
Akhirnya aku melihat padang bunga sejauh mata memandang. Ditengah padang bunga ada sebuah rumah dengan bahan dasar batu.
Aku mengetuk pintu rumah itu yang membuka pintu adalah wanita dengan rambut pirang dan mata hijau.
"maaf nyari siapa?"(Wanita itu) "maaf apa Harson dirumah?" "Oh suamiku, tentu saja dia dirumah. Pemalas dan pengangguran seperti dia pasti dirumah. Pertanyaanku kapan dia tidak dirumah. Ayo masuk saya panggilkan dia"(Wanita)
Apa tadi wanita itu sedang curhat padaku? Entah kenapa aku tersindir. Aku duduk di sofa diruang tamu rumah itu.
Tidak berapa lama datanglah pria paruh baya dari lantai atas
"Jarang sekali ada tamu yang datang kenalkan saya Harson. Ada perlu apa dengan saya?"(Harson)
"aku mencari class khusus untuk job assasins"
Tidak lama setelah itu wanita itu bergabung dengan membawakan 3 cangkir dan satu teko diatas nampan.
"sayang aku kenal semua temanmu, tapi aku tidak pernah bertemu dia"(Wanita)
"Ya dia sepertinya teman baru, ini istriku Pricyla"(Harson)
"Jadi apa yang bisa kami bantu?"(Pricyla)
"mungkin kita bisa menyerahkan tentang hal itu"(Harson)
Harson berdiri dan pergi keruang sebelah, tanpa menutup pintu sepertinya sibuk mencari sesuatu.
"Pertanyaanku belum kamu jawab sayang. Sudahlah, sebenarnya ada perlu apa?"(Pricyla)
"Begini, aku mencari class khusus untuk job assasins"
"Oh, class. Sayang perlu bantuan?"(Pricyla)
"tidak aku hampir menemukannya"(Harson)
"apa kamu mau memberikan hal itu?"(Pricyla)
"Ya, kamu jelaskan singkat saja"(Harson)
Memdengar dan melihat kegaduhan yang dibuat Harson agak membuatku risih.
"mungkin kamu bisa membantu, Kami ini sejarahwan dan arkeolog yang mencari beberapa bukti dari berbagai organisasi, reruntuhan, dan kerajaan. 2 tahun lalu kami berhasil menemukan reruntuhan khusus dari organisasi Intelijen dan mata-mata yang cukup terkenal bernama 'Dark side Eyes' setiap anggota mereka adalah Assasins khusus dengan kemampuan khusus. Hanya saja informasi mereka tidak lengkap dan sudah tidak ada penerusnya"(Pricyla)
Bukan cuma class, dungeon dan reruntuhan aku bisa dapat banyak informasi khusus tentang game ini. Menjadi yang terdepan bukan hal sulit.
Harson datang membawa satu buku dan satu peta.
"Istriku sudah menjelaskan sedikit. Memang informasi untuk itu cuma sedikit kalau kamu benar-benar ingin class hal itu bisa dicoba.
Menurut informasi yang kami dapat 'Dark side Eyes' memiliki pemimpin yang memiliki class Legendary dan 12 bawahan yang memiliki class uniqe dan 24 anggota rendah dengan class rare. Pertanyannya apakah kamu tertarik?"(Harson)
"tentu saja. Masalahnya aku yakin ini tidak gratis kan, Apa yang harus aku lakukan?"
__ADS_1
Harson membuka peta diatas meja
"Aku suka orang yang to the point. Berikan informasi dasar tentang organisasi itu. Terutama job 13 orang itu, sisanya aku tidak perduli"(Harson)
"Hanya itu?" "tentu saja tidak, yang paling penting kemampuan mereka kenapa disebut khusus. Dari informasi itu kami bisa menghidupi diri"(Pricyla)
Ok jadi kata-kata pengangguran itu tepat, tapi bukanya mereka punya pekerjaan juga ya?
"Oh ya, kamu tahu dari siapa tentang kami"(Harson) "oh aku tahu dari Larph"
"Larph ya, sudah lama kayaknya udah 3 tahun dah kita gak ketemu ya sayang"(Pricyla)
"ya lagipula dia selalu sibuk, berbeda dengan kami Larph cukup terkenal"(Harson)
"apalagi peliharaanya, lucu-lucu"(Pricyla)
"sepertinya hubungan kalian akrab"
"tentu saja karena beda hobi kami jarang berkomunikasi ditambah dia cukup sibuk juga"(Harson)
"Hobi?" Maksudnya koleksi kan?
"ya begitulah, kami lebih tertarik pada yang mati sedangkan dia yang hidup kan beda. Ngomong-ngomong soal teman, aku ada sesuatu tunggu sebentar"(Pricyla)
"begitulah istriku, untuk ketempat itu kamu harus pergi kegunung Raging tidak jauh dari sini disana banyak Wraith dan ghost jadi hati-hati"(Harson)
Harson menunjuk sebuah gunung yang menurutku juga tidak jauh.
"Tolong berikan ini pada Edie rumahnya disini dihutan spirit"(Pricyla) Menunjuk hutan dikaki gunung.
"kenapa dengan Edie?"(Harson) "sekalian saja lagipula tidak jauh, malah biaa dibilang lewat"(Pricyla)
"maaf tapi siapa Edie?"
"kamu akan menyukainya"(Pricyla)
"tidak seperti kami, yang hanya dikunjungi cukup sekali. Edie itu kolektor skill siapapun mau memiliki hubungan dengannya"(Harson)
Skill? Ada kolektor skill. Sudah kuduga berhubungan dengan para kolektor akan memudahkan segalanya.
Setelah itu aku pamit dan pergi kehutan tempat Edie.
***
Aku tahu kenapa tempat ini disebut hutan Spirit. Tidak ada monster tapi banyak suara bisikan, kadang teriakan atau tangisan ditambah tempat ini cukup gelap jadi mengerikan dan angker padahal ini siang hari.
Aku melihat kastil didalam hutan saat aku mendekat ternyata itu bukan kastil tapi reruntuhannya.
Tidak lama setelah itu seorang pria keluar darisana. Aku tetap diam karena kukira dia hantu. Tapi jika aku tidak bertanya, aku tidak bisa bertemu Edie.
"Permisi" Pria itu menoleh kearahku "maaf anda siapa? Dan kenapa berada ditempat ini?"(Pria)
__ADS_1
"Aku mencari Edie apa anda tahu dimana rumahnya?"
"Aku Edie, tapi ada perlu apa denganku"(Edie)
"syukurlah. Pricyla dan Harson menitipkan sesuatu untuk diberikan padamu"
"oh terima kasih, aku pikir mereka sudah mati karena mempelajari yang sudah mati"(Edie)
Aku juga setuju soal itu.
"Tidak mereka masih sehat"
"syukurlah kalau begitu. Tidak enak bicara disini sambil didengarkan hantu. Ayo kita kerumahku"(Edie)
Kami berjalan sampai dirumah yang seperti menyatu dengan kaki gunung.
Rumahnya terbuat dari batu tapi bagian belakang menyambung dengan dinding batu dibelakangnya.
Aku mengikuti Edie masuk kedalam rumah,
Edie duduk dilantai beralaskan tikar sambil mempersilahkan teh untuk ku minum.
Edie membuka bungkusan yang ternyata isisnya banyak, dari kue, beragam kantung teh,
Buku, dan surat.
Edie membuka suratnya membacanya sebentar. Dan membuka buku, ternyata didalam buku terdapat beberapa buku tipis lainnya.
"Terima kasih pada kalian pasangan bodoh"(Edie) Edie berdiri dan pergi kekamar sebelah yang penuh dengan buku.
Setelah beberapa lama Edie kembali duduk.
"Jadi apa yang kamu inginkan?"(Edie)
Inilah saatnya
"Aku ingin beberapa skill assasins"
"beberapa ya, sedikit sulit. Jadi bagaimana dengan pertukaran, aku akan berikan satu skill dulu nanti kamu kumpulkan skill dari monster yang kamu kalahkan"(Edie)
"Hah hal itu bisa dilakukan?" "Tidak semudah itu, untuk menyalin satu skill biasa butuh 5 sampai 10 monster yang kamu harus bunuh.
Jika tingkat monsternya rare keatas bisa puluhan kali. Untuk lebih mudah monster tingkat elite kalau boss tidak bisa disalin"(Edie)
Aku paham, memang sesuatu yang baik perlu banyak pembatas.
"Jadi mau kamu coba tidak?"(Edie)
"tentu saja" "Bagus, lebih baik kamu pergi saat malam. Jika masih siang begini tidak ada monster disini"(Edie)
Pantas saja disekitar sini sepi, ternyata tidak ada monster kalau siang hari. Baiklah besok Class ku akan kudapatkan.
__ADS_1
**TO BE COUNTINUE...****