After Apocalypse

After Apocalypse
Merah Di Hamparan Salju Putih


__ADS_3

“Wow! Tampaknya kita tidak salah memilih, Kak. Melihat bagaimana mereka terburu-buru, seharusnya menggunakan kelompok utama untuk memancing orang-orang.”


Seorang pria paruh baya bungkuk yang berambut keriting acak-acakan berkata dengan ekspresi senang. Di kedua tangannya, tampak dua kama (sabit kecil). Dia menatap ke arah Aunt Ma dan beberapa orang lainnya dengan ekspresi serius.


“Wow! Apakah wanita itu benar-benar ‘Aunt Ma’ yang dirumorkan? Dia jelas lebih tua daripada kita, tetapi tampak lebih muda.”


“Diamlah. Wanita cantik memang menarik, tetapi kita tidak bisa melupakan tujuan awal datang ke tempat ini!”


Seorang pria kurus yang dipanggil ‘Kakak’ berkata dengan ekspresi muram. Wajahnya tampak seperti pria paruh baya sebelumnya, tetapi dia lebih tinggi, kurus, dan memiliki rambut lebih panjang. Di tangannya, tampak sebuah tombak panjang berwarna abu-abu kusam.


“Bukankah mereka Blood Lizard dan Bone Lizard, dua bersaudara yang memimpin kelompok Abyssal Lizard yang dihancurkan dua tahun lalu?”


“Bukan hanya dua orang itu, ada cukup banyak tokoh terkenal yang biasanya tidak menampakkan diri!”


“Apa? Bukankah orang-orang itu adalah hunter level 3 berbahaya yang biasanya bersembunyi karena takut ditargetkan?!”


“Sial! Yang benar saja!”


Orang-orang di kerumunan mulai saling berbisik. Meski di pihak mereka ada Aunt Ma yang merupakan hunter level 4 dan enam hunter level 3 lain, tetapi dua hunter level 3 dari tim red sparrow terluka cukup parah. Sedangkan di pihak musuh, ada sembilan orang hunter level 3 yang dipimpin oleh Blood Lizard dan Bone Lizard, dua pembunuh keji.


Bukan hanya sembilan hunter level 3, tetapi ada ratusan orang yang mengikuti mereka. Dari jumlahnya, setidaknya ada 1,5x lebih banyak daripada pasukan yang berada di bawah Blood Cross.


Hal tersebut langsung membuat banyak orang panik!


“Akhirnya kalian ... para tikus sudah berani keluar?”


Suara wanita yang lantang membuat semua orang fokus ke arahnya. Di sana, tampak sosok Aunt Ma yang berdiri tegak dengan dada membusung. Wanita itu sama sekali tidak terlihat takut. Sebaliknya, dia menjilat bibirnya dengan ekspresi haus darah. Benar-benar tidak cocok dengan citranya sebagai ‘wanita tua’ dan adik pemimpin Shelter 11.


“Wanita tua ini (aku) sudah menunggu terlalu lama dan hampir mati karena bosan. Lakukan semuanya sesuai dengan rencana!” teriak Aunt Ma lantang.


Bersamaan dengan teriakan wanita tua itu, semua orang tersadar. Mereka semua langsung pergi ke posisi masing-masing, membagi barisan menjadi tiga kelompok yang melindungi para ‘porter’ di tengah.


Aunt Ma memimpin dua penjaga level 3, dan puluhan hunter level 1 dan level 2.


Putra Aunt Ma, Juan memimpin satu kepala keluarga yang merupakan hunter level 3, satu porter (pembawa barang) level 3, dan puluhan hunter level 1 dan level 2.

__ADS_1


Putri Aunt Ma, Melissa memimpin satu penjaga level 3, satu porter level 3, dan puluhan hunter level 1 dan level 2. Sedangkan Keluarga Grasswald sendiri termasuk dalam pasukan yang dipimpin oleh Melissa yang bertanggung jawab di bagian kiri.


“Aku dan adikku akan mengurus Aunt Ma. Dua orang lain membantu mengurus dua penjaganya." Bone Lizard memberi perintah. “Lima orang sisanya ... tiga urus kelompok yang dipimpin Juan, dua urus kelompok yang dipimpin gadis itu.”


Mendengar ucapan Bone Lizard, tujuh hunter level 3 lainnya saling memandang. Meski merasa agak enggan mematuhi perintah orang itu, sekarang mereka sedang beraliansi. Dikarenakan kelompok Abyssal Lizard lebih kuat daripada kelompok mereka, jadi Bone Lizard akhirnya ditunjuk sebagai pemimpin.


“YA!” jawab mereka dingin.


Pada saat itu, kedua sisi pasukan saling memandang dengan ekspresi serius di wajah mereka. Entah kenapa, belum ada orang yang memulai langkah pertama.


Mata Alexander menyempit ketika melihat pria yang senantiasa melindungi Melissa. Dia merasa sedikit enggan karena rencananya tidak dapat dilakukan secara menyeluruh. Targetnya sebenarnya adalah Juan dan Keluarga Grasswald, orang-orang yang ingin dibunuh Aurora.


‘Urus pria itu belakangan. Aku harus memanfaatkan waktu ini untuk membereskan Keluarga Grasswald.’


Alexander membawa pedang besar dengan tangan kanannya. Dia sesekali melirik ke kelompok utama dimana Aunt Ma berada. Bukan untuk mengagumi wanita itu, tetapi menunggu perintah darinya.


Baru saja hendak melonggarkan kewaspadaannya, suara teriakan terdengar di telinga Alexander dan seluruh pasukan.


“SERANG!!!”


Bersamaan dengan teriakan Aunt Ma, semua orang langsung maju ke depan.


Tidak mau kalah, Bone Lizard berteriak lantang lalu bergegas ke depan.


Saat itu juga, berbagai wujud perubahan muncul. Ada yang tangannya berubah menjadi tangan binatang buas. Ada yang merubah kakinya. Bahkan ada beberapa perubahan aneh yang cukup mencolok dimana tubuh ditutupi bulu, menjadi bungkuk dengan taji di punggungnya, atau penampilan-penampilan lainnya.


Banyak orang langsung menggunakan miracle root mereka. Kecuali hunter level 1 atau beberapa hunter level 2 yang memiliki efek miracle root minimalis (sama seperti Boris yang hanya bisa menggunakan racun), tidak ada yang menahan diri karena mereka tahu nyawa adalah taruhannya. Tidak boleh lalai jika tidak ingin mati.


Saat itu, sosok pria paruh baya di sebelah Melissa maju ke depan dengan ganas. Penampilannya agak aneh karena kekar, tetapi mengenakan pakaian buttler dan topeng petinju di wajahnya. Namun, tekanan kuat muncul dari sosok pria tersebut.


Pada saat berlari ke depan, tubuhnya semakin mengembang. Kedua tangannya berubah menjadi cakar beruang dengan ukuran sangat besar. Dia melompat maju ke salah satu hunter level 2 di pihak musuh lalu mengayunkan tinjunya.


BANG!


Suara keras terdengar. Dada pria itu langsung tenggelam, banyak tulang rusuknya patah. Tidak sampai di sana, dia juga terhempas mundur belasan meter sambil menyemburkan darah dari mulutnya. Langsung jatuh dengan keras, tidak tahu apakah masih hidup atau sudah mati.

__ADS_1


Melihat awalan yang dipimpin oleh Jacob, pasukan yang dipimpin Melissa langsung meningkatkan semangat juang mereka. Orang-orang itu kemudian menerjang maju tanpa rasa takut, bahkan Moris dan anggota Keluarga Grasswald juga mulai unjuk gigi untuk memamerkan kekuatan mereka.


Sebaliknya, Alexander berada di tengah, agak belakang barisan. Dia juga maju, tetapi bergerak agak lambat mirip dengan para pengecut. Namun pemuda itu tidak ketakutan. Dia sesekali melirik ke arah porter, seorang hunter level 3 yang sebelumnya memimpin tim red sparrow.


‘Dari ekspresi tak acuh di wajah kalian, tampaknya nyawa orang-orang ini tidak sebaik barang yang kalian bawa ... ya?’


Mata Alexander menyempit. Dari tindakan orang-orang itu, jelas kalau mereka tidak akan maju. Orang-orang itu hanya akan bertarung jika pihak lawan bergegas ke arah mereka.


Swoosh!


Hanya karena Alexander tidak berinisiatif menyerang, bukan berarti tidak ada musuh yang akan menargetkannya.


Dalam kekacauan, tampak beberapa orang berjubah hitam bergegas ke arahnya. Mereka mengayunkan pedang dengan kejam, tetapi Alexander melompat mundur dengan ringan. Karena tidak merubah bagian tubuhnya, tampaknya orang-orang itu menganggapnya sebagai hunter level 1.


“Menarik ...” gumam Alexander dengan suara Boris yang serak.


Slash!


Alexander langsung mengayunkan pedangnya, memenggal kepala salah satu lawan. Dia kemudian memutar tubuhnya dan menendang dada pria lain sampai terhempas mundur beberapa meter.


Swoosh! Klang!


Alexander bergegas maju lalu mengayunkan pedangnya untuk membunuh pria itu, tetapi ada sosok lain muncul di depannya dan menangkis serangannya.


“Oh?”


Alexander mengangkat alisnya. Dia tidak menyangka kalau ada yang bisa menangkis ‘pisau daging’ yang telah dia tingkatkan dengan cakarnya. Tampaknya miracle root lawan tidak buruk. Namun, ekspresi pemuda itu agak berubah ketika melihat lawan di depannya.


Di hamparan salju, banyak orang tumbang dan menodai warna pulih dengan warna merah.


Di depan Alexander, tampak sosok pria paruh baya dengan lengan agak tebal. Jari pria itu cukup panjang, belum lagi cakarnya yang panjang seperti pisau. Melihat wajah pria paruh baya itu, Alexander memunculkan senyum Boris yang khas.


“Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini ... Igor!”


Mendengar ucapan ‘Boris’, Igor menyeringai. Merentangkan kedua tangannya, pria itu berkata.

__ADS_1


“Tidak baik bagimu menipu para hunter level 1 dengan cara seperti itu ... Temanku!”


>> Bersambung.


__ADS_2