
Kami sekarang berada dipantai memperhatikan Raksasa yang terbuat dari batu karang, terumbu karang, lumut, gurita, ular.
Sumpah tubuhnya acak-acakan. Tapi sejujurnya cukup mengerikan. Kemarin kami berdiskusi cara apa yang harus digunakan untuk melawannya.
Yang notabennya tidak ada kapal untuk bertarung juga sulit memancing raksasa itu kepantai.
Hanya serangan jarak jauh saja yang bisa mengenainya dan tentu saja itu tidak akan banyak berpengaruh.
Sempat berpikir untuk menggunakan formasi skala besar hanya untuk pijakan. Tapi jika diserang raksasa itu akan hancur lebur.
Bingung. Mau bikin perahu tidak bisa jika tidak ada job produksi enginer. Dan apaan tuh kenapa aku baru tahu soal job itu.
Bahkan yang lain tidak pernah tau job itu. Meski rakit sekalipun akan gagal jika tidak punya job Enginer.
Sempet ada ide untuk memanggil Freyas hanya saja meski berhasil memanggilnya, Freyas tanpa kapal juga tidak berguna.
Meski Freyas mempunyai desain kapal tanpa job Enginer juga tidak berguna, dan tidak mungkin Freyas bisa membuat satu kapal hanya beberapa jam.
Jalan keluar yang terpikirkan cuma menunggu bantuan dan kita fokus pada Mountain giant.
"Ada satu ide lagi dengan memancing Ocean giant dengan umpan untuk kepantai"
"Tapi itu tidak berguna jika tidak bisa menahan serangan jarak jauh darinya"(Martin)
Yang lain cuma mengganguk saja.
"Ada yang bisa menahannya" "Siapa?"(Rian34)
"Ya kamu" "Aku?"(Rian34)
"Benar. Hanya saja dia harus menggunakan serangan air saja" "Kalau itu mungkin aku bisa. Tapi apa buktinya dia hanya menggunakan serangan air?"(Rian34)
"Bagaimana jika begini. Serangan air dia yang menahannya dan yang bukan kita yang menahannya"(Fellix) "Ide bagus. Sekarang kita tinggal menentukan siapa yang akan masuk kedalam tubuh Ocean giant"
"Aku.. Aku...Aku. Karena aku tidak berguna didalam pertarungan jarak jauh seperti itu"(Inori) "Ya, kamu ikut. Ada lagi yang mau ikut?"
"Aku ikut. Formasiku kebanyakan fokus pada serangan menengah untuk pertahanan lebih ahli Heidi dan Gleda"(Martin)
"Baik kamu ikut. Dan Atemis juga ikut" "Aku?! Kenapa aku?"(Atemis) "Entahlah aku merasa kamu lebih berguna jika ikut"
"Entah kenapa aku merasa tersinggung"(Atemis) Baiklah saatnya operasi dimulai.
Kami terpisah jadi 2 tim. Satu tim umpan yang beranggotakan Rian34, Alvin, Fellix, Heidi, Gleda, dan Vio
Dan tim penghancur yang berisi Aku, Martin, Atemis, dan Inori.
Sejak Pierra menetas dia selalu menemani dibahuku bersama ayahnya yang menyebalkan.
Setelah sedikit berburu Pierra sudah level 5 meski begitu ukurannya masih kecil bahkan tidak berkembang.
__ADS_1
Selain kecepatannya tidak ada lagi yang bisa diandalkannya. Meski begitu aku tetap menyayanginya karena lucu.
Meski ayahnya selalu berada di bahuku yang satu lagi, kali ini dia tidak mencari gara-gara.
Jadi kubiarkan saja.
Rian34 sekarang berada dipantai
"Ocean God wrath"(Rian34) Trisula panjang raksasa dari spiral air terbentuk dan melesat kearah Oceanus giant.
Air dibawahnya menyatu ke Trisula itu membuatnya menjadi lebih besar. Ledakan terjadi, dan ya ukuran Ocean Giant lebih besar daripada yang kita kira.
Serangan tadi bisa sebesar truk Container dan itu cuma setinggi mata kakinya saja.
Ocean Giant mengibaskan tangannya hingga membentuk tsunami setinggi setengah meter.
"Ocean Wall"(Rian34) Air laut membentuk dinding raksasa menahan serangan itu yang untungnya berhasil ditahan.
Serangan yang datang lebih brutal, batu karang, lemparan kerang raksasa, badai raksasa.
Kami mengacuhkan hal itu dan terus terbang dengan spirit untuk kedalam Ocean giant.
Pierra terbang dan menunjukkan celah kecil diantara karang.
"Terima kasih Pierra. Attack formation elemental spear" Tombak muncul ditanganku. Untung saja aku sudah membuat formasi sebelumnya.
Aku melempar tombak itu dan menancap dibahunya. Untung gurita disana tidak memperhatikannya.
Api menyelimuti tanganku, Spirit melemparku kebawah. Inilah combo milikku. Stealth, stealth rush.
Setelah menggunakan stealth aku tidak terlihat dengan Stealth rush kecepatanku meningkat pesat selama aku dalam keadaan bergerak maju.
Backstab. Aku muncul di atas tombak yang masih menancap.
"Fire fist" Tinju apiku menghantam tombak yang membuatnya langsung masuk kedalam bahu Oceanus Giant.
Gurita raksasa menyadariku sekarang tapi sudah terlambat. Tinjuku meledak bersama dengan tombak yang meledak juga.
Ledakan besar terjadi membuat Ocean Giant berteriak. Aku masuk kedalam lubang besar yang tercipta disusul Martin, Inori, dan
Atemis.
"Dia juga ikut masuk!!!"(Atemis) Ledakan besar terjadi dan tentakel raksasa menangkap Martin dan Inori.
Tentakel yang berusaha menangkapku gagal karena aku menggunakan Ghost walk. Sedangkan Atemis menembakkan panah tanpa henti pada tentakel yang mendekatinya.
"Atemis bebaskan Martin dan Inori. Aku alihkan perhatian guritanya"
"Aku mengerti. Bear strength Bear balista"(Atemis)
__ADS_1
Panah yang ditembakkan Atemis mengenai tentakel yang menangkap Inori dan Martin.
Sisanya ditembak ke kepala dan tentakel gurita yang menyerangnya.
"Trap formation elemental pillars"(Martin)
Pilar-pilar api muncul disekitar gurita, Inori juga maju menyerang gurita itu dengan pedangnya.
Tentakel-tentakel itu menyerang sekitar tanpa ampun. Tidak perduli meski terbakar oleh pilar api milik Martin.
Listrik keluar dari tubuh gurita menyetrum Inori yang sedang disana. Sebelum Inori dihajar oleh tentakel gurita itu.
Spirit menyelamatkannya. Aku melempar sabit kearah tentakel yang menyerang spirit itu.
"Prison formation elemental chain"(Martin)
Pilar-pilar api disekitar gurita menangkap setiap tentakel gurita, menjadi rantai raksasa dan membakarnya.
Gurita itu menyemburkan kabut es dari mulutnya. Untung saja aku berhasil berdiri dibarisan terdepan.
"Defense formation wall castle" Dinding api raksasa muncul dan menahan laju kabut es.
"Ayo lakukan Martin" "Aku mengerti"(Martin)
Aku menyusun formasi dengan pisau angin. Sudah lama aku tidak menggunakan ini.
"Attack formation elemental spear"
"Great Prison formation elemental seal"(Martin) Setiap rantai berubah jadi tangan-tangan yang mencengkeram setiap tentakel dan membakarnya. Bahkan setiap tentakel mulai gosong terbakar.
Aku memutar tombak angin ditanganku, dinding api didepanku terbawa dan menyatu dengan tombakku.
"Atemis bersiap menyerang, Inori tunggu aba-aba dariku" "Aku mengerti"(Atemis) "Kamu ingin aku melakukan apa?"(Inori)
Aku tidak menjawab Inori dan melempar tombak angin berapi milikku.
Tombak itu melesat dan menancap dikepala gurita tepat dibawah kedua matanya.
Ledakan besar terjadi tornado api meledak tepat dibawah mata gurita karena tentakelnya ditahan formasi Martin sehingga gurita itu tidak bisa bergerak sedikitpun.
"Serpent arrows"(Atemis) 5 panah yang ditembakkan Atemis membentuk bayangan ular yang langsung menembus kepala gurita.
"Inori kemarilah" "Ada apa?"(Inori) "Gunakan Charge saat kamu terdorong. Jangan berusaha menghentikan gerakanmu sedikitpun"
"Baiklah"(Inori) Aku mengarahkan pisau angin kedepanku tepat dipunggung Inori. Mana kualiri kepisau angin membuatnya bersinar dan ledakan angin terjadi.
Inori melaju cepat, hingga suaranya tidak terlihat hanya terdengar ledakan tepat dibelakang gurita.
Ehh... Itu sedikit mengerikan.
__ADS_1
**TO BE COUNTINUE...***