Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 140 Didalam tubuh Nature giant


__ADS_3

Apa ini didalam tubuhnya? Dagingnya terlihat seperti dinding merah, ada beberapa akar merah juga disini.


Kupikir akan basah dan lembab malah ternyata kering. Karena aku masuk lewat perutnya meski sedikit diatasnya.


Cara tercepat ke jantungnya adalah terus naik keatas. Masalahnya aku harus menemukan dulu ruang untuk keatas.


Aku berjalan kedalam. Semakin lama berjalan semakin gelap. Akar-akar merah yang menempel didinding menyerangku.


Aku menghindari itu semua dengan mudah.


Hanya saja semakin banyak serangan yang datang, bahkan dinding merah yang kuinjak menjadi lembek dan menarikku kebawah.


Tangan merah keluar dari dinding merah berusaha memukulku.


"Defense formation penta shield" Aku menahan serangan tangan raksasa dengan perisai milikku.


Aku terdorong mundur. Lupakan berjalan lebih baik terbang. Spirit membawaku terbang melewati tangan raksasa itu.


Hanya saja semakin dalam aku terbang semakin banyak akar dan tangan raksasa berusaha mengangkapku.


Spirit berhenti karena tepat diatasku saluran menuju keatas. Spirit terbang langsung keatas.


Aku melihat kebawah dan melihat elang besar berwarna merah yang mengejar. Apa-apaan dah itu?.


Aku melempar pisau dan menancap dikepalanya. Hanya saja elang itu mengacuhkanya dan tetap mengejar.


Pisau itu meledak menghilangkan kepalanya, hanya saja elang tanpa kepala itu tetap mengejar.


Sepertinya harus dihancurkan berkeping-keping. Elang muncul lagi dalam jumlah banyak dari atas.


Spirit melemparku keatas. Blood chain


Aku berubah jadi bayangan yang menusuk semua elang dan melewati mereka.


Spirit lain kupanggil dan membawa aku terbang lagi. Aku melempar pisau di dinding merah membentuk lingkaran


"Defense formation wall shield" Dinding es menutupi jalan elang itu. Dan suara tabrakan terdengar tanpa henti.


Setelah melewati semua rintangan dan halangan kami sampai didepan jantung raksasa.


Jantung itu berwarna hijau dengan beberapa pembuluh darah merah yang menyambung kedalam jantungnya.


Tangan-tangan merah keluar menutupi jantung dan semakin banyak hingga menutupi jantung itu seperti selimut tebal.


Tangan raksasa keluar bersama kepala dan badan hingga kakinya. Aku melawan raksasa didalam raksasa. Jujur ini lucu.


Raksasa itu meraung dan mengayunkan tinjunya kearahku. Aku mundur sambil melempar raksasa itu dengan pisau.

__ADS_1


Pukulan itu membuat gelombang pada lantai merah. Aku langsung maju dengan sabit ditanganku.


Aku menarik pisau yang menancap ditubuhnya. Ada daging yang menempel dipisaunya.


Pisau diselimuti api, dan raksasa itu menyerang dengan tangannya.


Aku berhenti dan menebas sabit ke tangan raksasa itu.


Karena telat bertahan, Hal mengejutkan terjadi. Tangan raksasa itu terbelah dengan mudah.


Bahkan aku sampai membelah lengan raksasa itu jadi 2. Semudah ini? Tentu saja tidak. Bagian yang terpotong kembali menyatu dengan raksasa itu kembali membentuk tangan yang sebelumnya.


Bahkan tubuh raksasa itu semakin besar dan 4 tangan tumbuh lagi dari punggungnya.


Astaga, setiap tangan itu menyerang ku tanpa henti.


Tidak perduli berapa kali kupotong itu tidak berguna. Bahkan aku melempar sabit milikku yang membelah raksasa itu jadi 2.


Kupikir akan membaik ternyata malah semakin buruk. Bagian atas menumbuhkan kaki lain dan bagian bawah menumbuhkan bagian atas lain.


Makhluk ini membelah diri. Ternyata memang aku harus menghancurkan jantung itu.


Aku menyerang langsung dan memotong tangan raksasa yang menyerangku.


Bahkan kedua raksasa itu kupotong jadi 8 karena menghalangiku. Ghost slash.


Belum cukup! Wraith weapon. Mata sabit yang kupegang jadi lebih panjang bagian tambahannya merupakan bilah dari arwah yang berwarna ungu.


Setelah menghabiskan 200 soul sabit ini jadi sangat panjang, diameternya sudah selebar tubuhku.


Aku melempar sabit itu yang dengan cepat memotong selimut yang membungkus jantung dengan cepat.


Tangan-tangan raksasa keluar dari lantai berusaha memukulku. Semakin lama semakin banyak raksasa yang keluar.


Bahkan 3 lengan raksasa berusaha menarik sabit yang berputar memotong selimut. Tentu saja hal itu tidak berguna dan terus terbelah.


Setumpuk daging jatuh menimpa sabit yang membuatnya berhenti. Dan daging itu terbelah karena sabit itu kembali ketanganku.


Daging itu membentuk naga raksasa. Karena terbelah sebelumnya, naganya jadi ada 2.


Aku menyusun formasi.


"Attack formation wave rush" Kabut es melaju dengan cepat membekukan dan melambatkan setiap raksasa dan naga itu.


Aku kembali melempar sabit ini. Semua yang menghalangi dibelah jadi 2 oleh sabit ini. Termasuk kedua naga itu.


Sabit akhirnya mengenai selimut itu. Selimut itu pecah sedikit demi sedikit dan runtuh hingga memperlihatkan jantung bagian dalamnya.

__ADS_1


Dan hancur selimut daging itu. Sabit itu mengenai jantung dan membuat cairan hijau dan merah keluar tanpa henti.


Seluruh tempat ini bergetar dan seluruh es yang menyelimuti daging itu hancur seketika.


Daging kembali membentuk naga yang langsung menggigit sabit.


Hanya saja kepala naga itu terbelah. Setelah hancur satu 2 kepala muncul dan terus begitu sampai 16 kepala ada disana sebelum sabit kembali ketanganku.


Akar-akar muncul entah darimana dan menyerang ku. Para raksasa juga maju dengan gila-gilaan. Begitu juga naga berkepala 8 karena ada 2 jadi 16 kepala.


Aku membelah setiap yang datang sambil menyusun formasi. Tidak perduli mau itu raksasa, tangan, akar, bahkan leher dan kepala naga yang datang.


"Great attack formation Execution slash" Pedang Raksasa muncul ditanganku. Tangan raksasa keluar dari segala arah bahkan lebih besar dari naga itu.


Beberapa kepala ular raksasa juga muncul. Jangan harap ini bisa menghentikanku.


Jantung itu memiliki HP sendiri yang sekarang sudah berkurang 10%


Aku menancapkan sabit ke lantai merah. Karena semuanya sudah menyerangku.


Tidak perduli apa yang menyerangku, aku dengan mudah membelahnya satu demi satu.


Aku menarik sabitku dan kembali melemparkannya kejantung raksasa itu.


Dinding daging muncul, dari dinding itu muncul tangan-tangan raksasa lagi yang membentuk dinding lagi didepannya.


Tanpa kesulitan yang berarti sabit membelah semua tangan itu dan tertahan didepan dinding daging yang juga memiliki darah sendiri.


Menghalangi saja. Aku berlari kearah dinding itu. Hanya saja tangan-tangan raksasa, ular raksasa berusaha mencegahku.


Bahkan daging yang kuinjak seketika menjadi lubang untung menjatuhkanku. Spirit langsung menangkapku dan melemparku ke dinding daging itu.


Dengan pedang raksasa yang kupegang, aku menusuk dinding itu yang membuat darahnya turun dengan cepat secepat terjun bebas.


Dan dinding itu hancur. Aku langsung maju dan menusukkan pedang raksasa ini kedalam jantung raksasa.


Dan mundur sambil membawa sabit. Tangan-tangan raksasa berusaha mengambil pedang itu yang membuat setiap tangan terbakar dan membuat seluruh tempat berbau daging bakar.


Pedang raksasa itu meledak hebat membuat seluruh tempat hancur bahkan jantung itu berlubang dan hangus.


Hanya saja masih ada darah dan berdetak.


Aku berjalan kesana dan menusukkan sabit ke jantung itu yang membuat darahnya habis.


Teriakan keras terdengar, dinding-dinding mulai bersinar. Aku tahu kalau Nature giant sudah mati.


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2