After Apocalypse

After Apocalypse
Lelang Akan Dimulai


__ADS_3

Mendengar suara itu, semua orang kecuali Alexander dan Sir Gareth menoleh ke sumber suara.


Di sana, sosok besar dan sangat tinggi berdiri sambil menyeringai. Tingginya saja lebih dari dua meter. Tubuhnya dipenuhi dengan otot. Pria paruh baya itu memiliki kepala botak dan wajah yang terlihat kejam. Penampilannya yang agak liar anehnya cukup cocok dengan pakaian formalnya. Membuatnya tampak seperti kepala gangster yang kuat dan memiliki wibawa tersendiri.


“Aku tidak menyangka kamu datang ke tempat ini, Wilson.” Tuan Lenka berkata dengan ekspresi berat.


“Bukankah kamu mengundangku, Len? Apakah aku tidak disambut di sini?” Tuan Wilson mengangkat bahu.


“Cih! Bukankah biasanya kamu tidak peduli dengan undangan semacam itu? Kamu bahkan menolak undangan Blood Cross untuk melakukan misi pembersihan gelombang binatang buas.” Tuan Lenka mendengus dingin.


“Hahahaha! Bukankah itu karena mereka hanya ingin merugikanku? Jika tidak ada kepentingan bersama, tidak ada yang perlu dibicarakan, bukan?” balas Tuan Wilson tanpa sedikitpun rasa malu.


“Jelas ada kepentingan bersama! Kita melawan monster yang menginvasi Shelter 1 bersama!” seru Tuan Lenka.


“Blood Cross sendiri tidak mengeluarkan kekuatan penuh, bukankah niat mereka sudah jelas?” Ekspresi Tan Wilson berubah menjadi lebih suram. “Mereka ingin membunuh kita semua. Bahkan jika tidak membunuh, mereka ingin mengurangi kekuatan kita!”


Saat itu juga suasana tampak menjadi semakin runyam. Beberapa orang merasa kurang nyaman. Jelas ada yang ingin mencoba melerai, tetapi tidak berani melakukannya. Lagipula, resiko tidak sebanding. Jika sampai dibenci oleh hunter level 4, kehidupan mereka mungkin akan berakhir dengan buruk.


Sir Gareth yang bertatapan dengan Alexander tiba-tiba berkata, “Jangan bawa masalah pribadimu ke sini, Wilson. Aku tahu kamu membenci Blood Cross, tetapi kamu akan celaka jika terus bertindak seperti itu.


Alexander pun juga berbicara, “Jangan marah, Tuan Lenka. Semua orang datang ke sini untuk berbisnis. Tolong akur dan jangan membuat lebih banyak masalah padahal pesta belum dimulai.


Setelah mengatakan itu, Alexander dan Sir Gareth saling memandang lalu mengabaikan. Bertindak seolah apa yang terjadi barusan sama sekali tidak ada hubungannya dengan mereka. Padahal banyak orang yang menjadi gugup karena mereka berdua.


“Apa yang dikatakan temanku benar,” ucap Tuan Lenka. Dia kemudian mengamati sekeliling lalu berkata, “Pertama-tama, biar aku perkenalkan kepada kalian, pria ini adalah temanku ... V.”

__ADS_1


Mendengar ucapan Tuan Lenka, banyak orang berseru. Kebanyakan dari mereka tampak sangat terkejut karena tidak menyangka kalau Cursed Lambs akan mengundang buronan secara terbuka.


Sir Gareth mendengus, tampaknya tidak heran kalau orang yang memiliki aroma darah kuat seperti itu adalah buronan terkenal. Sementara itu Tuan Wilson adalah yang paling tenang. Tampaknya telah mengetahui informasi itu, bahkan kemungkinan besar datang karena ingin menemui pria itu.


Alexander bertepuk tangan untuk menarik perhatian. Ketika orang-orang itu menatapnya, dia langsung membungkuk dan memperkenalkan diri dengan elegan.


“Perkenalkan, kalian bisa memanggilku V. Sedangkan alasanku diundang kali ini karena Tuan Lenka memintaku untuk menjadi pemandu lelang kalian. Jadi sebelum itu ...” Alexander melirik ke arah Tuan Lenka.


Pria paruh baya itu langsung bertepuk tangan dengan keras dengan ritme tertentu. Tidak lama kemudian, banyak anggota Cursed Lambs masuk, mengejutkan sebagian besar pemimpin kelompok yang ada di sana. Namun mereka segera lega ketika melihat orang-orang itu keluar membawa nampan berisi makanan dan anggur untuk perjamuan.


(Berbeda dengan jamuan prasmanan atau hal-hal semacamnya. Dikarenakan kekurangan makanan dan air, pesta juga harus menyesuaikan. Jadi tolong jangan samakan pesta di era kekacauan/akhir masa seperti pesta pada umumnya.)


Melihat banyak anggur dan makanan membuat banyak orang heran. Bahkan Tuan Wilson dan Sir Gareth juga merasa heran. Sama sekali tidak menyangka kalau Tuan Lenka berani begitu boros. Lagipula, di mata mereka pria itu hanyalah orang sembrono yang terkadang tersesat karena beberapa obsesinya. Jadi, keduanya langsung menyimpulkan ...


Semua ini pasti ada hubungannya dengan V! Pria misterius itu!


Setelah mengatakan itu, Tuan Lenka menyesap anggur dengan lembut. Ekspresinya tampak jauh lebih elegan dibandingkan sebelumnya. Tampaknya benar-benar menghargai anggur yang dia minum.


Pemandangan itu langsung membuat banyak orang penasaran. Walau awalnya banyak orang ragu, tetapi beberapa orang berani mencoba.


Ketika beberapa orang itu mencoba, ekspresi heran tampak di wajah mereka. Anggur yang sekarang mereka minum jelas sangat berbeda dengan anggur yang mereka minum sebelumnya, apalagi jika dibandingkan dengan fermentasi beberapa buah biasa yang dijual di pub atau bar.


“Wow! Ini benar-benar anggur paling nikmat yang pernah aku rasakan!”


“Benar! Entah dari segi rasa atau aroma ... ini memang luar biasa!”

__ADS_1


“...”


Semakin banyak orang yang mencoba meminum anggur yang disajikan, semakin banyak orang yang mulai terheran-heran. Hanya saja, ketika ada orang yang ingin mengambil lebih, petugas yang membagikan anggur menolaknya. Bahkan jika diminta lebih keras, pria itu menolaknya dengan tegas.


Saat itu, suara Tuan Lenka kembali terdengar dalam ruangan tersebut.


“Maafkan aku, Teman-teman. Anggur ini sulit didapatkan. Setiap orang diberi kesempatan untuk mencicipi, ini adalah bentuk ketulusanku. Mungkin agak pelit, tetapi tamu undangan lain (di rumah satunya) bahkan tidak menerima perawatan ini. Hanya kalian, ketua setiap kelompok yang berhak mendapatkannya,” ucap Tuan Lenka dengan senyum ramah di wajahnya.


Sir Gareth minum dengan ekspresi tenang. Meski menikmatinya, dia masih bisa menjaga ekspresi. Tidak bertindak terlalu mencolok seperti orang-orang yang terlihat seolah belum pernah melihat dunia.


Sementara itu, Tuan Wilson menatap ke arah Alexander dengan ekspresi terkejut. Dia tidak mengatakan apa-apa, tetapi sebagai pecinta anggur, pria paruh baya itu benar-benar menikmati anggur yang diseduh oleh Alexander. Hanya saja, ekspresinya sedikit redup, tampaknya sedikit kecewa karena suatu hal.


“Tentu saja, sebagai permintaan maaf karena telah membuat kalian kecewa, aku memiliki sedikit informasi yang mungkin membuat kalian merasa senang.” Tuan Lenka tersenyum misterius. Setelah melihat ekspresi penasaran orang-orang, dia melanjutnya. "Meski tidak menyediakannya secara gratis. Ada cara lain untuk mendapatkan anggur tersebut. Maaf, bukan membeli langsung dariku karena untuk sekarang aku tidak menjualnya. Namun ... kalian bisa mendapatkannya di pelelangan nanti.”


Mendengar ucapan Tuan Lenka, banyak orang yang mengutuk dalam hati. Mereka mengeluh karena pria paruh baya itu terlalu pelit, bahkan cukup licik karena menggunakan suguhan ini sebagai umpan agar para pecinta anggur membeli anggur tersebut dengan harga mahal. Benar-benar agak tidak tahu malu, tetapi tidak bisa disangkal kalau itu adalah ide brilian.


“Untuk sekarang, para tamu dipersilahkan untuk bersantai. Ada juga anggur lain yang bebas diambil dan tidak dibatasi. Kalian juga bisa makan hidangan yang telah disiapkan. Gunakan satu jam ini untuk bersantai dan bisa juga digunakan untuk mencari teman baru,” ucap Tuan Lenka.


“Hanya dibatasi satu jam?” tanya Tuan Wilson.


“Ya. Setelah itu kita akan masuk ke acara utamanya ...”


Tuan Lenka tersenyum misterius, lalu menambahkan.


“Lelang yang pasti akan membuat kalian semua tertarik.”

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2