
Melihat ekspresi serius Alexander, Yona langsung terkikik. Wanita itu tampaknya sangat puas karena berhasil membuat lawannya kewalahan.
“Otakmu sangat baik, V. Seharusnya kamu bisa menebak kalau aku mendapatkan kemampuan dari miracle root pertama, yaitu ledakan kecepatan. Kamu juga bisa menebak kemampuan untuk mengendalikan suara dan terbang adalah kemampuan miracle root ke-3. Hanya saja, selain itu, aku juga bisa melihat dari jarak yang sangat jauh dan memiliki kemampuan lain ...” Yona menyeringai.
“Ledakan kecepatan lainnya,” ucap Alexander.
“Bingo!” Yona menjentikkan jarinya dengan puas.
“...”
Alexander terdiam. Dia sama sekali tidak menyangka ada orang yang menumpuk kekuatan miracle root dengan cara seperti itu. Normalnya, itu tidak berhasil. Bahkan jika berhasil, tubuh mungkin tidak bisa mengimbangi kecepatannya. Misalnya, kecepatannya sangat kuat, jadi otot tubuh sobek ketika menggunakan kecepatan di luar batas. Selain itu, dampak bergerak begitu cepat juga mempengaruhi visi.
‘Pendek, ringan, jenis sayap lebih fleksibel, dan ... apakah ada yang lain?’
Alexander tampak heran. Dia sama sekali tidak menyangka kalau Yona ternyata bisa memaksimalkan kelebihannya sendiri.
“Hey! Aku tahu kamu sedang memikirkan hal tidak sopan! Dasar bocah kurang ajar!” teriak Yona tidak puas.
Meski tubuhnya membuatnya memiliki keuntungan karena cocok dengan miracle root jenis kecepatan, tetapi itu masih menjadi titik sakitnya sendiri. Lagipula, dia juga wanita normal yang menginginkan tubuh tinggi, kaki panjang yang indah, lengkungan pinggang mempesona, dan dua gundukan besar yang membuat laki-laki terpesona.
Yona melihat tubuhnya sendiri. Sangat ramping (hampir kurus), pendek, bagian belakang kurang bergelombang, bagian depan seperti padang rumput datar tanpa bukit ...
“GRAAAHHH!!!”
Yona berteriak marah seperti kucing yang diinjak ekornya. Dia langsung menghilang dari tempatnya, lalu mulai muncul dan menebas Alexander seperti orang gila.
DING!
Mendengar dentingan logam berkali-kali, ekspresi Alexander agak pucat. Dia telah melapisi pedang dengan energi telekinesis. Pria itu bisa menahan serangan, tetapi sulit untuk menyerang balik. Dia berniat untuk melepaskan energi pedang lalu menebas lawan, tetapi pergerakan lawan terlalu cepat sehingga sulit melakukan hal semacam itu.
“...”
Melihat Yona tampaknya benar-benar marah, pria itu akhirnya hanya bisa menemaninya. Menganggap itu sabagai latihan baginya.
***
Keesokan paginya.
Di rumahnya, Alexander duduk dengan ekspresi agak bingung. Dia hanya mengenakan celana pendek, menatap matahari pagi sambil memikirkan banyak hal.
Sementara itu, Daisy sibuk membersihkan dan merawat luka di tubuh Alexander. Bukan luka fatal dan hanya tebasan ringan, tetapi jumlahnya sangat banyak.
Ini adalah bekas serangan Yona tadi malam. Walaupun bukan luka fatal dan tebasannya sangat dangkal, tetapi itu membuat Alexander meragukan banyak hal. Pria itu sangat percaya diri dengan teknik dan kecepatannya, tetapi masih ditebas berkali-kali oleh wanita itu.
Alexander merasa dirinya sangat lambat. Jika serangan Yona mengenaiknya 6-7 kali, dia hanya bisa mengenai wanita itu sekali. Meski serangannya sendiri lebih kuat, tetapi dia tidak bisa menyangkal kalau dirinya masih terkena serangan lawan. Tentu saja, Alexander bisa menangkisnya selama menggunakan miracle root Abyssal Basilisk. Ketika menguasai itu, serangan kecil itu sama sekali tidak berarti baginya.
Masalahnya, Alexander tidak puas atau bangga dengan kekuatan serangannya yang merusak atau pertahanannya yang sulit dihancurkan. Dia lebih mementingkan kecepatannya karena itu ada sangkut pautnya dengan Phoenix Dance.
__ADS_1
Kecepatan dan keindahan!
Mungkin jika dipikirkan dari sisi positif, normal baginya kalah dengan Yona yang memiliki tumpukan ledakan kecepatan. Namun, masalahnya bukan hanya kecepatan gerak. Apa yang membuatnya merasa kalah dengan ‘gadis nakal’ itu adalah refleks dan visi dinamisnya.
Hanya saja, setelah pertempuran, Alexander mendengar kalau alasan dia bisa terkena serangan karena dia tidak terbiasa. Menurut Yona, visi (cara melihat) mereka sama. Namun, refleks di udara Yona lebih cepat karena dia sering melakukan pertempuran udara. Sementara itu, wanita tersebut juga berkata kalau hasilnya mungkin berbeda jika mereka bertempur di darat.
‘Mungkinkah dia hanya menghiburku?’
Alexander menggelengkan kepala. Kecepatan itu memang sangat penting, tetapi jika bertarung dengan jarak sangat dekat dan intens, kecepatan adalah pedang bermata dua karena bisa melukai diri sendiri. Itulah kenapa refleks tubuh dan visi dinamis penting.
Alexander menghela napas panjang, lalu bergumam, “Sepertinya pencapaianku selama ini membuatku mengendur. Aku harus membuat rencana latihan untuk menambal titik-titik lemahku. Setidaknya, jangan biarkan itu menjadi titik fatal yang bisa membuatku kalah dalam sekejap.”
Gerakan Daisy yang sedang mengoles obat terhenti. Dia tampak bingung. Di matanya, Alexander sudah sangat-sangat kuat sehingga bisa melawan musuh di level yang lebih tinggi. Wanita itu merasa memiliki beberapa titik lemah itu wajar, karena tidak ada manusia yang sempurna. Jadi ...
Daisy merasa kalau Alexander memiliki persyaratan terlalu ketat untuk dirinya sendiri!
“Tolong jangan terlalu memaksakan diri, Tuan.” Daisy berkata dengan nada khawatir.
Alexander langsung tersadar dari lamunannya. Dia kemudian menoleh ke arah Daisy yang sedang merawatnya. Pria itu mengulurkan tangannya lalu mengelus kepala wanita itu.
“Terima kasih telah mengkhawatirkan aku, Daisy. Namun, luka ini sama sekali tidak seberapa. Aku tidak akan terlalu memaksakan diri,” ucapnya.
Daisy mengangguk. Dia kemudian melanjutkan mengoleskan obat lalu menutup luka-luka kecil Alexander. Lebih tepatnya, bekas luka yang hampir sembuh karena kemampuan regenerasi pria itu. Namun, sebagai wanita, dia tidak ingin bekas luka membuat Alexander memikirkan hal-hal yang membuatnya tidak nyaman. Itu juga alasan kenapa Daisy memaksa untuk mengoleskan obat.
Alexander merasa tidak berdaya. Dia tahu kalau lukanya bisa langsung sembuh dan bekas lukanya akan menghilang dalam beberapa hari. Namun, pria itu tidak ingin menolak kebaikan Daisy. Jadi membiarkan wanita itu melakukannya.
“Apakah ada masalah?” tanya Alexander.
“Jadi begini Al.” Aurora berkata dengan ekspresi serius. “Aku merasa kalau kemampuan kami berlima masih kurang dan hanya menjadi beban bagimu. Sebenarnya aku tahu latihan yang kamu siapkan sudah sangat efektif untuk memperkuat kami berlima. Namun, aku juga tahu kalau kamu bisa merumuskan cara latihan yang lebih efisien.”
“...” Alexander hanya diam.
“Latihan itu pasti lebih berat, tetapi kami sama sekali tidak takut menanggung hal sepele semacam itu. Jadi, bisakah kamu membantu kami berlima, Al?” tanya Aurora.
“Kalian ...” ucap Alexander dengan ekspresi tak berdaya.
Alexander sama sekali tidak merasa kalau kelima wanita itu adalah beban. Baginya, mereka sudah banyak membantunya. Entah itu mengurus kebutuhan sehari-hari, membuat potion sehingga dia bisa menyamar dan pergi dengan identitas V, serta berbagai bantuan lainnya.
“Kalau begitu aku akan membuat jadwal latihan lain untuk kalian. Namun, jadwal latihan untuk Jane dan Nene hanya ditambah sedikit. Masih latihan dasar seperti biasa di pagi dan malam hari. Sebelum menjadi hunter, aku ingin kalian meletakkan dasar kokoh terlebih dahulu. Sedangkan untuk Aurora, Daisy, dan Aster ... latihan kalian akan menjadi lebih berat. Apakah kalian yakin dengan keputusan ini?” tanya Alexander dengan ekspresi serius.
“Ya, Ketua!” jawab mereka serempak.
Dengan begitu, tujuan Oathkeeper berikutnya pun ditetapkan.
***
Sementara itu, di markas Nine Gates.
__ADS_1
“Apa yang kamu lakukan, Yona?”
Chris tampak bingung ketika melihat Yona yang makan banyak buah dengan ekspresi serius di wajahnya. Biasanya wanita itu kurang suka makan buah, lebih suka daging dan beberapa camilan lainnya.
“Uhuk! Uhuk!”
Yona yang mendengarkan pertanyaan Chris terkejut sampai tersedak. Dia buru-buru meraih segelas air lalu meminumnya. Ketika lebih tenang, dia melirik ke arah temannya dengan pandangan tidak puas.
“Kenapa kamu mengejurkanku?” tanya Yona tidak senang.
“Bukankah aku sudah memanggilmu berkali-kali tetapi kamu tidak menjawabnya?” Chris memiringkan kepalanya.
“Aku sedang sibuk dan tidak fokus!” balas Yona.
“Sibuk makan buah? Tumben melihatmu makan buah sebanyak itu. Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Chris dengan wajah bingung.
“Apa salahnya wanita ingin tampil lebih menarik? Aku dengar beberapa buah ... anu, bisa membuat itu sedikit lebih besar,” gumam Yona pelan.
“???”
Banyak tanda tanya muncul dalam kepala Chris. Beberapa saat kemudian, dia tiba-tiba tertawa terbahak-bahak. Menyeka sudut matanya, wanita itu berkata, “Bukankah itu sudah terlambat? Maksudku, kita sudah berusia lebih dari 30 tahun. Bukan lagi dalam masa pertumbuhan yang-“
Chris berhenti berbicara ketika melihat Yona memelototinya. Wanita itu kemudian mengelus dagu. Setelah berpikir serius, dia berkata, “Tinggi badanmu sama sekali tidak bisa berubah. Namun bentuk tubuh sepertinya masih bisa berubah.”
“Siapa yang peduli dengan tinggi badan?!” ucap Yona tidak puas.
“Eh? Bukankah kamu melakukannya karena diejek masalah tinggi badanmu?” tanya Chris.
“Hehehe! Itu berarti kamu ketinggalan informasi, Wanita Macho!” ucap Yona puas.
“...”
Sudut bibir Chris berkedut. Dia benar-benar ingin memukul gadis sembrono di depannya, tetapi akhirnya menyerah karena oranng itu lebih sulit ditangkap daripada kutu yang meloncat ke sana-sini.
“Sebenarnya pendek itu juga memiliki kelebihan. Bukan hanya terlihat lebih muda, tetapi juga bisa membuat orang itu lebih awet muda. Tentu saja, latihan dan perawatan perlu dilakukan. Memikirkan bagaimana rekan-rekanku sudah tampak seperti nenek-nenek tetapi aku masih seperti gadis, bukankah itu terasa keren?” ucap Yona dengan nada sembrono.
“...” Kali ini Chris benar-benar terdiam.
“Sudah dulu, Chris. Aku harus pergi berlatih. Selain menjaga penampilan, aku juga harus mengasah kemampuanku. Jangan biarkan orang itu sombong. Pukuli lagi dia di pertandingan berikutnya!” ucap Yona.
Dia telah membuat janji dengan Alexander. Selain bertemu setiap minggu untuk minum dan bersantai, mereka juga akan latihan setiap dua minggu sekali. Itu juga alasan kenapa Yona menjadi semakin rajin. Karena dia tidak ingin dikalahkan oleh Alexander, jadi harus berlatih lebih keras karena lawannya adalah monster yang berkembang terlalu cepat.
Sama sekali tidak manusiawi!
Melihat Yona yang biasa malas pergi berlatih, Chris menjadi semakin penasaran. Semakin ingin tahu ... apa yang sebenarnya merubah sifat temannya itu.
>> Bersambung.
__ADS_1