Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 138 Pertarungan Malam


__ADS_3

Kami bergantian Offline demi menjaga tubuh didunia nyata. Jika ada kesalahan disana kami akan benar-benar mati.


Yang online berjaga bergantian, aku tidak menyertakan para mage demi kenyamanan mereka.


Hanya saja mereka membuat jadwal sendiri.


Jadi semalam akan 2 orang berjaga pada giliran pertama dan 2 lagi giliran kedua.


Dengan satu orang player dan satu orang mage. Atemis dan Rian34 sedikit kesal dengan mereka karena aku mengistimewakan para mage.


Itu karena affinitasku dengan menara sihir berjalan terus meski hanya kecepatan keong.


Bahkan beberapa affinitas dengan orang lain terjalin sendirinya.


Seperti sekarang ada pemberitahuan Affinitas


-Affinitas dengan Saly meningkat


-Affinitas dengan Great master formation


Olivia meningkat


-Affinitas dengan Sage formation Rikki


meningkat


Aku tidak kenal dengan yang terakhir tapi itu cukup memuaskan.


-Affinitas guild Elegant dengan Magic tower


meningkat status sekarang kawan


Affinitas guild juga meningkat. Baguslah kalau begitu. Sekarang giliran jaga aku dan Martin.


Aku mengawasi puluhan serigala disana dan ada juga Lycan bahkan bossnya dan ada 4.


Benar-benar deh.


"Maaf"(Martin) "Untuk apa?" "Tidak. Aku tidak membicarakan soal menjarah tempat ini"(Martin)


"Untuk mengurangi hadiah kan? Tidak perlu dipikirkan" "Bukan. Aku merasa kamu tidak akan mau membantu jika aku bicara soal ini"(Martin) "Kenapa tidak mau?"


"Entahlah. Terlalu baik mungkin. Mengingat kamu hampir tidak mengerjakan misi pembunuhan untuk orang biasa"(Martin)


"Dengar Martin. Aku tidak sebaik itu. Aku membasmi banyak orang juga, aku juga bekerja untuk uang. Selama dibayar tentu saja targetnya bukan orang tidak bersalah maka akan kukerjakan. Aku tidak mau menumpuk dosa"


"Begitu ya. Sepertinya aku salah sangka padamu"(Martin) "tidak juga. Waktu itu aku tidak menghubungi menara sihir karena aku menumpuk dosa juga"


"Saat di tambang salamander?"(Martin) "Ya saat itu" "Aku tidak perduli siapa mereka. Karena mereka telah menyerangmu dan anggota menara sihir mereka selamanya akan bermusuhan dengan menara sihir"(Martin)

__ADS_1


"Sepertinya kamu tidak perlu melakukan itu. Oh ya, untuk bayaranku. Aku meminta tolong saja" "Permintaan apa?"(Martin)


"Aku minta tolong untuk carikan pulau yang cukup dekat dengan Kekaisaran sixir tapi bukan wilayah mereka"


"Aku dengar organisasi kamu ingin mengambil desa Sordem ya?"(Martin) "Begitulah"


"Ada laut disana yang berbatasan dengan Kekaisaran Sixir, dan Kerajaan Lembroh


Jaraknya sih cukup jauh sekitar 3-4 jam menaiki golem milikmu, disana juga ada desa nelayan kecil disana. Kamu bisa meminta mereka antar kepulau kecil disana.


Meski wilayah kekaisaran Sixir tempat itu cukup diacuhkan oleh kekaisaran pasti harga disana cukup murah"(Martin)


"Begitu ya. Aku juga akan meminta bantuanmu nanti" "Tentu hubungi kapan saja"(Martin)


Aku berdiri sambil melihat sekitar. Beberapa giant menyisir seluruh pulau ini. Aku melihat beberapa yang baru kulihat.


Seperti raksasa dengan kulit hijau dan juga dengan kulit biru.


"Aku mau olahraga sebentar" "Jangan terlalu lama nanti tempat ini ketahuan"(Martin)


"Tenang saja. Aku ini Assasin"


Aku masuk kemode stealth dan mengejar raksasa dengan kulit hijau. Aku melempar 2 pisau dan satu crecent knife sementara aku menggunakan Backstab.


2 ledakan terjadi punggung, dan satu dikepalanya. Membuat raksasa itu meraung marah.


Aku yang berada dipunggungnya menancapkan beberapa pisau lagi kepunggungnya.


Aku naik kebahunya dan menarik telinganya.


Aku bergerak kewajahnya dan menancapkan pisau kematanya.


Ledakan terjadi diwajahnya. Serangan itu langsung menghilangkan 30% Darahnya.


Pohon yang ditangannya jatuh, dan dia menutupi matanya yang terkena serangan.


"Trap formation elemental explode" Pisau-pisau yang dibelakang punggungnya meledak.


Raksasa itu jatuh berlutut. Pisau sisa formasi menembus tubuhnya kembali kearahku. Aku kembali menyusun formasi.


"Attack formation Elemental spear" Aku melempar tombak itu ke dahi raksasa itu. Aku bergerak dengan cepat ke kepala raksasa dan meninju tombak itu.


Memaksa tombak tertancap lebih dalam kekepalanya. Dan tombak itu meledak didalam kepalanya.


Tapi itu tidak membunuhnya, raksasa itu menyapukan tanah dengan tangannya membuat ledakan dan gelombang yang membuat aku terpental.


Raksasa itu berdiri dengan pohon ditangannya. Pohon itu menghantam tanah membuat ledakan besar.


Yang mengejuatkan dari kawah bekas ledakan pohon-pohon yang tumbang tumbuh dengan cepat.

__ADS_1


Aku terbawa satu pohon yang mengikat tubuhku dengan batangnya. Astaga ini tidak bagus.


"MA....TI...."(???) Gelombang tanah raksasa melaju kearahku. Pohon, batu, bahkan bukit hancur terkena gelombang itu.


"Sialan!!!! Ghost walk" Aku menembus batang yang mengikat tubuhku.


"Great defense formation Absolute shield"


Perisai menyusun dan membentuk bola yang melindungiku. Aku tidak bisa menghindar sama sekali karena ketinggian gelombang ini setara dengan gunung kecil.


Gelombang menghantam perisai dengan mengerikan. Raksasa hijau tadi sampai terdorong dan terbawa gelombang.


Aku menyusun formasi kedua "Great defense formation Mountains wall" Gunung es keluar dari tanah memanjang dari ujung pulau ke ujung pulau, membelah pulau jadi 2.


Retakan terlihat dari formasi itu. Kesulitannya memang keterlaluan, para Ogre yang disekitar mulai kesini diikuti Lycan dan Lizardman.


Paling tidak aku akan membunuhnya dulu. Aku berlari kearah raksasa hijau dan melemparkan 5 pisau kewajah raksasa itu.


"Attack formation giant Axe" Aku melompat kewajah raksasa sambil mengayunkan kapak besar yang kupegang.


"Gara-gara kamu aku hampir dikubur hidup-hidup. Mati saja dasar tidak berguna"


Aku menebas wajahnya berkali-kali sampai tebasan kelima ledakan terjadi mendorongnya yang mau bangun jadi kembali jatuh.


"Aku pergi. Dasar sialan. Trap formation elemental explode" Wajah dari raksasa itu meledak berkali-kali membunuhnya ditempat.


Suara hantaman batu-batu besar yang entah dilempar oleh siapa juga terdengar.


Lebih baik aku mundur dulu. Padahal aku ingin membunuh beberapa raksasa lagi.


Gunung es mulai runtuh membuat ledakan dimana-mana. Aku mundur dari tempat itu, tentu saja tidak ada yang mulus.


Aku diserang lizard man dan Ogre yang tidak sulit untuk dibunuh. Hanya saja Raksasa biru muncul dan membuat posisiku diketahui oleh 3 raksasa yang paling besar.


Yang Ironisnya malah Raksasa biru yang jadi korban dari serangan ketiga raksasa itu.


Batu dan pohon terbang bagai ditembak menggunakan meriam menghantam raksasa biru dan menghilangkan belasan persen darahnya seketika.


Tidak sulit menghindari serangan besar yang datang selama menggunakan raksasa biru sebagai perisai daging.


Dengan batu besar yang menghantam kepalanya. Raksasa biru mati secara mengenaskan. Tentu saja aku dapat untung.


Beberapa kali menemui Sea giant, Earth giant, raksasa hijau dan biru, membuat malam yang penuh dengan ledakan dan pertarungan dimana-mana.


Aku dikejar tanpa henti hingga akhirnya saat matahari terbit aku baru bisa kembali ke gua.


Martin menatapku dari mulut gua.


"Sepertinya kamu puas bermain"(Martin) "Ya, puas banget aku bermain dengan nyawa di permainan se menegangkan itu"

__ADS_1


Aku masuk kedalam gua dan jatuh tertidur.


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2