Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 153 Melawan Vulcan dan Vulcany lagi


__ADS_3

Segel yang kubuat hancur, Vulcan langsung mengayunkan palunya kearahku. Aku mundur menjauhi palu itu.


Saat palu itu mengenai tanah ledakan terjadi dan Lava keluar dari sana. Aku langsung melempar beberapa pisau


"Great defense formation Mountains wall"


Tembok angin raksasa terbentuk menghalangi lava dan apinya agar tidak maju sedikitpun.


Aku berlari kearah Vulcan sebelum... Terlambat. Tsunami Lava mulai terlihat yang tingginya lebih tinggi dari tembok angin yang kubuat.


Aku menghancurkan formasi pertahanan dan membentuk yang baru


"Great defense formation absolut shield"


Ombak lava datang dan menenggelamkanku kedalam lava yang membara. Aku keluar dari lautan lava dengan pisau angin.


Spirit langsung menangkapku agar tidak kembali kedalam lava. Palu raksasa muncul diatas kepalaku dan tidak mungkin untukku menghindar.


Aku mengeluarkan 10 spirit yang memegang 5 rantai angin dan berusaha menarik palu itu keatas.


Sedangkan aku melilitkan rantai badai ditanganku dan meninju palu itu. Spiral angin dan petir berputar ditanganku tapi itu tidak membuat banyak perbedaan.


"Attack formation elemental spear" Tombak muncul ditangan kiriku dan langsung kutuskkan ke palu itu.


Sedikit demi sedikit palu itu terangkat. Suara retakkan terdengar dan tanah yang ada sebelumnya runtuh kebawah membuat kedua raksasa itu jatuh kedalam lautan lava.


Melihat kedua raksasa itu aku langsung melempar tombakku yang langsung menancap di kelopak mata Vulcan.


Spirit melemparku kearah Vulcan, dengan spiral angin dan petir. Aku meninju tombak itu yang langsung membuat tornado ukuran kecil?


Entahlah sebenarnya tidak sebesar tornado sebelumnya atau yang dibuat dengan sihir hanya sebesar tubuhku saja.


Tangan Vulcany langsung berusaha menangkapku. Aku menggunakan pisau angin untuk menghindari tangkapan nya.


Aku juga melempar rantai dan kait dari es yang langsung menancap di leher Vulcany.


Aku menarik tubuhku kesana.


Tangan Vulcany menarik rantaiku membuatku bergantungan. Dengan pisau angin aku berhasil berputar mengelilingi tangan Vulcany sebelum lompat ke tubuh Vulcany.


Tangan Vulcany langsung membeku, meski tidak lama karena Vulcany langsung memasukkan tangannya kedalam lava.


Aku berhasil sampai ke pundak Vulcany dan menusuk pundaknya. Di tusukkan kedua ledakan terjadi, tangan Vulcany juga datang berusaha menangkapku.


Aku mengeluarkan rantai dan kait lagi dan menancapkan kait pada pundak Vulcany dan pindah ke pundak satunya.


Selama perjalanan aku terus menancapkan pisau demi pisau hingga kepundak satunya.


Aku langsung membuat formasi.

__ADS_1


"Attack formation giant slash" Pedang muncul ditanganku, setelah mengeluarkan kait dan rantai lagi yang sudah menancap di bahu Vulcany aku langsung menebas leher hingga kepipinya.


Tangan Vulcany kembali berusaha menangkapku. Aku kembali lompat ke bahu satunya tidak lupa menempelkan beberapa pisau sepanjang jalan.


Vulcan datang dan hampir menepukku seperti nyamuk jika aku tidak kebelakang kepala Vulcany mungkin itulah nasibku.


Vulcan menarik rantai yang melilit leher Vulcany. Seperti biasanya mudah untuk diserang.


Aku menghancurkan pedang yang kupegang menambah beberapa pisau dengan pola 6-6


Dengan 2 bagian ujung miring


"Great attack formation Atomic cannon"


Bola petir raksasa muncul didepanku dan menjadi laser yang melesat ke arah mata Vulcan.


Vulcan menahannya dengan tangannya dan membuat laser itu meleset dan hanya menggores pipinya meski cukup dalam juga.


Aku kembali menyusun formasi sebelum Vulcan kembali "Great attack formation elemental lance"


Aku kembali berayun ketengah leher Vulcany dan menusukkan tombak ini. Tidak sulit untuk menancapkan lebih dalam.


Dengan satu pisau aku membuat dorongan yang membuat tombak itu masuk hingga kedalam tenggorokannya.


Aku melompat karena tornado angin dan petir keluar dari tenggorokan Vulcany dan membuatnya limbung kebelakang.


Aku dibawa spirit ke atas kepala Vulcan. Aku menusuk-nusuk kepalanya setiap 3 tusukan ledakan terjadi membuatnya semakin marah


Begitu tangan Vulcan ke kepalanya aku turun ke bahunya dan meninju lehernya dengan rantai yang melilit tanganku.


Ledakan angin terjadi dan kembali aku berpindah ke bahu satunya. Kali ini aku menancapkan pisau di sekitar leher dan kepalanya sambil naik keatas.


Dark vine. Di sekitarku mulai muncul sulur yang mengikat seluruh bagian kepala Vulcan.


Mungkin kalau dari jauh seperti rambut yang tumbuh dengan gila di seluruh kepala.


Tangannya berusaha mencabuti semua sulur itu "Trap formation elemental Explode" Seluruh pisau yang menempel dikepalanya meledak dan membakar tangannya.


Seperti tidak ada gunanya tangannya kembali datang dan menarik sulur-sulur itu.


"Prison formation cube cage" Kubus dari petir terbentuk mengurung kepala dan tangan Vulcan.


Dari jauh Vulcany mulai berdiri dan Vulcan ini mulai gila. Dia menggoyang-goyangkan badannya maju mundur agar bisa lepas.


Aku berpegangan pada bahu Vulcan


"Trap formation elemental Pillars"


Pilar es keluar dan menusuk seluruh leher Vulcany dan membuatnya merasa tercekik.

__ADS_1


Karena rantai es juga membekukan lehernya.


Petir raksasa tiba-tiba datang menghantam Vulcan membuat Vulcan limbung dan aku terjun bebas kearah lautan Lava.


Spirit langsung menangkapku agar aku tidak berenang diatas lautan yang membara itu.


"kami membantu?"(Gale) "Kalau mau bantu liat-liat dong"


"Yang penting kamu selamat. Ayo Azel"(Ardania) "Mengerti. Thunder strom"(Azel)


"Thunder strom"(Ardania)


Petir keluar dari kedua tangan Ardania dan Azel yang langsung merubah seluruh langit-langit gua dipenuhi listrik dan petir.


Vulcan di sambar listrik tanpa henti. Aku memperhatikan Vulcany yang lepas dari formasiku tapi ditahan oleh raksasa lava yang menarik kakinya.


"Hurricane Whip"(Greisy) "Ice Blizzard"(Ires)


"Light burst"(Lydia, Faira) Angin kencang berhembus membawa kabut es dan serpihan pecahan es.


Brishly melempar bola kedalam angin itu. Sedangkan dari tangan Faira dan Lydia keluar puluhan bola cahaya yang memborbadir Vulcan dan Vulcany.


Angin dan es menyatu membentuk sesosok golem tanpa kaki yang langsung menghajar Vulcan.


Karena tangannya terikat dan tidak bisa digerakkan membuatnya cuma bisa pasif saja.


Begitu pengikatnya hancur golem itu langsung dibanting kedalam Lava dan hancur setelah hitungan detik.


"Great attack formation Death ray, Great attack formation elemental lance" Bola petir raksasa terbentuk dan aku meninggalkannya.


Aku mendarat diatas kepala Vulcan dengan tombak yang bermata bor ditanganku. Aku menusukkan tombak itu kedalam kepala Vulcan.


Tombak ini berubah jadi cahaya yang langsung menembus kepala Vulcan tapi tidak membunuhnya. Aku yang cukup lengah hingga bisa ditangkapnya.


Laser kecil keluar yang langsung menembus kepala Vulcan hingga ke tangannya yang menggengamku.


Hal itu membunuhnya hingga membuatnya rubuh. Satu lagi! Aku langsung menyusun formasi sebelum tubuh Vulcan hilang.


Aku dibawa spirit ke Vulacany yang berhasil membelah golem lava jadi 2.


"Great attack formation mountain axe"


Aku menancapkan Kapak raksasa kedalam punggung Vulcany. Ledakan besar terjadi yang membuat Vulcany jatuh berlutut kedepan.


Aku kembali menyusun formasi dari pisau yang terpecah dari kapak. Sambil meminum Magic potion aku terbang kebagian depan dengan dibawa spirit.


"Attack formation giga Cross slash" Aku menebas udara membentuk X dan itu maju menghantam wajah Vulcany hingga dia terjatuh sebelum meledak dan membunuhnya.


Sudah berakhir. Aku lelah sekali, dengan spirit aku kembali ke para mage. Harusnya tinggal menunggu yang lain saja.

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2