
Tiga hari kemudian.
Di siang hari yang begitu panas, Alexander mengawasi para pekerja sambil mengeluh dalam hatinya.
‘Pakaian ini benar-benar tidak nyaman digunakan di hari yang sangat panas seperti ini. Haruskah aku membuat pakaian dengan desain sama tetapi dengan bahan lebih tipis dan nyaman?’
Di Distrik 3, daerah pinggiran yang tidak terlalu jauh dari tembok kota, beberapa bangunan dirobohkan. Bukan langsung dihancurkan berkeping-keping, tetapi dibongkar lalu bahan-bahannya diambil. Bahan yang masih baik dikumpulkan, sementara bahan yang lebih buruk akan coba didaur ulang. Baru kemudian, sisa bahan yang sudah tidak layak dibuang.
Tidak jauh dari Alexander, tampak 6 orang berdiri dengan tenang. Mereka adalah orang kepercayaan masing-masing ketua kelompok, sekaligus yang ditugaskan untuk mengikuti instruksi Alexander.
Dari Cursed Lambs, ada Alard dan Henrik. Masing-masing dari mereka berusia lebih dari 40 tahun. Alard adalah pria yang tampak tegas, sementara Henrik adalah pria tinggi kekar tetapi memiliki wajah ramah.
Dari Black Punisher, ada Caleb dan Bolton. Caleb adalah pria di akhir usia tiga puluhan, tampak kurus dan tinggi. Dia memiliki rambut panjang diikat dan mata cukup sipit. Sedangkan Bolton tampaknya sangat suka meniru penampilan Tuan Wilson. Bukan hanya sama-sama tinggi dan kekar, tetapi juga botak dan memiliki ekspresi garang di wajahnya.
Hanya saja, orang yang membuat Alexander penasaran dan curiga adalah perwakilan dari Thorns Dragon. Mereka berdua adalah Norvin dan Gellius. Dari penampilan, Gellius mirip dengan ksatria veteran yang sudah cukup tua tetapi memiliki aura yang luar biasa di sekitarnya. Usianya mungkin hampir lima puluh tahun. Sementara itu, Norvin adalah yang paling muda dari mereka semua. Tampaknya belum lama ini naik ke level 3, tetapi usianya baru 33 tahun.
Berbeda dengan perwakilan dari Cursed Lambs dan Black Punisher yang bertarung melawan Alexander, Norvin dan perwakilan dari Thorns Dragon lainnya sangat tertib. Mereka langsung mematuhi instruksi dan tidak mencoba melakukan perlawanan sama sekali. Bahkan orang itu cukup menghormati Alexander, yang juga membuat pria itu agak curiga.
“Pemandangannya cukup luar biasa. Meski orang-orang biasa itu lemah, tetapi mereka bisa menghancurkan area seluas ini dan membersihkannya dengan cepat.” Bolton mengelus dagu, tampak sedikit kagum.
Mengabaikan Bolton yang pura-pura pintar tetapi tampak konyol, Caleb mendekati Alexander lalu bertanya, “Apa yang harus kita lakukan sekarang, Komandan? Apakah kita diminta datang hanya untuk menonton hal seperti itu?”
Mendengar pertanyaan Caleb, Alexander langsung menggelengkan kepalanya.
“Tentu saja aku tidak akan membiarkan kalian bermalas-malasan. Seperti rencana sebelumnya, masing-masing dari kalian memimpin sepuluh orang dan membentuk tim. Tugas kalian adalah berpatroli lalu menangkap orang-orang mencurigakan yang mendekati tempat konstruksi.
Untuk Norvin dan timnya tetap tinggal di sini. Aku memerlukan mereka untuk melakukan tugas lainnya. Omong-omong, kamu tidak perlu memanggilku komandan. Panggil saja V seperti biasa.”
Caleb langsung menggelengkan kepalanya, jelas tidak setuju dengan permintaan Alexander. Setelah pertarungan tiga hari sebelumnya, dia merasa kalau pria di depannya masih layak dihormati. Jadi Caleb memanggilnya dengan gelar yang sesuai.
“Kalau begitu lupakan.” Alexander tersenyum masam. “Mulai besok, kalian akan bekerja dengan cara shift. Para pekerja juga akan dibagi menjadi shift, yaitu siang dan malam. Dari 35 orang, 20 orang akan bekerja dari jam 6 pagi sampai 6 petang, 15 orang dari jam 6 petang sampai jam 6 pagi.”
Alexander menghitungnya dengan terperinci. Tugas untuk membongkar dan memindahkan telah diselesaikan dalam satu hari, jadi tugas berikutnya harus dibagi. Sedangkan kenapa tidak beristirahat di malam hari dan mengandalkan satu shift, itu karena kurang efisien.
Jumlah orang sangat banyak, jadi pasti ada beberapa yang mencoba bermalas-malasan. Jadi Alexander membaginya menjadi dua shift sehingga setiap orang bisa bekerja secara maksimal. Total shift siang adalah 60 orang, dan shift malam adalah 45 orang. Sedangkan untuk 20 wanita, tinggal dibagi dua, 10 di siang dan 10 di malam hari. Biarkan mereka memasak untuk para pekerja.
Selain itu, Alexander juga membagi tim penjaga. Henrik, Bolton, dan Gellius akan bekerja di siang hari. Alard, Caleb, dan Norvin akan bekerja di malam hari. Tiga yang awal lebih tua, jadi Alexander membiarkan mereka bekerja di siang hari sehingga malam bisa beristirahat. Sedangkan tiga akhir lebih muda, seharusnya bisa lebih fokus ketika berjaga di malam hari.
Setelah membagi tugas, Alexander kemudian meminta mereka pergi. Tentu saja, kecuali Norvin dan 10 orang lainnya.
__ADS_1
“Untuk kalian bersepuluh, berpencar dan awasi orang-orang yang sedang bekerja. Kita tidak mempekerjakan mereka secara gratis. Kita memberi mereka makanan, jadi jangan biarkan mereka bermalas-malasan. Sedangkan Norvin ... kamu tinggal di sini,” ucap Alexander.
“Dimengerti!” jawab mereka serempak.
Setelah yang lain pergi, hanya ada dua orang yang masih berada di sana. Saat itu, Alexander akhirnya kembali berbicara.
“Apa yang Sir Gareth inginkan dariku?” tanya Alexander.
“Maaf?” Norvin tampak bingung.
“Orang yang bisa menembus level 3 di usia sepertimu cukup jarang. Itu berarti kamu memiliki kemampuan yang baik. Entah itu kemampuan tempur dan caramu berpikir, pasti itu membuat Sir Gareth sangat menghargaimu. Jadi katakan padaku ...” Alexander menoleh, menatap tepat langsung ke mata Norvin. “Untuk apa dia mengirimmu ke sini, Norvin?”
Mendengar analisis Alexander, Norvin tampak terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka kalau penyamarannya terbongkar begitu mudahnya. Pria itu kemudian tersenyum ramah.
“Pantas saja Master (guru) sangat memuji anda, Tuan V. Anda memang benar-benar teliti. Hanya saja, anda sedikit keliru. Master sama sekali tidak mengirim saya. Sebaliknya, saya mencalonkan diri karena saya benar-benar penasaran dengan anda ...
Orang yang selalu dipuji oleh Master.”
Jawaban Norvin membuat Alexander sedikit terkejut. Pria itu mengangguk, lalu kembali bertanya, “Jadi, apakah penampilanku membuatmu kecewa?”
Norvin mengangkat bahu sambil tersenyum ramah.
“Menurutku, meski bukan peforma maksimal anda ...”
***
Malam harinya, di depan suatu restoran terkenal di Distrik 3.
“Apakah makan malam tadi membuat anda puas, Nona Melissa? Ini adalah salah satu toko terbaik di Distrik 3, jadi seharusnya tidak mengecewakan, bukan?”
Octavius yang berdandan rapi berbicara ramah pada Melissa yang berdiri tidak jauh darinya. Pria itu tampak sopan, tetapi sesekali melirik dan memperhatikan ekspresi Melissa.
Wanita itu awalnya ingin berpura-pura sopan, tetapi ekspresinya berubah menjadi sangat jelek. Wajahnya agak merah. Dia kemudian menatap Octavius dengan ekspresi muram dan berkata dengan suara serak.
“Apa yang kamu lakukan padaku, Octavius? Kamu ... kamu pasti menaruh sesuatu ke dalam makanan atau minumanku!” teriak Melissa marah.
Melissa sebenarnya tidak ingin makan malam dengan Octavius, tetapi pria itu sudah tidak sabar. Untuk menghindari masalah, dia akhirnya terpaksa menerima undangan itu dengan syarat pergi ke restoran umum yang populer. Dengan begitu, setidaknya beberapa hal yang tidak diinginkan tidak akan terjadi. Namun, sekarang dia tahu kalau kekuatan satu dari kelima keluarga besar memang sangat kuat sehingga membiarkan restaurant berkejasama dengannya.
“Hehehe! Bukankah itu salahmu sendiri? Aku sudah memperlakukanmu dengan sopan, tetapi kamu malah menginjak-injak martabatku. Kamu ... gadis liar benar-benar berani menolakku! Karena kamu tidak ingin aku bersikap lembut, maka sebaiknya kamu menikmati perlakuan kasar!”
__ADS_1
Octavius mencibir. Dia langsung meraih tangan Melissa dan menariknya. Wanita itu ingin melawan, tetapi tampaknya tidak memiliki tenaga. Saat itu juga ...
SWOOSH!
Sosok Claude yang terburu-buru langsung muncul di antara mereka berdua. Tanpa sedikitpun keraguan, dia langsung mencengkeram tangan Octavius, memaksanya melepaskan tangan Melissa. Kemudian Claude menendang pria itu dengan keras dan kejam, membuatnya terpental beberapa meter.
“Beraninya makhluk kotor sepertimu menyentuhku!” teriak Octavius marah. “Penjaga! Orang-orang bodoh! Apa yang kalian lakukan?! Bunuh dia untukku!”
Saat itu, beberapa orang penjaga Octavius yang bersembunyi dalam bayangan keluar. Mereka sama sekali tidak menyangka kalau Claude akan melakukan hal sembrono seperti itu. Sadar akan disalahkan, orang-orang itu menatap Claude dengan ekspresi muram.
Claude menatap empat orang yang muncul dengan ekspresi serius. Dia tidak bisa pergi sambil membawa Melissa karena pasti akan terkejar. Jadi, sekarang pria itu hanya bisa melakukan satu hal ...
Membiarkan Melissa lari sementara dia menahan orang-orang itu.
“Nona Melissa, lari! Aku akan menahan mereka. Kamu sebaiknya lari dan bersembunyi. Tenang saja, semuanya akan baik-baik saja besok!” teriak Claude.
Mendengar teriakan Claude, Melissa tampak ragu. Dia sangat khawatir sesuatu terjadi pada pria itu. Namun wanita tersebut tahu kalau kehadirannya pasti hanya menjadi beban. Jadi, dia hanya bisa menggigit bibirnya lalu berlari sekuat tenaga.
“Tangkap wanita j-lang itu!” teriak Octavius.
“Mana mungkin aku membiarkan kalian melakukannya!”
Claude langsung berteriak, kemudian bergegas menghadang beberapa orang. Berkat latihan kerasnya, pria itu berhasil menahan keempat orang sekaligus. Karena Octavius tidak memakai armor atau senjata, kekuatannya juga menurun. Jadi Claude berpikir kalau dia masih bisa menahan mereka berlima.
“Dasar makhluk kotor terkutuk! Beraninya! Beraninya kamu menghalangiku! Hahahaha!”
Setelah berteriak marah, Octavius tiba-tiba tertawa. Tingkahnya yang agak gila membuat ekspresi Claude suram.
“Apa yang kamu tertawakan? Apakah kamu sudah gila?” ucapnya.
“Hahaha! Bodoh! Kamu benar-benar bodoh! Bahkan jika j-lang itu lari, aku tetap akan menang. Malam ini j-lang itu akan berakhir! Hahahaha!
Apakah kamu tahu kenapa apa yang wanita itu minum sehingga tubuhnya lemah dan mulai tidak terkendali? Hahahaha!”
Octavius menyeringai dengan ekspresi gila di wajahnya.
“Wanita itu telah meminum Cupid Tears!”
Mendengar ucapan Octavius, ekspresi Claude pun langsung berubah menjadi sangat gelap. Bukan hanya tampak marah, tetapi pria itu juga mulai merasakan kebencian mendalam, bahkan ...
__ADS_1
Niat untuk membunuh.
>> Bersambung.