
Tanggal 13, bulan 8, tahun 401 Kalender Rembulan Hitam.
Tanpa terasa, waktu kembali berlalu begitu saja. Musim panas yang dibenci banyak orang termasuk Alexander akhirnya berlalu, musim gugur akhirnya tiba. Pemandangan indah dimana daun menguning cukup memanjakan mata. Selain itu, banyak hal terjadi dalam waktu ini.
Setelah menghabiskan hampir delapan bulan di Shelter 1, lima rekan wanita Alexander akhirnya menembus batasan mereka. Jane dan Nene akhirnya menjadi hunter level 1, Daisy dan Aster menembus level 2, dan Aurora juga naik ke level 3.
Sekarang anggota tim berisi dua hunter level 3, dua hunter level 2, dan dua hunter level 1. Meski ukuran tim terbilang kecil, tetapi kekuatan mereka bisa dianggap naik hampir ke level menengah. Setidaknya, sebelum mereka mendapatkan miracle root yang cocok.
Setelah mendapatkan miracle root yang cocok, kekuatan tim dapat bersaing dengan kelompok tingkat menengah.
Selain itu, Alexander juga mendapatkan kebahagiaan berlipat-lipat. Bukan hanya karena Vermillion Shop semakin terkenal, tetapi juga karena toko anggur dan pakiannya menjadi laris manis. Hanya saja, itu bukan hal yang paling membuat pria itu senang.
Apa yang membuat Alexander senang adalah ... menemukan bahan untuk membuat ramuan evolusi level 4 dan anggur Golden Dawn!
Dia merasa kalau hubungannya dengan Tuan Lenka, Tuan Wilson, dan Sir Gareth tidak sia-sia karena mereka bertiga membantunya mendapatkan bahan tersebut. Meski dijual dengan harga mahal lewat pelelangan, setidaknya dia tidak seperti kucing buta yang mencari mangsa dan bergantung pada keberuntungan untuk menemukan tikus mati.
Sekarang, jalannya menjadi lebih stabil!
Ada juga pencapaian dalam latihannya. Dalam pertempuran melawan Yona, sekarang Alexander bisa mengalahkan wanita itu jika bertarung di darat. Meski menggunakan teknik telekinesis, tetapi dia tidak menggunakan miracle root Abyssal Basilisk. Sedangkan untuk pertempuran udara ... dia masih dikalahkan oleh Yona. Tentu saja, tidak seburuk sebelumnya.
“Selanjutnya ... waktunya mencari kesempatan untuk mendapatkan miracle root anggota tim.”
Alexander bergumam pelan dengan suara yang hanya bisa dia dengar.
Tok! Tok! Tok!
Pada saat itu, pintu kantornya diketuk. Dia sedikit bingung. Tidak biasanya ada orang di pagi seperti ini. Aurora, Daisy, dan Aster jelas masih berlatih. Nene dan Jane sibuk bekerja. Jadi, kemungkinan besar ada tamu lain dan Nene memanggilnya.
“Masuk,” ucapnya.
Alexander tampak terkejut ketika pintu dibuka. Pria itu melihat sosok berjubah masuk ke dalam ruangan. Melihat orang itu, dia tidak bisa tidak tersenyum.
“Sudah mengumpulkan semua intelejen? Bagaimana dengan keputusanmu? Apakah kamu mau melakukan tugas baru ini, Gery?” tanya Alexander.
“Ini agak melelahkan, Bos. Untuk saja aku tidak membuatmu malu.” Gery membuka tudung lalu menyeringai ke arah Alexander. Dia meletakkan tas besar berisi banyak sekali tumpukan kertas. “Informasi orang-orang dari kelima keluarga besar. Namanya lengkap, meski tidak terlalu mendetail, tetapi itu adalah informasi penting yang tersebar dan sulit dikumpulkan.”
Alexander menyingkirkan tas tersebut lalu berkata, “Maaf membuatmu kerepotan, Gery.”
“Hahaha! Bukankah itu sudah tugasku? Maaf, karena banyak orang memiliki mulut yang rapat, sulit untuk mendapatkan semuanya dalam waktu singkat. Omong-omong, aku tidak membuatmu kehilangan uang dengan sia-sia, kan?” Gery duduk di kursi sambil tertawa ringan.
__ADS_1
“Jadi, soal pertanyaanku sebelumya ... apakah kamu mau melakukannya?” tanya Alexander.
“Tentu saja aku mau melakukannya. Jika aku menolak kebaikanmu karena telah menemukan cara pensiun yang tepat, bukankah aku sudah gila?” Gery menunjuk kepalanya sambil tertawa.
“Menjadi manajer toko anggur dan pakaian, lalu bekerja menjadi pemandu lelang satu bulan sekali. Untuk gaji bisa didiskusikan. Sedangkan untuk perawatan, kamu bisa mendapatkan pakaian gratis setiap bulan dan sebotol Scarlet Dusk setiap minggu. Tidak masalah?” tanya Alexander.
“Bagaimana dengan anggur biasa Bos?” tanya Gery.
“Minum saja ketika kamu haus. Kenapa masih menanyakan hal-hal sepele seperti itu,” ucap Alexander yang membuat Gery langsung terkekeh.
“Seperti yang diharapkan dari pengusaha baru terkaya di Shelter 1,” puji Gery dengan nada setengah bercanda.
“Berhenti menjilat. Omong-omong ... malam ini kamu ikut denganku. Biarkan aku memperkenalkanmu dengan rekan kerjamu,” ucap Alexander dengan ekspresi serius.
“Dimengerti!”
Gery mengangguk. Ketika serius, dia juga akan serius. Pria itu bukan orang bodoh. Sebaliknya, dengan kemampuan adaptasi berbagai situasi, dia bisa menjadi sangat baik dalam pengumpulan intelejen.
***
Malam harinya.
“Selamat malam, Komandan!”
Melihat kedatangan Alexander, para penjanga di pintu depan langsung memberi hormat. Sekarang mereka semua memakai seragam militer berwarna abu-abu dengan garis perak. Mereka juga memakai sarung tangan dan sepatu kulit berwarna hitam. Yang membuat berbeda mungkin senjata yang mereka bawa. Penampilan yang tidak kalah daripada para ksatria, bahkan terlihat lebih elegan.
Seragam itu adalah sesuatu yang Alexander desain. Berbeda dengan sebelumnya, tim pekerja dibagi menjadi tiga shift. Namun, sebagai gantinya, ada tambahan 30 orang hunter level 1 dari setiap kelompok. Jadi pembagiannya berubah menjadi ...
Cursed Lambs, jam 7 pagi sampai jam 3 sore. Black Punisher, jam 3 sore sampai jam 11 malam. Thorns Dragon, jam 11 malam sampai jam 7 pagi.
Setiap tim penjaga terdiri dari 2 hunter level 3, 20 hunter level 2, dan 30 hunter level 1. Ada 52 orang setiap shift, dan total 156 penjaga yang bisa dianggap sangat kuat.
Sementara itu, Grey Triangle Pavilion dibuka dari jam 7 pagi sampai jam 11 malam.
Alexander mengangguk kepada para penjaga lalu masuk, benar-benar membuat terkejut Gery yang mengikutinya. Setelah itu, mereka langsung pergi ke toko milik Alexander.
Sesampainya di sana, Gery kembali terkejut ketika melihat betapa ramainya toko itu, khususnya bagian anggur. Dari kejauhan, tampak beberapa wanita yang tampak cantik. Ditambah pakaian yang cukup ‘panas’, penampilan mereka menjadi semakin mempesona.
“Ada sepuluh orang per shift, total pekerja dua puluh orang. Enam di toko anggur, empat di toko pakaian.” Alexander membuat perkenalan singkat.
__ADS_1
“Selamat datang, Tuan!” ucap para pelayan serempak ketika melihat Alexander berjalan mendekat.
Banyak pelanggan di toko itu, bahkan toko lain terkejut melihat pemandangan seperti itu. Alexander langsung membuat isyarat agar mereka semua kembali bekerja. Dia menunjuk salah satu orang yang menjadi penanggung jawab sementara toko anggur.
“Panggil Kate, lalu temui aku di ruang istirahat.”
“Dimengerti!” Wanita itu membungkuk sopan.
Sementara itu, Gery lebih fokus pada ‘kerah besi’ di leher para wanita itu. Dia kemudian menatap ke arah Alexander dengan ekspresi bertanya-tanya di wajahnya.
“Mereka semua adalah budak. Black Punisher memberiku 15 dan Cursed Lambs memberiku 5 orang. Sedangkan Thorns Dragon, mereka mungkin pergi ke ‘happy house’, tetapi tidak membuka toko seperti itu,” jelas Alexander santai.
Wanita yang Alexander pekerjakan adalah budak yang diberikan oleh Black Punisher dan Cursed Lambs. Itu niat baik dari Tuan Wilson dan Tuan Lenka, jadi dia tidak menolaknya. Namun, dia juga memiliki persyaratan menerima budak.
Beberapa wanita itu harus sukarela menjadi budak. Ada banyak kasus seperti itu, menjual diri agar bisa makan serta mendapatkan tempat berteduh dari terpaan angin dan hujan.
Apa yang Alexander pilih adalah wanita cantik di usia dewasa sekitar tiga puluhan yang tidak terlalu muda tetapi tidak terlalu tua. Bisa dibilang, orang-orang yang telah menerima nasib mereka tetapi juga masih menjaga kecantikan mereka.
Sebagai pemilik ‘happy house’ terbaik di Shelter 1, Tuan Wilson dengan mudah memenuhi syarat itu. Orang itu bahkan bisa memberi Alexander yang lebih muda, mungkin di awal dua puluhan. Namun langsung ditolak olehnya.
Setelah beberapa saat, dua orang memasuki ruangan. Salah satunya adalah wanita dari toko anggur. Dia memiliki rambut panjang bergelombang berwarna coklat tua tetapi diwarnai keunguan di ujungnya. Penampilannya sangat menggoda, membuat para pria merasa agak gerah.
Sedangkan satunya adalah wanita dengan penampilan yang tak kalah cantik, tetapi tubuhnya cukup atletik. Kulitnya kecoklatan dan kencang, tampak sehat. Dia memiliki rambut hitam sebahu dan senyum ceria di wajahnya.
“Yang satu ini bernama Vanessa, dan yang satu lagi bernama Kate. Vanessa adalah orang yang mengatur toko anggur dan Kate mengatur toko pakaian di shift sore-malam.” Alexander memperkenalkan keduanya, lalu melanjutkan. “Pria ini bernama Gery, dan juga memiliki panggilan Grey Jackal. Dia adalah salah satu bawahan sekaligus temanku, yang akan menjadi manajer toko.”
“Salam kenal,” ucap Gery sedikit canggung.
“Salam kenal!” keduanya membungkuk sopan.
Alexander kemudian melirik ke arah Gery lalu berkata, “Kamu bisa membiarkan mereka mengenalkan anggota lain. Namun lakukan setelah pekerjaan selesai. Kamu juga bisa datang besok pagi, omong-omong ... Kate, tolong luangkan pagimu untuk memperkenalkan Gery pada Ellen dan Nia. Mereka akan memperkenalkannya kepada anggota lain.”
“Dimengerti, Bos!” Kate memberi hormat dengan ekspresi centil.
“Kalau begitu aku pergi.”
Setelah mengatakan itu, Alexander langsung bangkit dan pergi menuju ke lantai tiga sendirian. Meninggalkan banyak orang menatap punggungnya dengan ekspresi kagum, iri, benci, dan heran. Lagipula, nama V bukan hanya terkenal sebagai pembunuh kejam, tetapi juga orang yang telah mendirikan Grey Triangle Pavilion ...
Salah satu tempat paling terkenal di Shelter 1 ini!
__ADS_1
>> Bersambung.