Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 28 Dungeon Thunder hall


__ADS_3

Aku benci memanjat, dan mendaki.


Kenapa setiap dungeon selalu berhubungan dengan gunung sih?


Dimana sepanjang perjalanan mendaki gunung saja sudah sangat sulit selain medannya yang gila banyak monster yang berelemen petir.


Sekarang setelah melewati hutan dan mulai mendaki ke ketinggian beberapa elang petir bersama petir-petir sering menyerang tanpa henti.


Yang jelas butuh 1 jam lebih untuk mencapai gerbang dungeon. Syarat untuk masuk sepertinya menurun.


Daripada soul orb tingkat boss kami butuh 5 soul orb elite tipe thunder. Menurun kan? Entahlah, karena banyak monster yang menyerang syarat itu sudah lama kami penuhi.


5 soul orb telah diberikan, kami masuk kedalam dungeon thunder hall.


Kami Spawn ditengah aula dengan 10 pintu yang memutari kami.


-Anda memasuki ruang penantang Thunderhall


Jaga portal keluar anda dari gelombang monster, monster akan di spawn setiap 20 menit dengan tingkat yang meningkat.


Tantangan berhasil jika bertahan hingga 10 bos monster menyerang


Serang elang itu. Karena teriakan ku membuat semua shock bahkan si Archer langsung melepaskan panah begitu saja.


Oh ya, tempat kami berada itu seperti aula dengan 10 pintu disekitar dan 1 portal ditengah tepat dibelakang kami. Ada 10 jendela yang sangat besar di atas setiap pintu.


Jendela itu terlihat pemandangan luar yang penuh burung elang dan petir yang menggelegar.


Ngomong-ngomong panah dia mengenai satu burung yang sekarang berteriak kencang.


Petir mengamuk sambaran demi sambaran mengenai atap dan meruntuhkannya.


Semua pintu hancur, dinding, bahkan atap membuat menjadi tempat dengan area terbuka


-Anda memicu tantangan dewa


-Bertahan hidup selama 2 jam penuh


-Kalahkan 10 bos tipe burung.


Portal akan berubah menjadi Kristal penyembuh selama didaerah kristal akan menaikan regenerasi mana 40% dan Health 40% Semua skill yang berhubungan dengan health akan bisa terus digunakan tanpa CD


-Waktu kristal hanya 5 menit dan akan muncul 5 menit berikutnya


"dengar baik-baik tujuan kalian hanya satu tetap hidup karena itu kalian cukup fokus pada kristal dan bertahan disana, aku akan mengambil telurnya"


"Apa kamu gila bagaimana caranya--"(Yangterpandayy) Petir besar menghancurkan atap sepenuhnya. Bersamaan dengan para elang yang menyerang dengan ganas.


Panah dan sihir mulai menyerang yang masih terbang dilangit sedangkan yang sudah mendarat diserang oleh 'Yangterganazz'


Aku mengeluarkan rantai dari magic item box. Mungkin aku akan sering menggunakannya, hitungan satuannya per 2 meter jadi gameplay yang gunakan bisa lebih beragam.


"Menunduk!!" Aku menggunakan elemen api untuk membentuk rantai merah. Serangan rantai dan jangkauan serangan yang luar biasa.


Aku mengayunkan rantai seperti cambuk setiap cambukan menjatuhkan paling tidak 3 elang.


Setelah 3 kali mencambuk rantainya semakin kecil setelah 10 kali rantainya tinggal sepanjang kaki saja.

__ADS_1


Sudah 5 menit aku membantu membuka jalan menuju kristal.


'Yangterimoetzz' mengisi darah yang lain, bayangan raksasa muncul yang merupakan elang raksasa.


Boss pertama kah? Aku baru sadar ternyata sekitarku adalah jurang kami berada di tempat tanpa jalan turun kebawah.


Aku mencari kesetiap tebing dan gunung disekitar tapi masih tidak melihat dimana sarang Bolt pigeon.


10 elang elite diikuti puluhan elang biasa datang menyerang. Aku menyambut mereka dengan rantai es.


Aku mengayunkan rantai yang mengenai beberapa elang bagian terdepan yang membuatnya membeku dan jatuh, aku terus menyerang hingga mendekati beberapa elang elite.


Petir menyambar dari langit beragam serangan petir menyambar dari elang elite.


Aku menggunakan Backstab untuk naik keatas salah satu elang.


Ku ayunkan rantaiku mengenai semua elang elite hingga mereka membeku dan jatuh kebawah.


Setelah itu rantai ini kugunakan untuk mencekik leher elang yang kuinjak. Mana kualirkan hingga seluruh rantai berubah menjadi es tajam dan sangat dingin membekukan elang dan memberikan damage tanpa henti.


Saat jatuh aku melihat sarang burung kecil disana ada beberapa telur. Mungkin sejauh 40-50 meter.


Bagaimana caraku kesana? Sepertinya hanya bisa menginjak para elang.


Aku membuat satu rantai dan satu kait. Kait ini seperti cakar dengan 5 pisau membentuk cakar elang.


Hanya saja aku tidak tahu bagaimana ketahanannya. Aku melempar rantai dengan kait yang menyambung. Kait itu menusuk kepala elang hingga aku bisa menariknya agar bisa kuinjak.


Setelah rantai itu kucabut kaitnya menghilang, tapi sekarang aku bisa mencoba menyeberang.


Tapi dihalangi boss elang, petir berkumpul disekitar boss itu dan menyambar dengan gila kearahku.


Aku menggunakan vanish sambil melempar rantai yang mengikat leher elang itu. Satu rantai melilit tanganku karena sudah pendek, rantai yang terbuat dari mana angin.


Aku menarik diriku kearah boss itu, aku


langsung meninju kepala boss itu setelah kualiri mana pada rantainya. Membuat boss itu terjun bebas ke jurang.


Aku melempar rantai dengan kait kearah tebing dan menarik tubuhku kesana. Sarang burung dengan telur-telur kecil sudah didepanku.


Aku langsung mengambil sarang beserta telurnya. Aku kaget karena satu telur sebesar kepala bayi jatuh ketanganku untung saja sarangnya sudah kumasukkan kedalam penyimpanan. Aku masukan saja telur yang sebesar kepala bayi itu.


Aku kembali dengan melompati elang karena mereka kembali kearahku. Semua berjalan seperti sebelumnya bahkan dengan boss elang yang kembali lagi.


Aku menggunakan Backstab dan muncul dipunggungnya, aku mengikat rantai pada lehernya. Aku juga menusuk dengan piaau sihir.


Ledakan terjadi membuat bossnya oleng dan terbang dengan panik. Aku meninju punggung boss dengan rantai yang melilit ditanganku.


Tinju berapi menghantam punggung boss elang itu hingga membuatnya jatuh keatas aula.


Aku menggunakan rantai es untuk mengikat lehernya dengan ujung satunya kusambungkan dengan pisau es yang kualiri mana.


Setelah pisaunya menancap ditanah pilar es muncul dan menyatu dengan rantai. Boss itu bangun dan panik melihat ada rantai dilehernya.


Aku menyerang dengan 2 rantai petir dan api.


Layaknya cambuk aku terus menyerang tubuh boss itu dengan brutal sampai rantainya memendek.

__ADS_1


Aku melilit kedua rantai dikedua tanganku. Aku juga mengambil 2 pisau. 2 rantai langsung diselimuti petir dan api.


'Backstab' Aku muncul dibelakang boss dengan cepat aku menebas pisau sambil memukul punggung boss itu.


Satu tinju berapi berkumpul dilenganku membuat ledakan besar karena aku juga meledakkan pisau itu.


Sebelum boss elang itu jatuh aku muncul didepannya sambil mengarahkan tangan yang masih dililit rantai petir dengan pisau digenggaman.


Rantai dan pisau berubah menjadi petir yang menembus tubuh elang itu hingga dia mati.


Semuanya mematapku dengan horor.


Tapi aku mengabaikan saja. Setelah mendapatkan sarang dan telur aku menggila.


Bisa dibilang satu demi satu boss gugur ditanganku hingga.


Satu tebasan rantai angin yang berubah menjadi angin raksasa membunuh boss Giant Wyvern.


Semua selesai dalam 1 jam berkat rantai yang kudapat dari Larph.


"Ada Chest!! Ayo buka"(Yangterimoetzz)


Aku mengacuhkan mereka, aku memperhatikan satu kristal mana petir tingkat rendah ditanganku.


Ini jenis yang ketiga tingkat rendah yang kumiliki. Yang api dan es sudah kugabungkan ke kotak yang menaikan Maksimal benda yang bisa dibuat jadi 35 dan kecepatan membuat jadi 15/hari.


Aku tinggal mencari beberapa bahan lagi untuk quest Cleomalsh. Mungkin aku bisa meminta tolong untuk dibuatkan kristal badai tingkat rendah lagi.


"Baiklah ayo kembali" Semua menjawab dengan gembira hingga aku merasa sesuatu mengenai kepalaku dengan keras dan aku terjatuh.


HP ku berkurang 50, apa itu?


Aku melihat merpati yang terbang diatas kepala. Aku lelah, saat mereka masih bengong aku langsung lari kedalam portal.


***


Aku muncul digunung, tidak beberapa lama yang lain juga muncul.


"Apa itu tadi?"(Yangtersexyy) "Mungkin induk dari telur yang kuambil. Sekarang setelah meninggalkan dungeon pasti dia tidak bisa menyusul" "Ya itu cukup mengagetkan"(Yangterganazz)


Kami menuruni gunung dengan hati-hati sebelum sesuatu dengan keras menghantam kepala ku lagi.


Hingga aku terguling menuruni tebing dengan kecepatan yang gila. Aku menghantam dinding, dan aku melihat apa itu yang menyerangku.


Karena dia terbang secepat kilat kearahku.


Ledakan terjadi burung itu kembali menghantam kepalaku.


Setelah beberapa lama dia kembali, aku menghindar dan menggunakan stealth untuk kabur.


Aku hanya mengirim obrolan kegrup kalau aku menunggu dikota. Aku dengan cepat bergerak, pasti dia tidak bisa melihatku.


Ya aku berpikir seperti itu sebelum aku jatuh karena dihantam burung itu lagi.


Sial!!!!! Sekarang aku tidak perduli, aku berlari ke kota sambil menghindar serangan burung bodoh itu.


**TO BE COUNTINUE.....**

__ADS_1


__ADS_2