After Apocalypse

After Apocalypse
Pemenang Sebenarnya


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Ada tujuh hari dalam satu minggu. Tidak terdengar banyak, tetapi tujuh hari terakhir adalah hari yang sangat berat bagi semua orang di Shelter 11.


Pada saat gelombang binatang buas terjadi, semuanya menjadi kacau. Kerusakan tampak di mana-mana. Banyak pepohonan dihancurkan, bahkan dinding pelindung kota bagian selatan dihancurkan.


Dikarenakan kepergian pasukan utama, orang-orang yang tinggal di Shelter 11 kewalahan. Bukan hanya itu, tetapi orang-orang yang bertempur sebelumnya juga sangat menderita. Entah itu di sisi Blood Cross atau sisi hunter bebas.


Beberapa makhluk level 4 muncul dalam kekacauan tersebut, membuat bencana yang sangat besar.


Sebagai pemegang tanggung jawab terbesar, pemimpin Shelter 11 pergi pertermpur dengan pasukannya, termasuk beberapa hunter level 3 terkuat di bawahnya.


Setelah berjuang keras, mereka berhasil menghentikan gelombang binatang buas dan membersihkan Shelter 11. Namun, sebagai gantinya, mereka juga harus mengorbankan nyawa mereka karena harus bertempur dalam keadaan tidak optimal. Bukan hanya karena mereka terluka dan lelah, tetapi musuh yang muncul benar-benar jauh lebih kuat daripada tahun-tahun sebelumnya.


Di sisi hunter bebas, banyak hunter kuat yang mati di tangan pemimpin Shelter 11 dan Aunt Ma. Meski begitu, masih banyak yang bisa selamat dari pertempuran, tetapi jumlah tersebut kembali berkurang setengahnya karena gelombang binatang buas.


Hanya saja, ada satu kebenaran yang membuat semua pihak entah pasukan dari Shelter 11 atau hunter bebas yang berperang marah.


Pada saat krisis besar, tim red sparrow A dan B membantu pihak Shelter 11. Itu juga alasan kenapa pemimpin Shelter 11 bisa melawan beberapa monster level 4. Membunuh satu dan mengusir dua lainnya.


Anggota tim red sparrow mati dalam misi membersihkan Shelter 11, tetapi tidak ada yang menganggap mereka sebagai pahlawan. Itu karena kebenaran terungkap setelah pertempuran.


Ternyata tim red sparrow A atau B tidak membawa bahan yang sangat berharga. Mereka memang membawa beberapa bahan level 3, tetapi jelas bukan itu sesuatu yang harus mereka kawal.


Itu berarti, sejak awal dua tim tersebut hanya digunakan sebagai pengecoh sementara tim asli membawa barang-barang asli langsung menuju ke markas utama.


Walau tidak tahu apa alasannya, memancing kerusuhan sehingga banyak orang tewas dan berakhir mengakibatkan kekurangan pasukan dalam menghadapi gelombang binatang buas bukanlah sesuatu yang bisa dianggap lelucon.


Dalam tragedi ini, setidaknya lebih dari seribu orang terbunuh, termasuk orang-orang yang berperang memperebutkan sumber kekayaan yang sebenarnya palsu.


Bisa dibilang, selain satu kabar baik dimana Shelter 11 dibersihkan, sisanya adalah kabar buruk. Munculnya banyak korban, kekurangan makanan, kekurangan air, dan yang paling buruk ... zona yang dulunya dianggap aman sekarang menjadi berbahaya karena banyak monster berkeliaran di luar dinding Shelter 11.


Rasanya benar-benar sedang dikelilingi musuh dengan pasokan makanan yang sangat menipis.


---


Sementara itu, di kediaman Melissa.

__ADS_1


Dalam sebuah kamar, sosok Jacob terbaring di atas ranjang. Seluruh tubuhnya dibalut oleh perban. Aroma obat yang kuat tercium dalam ruangan. Hanya saja, pria paruh baya itu sama sekali tidak terpengaruh, masih memejamkan mata tanpa sedikitpun menggerakkan tubuhnya.


Napasnya benar-benar sangat lemah. Jika bukan karena jantungnya yang masih berdetak, mungkin dia akan dianggap telah mati.


Tidak jauh dari ranjang, dua orang menatap Jacob dengan ekspresi sedih di wajah mereka. Mereka adalah Melissa dan Claude. Salah satunya adalah muridnya, dan satunya adalah tuan sekaligus kerabatnya.


“Paman Jacob ...”


Melissa menunduk, bergumam pelan dengan kedua tangan mengepal erat. Dia merasa sangat bersalah karena berpikir kalau alasan Jacob sampai seperti itu dan banyak rekan yang mati adalah karena kesalahannya.


Meski tidak sepenuhnya salah, tetapi ada alasan lain kenapa Jacob bisa seperti itu. Sebelumnya pria paruh baya itu bertarung dengan sangat keras melawan dua orang hunter level 3. Kondisinya sendiri sudah sangat menurun dan tidak baik. Ditambah bertarung dengan keras melawan Alexander dan diracuni oleh pemuda itu, pria tersebut akhirnya harus jatuh vegetatif.


Sekarang racun dalam tubuh Jacob telah didetoksifikasi. Namun, dampak pertempuran sebelumnya sama sekali belum hilang. Tubuhnya terlalu lelah untuk bangun dan masuk dalam masa vegetatif.


Claude melirik ke arah Melissa. Wanita cantik yang sebelumnya dia kenal sekarang cukup berubah. Bukan hanya penampilannya agak berantakan, tetapi dia juga menjadi sedikit lebih kurus.


Sementara itu, tubuh Claude sendiri juga dibalut perban. Luka yang dia terima sebelumnya belum sepenuhnya sembuh. Hanya saja, pria itu agak penasaran kenapa dia tidak diracuni seperti gurunya.


Mengingat betapa tidak berdayanya dirinya, lalu melihat ke arah Jacob yang terbaring tak sadarkan diri di ranjang, tangan Claude mengepal erat.


‘Aku bersumpah tidak akan mengecewakanmu lagi, Guru! Entah keselamatan Nona Melissa dan musuh yang menunggu di depan kita ...’


‘Mulai sekarang aku yang akan mengurusnya!’


---


Sementara itu, jauh di Shelter 1, markas utama Blood Cross.


Dalam sebuah ruang tamu mewah kediaman Keluarga Rosewald, tampak tiga orang duduk di sofa kulit. Ada juga dua orang yang sedang berdiri dengan tenang.


Di kursi utama, tampak seorang pria paruh baya berusia akhir empat puluhan. Wajahnya agak pucat, tetapi tidak menutupi ketampanannya. Belum lagi, ada yang mencolok dari penampilan pria itu.


Rambut pirang, mata merah seperti rubi ... benar-benar mirip dengan vampir dalam legenda.


Di belakang pria itu, tampak dua orang berdiri. Sama seperti penjaga yang sedang mengawal tuan mereka.


Sementara itu, di seberang meja ada dua orang yang duduk. Salah satunya adalah pria tampan yang tampak tenang sedang memejamkan mata. Sementara satunya adalah pria tampan dengan penampilan sedikit liar, yang hanya memakai celana panjang dan tidak memakai apa-apa di musim dingin yang suhunya sangat ekstrem.

__ADS_1


Pria yang tampak sedikit liar itu menyilangkan kaki, menopang dagu sambil melihat ke arah pria paruh baya di depannya dengan ekspresi tidak puas.


“Tuan Julius, bolehkah aku membunuh pria menyebalkan ini? Dia sama sekali tidak cocok untuk menjadi kepala Keluarga Rosewald yang baru! Dia hanya sampah!” ucap pria itu dengan lantang.


“KAMU-“


“Kalian berdua diam!”


Sebelum kedua penjaga yang tidak puas menyela, pria paruh baya itu mengangkat tangannya. Memberi isyarat agar mereka berdua diam dan tidak ikut campur. Dia kemudian menatap pria di depannya dengan hormat, dan berkata dengan nada lembut.


“Saya memang membunuh banyak orang, dan saya tidak bisa menyangkal fakta itu, Tuan Kaiser. Hanya saja, ini harus dilakukan karena Shelter 11 memiliki terlalu banyak orang. Karena ayah belum lama ini meninggal, saya takut mereka memberontak ketika menerima kabar tersebut. Belum lagi, banyak hunter bebas di Shelter 11.


Jadi, saya merasa kalau pilihan untuk membersihkan sebagian besar dari mereka itu benar.”


Mendengar ucapan pria paruh baya itu, Kaiser mengetuk pegangan kursi dengan ringan menggunakan jari telunjuknya secara ritmis. Setiap ketukan tampak sangat ringan, tetapi membuat pegangan kursi yang sangat solid dipenuhi dengan retakan.


“Bukankah aku sudah bilang kalau gelombang binatang buas lebih kuat akan muncul dan benua akan menjadi lebih kacau mulai tahun depan? Kenapa kamu masih mengadu hunter bebas dan bawahanmu sendiri?


Kamu sudah membuat nyawa banyak orang hilang! Bahkan jika ada hunter level 4 di Shelter 11, itu tidak menjamin kalau mereka bisa bertahan!”


Melihat Kaiser yang mulai tidak sabar, pria paruh baya itu tersenyum tulus. Dia jelas telah membuat banyak orang mati, menjadi pemenang sebenarnya dari pertempuran yang terjadi di pegunungan luar Shelter 11. Namun, pria paruh baya itu tidak bisa tidak merasa gugup ketika ditatap oleh Kaiser karena ucapan sebelumnya sama sekali bukan omong kosong.


Kaiser memang benar-benar bisa membunuhnya dan meloloskan diri dari Shelter 1 dengan mudah!


“Cukup. Kita tidak datang untuk membuat kerusuhan, Kaiser. Kita berdua hanya datang untuk menyampaikan pesan.”


Saat itu, Julius yang sedari tadi diam tiba-tiba berbicara. Dia kemudian bangkit dari kursinya. Pria itu kemudian mengangguk pada pria paruh baya dari Keluarga Rosewald tersebut lalu melanjutkan.


“Maaf telah membuang waktumu.”


Setelah mengatakan itu, Julius berjalan pergi.


Kaiser menatap pria paruh baya itu beberapa detik sebelum bangkit. Dengan lompatan ringan, dia langsung menyusul Julius yang berjalan pelan.


Benar-benar meninggalkan ruangan dalam kesunyian.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2