After Apocalypse

After Apocalypse
Memulai Perjalanan Baru


__ADS_3

Keesokan paginya.


Di tempat persembunyian, Alexander dan rekan-rekannya membuka mata mereka. Masih di ruangan yang sama, tempat yang agak gelap dan dingin. Hanya ada lentera berisi lumut bercahaya yang menjadi sumber penerangan mereka.


“Benar-benar membosankan.” Alexander menghela napas panjang. “Lukaku telah membaik, bagaimana kalau kita kembali ke Shelter 11? Mungkin kita bisa menemukan cara jika sedikit berusaha.”


“Untuk apa kita kembali ke tempat itu? Tidak ada lagi sesuatu yang kita butuhkan di sana,” ucap Aurora datar.


“Tapi, orang itu ...” gumam Alexander dengan ekspresi tidak yakin.


“Maksudmu Juan? Orang itu sudah mati,” ucap Aurora dengan ekspresi kosong di wajahnya.


Pada awalnya, Aurora juga mencoba mencari informasi tentang Juan. Lagipula, target terakhirnya adalah orang itu. Namun, siapa sangka kalau dunia mempermainkannya. Ternyata orang itu juga menjadi korban dalam pertempuran besar melawan gelombang binatang buas. Berdasarkan sifatnya, mungkin mencoba melarikan diri tetapi akhirnya gagal.


Mendengar itu, Aurora tahu kalau semua dendam dan orang yang dibencinya telah mati. Sebelumnya wanita itu berpikir kalau dirinya akan menjadi sangat puas dan bahagia setelah dendam itu terbalaskan. Namun, berbeda dengan yang dia pikirkan, ternyata rasanya begitu hampa.


Aurora sendiri tidak tahu apakah dia normal atau tidak. Hanya saja, wanita itu merasa sangat kosong. Tidak ada kegembiraan, kesedihan, atau emosi lain ketika mengetahui dendamnya terbalaskan. Hanya ada kekosongan.


“Apakah kamu baik-baik saja?” tanya Alexander.


Melihat ada yang salah dengan Aurora, pemuda itu merasa sedikit khawatir. Sebagai salah satu rekan yang bisa dia percaya dan telah membantunya beberapa kali, Alexander masih cukup mementingkan Aurora.


“Sama sekali tidak ada masalah,” ucap Aurora sambil menggelengkan kepala. “Setelah ini kita akan pergi ke mana?”


“Kita?” Alexander memiringkan kepalanya.


Melihat ekspresi terkejut Alexander, sudut bibir Aurora berkedut. Ekspresinya menjadi lebih dingin ketika dia bertanya, “Apakah aku tidak diterima di sini?”


“Eh?” Alexander tertegun di tempatnya. Dia segera menggelengkan kepala lalu menjelaskan. “Bukan begitu. Aku hanya tidak menyangka kalau kamu berencana untuk mengikuti kami. Lagipula, biasanya kamu bersikeras pergi sendiri.”


“Kalau begitu sekarang aku akan mengikutimu. Lagipula, aku sudah tidak memiliki tujuan lain.” Setelah mengatakan itu, Aurora melirik ke arah keempat wanita lain dalam ruangan itu. “Aku rasa kalian juga sama, kan?”


“Ya.” Daisy mengangguk ringan. Dia tidak begitu takut dengan Aurora yang memiliki sikap dingin karena sudah cukup lama saling mengenal. “Bisa dibilang saya dan Aster sedikit berbeda karena kami berdua adalah ‘properti’ miliki Tuan Alexander. Status kami berdua tidak sebaik anda.”

__ADS_1


“Aku rasa kalau aku dan Nene memiliki status paling buruk. Bukan hanya ‘bekas properti’ milik Boris dengan status yang buruk dan ditargetkan untuk dijual kembali, tetapi kami berdua juga tidak memiliki keterampilan nyata seperti kalian berdua.” Jane berkata dengan datar.


Ekspresi wanita tidak banyak berubah seolah dia tidak keberatan ketika menyatakan fakta semacam itu. Wanita tersebut juga tidak takut ketika harus berhadapan dengan Aurora, Daisy, dan Aster yang merupakan hunter. Bukan orang biasa seperti dirinya.


“Uhuk! Uhuk! Bagaimana kalau kita berhenti membicarakan hal seperti itu?” ucap Alexander yang merasa suasana menjadi agak canggung.


“...” Keempat wanita itu mengangguk dalam diam.


“Tidak ada gunanya membicarakan hal-hal menyedihkan seperti itu. Lebih baik sekarang kita membahas apa yang akan kita lakukan selanjutnya. Walau kita bisa hidup dengan cara seperti ini, tetapi ini bukanlah solusi jangka panjang.


Sekarang jumlah kita menjadi enam orang. Tidak begitu banyak, tetapi juga tidak terlalu sedikit. Setidaknya bisa dianggap tim berukuran sedang dan normal. Namun aku ingin membagi tugas agar kita bisa lebih fokus dan berkembang lebih baik ke depannya.


Karena kalian mengikutiku, itu berarti tidak masalah jika aku menjadi ketua kan?”


Mendengar penjelasan Alexander, kelima wanita itu mengangguk dengan ekspresi serius di wajah mereka.


“Aku tidak keberatan. Namun, sebelumnya kamu adalah seorang solo hunter. Kenapa tiba-tiba berpikir untuk membuat kelompok? Jangan bilang karena kami mengikutimu jadi kamu terpaksa melakukannya,” ucap Aurora dengan mata menyempit.


“Tentu saja tidak.” Alexander menggelengkan kepalanya. “Aku ingin membuat kelompok karena itu cukup bermanfaat. Jangan sebutkan kelompok misterius dan keluarga besar seperti Nine Gates atau semacamnya, bahkan kelompok kecil benar-benar menguntungkan.”


“Menguntungkan?” Alis Aurora terangkat, tampaknya sedikit bingung.


“Sekuat apapun aku, aku tetap hanya satu orang. Satu orang hanya bisa berada di satu tempat di satu waktu. Itu berarti, banyak orang bisa tersebar dan berada di tempat berbeda dalam satu waktu yang sama.


Sehebat apapun orang itu, sulit untuk melakukan semuanya secara bersamaan. Bahkan jika mencoba membuat jadwal, bisa saja menjadi berantakan dan bertubrukan. Oleh karena itu, aku merasa membuat kelompok adalah pilihan yang baik.


Kita bisa membagi tugas dan mendapatkan lebih banyak keuntungan.


Tentu saja, ada masalah yang sangat penting, yaitu kesetiaan. Banyak kelompok yang sulit berkembang karena masalah kepercayaan. Mereka tidak bisa saling mempercayai rekannya sendiri, dan itu bukanlah sesuatu yang salah.


Kita tidak bisa dengan mudah mempercayai orang, tetapi jika bisa menemukan orang yang bisa dipercaya, itu berarti langkah berikutnya akan menjadi lebih mudah.”


Merasakan kelima wanita itu menatapnya dengan ekspresi serius di wajah mereka, Alexander pura-pura batuk lalu kembali menjelaskan dengan tenang.

__ADS_1


“Pertama-tama, kita akan membagi tugas. Mungkin terlalu buru-buru, tetapi aku juga berencana untuk membaginya menjadi dua divisi. Entah kelompok kita bisa berkembang lebih besar atau tidak, tetapi fondasi harus kokoh.


Aku akan menjadi ketua dan pemegang suara absolut dalam kelompok. Aurora akan menjadi wakil ketua. Selain itu, kita akan membuat dua divisi yaitu divisi tempur dan divisi logistik. Aster akan menjadi pemimpin divisi tempur dengan Jane sebagai anggota. Sementara Daisy akan menjadi pemimpin divisi logistik dengan Nene sebagai anggora.


Daisy, Aster, tidak banyak hal yang bisa aku katakan karena kalian sudah tahu jalan mana yang harus ditempuh.


Jane, kamu dingin dan sangat tenang, ditambah tidak memiliki banyak rasa takut, seharusnya kamu bisa menjadi petarung yang baik.


Nene, kamu sedikit pemalu dan sangat penurut. Menurutku kamu tidak suka bertarung, jadi aku akan membiarkan Daisy mengajarimu cara mengolah bahan-bahan ramuan yang sederhana. Tentu saja, tetap ada latihan tempur karena kekuatan adalah yang paling penting. Walau tidak hebat, setidaknya kamu bisa menjaga dirimu sendiri.


Apakah ada keberatan?”


“TIDAK!” jawab mereka berlima serempak.


Saat itu, Aurora menatap Alexander dengan sedikit kekaguman di matanya. Setelah memikirkan baik-baik, dia akhirnya bertanya, “Bagaimana dengan nama kelompok?”


“Bagaimana Tim Alexander? Biarkan nama ketua menjadi lebih terkenal,” ucap Aster dengan nada naif.


“Setidaknya sebut Tim V, karena di dunia gelap Tuan dipanggil dengan cara seperti itu.” Daisy menggelengkan kepala.


“Selera penamaan kalian buruk,” gumam Aurora dengan ekspresi heran. Dia kemudian melirik ke arah Alexander. “Bagaimana menurutmu?”


“Aku mengenalmu karena kita saling berjanji untuk saling menolong. Daisy dan Aster bersumpah untuk mengikutiku sebagai janjiku untuk merawat dan melindungi mereka. Jane dan Nene mau tunduk serta mengikuti instruksiku karena aku berjanji akan membalaskan dendam mereka berdua.


Kita semua bisa berkumpul di sini karena janji dan sumpah yang pernah kita lakukan, jadi ...”


Alexander tersenyum ramah sebelum melanjutkan.


“Sebut saja Oathkeeper.”


Dengan ucapan Alexander, tim kecil yang disebut ‘Oathkeeper’ pun terbentuk. Sebuah tim dimana mereka akan tinggal dan bersama-sama memulai perjalanan baru di dunia yang semakin suram ini.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2