
"Aku sering mendengar kabar tentangmu. Tapi kenapa kamu tidak pernah mampir?"(Lira)
"Ya, bagaimana ya.. Soalnya aku sudah harus bepergian jadi mau bagaimana lagi"
"Aku mengerti. Kalau begitu kenapa kamu ada didesa ini? Tidak ada misi Imposible untukmu didesa ini. Semuanya hanya misi tingkat E bagimu"(Lira)
Aku tidak bisa komentar sih soal itu "Apa tidak ada yang bisa kulakukan?" "Untuk reputasi?"(Lira)
"Begitulah" "Kalau itu lebih baik kamu banyak menyelesaikan misi di Galodium daripada disini. Lagipula dengan melihat kemampuanmu diseluruh dunia ini sudah tidak ada lagi tingkat Imposible bagimu"(Lira)
"Ya kamu benar juga" Aku memperhatikan senapan panjang yang masih menempel didinding.
Senapan itu aku yang memberikannya waktu itu, kukira sudah dilupakan olehnya "Ya sudahlah, kalau begitu aku permisi" "Lain kali mampir. Aku sudah menerima kerja disini demi kamu lo"(Lira) "Lain kali aku mampir"
Aku keluar dari tempat itu dan berkeliling menaikan Afinitas dengan sekitar sekalian menaikan reputasi guild.
Benar saja semua misinya mudah sampai malam hari aku sudah menyelesaikan puluhan misi.
Seharian ini Inori tidak menemaniku karena ingin menghabiskan waktu dengan yang lain.
Bahkan saat offline Melly keluar dan tidak ada dirumah.
Entah kenapa ada yang hilang dan hampa. Aku tahu karena apa, tapi anehnya aku ingin menemuinya langsung.
Baik Inori maupun Melly, aku tidak tahu apa yang salah denganku. Keesokan harinya aku kembali Online.
Tapi Inori tidak Online dan yang lain tidak tahu keberadaanya. Aku merasa sedikit cemas, tapi aku tidak bisa melakukan apapun.
Lagipula aku bukan siapa-siapanya. Akhirnya aku memutuskan untuk menemui Cleo daripada perasaanku jadi kalut seperti ini.
Bahkan saking banyak pikiran kepalaku. Aku tidak merasa kalau aku sampai didepan rumah Cleo.
Kali ini bahkan aku tidak mampir kedesa dulu.
Cleo yang sedang duduk dalam wujud nenek-nenek menatapku
"Kamu akhirnya tiba"(Cleo) "Ya, dan aku membawa hasil tentang Clara" Asap menyelimuti tubuh Cleo dan dia kembali muda
"Masuk"(Cleo) Aku mengikuti Cleo masuk kedalam rumahnya. Kali ini bagian dalam rumah bersih berbeda dengan saat aku kesini dulu.
"Jadi bagaimana?"(Cleo) "Masih hidup" "Benarkah Clara masih hidup? Dimana dia?"(Cleo) "Hutan monster" "Tidak mungkin. Waktu itu seluruh hutan sudah dibakar untuk menemukannya, bahkan hutan itu dibiarkan begitu saja selama 2 tahun. Baru setelah beberapa monster kembali hutan itu menjadi seperti itu, bagaimana bisa Clara selama ini ada disana?"(Cleo)
__ADS_1
Aku memberikan crystal mana yang sudah kosong. Disitu tertulis huruf rune dengan tinta hitam
"Bawa itu kedalam hutan monster. Clara menunggumu disana" Cleo mengambil kristal itu
"Ini rune. Apa berarti kakak?"(Cleo) "Sayangnya iya. Clara sudah memulai class yang baru" "Begitu ya. Aku mengerti"(Cleo)
"Mungkin sebaiknya kamu mengajak Bu Ani dan Rina. Soalnya Clara penasaran soal mereka" "Aku mengerti. Aku berterima kasih kepadamu untuk hal ini"(Cleo)
"Tidak perlu sungkan" "Hadiah apa yang harus kuberikan kepadamu untuk hal ini?"(Cleo)
Hadiah? Aku tidak membutuhkan apapun sih
"Gulungan? Alat sihir? Katakan saja"(Cleo)
"Tidak perlu" "Aku malah tidak tenang jika kamu seperti itu"(Cleo)
Tiba-tiba aku dapat ide "Apa anda sudah memiliki murid?" "Murid? Tidak. Tapi kamu mustahil untuk jadi muridku"(Cleo)
"Tidak bukan aku. Maukah kamu mengangkat satu orang murid dari orang yang kupilih?"
"Boleh saja"(Cleo) "Baiklah, itu janji ya. Tunggu sebentar"
"Bukan. Aku perlu seseorang yang belum mengambil job, juga memiliki kreatifitas" "Hah?! Untuk apa itu?"(Freyas)
"Ada. Untuk Class produksi. Jika dia belum mengambil job potensinya akan lebih terlihat"
"Baiklah akan ku cek dulu. Mau ketemu dimana?"(Freyas) "Kota Tria" "Baiklah, nanti sore bagaimana?"(Freyas) "Besok pagi saja"
"Baiklah kalau begitu"(Freyas) "Terima kasih ya. Freyas" "Aku yang harus berterima kasih"(Freyas) Setelahnya aku pamit dengan Cleo dan pergi ke desa.
Setelahnya aku menemui bu Ani dan Rina membicarakan soal Clara.
"Jadi Clara masih hidup?"(Bu Ani) "Begitulah"
"Sayang suaminya sudah meninggal" "Aku cuma tahu dia kawin lari saja dan dinyatakan hilang"(Bu Ani) "Kenyataannya lebih kejam. Sampai aku merasa tidak pantas mengatakannya lewat mulutku"
"Begitu ya"(Bu Ani) "Aku sudah memberitahu Cleo. Mungkin dalam waktu dekat kalian akan dikabari. Jika saatnya tiba aku tidak keberatan menemani"
"Terimakasih atas bantuanmu selama ini"(Bu Ani) "Tidak perlu sungkan" Jujur saja aku yang lebih merasa berterimakasih.
Semua yang ku miliki dan kucapai sekarang kebanyakan merupakan campur tangan Bu Ani. Mulai dari Magic bos sampai ke Class milikku.
__ADS_1
Sayang sih aku tidak memiliki waktu untuk menaikan Affinitas dengan NPC yang lainnya.
Keesokan harinya aku menunggu seseorang didepan restoran di kota Tria. Freyas bilang orang itu akan kesini jadi aku menunggunya.
Aku tidak tahu berapa lama waktu sudah berlalu belasan orang sudah bolak balik dari dalam restoran tapi tidak memghampiriku.
Harusnya aku menanyakan Nicknamenya pada Freyas "Hei Freyas. Dimana dia?" "Apa belum datang? Aku sendiri yang mengantarnya ke portal"(Freyas)
"Aku tidak tahu yang mana dia. Bisa beritahu Nicknamenya?" "Nora itu nicknamenya"(Freyas)
"Apa dia memakai baju kain pemula tanpa equipment?" "Iya, soalnya dia termasuk player hasil Carry"(Freyas) "Baiklah aku mengerti"
Dia sudah didalam. Astaga harusnya aku tanya nicknamenya daritadi. Aku masuk kedalam restoran dan mencari wanita yang dimaksud.
Dan aku melihatnya berada diujung. Dengan rambut merah dan tanpa equipment, kalau sendirian sampai kapanpun tidak akan bisa ke level 15 dia.
"Permisi" "Ahh kamu yang didepan restoran"(Nora) "Iya, aku menunggumu daritadi" "Kupikir nunggunya didalam restoran"(Nora)
"Tadinya mau langsung berangkat. Tapi tidak masalah. Sudah pesan makanan? Kenapa tidak makan dulu sebelum berangkat"
"Baiklah kalau begitu. Aku merasa tidak enak karena membuat orang menungguku daritadi"(Nora)
Kami memesan makanan dan aku menjelaskan sedikit soal Cleo. Awalnya Nora memang disiapkan untuk menjadi job Produksi.
Jadi tidak ada keberatan darinya. Hanya saja magicrafter itu merupakan class yang cukup langka dan sulit.
Apalagi kali ini merupakan Class langsung dari Cleo yang cukup terkenal dikalangan magic tower.
Aku yakin dengan ini nilai guild bisa naik untuk magic tower. Setelah makan kami pergi ketempat Cleo.
Perjalanan terasa singkat apalagi aku tidak mampir kedesa melainkan langsung ketempat Cleo.
"Jadi dia calon muridku?"(Cleo) "Aku harap kamu tidak keberatan" "Tidak masalah. Aku akan mengabarimu soal perkembangannya"(Cleo)
"Terimakasih Cleo" "Ya tidak masalah"(Cleo)
Aku meninggalkan Nora dan kembali
Untuk sementara aku akan bingung untuk melakukan apa.
**TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1