
Babak 16 besar aku lagi yang jadi pertarungan pembukanya. Kali ini lawanku wanita lagi.
Aku memutar Roullete dan berhenti di Archer, busur muncul ditanganku dan aku menggunakan baju kain.
Dia mendapat Warrior dengan memilih perisai dan pedang sebagai senjata. Sepertinya dia berharap dengan itu bisa melemahkan seranganku ya
Aku membuka status milikku
Nama : Dewapembunuh7926
Level : 15
Health point : 1500/1500
Magic point : 1500/1500
Job : Archer
Str :15 (+) Point sisa :10
Def :15 (+)
Agi :15 (+)
Int :15 (+)
Equipment: ---
Skill : Acrobath, Rapid shoot, Power shoot
Aku korbankan pertahanan dan fokus pada kecepatan dan kekuataan dengan menaikan sebanyak 3 kecepatan dan 7 kekuataan.
Mungkin bagi sebagian orang ini hal bodoh, tapi aku perlu hal ini. Karena lawannya Tanker penting untuk membuat serangan penetration
Jika tidak bisa paling tidak membuat dampak serangan yang menembus baju besinya.
Wanita itu memakai helmnya dan tubuhnya full dengan besi.
Hitungan mundur selesai dan aku langsung menembak panahku. Panahku mengenai perisainya dan membuatnya terdorong mundur.
Fokus pada pertahanan ya? Baiklah jadilah samsak saja. Aku melompat kesamping sambil terus menembak panah.
Kuakui dia hebat, aku terus mengincar titik tersulit untuk ditahan tapi setiap panahku mengenai perisainya.
Tapi cuma itu aja. Rapid shoot, aku menembakkan 2 panah beruntun dan langsung melompat kesisi sebaliknya dan menembakkan panah lagi kearahnya.
3 panah dari 2 arah yang sangat berjauhan tidak mungkin menahannya bersamaan. Dan 2 panahku mengenai perisainya tapi satu panah menusuk pinggangnya.
Sepertinya ekspetasiku terlalu tinggi. Dia bahkan tidak sempat memperhatikan seranganku.
Dia menghentakkan kakinya membuatku terdorong mundur dan kehilangan keseimbangan.
Perisai langsung muncul didepan mataku. Cepat sekali kupikir dia hanya fokus pada pertahanan dan kekuataan.
Ternyata dia fokus pada pertahanan dan kecepatan. Aku melompat, menendang perisainya dan mundur.
Acrobath. Skill yang terkenal akan kesulitannya. Aku berputar di udara sebelum mendarat.
Panah kembali kulesatkan kearahnya. Perisainya tidak digunakan menahan panah seluruhnya hanya menggoresnya saja.
Malah dia memanfaatkan hal itu untuk bergerak cepat kearahku. Parry ya, aku melompat kesamping sambil menembakkan panah tanpa henti kearahnya.
__ADS_1
Dia terus mengikutiku sambil menahan panah yang berdatangan. Rapid shoot 2 panah langsung mengenai pinggangnya dan membuatnya terpental.
Hanya saja dengan cepat dia berlindung dan menahan serangan panahku yang lainnya.
Meski hebat hanya itu saja dia terlihat hanya mengandalkan pertahanan saja selama ini.
Dia berdiri dan kembali bergerak kearahku.
Hanya menyerang perisainya benar-benar buang waktu.
Kalau begitu akan kuserang punggungnya. Aku berlari kedepan sambil menembakkan panah dan berhenti.
Begitu dia mendekat aku langsung menggunakan rapid shoot dan menembak perisainya membuatnya terdorong.
Dengan Acrobath aku melompat kesisi kirinya dan menembak helmnya. Terus bergerak kebelakangnya dan menggunakan Power shoot
Setelah 2 detik panah melesat kepunggungnya membuatnya terdorong kedepan.
Panah lain menancap dibelakang kepalanya mengakhiri pertarungan ini. Aku turun dari ring setelahnya.
Pertarungan kali ini agak lumayan sulit. Pertarungan lain tidak selama pertarunganku.
Tapi yang menarik perhatianku saat salah satu dari peserta mendapat kunci saat Roullete dan menggunakan skill asli sebelumnya.
Tentu saja meski dibatasi tapi kemenangannya jadi hal pasti
"Kayaknya kunci itu jadi Jackpotnya" "Kalau dapet bisa dipastikan akan menang"(Inori)
"Sayangnya statusnya tidak ditampilkan"
8 Besar dimulai dengan pertarungan ku lagi.
Kali ini aku dapar warrior dan lawan mendapat Assasin. Ini akan jadi pertarungan yang mudah.
Aku fokuskan pada kekuataan saja, mengambil set zirah besi dan pedang tanpa perisai.
Baiklah jadikan ini one strike. Dia langsung menggunakan stealth dan menghilang.
Aku menunggu sambil menghitung 1-10
"Heavy slash" Aku membuat tebasan lingkaran dan Assasin terkena saat dia berada dipunggungku.
"Charge" Aku berlari kearahnya dan menebasnya. Dia langsung menggunakan Vanish.
"Parry" Aku berbalik dan menahan serangan pisaunya dengan pedangku, dan kutebas dia mengakhiri pertarungan ini
Cukup menghibur aku kembali keluar dari ring setelah aku dinyatakan menang.
Akhirnya semi final dimulai aku kembali membuka pertandingan ini.
Aku naik keatas ring dan memutar Roullete
Lawanku dapat Mage. Sedangkan aku dapat kunci.
Ya ini jadi kemenanganku semua level dan statsku berkurang seperti level 15. Dan pilihan muncul
Mana yang mau dibuka?
-Skill -Equipment
Aku memilih Equipment. Dengan ini aku akan menang mudah, itulah pikirku. Ternyata semua skill dari equipment milikku juga disegel.
__ADS_1
Stat yang ditambahkan masing-masing saja hanya 1. Benar-benar menyebalkan. Untungnya Aksesorisku dan magic item box milikku tidak tersegel.
Begitu hitung mundur habis aku langsung mengeluarkan 5 spirit yang langsung membuatnya panik.
Belasan mana misile menyerang spirit dan tidak memperdulikan aku. Sangat naif dan menyedihkan.
Aku melempari sekitarnya dengan pisau dan menunggu. Karena skill milikku tersegel aku tidak bisa menggunakan formasi.
Tapi bukan berarti pisau itu aman. Pisau-pisau itu tiba-tiba meledak membuatnya semakin kacau.
Aku muncul dibelakangnya sambil menusuk punggungnya. Bom elemen ada ditanganku
"Selamat tinggal" Bom meledak dan aku keluar dari dalam ledakan dengan santai.
Dan pengumuman kemenanganku terdengar
"Kasihan sekali lawanmu"(Inori) "Nasibnya memang malang"
Aku duduk dan kembali menonton pertarungan. Setelah satu orang kalah lagi aku kembali kedalam ring.
Pertarungan memperebutkan juara dimulai.
Aku kembali memutar Roullete dan berharap mendapat kunci.
Keberuntunganku sudah habis. Dia yang mendapat kunci sedangkan aku mendapat Warrior.
Aku menatapnya yang merupakan seorang warrior juga dengan pedang ditangannya.
Aku mengambil set zirah besi dan perisainya.
Aku menaikan defense 2, Strength 5 dan kecepatan 3. Meski kalah aku akan tetap berjuang.
Begitu waktu habis aku langsung berlari kearahnya. Dia terkejut melihatku dan menebaskan pedangnya ke perisaiku.
Aku menahan serangannya dengan sedikit menunduk "Charge" Aku langsung menabrakan perisaiku ke tubuhnya dan membuatnya terdorong.
Dia dengan panik kembali menebasku. Sepertinya dia memilih pilihan yang salah sama seperti ku sebelumnya.
"Parry" pedangnya meluncur di perisaiku, karena aku langsung menyamping saat pedang itu menebasku.
Aku memukulkan perisaiku kewajahnya, dan pedangku menusuk perutnya "Warrior stomp"
Aku menghentakkan kakiku membuat ledakan yang langsung mendorongnya.
Aku tidak melepaskannya sedikitpun, aku langsung maju dan memukulnya lagi dengan perisaiku.
Pedangku dengan cepat menebas dadanya, dan kembali ku pukulkan perisaiku ketubuhnya.
Dengan satu ayunan lagi kekepalanya tapi kali ini dia berhasil menahannya menggunakan Parry.
Aku langsung mundur, jika salah aku yang akan terkena serangannya. Dia menggunakan Charge kearahku.
Aku membungkukan badan dan bertahan dengan perisaiku. Begitu dia dekat aku langsung maju kearah tebasan pedangnya.
Pedangnya mengenai perisaiku, dan aku menggunakan Charge. Kali ini pedangku langsung menusuk tubuhnya sementara pedangnya kutahan dengan perisaiku.
Aku mendorongnya sampai kepinggir begitu aku menarik pedangku. Pertarungan ini sudah berakhir.
Kembang api meledak dilangit dan namaku keluar sebagai juara satu. Aku sedikit tidak menyangka kalau aku akan merasa sedikit terhibur dengan ini.
**TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1