. Pisau petir dan api sudah tidak berguna.
Beberapa spirit juga menyerang dengan gila-gilaan.
"Serpent arrow"(Atemis) 3 bayangan ular raksasa keluar dari panah Atemis.
"Sea god strike"(Rian34) Air menggulung tinggi seperti menara melesat kearah kepiting.
Kedua serangan itu hanya menyisakan 2% Darah kepiting. Aku mundur kebelakang.
"Death penalty" 1% darahnya hilang lagi.
"Valkrie wrath. Heaven destroyer"(Freyas)
"War song"(Inori) Inori menyerang dengan gila
Dan aura emas berkumpul di kapak Freyas.
Saat kapak itu turun seluruh udara terasa berat bahkan air yang menggenang juga terbelah jadi 2.
Saat kapak itu mengenai kepiting, kepiting itu seperti diinjak dan tertanam kedalam tanah hingga mati.
Spirit langsung mengambil semua drop itemnya dan kami berlari keujung gua.
Di ujung gua ada celah yang cukup untuk satu orang.
Kami semua langsung masuk bergantian.
Saat aku masuk, aku terkejut karena langsung jatuh kebawah.
Apa-apaan ini? Spirit langsung menangkapku dan menurunkan ku ditanah. Tempat dimana aku tertawa dengan keras.
Semuanya jatuh ketanah dengan keras. Dan darah mereka semua berkurang cukup banyak.
"Puas kamu tertawa"(Rian34) "Aku iri sekali dengan spirit mu itu"(Inori) "Lihat saja nanti aku akan memiliki pet elang"(Atemis)
"Sudahlah, jangan ribut"(Freyas) "Ya itu benar. Salahkan saja Freyas kenapa tidak bawa healer"
"Itu benar. Ketua macam apa yang tidak bawa healer ke dungeon"(Rian34) "Maaf aku lupa"(Freyas)
Akhirnya kami memutuskan untuk duduk diatas batu sambil memulihkan darah. Sementara aku berkeliling tempat ini.
**TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1