After Apocalypse

After Apocalypse
Membicarakan Banyak Hal


__ADS_3

Satu jam kemudian, dalam ruang tamu markas Cursed Lambs.


“Hahahaha! Menarik ... kamu benar-benar menarik, V!”


Tuan Lenka yang duduk di sofa tertawa terbahak-bahak, tampaknya sangat terhibur dengan ucapan Alexander.


Sementara itu, Alexander duduk di seberang meja dan berbicara dengan santai. Suasana tampak begitu harmonis, penuh tawa seolah teman lama berkumpul kembali. Setidaknya, itulah yang akan dipikirkan orang-orang ketika melihat mereka berdua.


“Jadi, apakah kamu membutuhkan bantuan dari Cursed Lambs, V? Kamu orang yang menarik. Selama harganya pas, aku tidak keberatan untuk membantumu,” ucap Tuan Lenka dengan ekspresi ramah di wajah garangnya.


“Tidak.” Alexander menggelengkan kepalanya. “Aku datang ke sini untuk menawarkan sebuah bisnis.”


“Bisnis?” Mata Tuan Lenka menyempit. “Kamu ingin mengambil pekerjaan membunuh untuk kami?”


“Tidak, tidak, tidak ... aku tampil terlalu mencolok sebelumnya. Bahkan jika hanya berniat membantu, tetapi orang-orang waspada padaku. Bahkan Blood Cross langsung menandaiku sebagai buronan,” ucap Alexander santai.


“Benar juga.” Tuan Lenka mengelus dagu. “Jadi apa yang ingin kamu tawarkan kepada kami?”


“Sebuah kesempatan untuk menjadi kelompok bebas nomor 1, dan membuat para ‘bangsawan’ itu mengakuimu,” ucap Alexander dengan senyum di balik topengnya.


“...”


Tuan Lenka tiba-tiba diam. Ekspresi yang awalnya tampak ceria dan santai berubah menjadi serius, bahkan agak suram. Saat itu juga, sebuah tekanan ... niat membunuh dari hunter level 4 terpancar dari tubuh pria paruh baya tersebut.


Meski namanya cukup feminim, tetapi Tuan Lenka sangat terkenal di Shelter 1. Bukan hanya sebagai ketua Cursed Lambs, salah satu tiga kelompok hunter bebas terbaik, tetapi juga kekuatannya yang luar biasa sehingga bisa dianggap salah satu yang terbaik di Shelter 1.


Saat itu juga, Alexander yang awalnya berbicara ramah menatap ke arah Tuan Lenka dengan mata tak acuh. Seketika, tekanan mengerikan juga keluar dari tubuhnya. Meski satu level di bawah Tuan Lenka, tetapi momentumnya sama sekali tidak kalah kuat.


Niat membunuh yang begitu kental dan suram terpancar dari tubuh pria berjubah hitam tersebut. Belum lagi, keanehan terjadi. Tampaknya udara di sekitar pria tersebut stagnan, seolah tertahan dan ditekan oleh sesuatu.


“Hou ...” Tuan Lenka mengelus dagu. “Menarik. Sepertinya kamu tidak bercanda denganku V.”

__ADS_1


Tuan Lenka kembali normal, tidak lagi tampak dingin seperti sebelumnya. Di sisi lain, Alexander juga kembali seperti biasa seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya.


“Aku tidak begitu bodoh sampai repot-repot datang hanya untuk membuatmu marah. Lagipula, tidak akan ada orang yang mau membayarku untuk melakukan hal semacam itu,” balas Alexander.


“Kamu tahu apa yang aku inginkan. Jadi apa rencanamu?” tanya Tuan Lenka.


“Bukankah mereka selalu pamer dengan warisan leluhur, budaya yang hebat, berpura-pura berpenampilan elegan atau semacamnya?” Bukannya menjawab, Alexander malah balik bertanya.


“Memang.” Tuan Lenka mengangguk ringan.


“Kalau begitu kamu hanya perlu membuktikan kalau dirimu dan orang-orangmu cukup berbudaya.


Mereka mengejek hunter bebas barbar karena melakukan pesta secara sembrono dan kurang elegan, bukan? Kalau begitu tunjukkan pada mereka kalau kamu bisa membuat pesta formal.


Mereka berpikir kalau hunter bebas hanya bisa makan dan minum dengan rakus tanpa memandang kualitas, bukan? Lalu tunjukkan pada mereka kalau kamu bisa makan dan minum sesuatu yang lebih nikmat, bahkan terkesan lebih elegan.”


Mendengar ucapan Alexander, Tuan Lenka mengangguk dengan ekspresi serius. Dibandingkan dengan keluarga besar, orang-orang biasa dan hunter bebas sering berperilaku kurang elegan bahkan cenderung barbar. Jadi mereka sering diejek karena kurang berbudaya, atau hal-hal semacamnya.


“Sebelumnya, biarkan aku memberi sedikit solusi. Aku tahu kalau hubungan antar tiga kelompok besar tidak baik, tetapi setidaknya kalian masih saling menyapa dengan ramah, bukan? Lalu adakan pesta. Undang beberapa petinggi dua kelompok besar lain, ada juga beberapa kelompok kuat atau tingkat menengah yang bisa kamu undang.


Buat acara pesta formal. Bujuk mereka untuk bekerjasama. Walau hubungan tidak baik, setidaknya kalian harus saling menghormati sesama hunter bebas. Tunjukkan hunter bebas juga bisa melakukan hal-hal formal seperti itu.


Mungkin agak berantakan di awal, tetapi pasti akan ada peningkatan dengan berlalunya waktu. Semakin sering kalian melakukannya, semakin kalian terbiasa.


Sedangkan untuk kerjasama kita ...”


Alexander meletakkan sebuah kotak hitam yang dia bawa. Sebuah kotak yang membuat Tuan Lenka sejak awal penasaran. Ketika kotak di buka, tampak tiga botol keramik yang tampak indah.


Tuan Lenka tampak sedikit terkejut ketika melihat ketiga botol tersebut. Dia tidak bisa tidak bertanya, “Ini?”


“Anggur. Bukan jenis berry fermentasi, bukan juga anggur fermentasi yang dianggap luar biasa oleh para keluarga besar itu.” Alexander tersenyum misterius.

__ADS_1


Pria itu kemudian mengeluarkan satu botol dari kotak. Dia kemudian meminta Tuan Lenka mengambil dua gelas kecil. Setelah itu, barulah pria itu membuka tutup botol yang tersegel rapat.


Pada saat tutup botol terbuka, aroma manis, lembut, dan menyegarkan menyebar. Tuan Lenka langsung menelan ludah ketika mengendus aromanya. Alexander kemudian menuangkan sedikit anggur di setiap gelas lalu kembali menutupnya.


Alexander mengambil gelas. Dia tidak lupa sedikit mengangkat sedikit topengnya. Setelah itu, pria itu mengendus aroma anggur dari dekat, baru kemudian menyesap perlahan. Tidak terburu-buru dan terlihat cukup elegan.


“Kamu bisa mencobanya, Tuan Lenka,” kata Alexander.


Tuan Lenka pun menirukan apa yang Alexander lakukan. Namun ketika meminum anggur tersebut, dia masih sedikit terkejut ketika merasakan rasa anggur yang kuat. Rasanya cukup kuat, tetapi dia masih bisa merasakan manisnya. Aroma buah bercampur beberapa bahan lain membuatnya merasa sangat nyaman.


“Ini benar-benar lebih baik daripada anggur yang dipamerkan orang-orang itu,” puji Tuan Lenka dengan ekspresi penuh kejutan.


Alexander mengangkat gelasnya lalu berkata, “Sebuah pesta tidak lengkap tanpa anggur yang luar biasa, bukan?”


Tuan Lenka langsung mengerti apa yang Alexander maksud. Dia kemudian membalas, “Jadi ini yang kamu maksud. Namun, itu berarti hanya kamu yang mendapatkan keuntungan dari penjualan anggur ke Cursed Lambs. Itu bukan kerjasama.”


“Itu tidak sepenuhnya benar, Tuan Lenka. Aku akan menjual anggur kepadamu dengan harga yang lebih murah. Namun, semakin baik dan semakin langka barang itu, tentu saja orang-orang semakin menghargainya. Jadi ...


Kamu bisa menjamu tamu-tamu penting dengan anggur tersebut. Tentu saja, setiap orang mendapatkan porsi terbatas. Bahkan bisa dianggap hanya sekadar mencicipi. Setelah mereka menunjukkan keinginan untuk mendapatkan anggur, kamu bisa menjualnya lebih mahal dan mengambil keuntungan.”


Mendengar jawaban Alexander membuat mata Tuan Lenka berbinar. Dia merasa senang. Menjadi pemasok anggur berkualitas pasti meningkatkan statusnya. Bukan hanya di antara hunter bebas, tetapi juga dengan para bangsawan rakus itu. Hanya saja, ekspresi Tuan Lenka menjadi redup setelah beberapa saat.


Alexander tahu kalau dia sedang berurusan dengan orang yang tepat. Bukan hanya orang yang tergila-gila dengan kekuasaan, tetapi juga pintar. Pria itu pun kembali menuangkan anggur untuk dirinya dan Tuan Lenka sambil berkata.


“Kamu mungkin berpikir kalau pesta itu pasti menjadi berantakan karena orang-orang akan menganggapmu mencari peluang bisnis untuk berjualan anggur. Namun kamu tidak perlu khawatir tentang itu, Tuan Lenka. Anggur hanya pelengkap pesta dan bukan acara utama.


Kamu tahu apa yang disukai para hunter seperti kita? Selain anggur harum dan makanan enak untuk memuaskan rasa lelah, tentu saja ...”


Alexander meletakkan kotak lain di atas meja lalu mendorongnya ke depan Tuan Lenka. Dengan senyum di wajahnya, pria itu pun melanjutkan.


“Tentu saja senjata.”

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2