Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 91 Mencari bahan untuk equipment


__ADS_3

Satu Troll mati lagi ditanganku. Sudah 3 Magic Troll yang sudah kubunuh. Susah mencari troll ini.


Apalagi untuk memancing Troll king datang.


Aku membutuhkan darah dari Troll king.


Aku memilih magic troll bukan tanpa pertimbangan.


Karena darah mereka selain bisa memberikan efek yang hebat pada pemulihan kesehatan juga bisa mengisi mana dengan cepat.


Untuk Shadow Bat king aku sudah punya. Aku memburu raja dari kelelawar bayangan itu sepanjang malam.


Sekarang aku berada disini di perbatasan Chaotic land untuk berburu magic troll. Menurut Gail lebih mudah mencari raja troll didesa mereka.


Hanya saja, itu hal yang sulit. Magic troll memiliki adaptasi yang luar biasa dengan mana jadi tempat tinggal mereka pasti didekat tambang mana crystal.


Hanya saja. Ini sudah lembah ketiga dan aku belum menemukan desa mereka. Jika tidak ada dilembah berarti gunung. Hanya satu gunung diperbatasan Chaotic land.


Itu adalah Chaotic mountain yang berada cukup jauh dari kota Sehril juga cukup jauh dari Lury bisa dibilang pertengahan antara kota itu.


Sekarang tinggal mencari tambang mana crystal. Aku mendaki gunung, bahkan memutari sekitar lereng tidak ada gua.


Aku terus naik keatas, akhirnya aku menemukan gua. Hanya saja daripada gua lebih pantas disebut lubang.


Didalamnya sangat gelap. Aku mengeluarkan rantai dan kait, setelah kait tertancap dibatu yang kokoh dengan rantai aku melompat turun.


"Arghh, Shield bash"(???) Baru menyentuh tanah, perisai langsung bergerak cepat untuk menghantam mukaku.


Vanish, Aku menghilang dan mundur menjauh.


"Siapa kalian?" "kau yang siapa?"(Pria)


Ada sekelompok manusia didepanku hanya saja aku tidak tahu berapa banyak dan mereka bermusuhan atau tidak.


Cahaya keluar menyinari mereka. Ada 10 orang mereka dengan 3 Assasin 2 Warrior dengan shield sisanya mage. Itu Martin?


"Martin?" "Oh ternyata kamu. Kebetulan bisa bertemu disini"(Martin) Martin menggunakan jubah hijau dengan banyak garis-garis lingkaran sihir.


"Apa yang kamu lakukan disini?" "menambang mana crystal. Kamu sendiri ngapain disini?"(Martin) "aku memburu Troll king" "Jadi itu alasanmu kesini"(Martin)


"Jadi mereka?" "Oh ya benar, mereka teman-temanku dari divisi formasi sihir sedangkan sisanya hanya dari perkumpulan yang tidak berguna"(Martin)

__ADS_1


"Hey sembarangan, gini-gini kami termasuk guild terkuat"(pria 1) "Ya, ya terserah. Dia yang pernah menyelamatkanku saat itu"(Martin)


Selain mage disana mereka semua player bahkan equipment mereka ampas yang tertinggi hanya elite rata-rata level mereka juga 20.


Yang menarik perhatianku adalah 5 orang mage dibelakang Martin. 3 wanita dan 3 pria memakai jubah dan pola yang sama.


"Jadi kamu yang diceritakan Martin perkenalkan aku Alvin dan pria satu lagi disana Fellix"(Alvin) "Salam kenal"(Fellix)


"Oh kenalkan aku Heidi yang disana Vio dan yang satu Gleda"(Heidi) "hai"(Gleda) Vio hanya mengganguk saja.


"Jadi maukah kau menemani kami?"(Martin) "tentu saja. Tujuanku juga berada didalam gua ini" "Troll king jenis magic merupakan sesuatu yang sulit lo"(Alvin)


"tenang saja, aku ini bukan orang sembarangan aku juga tidak akan melibatkan kalian. Oh ya ngomong-ngomong jika kalian ingin menambang bukanya perlu miner ya"


"tentu saja. Soalnya mana crystal bukanlah hal sembarangan"(Alvin) "jadi dimana para miner ya?" Mendengar pertanyaanku mereka semua membuang muka.


Soalnya aku tahu tidak mungkin player mengambil secondary job miner yang jelas-jelas pekerjaan keras, lama, dan butuh keberuntungan.


"Jangan bilang..." Aku tidak berani melanjutkan perkataanku. Aku turut bersedih atas penderitaan kalian.


Aku hanya bisa menepuk pundak Alvin "Semangat" mereka semua langsung murung kecuali para player yang ampas


Kami kembali berjalan di gua yang gelap. Aku bisa mendengar para player itu yang berisik.


Kedua wanita itu merupakan Assasin dan sisanya pria. Aku tidak begitu perduli dengan mereka.


Kami terus berjalan, semakin dalam bukanya semakin gelap malah ada cahaya redup. Cahaya itu berwarna biru terang yang berasal dari mana Crystal.


Aku melihat para mage memegang beliung untuk menambang. Meski hanya sebentar karena mereka hanya mengambil crystal mana seadanya tetap saja menyedihkan.


Tiba-tiba gua bergetar dari dalam gua keluar 2 troll yang tubuhnya menutupi seluruh gua.


Mereka semua langsung berhenti tapi aku tetap berjalan saja.


"Hei mundur kalau tidak mau mati!!"(Warrior 1) "Biarkan saja dia mati"(Warrior2) Terdengar suara tertawa dari Martin.


Troll bagian depan mengangkat kapaknya dan diayunkan kearahku. Dengan satu pisau aku membuat shield.


Ledakan terjadi dan aku terdorong sedikit hingga batu yang kuinjak retak. Meski begitu aku tetap diam.


Aku menancapkan pisau ditanah.

__ADS_1


"Minggir" Aku mendorong kapak itu keatas, meski hanya sebentar karena tidak terdorong jauh tapi itu memberi waktu sedikit.


Perisai yang ditanganku kembali jadi pisau dan kutancapkan bersama pisau yang lainnya. Semua pisau itu bersinar dan membentuk pedang ditanganku.


Aku langsung menebas perut troll yang langsung membuatnya terdorong hingga yang belakang menahannya.


Pedang kembali jadi pisau, formasi kembali disusun kali ini kapak pesar yang kuayunkan.


Membuat ledakan dan mendorong keduanya hingga terjungkal.


Aku mengangkat kapak itu hingga sampai kepunggungku. Aku menghantamkan kapak itu ketanah dan membuat ledakan besar yang langsung membunuh kedua troll itu.


Aku berbalik menatap mereka "Apa yang kalian tunggu? Ayo"


"Kan sudah kubilang menghadapi troll seperti itu cuma butuh beberapa detik saja. Aku bingung kenapa para perkumpulan mengirimkan sampah seperti kalian untuk menemani"(Martin)


Aku bisa melihat wajah para player yang tidak senang. Lagipula itu bukan urusanku.


Mulai dari saat itu troll sering muncul dan tentu saja aku membunuhnya dengan mudah.


Sampai aku bertengkar dengan para player disana. Bahwa aku cuma mau memonopoli semua troll itu.


Aku persilahkan mereka didepan kalau begitu. Dan apa yang mereka tunjukan, acara lawak dimana komposisi party saja sudah tidak seimbang.


2 Warrior yang saling merebutkan kepemimpinan, tidak memiliki ruang untuk Assasin bermanuver. Akhirnya aku juga yang turun tangan.


Sudah begitu aku dibilang nyampah. Kalianlah yang sampah, dasar sampah.


Aku malah lebih banyak mengobrol dengan para mage.


Mereka terkejut dengan cara penggunaan formasi ku. Tentu saja yang mereka beritahu cara yang rumit hingga membuat kepala sakit.


Terkadang aku juga bercerita tentang banyak hal tentu saja itu cukup menarik perhatian apalagi tentang misi Imposible terakhir.


Tanpa terasa sudah di ujung pintu keluar gua.


Aku mengintip dan terkejut disana ada pilar raksasa dari kristal.


Dibagian bawah ada kursi kristal dan diduduki oleh Troll yang bermahkota disekitar sana banyak troll lainnya baik laki-laki atau perempuan.


Mereka semua langsung berkeringat dingin. Tentu saja aku tahu kalau ini bukan hal yang mudah sama sekali.

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2