
“Jadi begitu ...”
Merasakan momentum dari Jacob, Alexander mengangguk ringan dengan ekspresi serius di wajahnya. Pada awalnya, dia berpikir kalau pria paruh baya itu hanyalah anak buah dari para petinggi Shelter 11 yang kejam. Namun pemuda itu sadar kalau pemikirannya salah.
Jacob jelas sudah membunuh banyak orang, dan fakta itu sama sekali tidak bisa ditepis. Hanya saja, Alexander merasa kalau pria paruh baya tersebut tidak hanya membunuh orang-orang biasa secara acak. Orang itu juga tidak membunuh demi kepentingannya sendiri dan tidak egois seperti dirinya sendiri.
‘Mampu melawan musuh di level yang sama dengan miracle root yang dianggap hampir setara. Tegas, kuat, dan bertindak layaknya ksatria sejati.’
Alexander menghela napas panjang.
‘Sekarang aku tahu kenapa kamu bisa meningkat begitu jauh dalam waktu sesingkat ini, Claude.’
Menyadari kalau pria di depannya adalah orang yang membimbing sahabatnya, Alexander tidak berani ceroboh. Mencengkeram erat gagang pedangnya, pemuda itu langsung melesat dengan cepat karena menggunakan kemampuan ledakan kecepatan.
SWOOSH!
Dua sosok menghilang, lalu muncul ketika bertabrakan dengan keras. Tinju sekeras baja menahan tebasan pedang, sama sekali tidak terluka oleh pedang tersebut.
Kedua orang itu melompat mundur, lalu kembali saling menyerang dengan kecepatan luar biasa.
Pada awalnya, beberapa bawahan Melissa ingin membantu Jacob, tetapi mereka sama sekali tidak bisa melihat celah. Gerakan mereka berdua sangat cepat sehingga sangat sulit untuk menargetkan salah satunya.
BANG!
Tinju dan pedang kembali bertabrakan. Namun, berbeda dengan sebelumnya, pedang di tangan Alexander goyah dan tubuhnya terhempas beberapa meter ke belakang.
Belum sempat Alexander mengambil napas, sosok Jacob muncul di depannya. Bukan meninju, tetapi pria itu mengayunkan cakar dengan sangat ganas.
Alexander langsung mengangkat pedangnya untuk menangkis serangan tersebut.
BLARRR!!!
Alexander terhempas puluhan meter. Tubuhnya langsung menabrak dan menghancurkan beberapa pepohonan.
“Uhuk! Uhuk!”
Pemuda itu batuk dan memuntahkan beberapa suap darah. Ketika bangkit, dia merasakan sakit di sisi kanan dahinya. Ketika menyentuhnya, Alexander sadar kalau dirinya terkena serangan sebelumnya. Bukan hanya terluka, tetapi topeng kulit manusia juga sedikit terkoyak, menunjukkan sedikit wajahnya.
Sementara itu, Jacob melihat cakarnya yang agak terkorosi oleh racun dengan ekspresi serius.
‘Sungguh racun yang kuat,’ pikir pria paruh baya itu dengan ekspresi serius di wajahnya.
Jacob kemudian melihat ke arah Alexander yang sedang menunduk sambil bergumam dengan suara yang hanya bisa didengar oleh pemuda itu sendiri.
__ADS_1
“Ternyata aku masih terlalu naif. Aku pikir bisa bersaing karena orang itu belum menggunakan kekuatan sepenuhnya, apalagi kekuatannya telah menurun. Namun aku terlalu banyak bermain dan hampir bunuh diri.”
“Aku belum membalas dendam, jadi tidak mungkin mati di sini.”
“Ah ... bukankah orang itu hampir di puncak level 3, sama dengan kakak bau saat itu?”
“Bukankah sekarang waktunya menguji diri sendiri?”
“Ya ... ini adalah waktu yang tepat untuk menguji diri.”
Melihat ke arah Alexander yang terus bergumam, Jacob mengerutkan kening. Dia mengangkat tangan kirinya, memberi isyarat kepada rekan-rekannya agar tidak mendekat karena saat itu juga ... dia merasa kalau pemuda itu menjadi jauh lebih berbahaya.
Jacob langsung memasang kuda-kuda. Tubuhnya sedikit membengkak, menunjukkan otot-otot kuat seperti binatang buas. Melepaskan momentum kuat, dia pun berteriak lantang.
“Ada apa? Bukankah kita baru saja mulai?”
Mendengar ucapan Jacob, gumaman Alexander tiba-tiba berhenti. Pemuda itu mendongak, menatap ke arah pria paruh baya itu dengan sepasang mata merah seperti darah.
SWOOSH!
Sosok Alexander tiba-tiba menghilang. Detik berikutnya, pemuda itu muncul tepat di depan Jacob.
Lengan kirinya berubah menjadi cakar binatang buas seperti burung pemangsa berwarna hitam legam. Saat itu juga, sepasang sayap terbentang lebar di punggungnya, dimana bulu-bulu hitam menyebar di sekitar.
Melihat serangan yang begitu tiba-tiba, pupil Jacob langsung menyusut.
BLARRR!!!
Mereka sama sekali tidak menyangka, Jacob, hunter level 3 yang sangat kuat dihempaskan seperti itu.
SWOOSH!
Sosok hitam melesat keluar dari asap, langsung bergegas ke arah Jacob terpental.
Melihat Alexander yang terbang ke arahnya dengan kecepatan penuh, Jacob langsung meraung. Tubuhnya membengkak lebih besar. Rambutnya tumbuh lebih panjang. Taring tajam tampak di sudut bibirnya. Bisa dibilang, penampilannya sedikit mirip dengan singa.
“RROOAAARRR!!!”
Mendengar raungan Jacob, banyak orang menutup telinga karena merasa tidak nyaman. Jelas, raungan itu bukanlah raungan biasa karena bisa mempengaruhi orang lain. Namun, Alexander sama sekali tidak memperlambat gerakannya.
Alexander melesat seperti komet hitam, langsung mengayunkan pedangnya dengan sekuat tenaga.
“MATI!” teriak Alexander.
__ADS_1
CRACK!
Cakar tajam dan pedang bertabrakan dengan keras. Di depan tatapan terkejut banyak orang, pedang di tangan Alexander penuh dengan retakan. Namun, saat itu juga cakar Jacob patah. Hanya saja, pria itu mengabaikan rasa sakitnya. Tangannya mengepal dan langsung meninju pedang Alexander.
CRASH!
Pedang Alexander hancur berkeping-keping. Jacob kemudian mengayunkan tangan kirinya. Pada saat semua orang berpikir semua telah berakhir, pemuda itu tiba-tiba membuang gagang pedangnya.
Alexander memutar tubuhnya di udara, mencabut kedua pedang pendek di sisi pinggang lalu menebas dengan sekuat tenaga dari bawah ke atas.
SLASH!
Luka mengerikan berbentuk “X” muncul di bagian depan tubuh Jacob, dari kedua sisi pinggang sampai ke bahu. Namun, pria itu tidak menghentikan langkahnya. Dia menerobos maju dan memukul dada Alexander yang terbuka dengan sekuat tenaga.
BLARRR!!!
Sosok Alexander langsung memuntahkan darah. Banyak tulang rusuknya retak, dan tubuhnya langsung terlempar puluhan meter jauhnya.
Bruk!
Jacob jatuh berlutut di atas tanah bersalju. Pria itu langsung memuntahkan darah, bahkan mulai batuk keras. Mengabaikan luka mengerikan di tubuhnya dan efek racun yang kuat, dia menatap ke arah Alexander dihempaskan. Pria itu kembali berdiri, bersiap untuk mengakhiri semuanya.
“Cukup, Paman Jacob! Kamu tidak akan selamat jika terus bertarung!” teriak Melissa dengan suara cemas.
“...”
Jacob tidak mengatakan apa-apa, tetapi masih berdiri di tempatnya. Pria itu tampaknya bersiap untuk bertarung kapan saja.
Sementara itu, jauh di hutan dimana banyak pepohonan ditumbangkan, Alexander terus memuntahkan darah. Pemuda itu berdiri dengan goyah, setiap kali bernapas, ekspresi kesakitan tidak bisa disembunyikan di wajahnya.
Alexander menarik napas dalam-dalam, ekspresinya berangsur-angsur menjadi lebih tenang. Sama seperti Jacob, pria itu menjadi lebih fokus dibandingkan sebelumnya.
BLARRR!!!
Pada saat itu, ledakan sangat kuat terdengar dari kejauhan. Tanah di sekitar berguncang kuat, seolah-olah terjadi gempa. Walau mengejutkan, semua orang mengetahui apa penyebabnya.
‘Gelombang binatang buas? Di saat seperti ini?’
Alexander sedikit membungkuk agar membuat luka di dadanya tidak menjadi semakin parah. Dia melihat ke arah Jacob di kejauhan, dan kebetulan tatapan mereka bertemu. Meski merasa kesal, pemuda itu masih menyarungkan pedangnya.
Melihat orang-orang dari kedua kubu mulai berpencar dengan panik, sayap di punggung Alexander mengepak. Tubuhnya melayang perlahan. Melirik ke lokasi pertempuran sebelumnya, pemuda itu akhirnya berbalik dengan enggan.
Bisa dibilang ... tidak ada pemenang dalam pertempuran besar kali ini.
__ADS_1
Hanya ada kekalahan di kedua sisi!
>> Bersambung.