After Apocalypse

After Apocalypse
Sebuah Rencana Besar


__ADS_3

“Rencana pengembangan bersama?”


Ketiga orang itu saling memandang, bertanya-tanya apa yang Alexander maksud. Dari namanya, itu berarti meminta ketiga kelompok besar untuk bekerja sama. Namun, hal semacam itu sama sekali tidak mungkin dilakukan karena hubungan ketiga kelompok tidak sebaik itu. Bahkan, bisa dibilang ...


Banyak anggota kelompok yang memiliki permusuhan dengan kelompok lain.


“Ya. Itu sama seperti yang kalian pikirkan. Bisa dibilang, kerjasama antara ketiga kelompok besar untuk menarik kelompok-kelompok hunter bebas di bawahnya,” ucap Alexander santai.


“Mustahil!” Tuan Lenka langsung menggelengkan kepalanya.


“Aku juga setuju dengan Len.” Sir Gareth mengangguk sambil memejamkan mata.


Sementara itu, Tuan Wilson mengelus dagu. Dia menatap ke arah Alexander. Menyadari sesuatu tidak sesederhana yang dipikirkannya, pria paruh baya tersebut menjadi sedikit tertarik. Sembari mengelus dagu, dia pun memberi pendapatnya.


“Bagaimana kalau mendengar rencana V terlebih dahulu?” bujuknya.


Tuan Lenka dan Sir Gareth saling memandang lalu mengangguk. Mereka bertiga kemudian menatap Alexander. Artinya sudah jelas, meminta pria itu untuk menjelaskan rencananya.


“Jadi begini. Tuan Lenka telah menginvestasikan beberapa hal untuk melakukan pesta ini, tetapi menurutku masih kurang. Misalnya perihal tempat.


Empat bangunan di dekat markas utama Cursed Lambs memang telah direnovasi. Namun yang benar-benar diubah hanya satu bangunan, yaitu rumah lelang. Meski begitu, bangunan itu sebenarnya masih kurang memuaskan. Selain jumlah tamu yang bisa ditampung sedikit kurang, tempatnya masih bisa dikembangkan.


Coba bayangkan dengan tempat yang lebih cocok, keuntungan yang bisa didapat bukan hanya bertambah, tetapi bisa menjadi dua sampai tiga kali lipat. Bukankah itu adalah hal yang menarik?


Orang-orang di bawah kalian mungkin memiliki beberapa kebencian dengan anggota lain, tetapi dengan manfaat yang lebih besar, aku rasa mereka tidak akan keberatan melepas dendam kecil demi keuntungan yang lebih besar kan?


Tentu saja, orang yang memiliki dendam lebih besar tidak akan melepaskannya. Namun mereka hanya minoritas, dan kalian pasti bisa berurusan dengan orang-orang itu.”


“Bagaimana kita bisa melakukannya?” tanya Tuan Lenka.


Sebagai orang yang telah menikmati manisnya keuntungan itu, Tuan Lenka langsung bertanya. Dua kali lipat saja pasti sudah menjadi keuntungan yang sangat berlebihan. Jadi dia mulai menjadi agak tidak sabaran.


“Aku lihat, hubungan kalian bertiga sebenarnya tidak terlalu buruk. Kalian mungkin saingan, tetapi tidak memiliki minat saling membunuh. Jadi, apakah yang aku katakan benar? Jika demikian, maka aku bisa membuat bisnis yang menguntungkan bagi kalian. Tentu saja, juga untuk diriku sendiri.” Alexander tersenyum misterius. “Sebelum itu ... bagaimana kalau kita menentukan pembagian hasilnya?”

__ADS_1


“...”


Mendengar ucapan Alexander, Sir Gareth dan Tuan Wilson saling memandang. Mereka sepertinya bingung. Saat itu, Tuan Lenka akhirnya angkat bicara.


“Cih! Kalian pikir dia melakukan semuanya secara gratis? Alasan kenapa V mau membantuku karena kami membagi hasilnya. Jika kalian tidak ingin berbagi, maka lebih baik kalian batalkan saja rencana kalian. Mungkin kalian bisa mencoba membuat tempat lelang sendiri.” Tuan Lenka menyeringai.


Pada saat itu, kedua orang itu tampak ragu. Namun, itu hanya sesaat. Setelah memperhatikan baik-baik, Tuan Lenka memang berkata kalau V meminta bagian. Hanya saja, orang itu tidak mengatakan seberapa banyak.


“Omong-omong, seberapa banyak yang ingin kamu minta V?” tanya Tuan Wilson.


“Karena ini project besar dan aku hanya melakukan saja, yaitu mengatur rencana dan melaksanakannya .... aku akan meminta 10% dari penghasilan bersih. Jangan pikir itu banyak, karena tugas yang harus aku lakukan cukup merepotkan dan menguras pikiran.” Alexander membalas santai.


“Untuk satu orang sebenarnya itu sangat banyak, tetapi mari tidak membicarakannya.” Sir Gareth berkata tulus. “Karena sudah dipotong 10%, berarti sisa 90% dan bisa dibagi tiga menjadi 30% per orang. Seharusnya itu cukup baik, bukan?”


“TIDAK!” seru Tuan Lenka tidak puas.


“Bukankah itu adil? Apa yang menjadi masalahmu, Len?” Tuan Wilson mengangkat alisnya.


“Aku bersedia mengeluarkan sedikit biaya renovasi, lalu aku akan mengabil 40% dan kalian berdua 25%.” Tuan Wilson menyeringai.


“Kamu berani!” seru Tuan Lenka tidak puas.


Pada saat itu Alexander mengangkat tangannya. Dia kemudian berkata, “Agar adil, project tersebut tidak dilakukan di salah satu markas kelompok. Selain itu, kita perlu membangun. Seperti yang aku katakan sebelumnya, tempat itu benar-benar kurang memuaskan dan perlu dibangun ulang.”


“Kalau begitu seperti sebelumnya, setiap orang 30% adalah rasio palik cocok,” ucap Sir Gareth.


“Tidak bisa, aku lebih dahulu! Jangan coba-coba!” ucap Tuan Lenka dengan keras kepala.


Setelah itu, Alexander melihat ketiga orang itu berdebat cukup lama. Berbeda dengan ketiga orang yang akan menggunakan penghasilannya untuk mengembangkan kelompok besar, bagian Alexander adalah milik pribadinya. Bahkan jika digunakan untuk mengembangkan kelompoknya sendiri, jumlah tersebut masih banyak karena anggotanya sedikit.


Pada akhirnya, Tuan Lenka memenangkan debat karena benar-benar keras kepala. Hanya saja, Alexander sendiri merasa beruntung karena tiba-tiba terseret masuk.


Hasil akhirnya, Cursed Lambs mendapatkan 32,5% keuntungan, Black Punisher dan Thorns Dragon mendapatkan 27,5% keuntungan, sedangkan sisanya ... 12,5% keuntungan untuk V.

__ADS_1


Setelah itu, ketiga lelaki tua itu meminta Alexander menjelaskan detail rencananya. Sebagai tanggapan, dia meminta kertas, pena, dan tinta. Barulah pria itu mulai menjelaskan.


“Dibandingkan membangun di Distrik 4, aku berencana membangun tempat lelang dan pesta di Distrik 3. Di sana kita bisa mencari tempat yang lebih sepi, lalu mulai merobohkan bangunan dan membangunnya kembali dengan sesuai.


Bentuk Distrik 3 kira-kira seperti trapesium sedikit melengkung. Jika ditarik dengan dua garis diagonal, akan menjadi empat segitiga acak dengan ukuran berbeda.


Segitiga atas, yang paling dekat dengan Distrik 1 dikuasai oleh para bangsawan sampai ke pusat Distrik 3. Di bagian kanan, dekat dengan Distrik 4 dikuasai oleh kebanyakan kelompok hunter bebas, khususnya tiga kelompok kalian yang memiliki cukup banyak bisnis. Di bagian kiri, dekat dengan Distrik 2 dikuasai oleh keluarga yang lebih lemah.


Target kita adalah di sini. Segitiga bawah, dekat dinding pembatas yang sebenarnya wilayah paling luas tetapi juga paling bebas. Banyak orang yang kekuatannya biasa-biasa saja berbisnis di sini. Rencanaku adalah mengambil tempat strategis di pinggiran dekat dinding pembatas. Meski agak berbahaya, tetapi lebih murah.


Bahkan jika kita melakukan banyak hal di sana, orang-orang dari Blood Cross tidak akan mencoba berurusan dengan kita untuk ‘tanah buangan’ seperti itu.”


Setelah mendengar penjelasan Alexander, ketiga lelaki tua itu mengangguk. Mereka tampak cukup puas dengan ide pria itu. Bukan hanya melepaskan monopoli dari salah satu kelompok, tetapi juga tidak mencoba mempengaruhi bisnis utama ketiga kelompok tersebut.


“Lalu, apa yang perlu dilakukan berikutnya?” tanya Tuan Lenka.


“Tentu saja kita perlu mengumpulkan dana dan orang. Untuk dana renovasi, kita bisa membagi rata karena tidak banyak yang dibutuhkan. Aku juga akan mendesain tempatnya. Namun, sebelum project itu benar-benar dimulai, aku ingin kita semua menandatangani perjanjian yang sama.


Jadi jika ada salah satu yang mencoba menikam dari belakang. Kita bisa menghancurkannya, bahkan membagi keuntungannya.”


Alexander menyeringai di balik topengnya. Pria itu tidak bodoh. Agar orang-orang itu tidak ingkar janji, dia tidak akan menunjukkan desain rumah lelang dan beberapa bangunan lainnya. Alexander juga akan menunggu waktunya sebelum menyebutkan rencana berikutnya sehingga orang-orang tidak lari setelah mengetahui idenya.


“Selain itu, aku butuh orang. Masing-masing dari kalian bisa mengirimkan 40 orang biasa sebagai tukang, 30 hunter level 2, dan 3 hunter level 3.”


“Keterlaluan! Itu benar-benar tidak mungkin! Kenapa kamu butuh begitu banyak orang?” tanya Sir Gareth dengan ekspresi tidak percaya.


“Tentu saja agar pekerjaan segera terselesaikan. Lagipula ...”


Alexander terkekeh.


“Rencana besar kita pasti akan membuat seluruh Shelter 1 ... bahkan wilayah Blood Cross lain terkejut.”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2