
Membunuh soul eater? Sepertinya itu hal yang sulit mengingat mereka memusnahkan semua anggota 'Dark side eyes'
Tapi aku tidak mau membuang kesempatan mengikuti petunjuk yang diberikan bola api aku semakin masuk dalam kegua.
Hingga keruangan yang cukup besar.
Disini banyak hantu Assasins untung saja atap digua cukup tinggi, aku bisa menggunakan kait dan rantai.
Aku melempar rantai yang terhubung kait keatas gua, satu demi satu kait hilang untuk membantuku menyebrang.
Aku masuk lebih kedalam lagi hingga sampai ditempat dimana cukup banyak tulang belulang.
Diatas tulang itu ada monster humanoid sepertinya yang tubuhnya ditutupi jubah hitam,
dari balik jubah keluar sabit yang sepertinya gagang sabit itu dipegang didalam jubahnya.
Aku memutuskan untuk menyerang, Aku menggunakan Stealth dan menyiapkan rantai.
Aku tidak bisa mendekat karena banyaknya tulang disitu yang akan menghilangkan Stealthku.
Jadi kuayunkan rantaiku yang langsung mengikat tubuhnya.
Aku menggunakan mana untuk membakarnya.
"Bajingan mana yang menyerangku?"(???)
Aku langsung berlari kearahnya dengan kedua pisau api.
"Mati kamu"(???) Sabit besar mengarah kearahku tapi aku langsung menggunakan 'Backstab' dan muncul dibelakangnya.
Aku menyentuh bayangannya membuat banyak tangan hitam menahan tubuhnya.
Aku meninggalkan monster itu dan pergi menuju portal yang terbuat dari tulang.
2 pisau api langsung kulempar kearah tulang-tulang pembentuk portal itu.
Kedua pisau itu meledak meruntuhkan portal.
Sabit besar muncul diatas kepalaku, aku langsung menggunakan Shadow position hingga aku dan monster itu bertukar tempat.
Aku terkejut bukan main melihat bentuk monster itu. Sepertinya aku akan mimpi buruk
Monster itu seperti pria besar berotot yang memegang 2 sabit sepanjang lengan, yang mengerikannya dari punggungnya ada kerangka manusia dari punggung kekepala dengan lengan sabit dengan panjang 1 atau 2 meter.
Dan kerangka itu hidup
"Cari mati, menggangu ku dan menghancurkan portalku. Apa kamu tahu berapa besar usaha ku untuk membangun portal itu"(???)
Makhluk itu melompat sabit besar kerangka itu menebas kearahku. Aku menggunakan backstab dan menusuk punggungnya.
Serigala bayangan juga keluar dan menggigit leher makhluk itu. Aku mengunakan shadow hand untuk menahan makhluk itu.
__ADS_1
Tapi 2 sabit raksasanya tidak tertahan dengan skill shadow hand dan menyerang secara membabi buta.
Aku menggunakan rantai es untuk mengikat kerangka itu dan mengikatnya dipilar es dengan bantuan pisau es.
Kerangka itu jadi tidak berguna, selama waktu tersebut aku menyerang habis-habisan makhluk itu hingga darahnya menjadi 50%
Ukuran makhluk itu membesar, kerangka yang ada ditubuhnya malah menyusut seperti dimakan oleh dagingnya sendiri.
Hingga hanya tersisa lengan tulang, juga sabit dan tengkorak yang menempel dipundak makhluk.
"Bangun kalian makhluk tidak berguna"(???)
Makhluk itu menghentakkan kaki, tiba-tiba seluruh tulang berserakan dilantai mulai menyatu dan berdiri.
Tadinya aku khawatir tapi ini hanya sekumpulan tulang tanpa senjata bahkan mereka tidak memakai apa-apa.
Makhluk itu melempar kedua sabitnya. Sabit itu berputar kearahku, aku dengan mudah menghindar apalagi dengan bantuan perisai tulang sebanyak ini.
Aku menggunakan Shadow radiation membuat seluruh tempat disana dipenuhi duri bayangan.
Tapi aku merasa itu belum cukup, aku juga menembak shadow needle kearah makhluk itu.
Tidak ada lagi tempat tanpa duri bayangan.
Aku mengeluarkan rantai api, saat kuayunkan rantai itu terikat ke jarum bayangan.
Memang itu tujuanku, aku terus menggunakan rantai api membuat jaringan rantai api.
Tornado itu berubah menjadi tornado api semua kerangka disekitarnya tersapu habis.
Tiba-tiba tornado api itu terbelah dan menghilang.
Apa itu? Ternyata itu sabit raksasa makhluk itu.
Makhluk itu berlari kearahku, aku menggunakan Backstab dan muncul dibelakang makhluk itu.
Tapi Sabit raksasa berputar kearahku, aku langsung menjauh sambil melempar pisau api
Ledakan terjadi dipunggungnya.
Makhluk itu melompati api mengarah kearahku.
Aku mengunakan Shadow position dan bertukar tempat dengan makhluk itu.
Aku melempar 2 pisau petir yang langsung menembus tubuhnya. Aku melempar rantai es ke kerangka itu.
Dalam sekejap makhluk itu membeku aku menyerangnya membabi buta. Hingga pembekuan berakhir.
Dalam tahap ini makhluk itu sungguh sulit, sabit raksasa itu tidak terlalu aktif menyerang tapi bisa dengan mudah melenyapkan debuff jika tidak secara langsung mengincar kerangka itu.
Setelah 30 menit monster itu meraung darahnya tinggal 30% dan perubahan terjadi.
__ADS_1
Kerangka itu tumbuh menjadi raksasa sedangkan badan makhluk itu menyusut dan menciut.
Kerangka itu membuka mulutnya, ribuan arwah hijau keluar dari mulutnya. Bukan cuma itu aku mendengar dari belakang semua hantu Assasins mendekat.
Makhluk itu mengangkat sabit raksasa ditangannya, beberapa arwah tertarik dan menyelimuti sabitnya. Aku harus menghindarinya.
Benar saja makhluk itu menebas sabitnya kearahku. Serangan itu berubah menjadi roda arwah yang berputar kearahku.
Aku menghindar tapi roda arwah itu kembali kearahku, dan makhluk itu sudah menyiapkan serangan kedua.
Aku menghindar sambil mengeluarkan rantai es dan kait angin. Aku melempar kait yang tersambung rantai keatas.
Kaitnya berubah menjadi tornado dan rantainya hancur menjadi awan dingin yang berputar kencang bersama tornado.
Semua arwah membeku bahkan seluruh gua hampir bisa dibilang membeku. Makhluk itu juga mulai melambat.
Sekarang saatnya, aku mengeluarkan kait api dan rantai petir. Keduanya kusambung dan aku mulai menyerang.
Aku menggunakan Shadow teleportasion dan muncul dibelakang makhluk itu. Aku menyerang bersama dengan jarum bayangan raksasa yang membuatnya stun.
Shadow wolf muncul dan menyerang dengan gila, Aku menyerang dengan rantai dan kait. Luka dari serangan kait api memberikan bekas luka terbakar dan gosong hingga tulang-tulang itu menghitam karena terbakar.
Sedangkan serangan rantai petir membuat gerakan menyerang jadi cepat dan makhluk itu semakin lambat.
Badai es mulai menghilang dan makhluk itu mulai bisa bergerak. Aku langsung mundur saat sabit itu mulai berputar kearahku.
Aku melilit makhluk itu dengan rantaiku, aku menggunakan Backstab untuk muncul dibelakang makhluk itu dan menusukan kait dan 2 pisau api lagi.
Aku mundur karena rantai dan semua pisau telah kupenuhi dengan mana. Petir dan ledakan besar terjadi dan menyebar kemana-mana
Hingga membunuh hampir semua arwah yang dikeluarkan makhluk itu. Aku mengeluarkan 2 pisau api dan petir keduanya kutumpuk berlapis.
Aku melempar kedua pisau itu setelah dialiri mana. Aku serasa melempar petir kedua pisau itu sangat cepat, tanpa kusadari ledakan sudah terjadi.
Seluruh arwah berteriak dan melesat kearahku.
Aku menghindar dengan susah payah karena mereka banyak sekali, bahkan aku tidak bisa menggunakan rantai.
Tiba-tiba ledakan terjadi aku ikut terhempas keatas. Arwah-arwah menggunakan kesempatan itu untuk mencabik-cabiku yang sedang diatas tidak berdaya.
Makhluk itu melesat kearahku dengan kedua sabit raksasanya yang diselimuti arwah. Seperkian detik saat sabit itu sudah didepan mata aku menggunakan Vanish hingga aku menghilang dan kebal dari serangan.
Aku terdorong mundur, hal itu kugunakan untuk mengeluarkan banyak pisau dan rantai es. Berbagai pisau elemen melesat kearah makhluk itu dan menancap ditubuhnya.
Aku menggunakan rantai es untuk membekukan tubuh makhluk itu.
Berbagai ledakan elemen terjadi menutupi seluruh gua.
Pemberitahuan muncul yang menandakan aku sudah menang.
**TO BE COUNTINUE....***
__ADS_1