Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 104 Kuil dewi Fito


__ADS_3

"Aku dikepung dan ingin dibunuh. Tentu saja aku membasmi mereka. Tapi tidak tahu kenapa banyak orang tidak bersalah disana"


"Apa?? Sekarang bagaimana? Apa dosamu?"(Jarph) "Arc Devil" "Ini sulit. Aku akan mengadakan pertemuan dulu"(Jarph)


Jarph memutuskan panggilan. Aku sendirian sekarang. Aku mengirim balasan pada Tiara tentang pertarungan ini.


Bola Crystal kembali terhubung, wajah Jarph langsung terlihat.


"Gail akan menjemputmu. Lebih baik jangan berulah"(Jarph) "Baiklah"


Tidak lama menunggu Gail datang dengan elang raksasa.


"Euh.. Kamu terlihat kejam"(Gail) "Maaf soal itu" "Membunuh orang yang tidak bersalah ya"(Gail)


Aku naik keatas elang Gail. Dan elang itu mengeluarkan suara aneh. Bahkan golem saja tidak suka denganku.


"Maaf ya dia agak sensitif"(Gail) "Ya aku paham. Kemana aku harus menyingkirkan rasa bersalahku ini?"


Elang mulai terbang jauh entah kemana. Yang jelas kami sangat cepat. Bahkan aku bisa melihat kota Briani dari sini.


"Kesebuah kuil yang memuja dewi Fito"(Gail)


"Dewi Fito? Maaf tapi aku punya konflik dengan dewi juga"


"Tidak masalah, dikisahkan para dewa dan dewi membuat kelompok masing-masing dan saling bersitegang. Bahkan dewi Fito termasuk"(Gail) "Aku ingin tahu. Kenapa harus kuil dewi Fito?"


"Karena kamu sendiri yang bilang jika ini ketidak sengajaan. Dewi Fito adalah dewi kemenangan dan keadilan. Banyak orang yang ke kuilnya jika difitnah, karena dewi Fito yang paling adil jadi semua perilakunya benar"(Gail)


Entahlah karena aku sadar membunuh mereka jadi aku tidak tahu aku beneran pelaku atau hanya orang yang membela diri.


Kami memasuki Chotic land. Dan kenapa kita disini?


"Dimana tepatnya kuil itu?" "dikota kecil Mungesa. Kota dimana banyak pejuang hebat dan luar biasa"(Gail)


Ada pegunungan besar menghalangi. Gail mengarahkan elang ini kecelah diantara 2 gunung yang saling berhadapan.


Ternyata ada 2 gunung disini. Kami menukik kedalam ngarai, hingga sebuah kota yang terletak diantara ngarai, jurang, dan gunung terlihat.


-Anda terdeteksi memiliki banyak Sins. Anda mendapat izin untuk masuk kekota sebagai tahanan. Seluruh status dan skill terkunci dan anda tidak bisa meninggalkan kota sebelum tanda Sins hilang


Euh... Mengerikan? Aku baru tahu soal ini. Apa karena tidak ada PK yang masuk kota?


Kami turun di sebuah lapangan luas, yang penuh prajurit?


Prajurit disini hanya memakai rompi kain tidak besi. Tapi tubuh mereka benar-benar berotot. Selain itu level mereka terlihat jelas dan yang terlemah level 85.

__ADS_1


Cari masalah disini, cukup diludahi dan aku mati. Alih-alih kuda mereka menaiki singa raksasa dengan 3 mata dan 6 kaki.


Mengerikan sekali disini. Kami turun dari elang dan langsung dikawal, atau dikepung?


Gail berjalan kearah pinggi timur kota dimana ada gunung disana.


Pinggir kota maksudku, dan aku cuma bisa ikut saja. Setelah berjalan 20 menit? Kami sampai di pinggir kota. Yang terdapat ratusan anak tangga kearah gunung.


Aku dan Gail melangkah menaiki tangga. Hingga melihat sebuah kuil? Bentuknya aneh.


Seperti tabung dibelah 2 dengan dinding dari batu merah.


Yap cuma itu saja karakteristik kuil itu. Didepan kuil ada satu pria dengan jubah saja.


Bagian dalam tidak menggunakan pakaian dalam tentu saja dia memakai celana.


"Jadi kamu yang sudah ditunggu. Ayo masuk"(Pria itu) Sepertinya dia Priest disini.


Priest apaan dengan badan berotot dan wajah seram?


Kupikir tempatnya kecil setelah 10 menit berjalan aku tidak melihat ujungnya.


Ada pertigaan, kemana ini?


Priest berotot itu tetao berjalan lurus kedepan. Aku cuma mengikuti saja.


"Baiklah" Kami sampai diujung lorong ini. Ada pintu besar dari perunggu. Ada 2 patung setinggi paha manusia.


Dima kedua patung itu wanita, yang sebelah kiri memegang bunga memakai baju desa yang sederhana.


Yang sebelah kanan memegang pedang besar dengan kedua tangannya, menggunakan baju kulit tentara yang sepundak.


Inikah dewi Fito? Priest membuka pintu itu, dari sini bagian dalamnya tidak terlihat sama sekali.


"Masuklah"(Priest) Aku masuk kedalam.


Saat didalam kegelapan yang kulihat menghilang hingga jadi terang.


Tapi pintu dibelakang sudah tidak ada. Didepanku ada patung wanita yang sama seperti didepan pintu.


Kali ini ditangannya ada bunga dan pedang besar. Patung itu menggunakan zirah yang aneh. Aku yakin itu zirah, tapi lebih mirip gaun.


Mata patung itu terbuka, memperlihatkan mata emas dan perak. Aku terkejut bukan main.


Game memang selalu luar biasa. Patung itu seolah-olah menatapku. Aku berusaha tetap diam.

__ADS_1


Karena bagaimanapun aku diuji disini. Tiba-tiba patungnya bergerak. Tangan yang memegang bunga diangkat keatas.


Baru saja mau mengeluarkan senjata, pintu sebelah kiri patung terbuka. Aku berjalan kedalam pintu itu.


Setelah beberapa menit berjalan. Patung besar wanita itu kembali muncul. Kali ini dia hanya memegang pedang besar.


Tapi disekitarnya dan di dinding dibelakangnya ditumbuhi bunga yang aku tidak tahu namanya.


Mata patung itu kembali terbuka dan menatapku. Aku merasakan tekanan yang berat hingga membuatku tidak bisa bergerak.


Kali ini patung itu bergerak bukan cuma tangannya tapi tubuhnya juga. Pedang besar ditangannya diayunkan kearahku, dan aku tidak bisa bergerak sialan....


Aku membuka mata. Kejadian tadi masih melekat dengan erat dikepalaku. Apa aku mati? Setelah melihat sekitar aku yakin masih didalam kuil.


Patung didepanku berubah. Memperlihatkan patung wanita memegang bunga dan dikelilingi pedang yang menancap di berbagai sisinya.


Pintu terbuka dibelakangku, aku berjalan tanpa berbalik lagi. Aku terus berjalan sambil melihat pemberitahuan kalau semua sins milikku sudah bersih.


Dan untung saja levelku tidak berkurang sama sekali. Cahaya matahari terlihat dan aku. Sudah diluar kuil? Suara dentuman terdengar.


Dan pintu masuk kuil sudah tertutup. Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi?


Gail mendatangiku "Bagaimana?"(Gail)


"Aneh, aku merasa itu aneh" "Ya itu omongan biasa bagi orang yang sudah merasakannya,


Ayo kita kembali"(Gail)


"Apa tidak berkeliling dulu?" "Tidak. Selain mereka tidak menyukai orang asing, tidak ada apa-apa disini"(Gail)


Kami kembali dengan elang milik Gail.


Tidak menunggu lama sebelum mencapai kota Tria.


Gail hanya menurunkanku didekat hutan, dan dia pergi lagi. Entah karena alasan apa?


Aku mengecek daftar pesan yang cukup banyak dari Tria.


Yang terbaru untuk menemuinya di restaurant di kota Tria. Karena sudah dikota seharusnya tidak masalah.


Lagipula, jauh-jauh dia dari ibukota kesini. Hanya untuk mengecek keadaanku. Restaurant yang dimaksud adalah restaurant didekat bengkel kerja Larph dan Jarph.


Aku masuk kedalam restaurant dan melihat Inori dan Freyas yang duduk disalah satu meja.


Aku berjalan menghampiri mereka berdua.

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2