Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 186 Mega Frankenstien


__ADS_3

"Sepertinya lebih baik para Elf menunggu disini saja" "Aku setuju. Perasaan ini seperti ruangan boss"(Inori)


"Baiklah, usahakan tetap selamat ya"(Wanita Elf) "Aku mengerti. Lagipula aku harus mengantarkan kalian"


Baiklah dihadapan kami ada pintu besi besar.


Kuncinya sudah kudapatkan hanya saja firasatku benar-benar tidak enak.


"Aku buka ya" Aku membuka pintu itu. Kegelapan yang menyapaku, seluruh ruangan itu gelap dan tidak ada cahaya sama sekali.


Terdengar suara gemerisik dan bau anyir. Sepertinya akan banyak musuh disini.


Aku dan Inori berjalan kedalam sambil bersiap bertarung.


Tiba-tiba tempat ini dipenuhi cahaya biru dan jadi terang. Dan diujung lorong ada raksasa dengan 6 tangan.


Seluruh tubuhnya penuh jahitan bahkan kepalanya juga "Inori, itu Frankenstien yang kamu cari" "Bagaimana jika kamu yang menghajarnya?"(Inori)


"Sayang sekali aku harus mengurus yang lain"


Selain Frankenstien raksasa itu ada belasan Dampire dan satu pria yang kuyakini dia itu Vampire


"Oh jadi kalian yang telah menghabisi semua karyaku"(Vampire) "Tenang saja kami juga akan membersihkan semuanya ko"


"Kalian harus merasa terhormat. Karena kalian berdua juga akan aku jadikan karyaku. Salah satu dari kepercayaan tuan Whiteblood. Charles von blood"(Vampire)


Semua Dampire itu maju menyerang. Frankenstien raksasa itu juga mulai bergerak


"Blood strom"(Vampire Charles)


Darah mengelilingi Vampire itu dan membuat hujan kearah kami "Defense formation Shell shield" Cangkang kura-kura melindungi kami berdua.


"Inori kali ini sulit" "Aku setuju dengan itu bukan cuma 1 boss yang dilawan melainkan 2"(Inori) "Baiklah, aku akan mengurus vampirenya dulu sambil terus menyiapkan formasi"


Frankenstien itu datang. Kapak raksasanya diangkat tinggi-tinggi dan menghantam formasiku.


Yang langsung menghancurkannya. Aku dan Inori berpisah, aku langsung melesat kearah Vampire itu.


Belasan Dampire berusaha menghalangiku


"Attack formation elemental spear. Three sweap"


Aku mengayunkan tombakku dan 3 Dampire terkena dan terpental. Ayunan kedua membuat 5 Dampire terpental lagi, dan ayunan terakhir membuat terpental lagi 5 yang tersisa.


Aku melempar tombak itu ke Vampire. Darah membungkus tubuhnya menahan serangan tombakku.

__ADS_1


Tombak itu meledak, dari dalam asap keluar pedang darah yang melesat kearahku. Aku langsung mundur menghindari pedang itu.


"Blood Claw"(Charles) Diatas kepalaku keluar cakar darah raksasa. Aku melempari cakar itu dengan pisau es.


Bersama dengan ledakan es cakar itu membeku. Aku menghindari saat cakar itu hampir menghantamku.


2 Cresent Knife kulempar kearah Vampire itu. Membuat 2 ledakan elemen es dan cahaya.


Perisai yang melindunginya jadi membatasinya.


Aku harus membantu Inori dulu, apalagi sekarang aku melihat Inori yang terbang setelah terkena pukulan kapak itu.


Setelah diperhatikan bentuk benda itu benar-benar menjijikan. Kedua tangan dipunggungnya merupakan tangan Elf.


Yang selalu mengambil besi panjang dan melemparnya. Keempat tangannya adalah tangan Orc, dan semuanya memegang sesuatu.


Kapak, dan palu dipegang tangan utamanya, Perisai dan pedang besar dipegang tangan yang dipinggangnya.


Yang lebih menjijikan lagi adalah dia memiliki 6 mata. Mata didepan dan kedua pasang lainnya di kanan dan kiri kepalanya.


"Dia juga menggunakan petir dalam menyerang. Setiap batangan besi itu mengalirkan petir pada sekitarnya"(Inori)


"Apa kamu sudah mencoba menyerang titik butanya?" "Dia terlalu fokus padaku. Jadi tidak sempat"(Inori)


"Begitu ya. Aku punya sedikit waktu, aku akan fokus menyerang punggungnya. Kamu buat dia kehilangan keseimbangan. Tusuk saja kakinya dengan ini"


"Aku mengerti"(Inori) Inori melesat kearah kanan Frankenstien itu. Pedang di tangan Frankenstien itu menebas kearah Inori.


Inori menahan serangan pedang itu sambil berusaha kearah kanan. Aku juga harus mulai bergerak.


Stealth, aku memasuki Stealth dan mengendap-endap disekitar Frankenstien itu sambil menyusun formasi disekitarnya.


Palu besarnya membuat ledakan saat menghantam tanah, kapaknya menyapu tanah tapi tetap tidak mengenai Inori.


Belasan batangan besi juga dilempar tapi tidak ada yang mengenai Inori.


"Great attack formation Mountain Axe. Backstab"


Aku muncul di atas punggung Frankenstien itu "Chop the sky" Aku menebas kebawah di punggung Frankenstien itu.


Ledakan terjadi dan luka panjang yang dalam terlihat. Sekali lagi, dengan tebasan kedua ledakan terjadi dan kapakku hancur


Aku langsung melompat turun yang langsung disambut palu raksasa milik Frankenstien itu.


Aku langsung mundur dan menarik semua pisau yang ada dipunggungnya.

__ADS_1


Semua pisau itu menembus tubuhnya dan aku membuat formasi kedua


"Yang pertama Attack formation elemental spear. Whip spear"


Aku mengayunkan tombakku secara mengejutkan, mata di bagian kiri dan depan terkena tebasan tombakku.


Kapak dan palunya terjatuh dan tangannya memegang matanya. Aku langsung melempar tombak itu pada lehernya.


Dan ledakan terjadi, Inori berhasil menebas kedua lutut Frankenstien itu dan membuatnya berlutut.


"Great attack formation elemental Lance. Attack formation elemental spear" 2 tombak terbentuk ditanganku salah satunya memiliki mata bor.


Inori muncul disampingku. Perlahan-lahan dia berdiri "Trap formation elemental explode" Kedua lutut dan lehernya meledak membuatnya kembali berlutut.


Aku melempar tombak yang biasa dan menancap didadanya. Dan berikutnya tombak yang kedua juga kulemparkan ditempat yang sama.


Tombak pertama masuk semuanya kedalam tubuhnya dan meledak tapi tombak kedua hanya setengah saja yang masuk.


Ledakan terjadi darah yang membeku sudah hancur. Aku langsung melilitkan rantai badai pada tanganku.


"Ayo Inori" Aku menggunakan tanganku sebagai pijakan dengan aku sedikit membungkuk "Tombaknya" "Aku tahu"(Inori)


Inori bediri diatas tanganku dengan badan menghadap Frankenstien "Heavenly strom"


Tornado menyelimuti tanganku saat aku melempar Inori.


Ledakan terjadi dan dada dari Frankenstien itu berlubang "Trap formation elemental Explode" Seluruh badan Frankenstien itu meledak dan Inori melesat dari atas menebas leher Frankenstien itu dan langsung membuatnya tumbang.


"Sepertinya aku meremehkan kalian"(Charles)


"Benar saja tinggal dia" "Vampire ya. Lawan yang sulit kan?"(Inori)


"Blood slave. Apa yang kalian lakukan budak-budakku, bunuh dia!!"(Charles) Semua Dampire yang tidak bisa bergerak dan mati mulai berdiri lagi.


"Aku tahu ini tidak masuk akal kan?" "Dari awal game ini tidak masuk akal baik kesulitannya maupun semua didalamnya"(Inori)


"Blood Ocean"(Charles) Darah menenggenangi seluruh lantai. Gerakanku dan Inori terpengaruh tapi semua Dampire itu lebih cepat.


Apalagi karena ini darah, Vampire sialan itu bisa menggunakannya sebagai serangan mendadak


"Dark Swamp. Aku tidak akan membiarkan kalian menguasai medan. Attack formation wave rush"


Pohon besar keluar bersama dengan sulur dan bayangan yang menyelimuti area. Ditambah dengan gelombang api yang menguapkan semua cairan darah itu.


Para spirit juga sudah keluar semua. Ayo kita mulai perang ini.

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2