
Desa ini termasuk desa sebagai desa kecil tidak banyak penduduk disini, kami berdua berjalan dalam diam mencari penginapan yang bisa disinggahi.
Sampai aku melihat seseorang yang familiar
"Linda?" "Siapa yang... Oh itu kamu"(Linda)
Linda yang tadinya sedang berbincang dengan beberapa wanita langsung menghampiriku
"Apa kabar?"(Linda) "Ya, seperti yang terlihat"
"Baru beberapa bulan gak ketemu udah punya pasangan saja. Caitlynn gimana coba?"(Linda)
"Aku tidak ada hubungan dengan Caitlynn" "Haha, bisa-"(Linda) "Hai, jadi kamu Linda yang sering dibicarakan pacarku ya?"(Inori)
Inori mulai lagi. Dia memeluk lenganku dan langsung memotong obrolan "Ya itu aku kalau begitu. Memang kamu cerita soal aku?"(Linda) "Tentu saja. Tidak.. Caitlynn yang memberitahu"
"Ohh, kamu sudah bertemu Caitlynn. Pantas saja dia begitu. Tenang saja aku tidak tertarik dengan pacarmu, aku lebih tertarik dengan burungnya"(Linda)
Astaga dia mulai lagi "Tidak ada. Burung itu sudah pergi" "Apa?! Tidak mungkin. Kenapa itu bisa terjadi?"(Linda) "Karena aku tidak perduli padanya"
"Sayang, kamu disini"(Pria) Aku kaget sampai melompat. Astaga sejak kapan ada orang disampingku
"Oh sayang. Sudah selesai?"(Linda) Sayang? Pacarnya atau suaminya "Kamu sudah menikah?" "Sudah. Itulah alasan aku pensiun dini. Untuk menikah"(Linda) "Kenapa Caitlynn tidak memberitahuku?"
"Karena dia juga tidak tahu. Kenalkan ini Ludwin suamiku. Sayang ini temanku dulu yang sempat bertemu saat aku sedang dalam misi pengawalan"(Linda)
"Ohh.. Begitu aku pikir siapa. Soalnya Linda jarang bicara dengan orang asing"(Ludwin)
"Begitu ya" "Nah, bagaimana kalau kalian mampir sebentar kerumahku. Sekalian mengobrol"(Linda) "Tentu saja. Soalnya daritadi tidak menemukan penginapan disini"
"Desa kecil ini terlalu dekat dengan hutan monster orang mana yang mau kesini dan membuka penginapan?"(Linda)
Aku dan Inori mengikuti Linda dan Ludwin kesalah satu rumah di tengah desa.
"Ayo masuk-masuk"(Linda)
Setelah makan kami mulai berbincang "Aku mendengar banyak hal tentangmu lo"(Linda)
"Beritaku sampai kesini?" "Tidak, aku tahu daru Lesya"(Linda) "Ternyata begitu"
"Apa benar burung itu telah kabur?"(Linda)
__ADS_1
"Iya, itu benar" "Padahal burung itu yang kurindukan darimu"(Linda) "Memang burung yang kamu lihat sudah kabur. Tapi anaknya masih ada" Aku mengeluarkan Pierra
Pierra langsung berjalan diatas meja. Linda langsung menangkap Pierra dan memeluknya.
Dalam sekejap Pierra dilepas begitu saja "Astaga burung itu menyetrumku"(Linda)
"Sudah tahu dia Bolt Pigeon masih saja seperti itu" "Dia tidak seramah ayahnya"(Linda)
"Sebenarnya aku ada perlu dengan hutan monster" "Kenapa kamu harus kesana? Disana tidak ada apapun kecuali monster"(Linda)
"Aku tahu. Ada orang yang aku cari, apa kamu pernah dengar atau lihat seorang wanita dengan nama Clara?" "Clara? Entahlah, kayaknya tidak"(Linda)
"Begitu ya, kira-kira apa yang harus diperhatikan saat memasuki hutan monster itu?"
"Aku tahu beberapa sih. Menurut warga disini kalau memasuki hutan itu jangan di malam hari, yang kedua jangan menyerang apapun itu bahkan binatang atau monster atau kalian akan mati disana. Yang terakhir lebih baik jangan masuk deh"(Linda)
"Memangnya kenapa? Untuk peringatan pertama dan kedua bisa kuterima tapi yang ketiga agak aneh"
"Aku serius. Sekalinya masuk kesana kamu tidak bisa keluar. Hutan itu seperti labirin begitu masuk jalan masuk akan tertutup dan jalan keluar akan hilang"(Linda)
Jadi itu alasan Clara selalu meminta bantuan Gail. Meski begitu Gail selalu disuruh menunggu di dekat perbatasan hutan.
Itu saja selalu berakhir dengan luka-luka "Baiklah aku mengerti" Setelah menginap sehari keesokan harinya aku dan Inori langsung kesana
"Terus bagaimana caranya kamu mencari dia?"(Inori) "Entahlah" Aku memasuki hutan diikuti Inori.
Rasanya aneh seluruh dahan pohon bergerak bahkan aku melihat batu kerikil yang berjalan
Entah kenapa rasanya seperti kembali lagi ketempat sama.
Meski sejujurnya semuanya sama, tidak ada apapun disini yang bisa jadi patokan. Sekarang aku tahu kenapa banyak yang menyarankan untuk tidak masuk kehutan.
Selain itu beberapa kali aku melihat serigala dan hewan buas lainnya. Terpaksa kami harus memutari mereka.
Apa benar-benar tidak ada jalannya? Jangankan menemukan Clara, jalan keluar saja sudah tidak ada.
Aku duduk ditanah sambil berpikir "Hei batunya bergerak"(Inori) Inori duduk ditanah dan memperhatikan batu kerikil yang berjalan
Aku mendekati Inori "Apa itu keong atau siput?" "Entahlah"(Inori) meski gerakannya lambat sampai tidak terasa bergerak jika diperhatikan.
Apa jangan-jangan pohon disekitarnya juga?
__ADS_1
Aku berbalik dan benar saja, pohon tempatku bersandar tadi juga bergerak paling tidak sudah 10 cm
Aku yakin siapapun dalam keadaan seperti ini pasti akan menyerang apapun yang ada didalam hutan karena emosi.
Meski mereka bergerak pasti ada polanya kan? Tidak mungkin mereka bergerak begitu saja
Akhirnya aku menatap setiap pohon dan batu hasilnya. Tidak ada karena aku terlalu bodoh
"Terus sekarang bagaimana?"(Inori)
"Entahlah" "Batu yang ini memiliki huruf diatasnya"(Inori) "Semua batu itu sama paling yang kamu lihat itu pola sederhana"
"Tidak ini aku serius"(Inori) "Mana sih?" Inori memperhatikan batu dengan huruf aneh diatasnya.
Bentuk huruf itu aneh sekali mirip huruf M dengan 3 garis ditengah, kanan dan kirinya panjang.
Tapi meski aneh aku merasa melupakan satu informasi penting. Apa ya? Clara... Clara itu Rune crafter ya.. Pembuat rune apa huruf aneh ini Rune?
Kalau begitu!!! Aku mengeluarkan puluhan spirit dan memerintahkan mereka menyebar
Batu itu sudah bergerak 5 meter selama aku perpikir tadi
Inori masih menatap batu itu "Apa kamu tahu sesuatu?"(Inori) "Mungkin lebih baik tunggu dulu saja"
Batu itu seperti menabrak dinding tidak terlihat dan berbelok. Apa maksud batu itu dah?
Beberapa spirit kembali dan memberitahu tentang tentang huruf-huruf lain yang ditemui mereka
Aku jadi memikirkan sesuatu. Dan lebih baik kupastikan, semua spirit memperhatikan setiap rune itu.
Dan aku mencapai kesimpulan, semua rune ini hanya berputar dan membuat lingkaran raksasa dengan diameter 500 meter.
Jika mereka berusaha memutus lingkaran mereka akan menabrak dinding angin yang tidak berpengaruh pada mahluk lain.
Harusnya disini desanya. Tapi bagaimana cara untuk memasukinya? Mungkin aku harus menghubungi Clara dulu.
Tapi aku tidak bisa karena belum pernah menghubungi Clara langsung jadi aku menghubungi Larph dan memberitahu semuanya
"Kamu sudah menemukan Clara?"(Larph) "Tidak sampai seperti itu. Melainkan aku menemukan kemungkinan dimana Clara. Bisa kamu hubungi dia dan beritahu kalau aku sudah sampai di Barrier yang dia pasang?"
"Baiklah tunggu sebentar"(Larph) Tidak menunggu lama semua huruf itu bersinar terang hingga membutakan mata.
__ADS_1
Dan seorang wanita berdiri didepanku "Aku sudah menunggumu"(Wanita)
**TO BE COUNTINUE...***