
Sulit, mereka berempat satu diantaranya memiliki sihir dan summon. Dan belum lagi Archernya, selain serangan area miliknya skillnya juga seram.
Aku yakin panah pertama kali yang menyerangku darinya.
"Lama sekali, kalau aku tidak datang butuh waktu berapa lama lagi"(Wanita)
Aku terkejut melihat ada wanita yang muncul dari hutan dibelakang mereka. Masalahnya dia dari arah Rachel berada.
Aku khawatir padanya. Jika Rachel terbunuh aku akan merasa bersalah pada Tiara.
"Bagaimana dengan yang disana?"(Archer) "Tidak lama lagi mereka datang. Lagipula lawannya hanya Assasin sendirian, selain stealthnya yang menyebalkan tidak ada keunggulan lainnya"(Wanita)
Aku memperhatikan wanita itu yang ternyata seorang Shaman. Wanita itu memakai baju yang hanya menutupi dadanya dan rok sepanjang lututnya. Kepalanya menggunakan tengkorak binatang seperti babi hutan atau badak, dan membawa tongkat dengan puluhan kepala berbagai binatang hanya saja ukurannya kecil.
Yang mengerikan dia full equipment bahkan ada kalung tengkorak, anting taring, cincin tulang.
Aku memanggil puluhan spirit assasin.
"Kalian pikir aku sudah serius? sekarang akan kubuktikan kemampuanku"
Puluhan spirit berputar diatas kepalaku seperti awan hitam. Beberapa spirit menghilang memasang beberapa formasi.
"Sudah lihat seperti apa yang kita lawan?"(Mage) "Ya, terlihat lebih seperti summoner daripada Assasin"(Shaman)
"Tidak dia Assasin, bahkan jauh lebih hebat daripada Ahri. Jika bukan kalian datang aku juga akan mati"(Warrior)
"Kalau begitu. Ayo bunuh dia. Soul weakness"(Shaman) Tengkorak raksasa berwarna hitam melesat kearahku.
Aku menghindarinya, tapi tengkorak itu meledak menjadi kabut hitam yang menutupi area disekitarku.
Aku terkena beberapa debuff sekaligus
-Blind 20 detik (Karena efek equipment efek hilang)
-Weakness 20 detik (Karena efek title efek hilang separuh)
-Fear 20 detik( arena efek Man never scare efek hilang)
Ya banyak efek debuffnya tapi hilang begitu saja. Golem batu raksasa berubah jadi 5 harimau, melesat bersama warrior kearahku.
Archer menarik panahnya, sementara Shaman merapalkan skill dan membuat mereka dipenuhi aura merah.
-Karena efek title 'Just like that' Atribut anda disamakan dengan musuh anda
-Karena efek title 'One hundred Assasin' seluruh musuh anda melemah
Jika shaman itu tahu pasti menangis dia.
Para harimau batu memasuki kabut hitam bersama dengan Warrior.
'Sonic roar' Suara melengking yang kugunakan membuat warrior terkena stun dan harimau hancur.
__ADS_1
Rantai kegelapan aku ayunkan kearah Warrior itu. Rantai berubah jadi cambuk hitam yang langsung menutupi pandangan Warrior.
Belasan spirit masuk kedalam kabut mencabik-cabik warrior itu, sedangkan yang lain menyerang para penyerang jarak jauh.
Batu, Panah cahaya, dan beberapa tengkorak menyerang spirit. Aku akan membunuh Warriornya dulu.
Ayunan rantai membuat Warrior kalang kabut. Bayangan ular dibelakangnya tidak berguna karena buta.
Meski begitu serangan dari ular itu hampir mengenaiku. "Snake Whip" Ayunan kapaknya mengeluarkan bayangan ekor ular.
Menghempaskankan aku dan beberapa spirit yang menyerangnya, hal itu juga menghilangkan sebagian kabut hitam.
"Kamu... Soul heal"(Shaman) Shaman merapalkan skill dan mengeluarkan beberapa tengkorak merah.
Tengkorak itu meledak satu mengisi 3% Darah dari semua timnya. Sialan AOE Heal, melihat jumlah tengkorak yang banyak jika meledak semua darah seluruh sekutunya juga akan penuh.
Tapi ada kelemahannya dia tidak bisa bergerak. Tapi dengan dilindungi Archer dan mage disampingnya tidak ada yang bisa mendekatinya.
"Bear spirit" Bayangan beruang muncul di punggungnya. Aku melilit rantai kegelapan ditanganku, sedangkan ditangan satunya sudah lama dililit rantai petir.
"Tangan kosong? Siapa takut"(Warrior) "Siapa yang bilang aku tangan kosong? Aku punya banyak tangan" Para spirit muncul disekitarku, dan mereka memegang pisau.
Warrior memberikan kapaknya pada Beruang dan dia memakai sarung tangan dengan duri dipunggung tangannya.
Apa-apaan dah class yang dimilikinya. Warrior itu melesat maju kearahku. Aku juga maju melawannya.
Tinju petir milikku bertabrakan dengan tinjunya. Kapak besar diayunkan beruang itu ke kepalaku.
Aku berhenti dan langsung melesat kearahnya membuat dia terkejut dan langsung memasang pose bertahan.
Tinju petir milikku menghantamnya, membuatnya terus terdorong mundur. Pisau-pisau menembus tubuhnya dari belakang.
Belum selesai, tinju kegelapan mengeluarkan kabut hitam yang langsung membutakan dia. Dengan cepat aku memukulinya habis-habisan.
Merasa bisa lepas saat dia mundur, membuatku tersenyum. 'Backstab' Aku memukul punggungnya dari belakang membuatnya terkena paralysis.
Aku berputar kearah depan dan meninju perut, dada, perut lagi, wajahnya. Beruang mengangkat kapak besarnya.
Tapi tinjuku lebih cepat, sekali lagi wajahnya membuatnya terkena stun. Aku mundur saat kapak itu menghantam tanah.
Aku melesat lagi dan melompat menghantam wajahnya dengan tinju petirku bersamaan dengan sambaran petir membuatnya terjengkang jatuh kebelakang.
Aku kembali meninju dengan tangan kegelapan milikku. Beruang membuang kapaknya dan menahan tinjuku.
Sayangnya tinjuku berubah jadi tinju kegelapan yang menghantam warrior hingga meretakkan tanah.
Aku mundur dan menyatukan 2 tinjuku.
"Dark cloud" Dan meninju kedepan.
Rantai yang melilit tanganku hancur mengeluarkan asap hitam yang diselimuti petir dan menerjang lurus kedepan.
__ADS_1
Menyetrum warrior dan terus melaju kearah para penyerang jarak jauh dibelakang.
"Guardian wall"(Mage) dinding tanah keluar menghadang seranganku.
Warrior mati karena death penalty. Sekarang tinggal mereka, aku melesat kearah mereka.
"Attack formation magic canon"
Laser dari arah belakangku menghancurkan dinding batu dan hancur menjadi beberapa pisau. "Apa?"(Mage) "Bukanya sudah kubilang daritadi aku belum serius"
"Hidupkan Warrior! Gunakan golem mu untuk menahannya"(Archer) "Mengerti"(Mage) "Aku tahu"(Shaman) "Aku tidak akan membiarkannya, trap formation elemental spike"
Jarum merah keluar dari pisau yang berserekan karena magic canon. Mage belum sempat menghindar sudah ditusuk-tusuk tanpa ampun.
Tidak menunggu lama badannya terbakar.
Archer menarik panah, tapi tubuhnya malah ditembus beberapa pisau.
Aku langsung menyusun pisau jadi formasi lagi, menjadi formasi tombak.
"Attack formation elemental spear"
Tombak biru melesat seperti petir menembus Archer sebelum bisa melakukan apapun.
"Tanpa perlindungan kalian lemah"
Aku muncul dibelakang Shaman, dengan rantai yang sudah kuayunkan.
Suatu arwah muncul dan menahan rantaiku.
Arwah ini berbentuk seperti ogre, dengan tangan besarnya dia menangkap ku.
Aku tersenyum "Sonic roar"
Ogre tidak terpengaruh tapi tidak si shaman.
Para spirit langsung menusuk tubuh shaman.
Tanpa bisa melakukan apapun shaman mati dengan menyedihkan.
Arwah ogre menghilang bersama kematian Shaman. Petir menyambar tempat Archer tertusuk tombak dan membunuhnya.
Aku berjalan dengan santai kearah mage yang tertusuk beberapa jarum raksasa berapi.
"Apa kamu tahu. Inilah yang namanya Assasin sebenarnya. Jika kamu melawannya tidak tahu bagaimana nantinya kamu mati"
Dengan satu tebasan terakhir Mage itu mati.
Ini sudah berakhir, aku harus membantu Rachel.
**TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1