Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 50 Cleo dan Clara


__ADS_3

"Apa Clara itu juga kakak Bu Ani?" "Ya dia anak pertama"(Cleo) "Terus kenapa Bu Ani.."


Aku tidak jadi melanjutkan perkataanku


Aku takut Cleo tersinggung tapi yang aneh Cleo malah tertawa.


"Justru Ani itu yang paling mirip dengan orang tua kami dan paling berbakat. Kedua orang tua kami itu adalah Herbalist dan magic farmer.


Hanya dalam beberapa tahun, Ani menguasai keduanya bahkan belajar Alchemist meski sekarang tidak ada perkembangan"(Cleo)


Begitu ternyata "Terus bagaimana kalian mempelajari magic crafting"


"Ayahku dan ibuku menyekolahkan kami diakademi sihir. Meski menjual rumah yang dikota untuk itu, dengan harapan agar masa depan kami sangat menjanjikan.


Tapi ternyata itu bukan akhir melainkan awal, untuk jadi penyihir butuh banyak biaya apalagi magic crafting. Karena itu kami berjuang keras diantara ratusan calon penyihir lainnya.


Berbeda dengan yang lain yang bisa membeli bahan dengan mudah. Kami berdua selalu mengumpulkan bahan sisa praktik untuk latihan.


Akhirnya itu membuahkan hasil kami berdua lulus dengan nilai tinggi termasuk unggulan dalam pembuatan benda sihir.


Tapi disitulah kami berpisah, Clara menjalin hubungan dengan salah satu jenderal kekaisaran Seef yang dimana saat itu sedang berkonflik dengan kekaisaran Sixir.


Clara mengikuti jenderal itu aku tidak tahu apa mereka menikah atau tidak. Karena hanya dalam 3 tahun selama perang dan kekalahan Kekaisaran Seef akhirnya berakhir runtuh.


Clara hilang bersama jenderal itu, setelah itu tidak pernah ada kabar tidak perduli kemanapun dicari"(Cleo)


"Apa ada kemungkinan masih hidup?"


"Aku tidak tahu"(Cleo) "mungkin aku bisa bantu mencarinya" "Silahkan saja, aku sudah tidak mengharapkan apapun lagi"(Cleo)


Aku bahkan tidak dapat quest. Kukira bisa dapat quest dari situ. Tapi aku akan tetap mencarinya.


Siapa tahu para kolektor tahu tentang itu. Cleo saja sudah hebat bagaimana dengan Clara mungkin aku bisa dapat sesuatu dengan menaikan keakraban dengan keluarga Ani.


Tidak lama setelah itu aku pamit kepada Cleo.


Di hutan aku bertemu dengan Hana dan Rina yang sedang belajar tentang tanaman.


"Apa yang kalian lakukan ditengah hutan? Disini cukup berbahaya" "Apa kamu pikir aku lemah. Lagipula Rina perlu belajar langsung tentang tanaman"(Hana)


"Baiklah, aku akan menemani dan menjaga kalian. Tidak baik meninggalkan 2 perempuan didalam hutan"


"Terserah kamu saja"(Hana) Hana mengajari berbagai hal tentang tanaman pada Rina.


Rina juga antusias tentang hal itu bahkan juga bertanya tentang berbagai hal.


Melihat pengajaran dari Hana membuatku penasaran. Daripada Alchemy lebih mirip herbalist.


"Sebenarnya perbedaan herbalist dan Botani itu apa?"


"Ehm.. Tumben kamu bertanya tentang itu"(Hana)


"Aku penasaran saja" "Herbalist itu hanya tahu tentang tanaman, fungsi, kegunaan dan dimana tumbuhnya. Sedangkan Botani sepertiku juga tahu bagaimana membudidayakannya, merawatnya, dan mengelolanya juga"(Hana)

__ADS_1


"Seperti farmer?" "Lebih dari itu. Aku juga tahu beberapa hal lebih rinci. Dan farmer tidak selalu tahu cara mengelolanya juga"(Hana)


"Berarti Bu Ani juga bisa jadi Botani"


"Ya dia punya semua dasar-dasarnya bahkan lebih hebat daripada Rina. Tapi sayang dia tidak menginginkannya"(Hana)


Tiba-tiba aku jadi penasaran tentang Clara apa mungkin jika Hana tahu. Entahlah aku cukup ragu dengan hal itu.


"Apa di kolektor ada magic crafter?"


"Magic crafter? Seingatku tidak ada. Biasanya tentang benda sihir kami meminta buatkan kepada Golem master"(Hana)


"Golem? Kalian memiliki Golem master. Astaga berapa banyak Class khusus dikolektor"


Mendengar itu Hana tertawa.


"Bukan berapa banyak, berapa anggotanya.


Kolektor adalah organisasi yang dibuat oleh para Class khusus rata-rata class yang dimiliki adalah Unique. Rare tidak bisa masuk ke kolektor"(Hana)


"Unique? Astaga betapa langkanya hal itu. Sayangnya kalian hanya fokus pada Job produksi"


"Begitulah. Oh selain golem master juga ada Rune crafter mungkin dia yang paling cocok dengan Magic crafter karena tingkatnya lebih tinggi daripada Magic crafter"(Hana)


"begitu ya, Aku ingin mencari orang. Apa ada informan di kolektor?"


"Informan? Kami memiliki banyak koneksi. Hampir kami tahu semua informasi dari 3 kekaisaran"(Hana)


"Begitu ya, aku mencari Magic crafter Clara mungkin Kolektor bisa mencari tahu"


"Benarkah? Kira-kira dimana dia?"


"Terakhir yang kutahu dia berada di sekitar perbatasan kekaisaran Sixir. Di desa Lanurie.


Mungkin masih disana. Kenapa kamu mencari Clara?"(Hana)


"Tidak, sepertinya dia tante dari Rina"


"Bibi? Ada apa dengan bibi Cleo?"(Rina)


Ternyata Rina mendengarkan sambil menggengam tanaman herbal.


"Tidak bibi Cleo baik-baik saja. Maksudku mungkin bibimu yang lain"


"Kata ibu bibiku cuma bibi Cleo"(Rina)


"Itu karena bibimu yang kumaksud hilang. Aku ingin mencarinya"


"Apa kakak akan mempertemukanku dengan bibiku yang lain?"(Rina)


"Aku ingin pastikan dulu. Jika masih ada aku pasti akan mempertemukan kalian"


"Terima kasih kakak. Aku berharap bisa bertemu dengan bibiku yang lain"(Rina)

__ADS_1


-Anda mendapat quest temukan Clara saudari dari Ibu Ani dan Cleo


Tingkat: Unique


Reward: Afinitas Ani, Rina, Cleo, dan Clara akan menjadi teman dekat


Kegagalan: ---


Hukuman: ----


Akhirnya dapat quest meski hukumannya ga jelas tapi hadiahnya cukup berguna dengan menaikan keakraban dengan keluarga Bu Ani pasti banyak yang bisa kudapat.


"Rina ayo kita pulang, sudah mau malam tidak baik malam didalam hutan"(Hana)


"Bukanya ada kakak?"(Rina)


"Takutnya keluargamu khawatir. Kakak yang ini biarkan saja dia didalam hutan. Sudah seperti monyet dia"(Hana)


"Monyet? Aku lebih suka disebut serigala"


Kami akhirnya pulang kedesa. Setelah mengantar Rina pulang untuk pertama kalinya kami kepenginapan didesa.


"Sungguh luar biasa, pernah tinggal disini tapi tidak tahu penginapan dimana? Sebenarnya kamu tidur dimana saat didesa?"(Hana)


Aku hanya tertawa miris, aku tidak perlu kepenginapan tinggal offline sudah beres.


Tapi berbeda dengan Hana alhasil terpaksa bertanya pada Bu Ani.


"Sepertinya aku terlalu banyak dihutan"


Hana tertawa sampai ngakak mendengarku berbicara tentang hutan.


"Pantes jadi monyet"(Hana) Entah beberapa lama sambil mengobrol akhirnya sampai disebuah bangunan 2 lantai.


Aku pernah melihatnya karena tidak ada papan nama atau apapun itu aku tidak mampir. Sebenarnya sejak bermain game VR aku tidak pernah mampir ke penginapan.


Selama cukup dikota dan offline itu sudah cukup. Kami masuk kedalam yang ternyata cukup ramai.


Karena lantai 1 berupa restoran atau tempat makan sedangkan ada tangga kelantai 2 yang merupakan kamar-kamar.


Ada resepsionis didekat tangga kelantai 2.


Resepsionis itu pria berbadan besar.


"1 kamar?"(Resepsionis itu) Aneh tapi wajah Hana memerah.


Tapi dia tetap diam saja, apa yang dipikirkan wanita ini? Aku tidak mau menikung Larph.


"2" Pria itu menatapku "Kupikir kalian kekasih, 1 silver permalam"(Resepsionis)


1 Silver? Untung saja saat awal mulai main aku tidak kepenginapan. Sekarang mungkin tidak terasa kalau dulu aku benar-benar akan memilih jadi monyet dihutan daripada tidur dengan membayar 1 silver.


Kami mengambil kunci, aku naik kekamarku dan offline. Aku tidak mau berada dikamar penginapan itu meski hanya sekejap.

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2