
“Kenapa anda tidak membiarkan kami menghukum orang-orang tidak sopan itu, Tuan Alvonso?”
Mendengar pertanyaan itu, pria paruh baya bernama Alvonso tersebut menoleh dengan ekspresi dingin di wajahnya. Menatap tepat ke mata penjaga yang bertanya kepadanya, pria itu menjawab dengan nada dingin.
“Seharusnya kalian berterima kasih karena aku sudah menyelamatkan nyawa kalian berdua. Jangan berpikir hanya karena kalian sudah berada di level 3, kalian sudah menjadi tidak terkalahkan.”
Kedua penjaga itu saling memandang dengan ekspresi terkejut di wajah mereka. Bahkan di Shelter 1, hunter di level mereka sudah sangat jarang. Bisa dibilang, hunter level 3 sudah dianggap kuat dan dihormati banyak orang. Lagipula, sangat sulit menembus batasan level 3 ke level 4.
Bahan untuk membuat ramuan level 4 sangat langka. Jika tidak, pasti jumlah hunter level 4 lebih banyak daripada sekarang. Belum lagi, setiap ramuan level 4 yang dikonsumsi membawa kekuatan yang lebih kuat. Konsumsi 1-3 ramuan, konsumsi 4-6 ramuan, konsumsi 7-9 ramuan, dan konsumsi terakhir (ke 10) sampai menembus batasan level 4 merupakan batas lonjakan kekuatan.
Di level berikutnya juga sama. Meski berada di level yang sama, tetapi kekuatan mereka bisa dibilang cukup berbeda. Hanya sama di bagian jumlah miracle root yang bisa didapatkan. Oleh sebab itu, satu level mulai dibagi menjadi tahap bawah, tengah, dan atas.
Pemimpin Shelter 11 dan Pemimpin Shelter 13 adalah hunter level 4 tahap bawah. Sedangkan Aunt Ma, wanita itu adalah hunter level 4 tahap menengah.
Kedua penjaga itu sedikit takut. Mereka sama sekali tidak bisa mendeteksi kekuatan Julius dan Kaiser karena mereka berdua juga mampu menyembunyikan kekuatannya dengan baik.
“Maksud anda, Tuan?” tanya salah satu penjaga dengan ekspresi gugup.
“Apakah kalian tahu kalau hunter level 5 bisa dianggap sebagai bencana berjalan karena memiliki kemampuan penghancur yang sangat kuat? Ayah adalah hunter level 5 dan dianggap penguasa guild Blood Cross sejati.
Jangan remehkan Tuan Kaiser hanya karena dia terlihat lebih muda. Dia adalah pria yang sangat kuat. Bukan hanya hunter level 5, tetapi kekuatan Tuan Kaiser diakui oleh lima penguasa guild besar. Jika bertarung habis-habisan, orang itu bisa saja menghancurkan Shelter 1. Jelas lebih kuat daripada ayah.
Lagipula, banyak orang menujulukinya sebagai ‘manusia terkuat’ dan itu sama sekali tidak disebut tanpa sebuah alasan.
Sedangkan Tuan Julius, aku sama sekali tidak memiliki informasi tentang dirinya. Namun, aku yakin dia sangat kuat karena Tuan Kaiser yang sombong masih sangat menghargai dan menghormatinya. Bahkan jika bukan level 5, kemungkinan besar masih berada di puncak level 4.
Sama sekali tidak mungkin lebih rendah!”
__ADS_1
Mendengar penjelasan Alvonso, kedua penjaga itu merasa kedua kaki mereka menjadi lembut. Keringat dingin membasahi punggung mereka. Bahkan napas mereka menjadi lebih berat daripada sebelumnya. Jelas kedua penjaga itu sangat ketakutan ketika mendengar betapa kuatnya kedua ‘tamu tidak sopan’ tersebut.
Alvonso melirik ke arah kedua penjaganya tanpa mengucapkan sepatah kata. Meski begitu, dia masih merenung dalam hati.
‘Benar saja. Mengejar kekuatan adalah kebenaran sejati. Lagipula ...’
‘Hanya ketika kamu kuat, kamu bisa menulis aturan dan menetapkan kebenaran.’
---
Sementara itu, di tempat persembunyian yang dibuat Alexander.
Tempat yang dibuat Alexander adalah dua ruang bawah tanah yang terbilang luas. Beberapa kayu digunakan pada dinding untuk menopang agar tidak runtuh. Walau tanah itu sendiri sangat padat, pemuda itu masih berhati-hati karena takut terjadi kecelakaan.
Lentera yang dibuat dari lumut bercahaya digantung pada dinding, membuat ruangan yang sebelumnya gelap menjadi lebih terang. Bahkan jika tidak terlalu terang, setidaknya membuat orang masih bisa melihat.
Selain itu, Alexander juga masih menyimpan cukup banyak makanan dan air.
Hanya saja, ada satu masalah yang Alexander tidak pikirkan yaitu dia harus tinggal di tempat itu lebih lama dari yang diperkirakan olehnya. Belum lagi, satu ruangan tersebut menjadi lebih sempit karena harus ditinggali enam orang.
Alexander telah memprediksi Shelter 11 menjadi kacau jadi sudah bersiap pindah. Namun, seberapa bagus otaknya pun tidak bisa memprediksi kalau gelombang binatang buas sangat mengerikan sampai-sampai membuat tempat dia tinggal sekarang menjadi zona berbahaya.
Ya. Tempat Alexander tinggal sekarang sama sekali tidak aman. Walau yang muncul bukan makhluk level 3 atau di atasnya, tetapi cukup banyak makhluk level 1 yang berkelompok di sekitar. Belum lagi, makhluk level 2 sesekali muncul dan membuat semuanya lebih berbahaya.
Alexader terluka cukup parah. Sedangkan untuk Aurora dan empat wanita lainnya, tidak perlu ditanyakan lagi. Sulit bagi mereka untuk menghadapi beberapa makhluk level 2 seperti itu.
“Aduh duh duh! Tidak bisakah kamu melakukannya lebih lembut? Biarkan saja Daisy atau Nene yang melakukannya.”
__ADS_1
Alexander tidak bisa tidak mengeluh ketika Aurora mengganti perbannya dengan cara yang sangat kasar.
“Siapa yang menyuruhmu begitu sombong sampai-sampai melawan hunter level 3 yang sangat kuat? Bersyukurlah kamu bisa kembali dan tidak diinjak-injak sampai mati oleh gelombang binatang buas,” ucap Aurora dingin.
Setelah selesai mengganti perban Alexander, wanita itu menyandarkan kepalanya di punggung pemuda tersebut. Walau tidak mengatakan apa-apa, tetapi dia sebenarnya sangat bersyukur melihat Alexander kembali dengan selamat.
“Kita tidak mungkin kembali ke Shelter 11 karena sekarang lebih ketat dibandingkan sebelumnya. Situasinya juga tidak optimis karena semuanya menjadi berantakan. Haruskah kita terus menggali dan tinggal permanen di tempat ini?” tanya Aurora lembut.
“Siapa yang akan mengira semua akan berakhir dengan cara seperti ini?” ucap Alexander dengan senyum masam di wajahnya.
Pemuda itu merasa kalau bukan hanya Shelter 11, tetapi bencana telah terjadi di mana-mana. Dugaannya sendiri memang benar karena dunia sekarang tidak seindah sebelumnya.
Jika sebelumnya dunia yang mereka tinggali sudah gelap seperti malam, sekarang dunia itu menjadi gelap.
Masih seperti malam ... hanya saja tanpa rembulan dan bintang.
Alexander melirik ke arah Aurora lalu ke empat orang lain yang saling berdesakan untuk menghangatkan diri dan menyimpan energi. Suhunya terlalu rendah dan persediaan mereka terbatas, jadi mereka harus berusaha menghemat dan meminimalisir semuanya.
Menarik napas dalam-dalam, pemuda itu berkata.
“Tentu saja tidak. Kita tidak perlu tinggal di tempat ini. Setelah aku sembuh, kita akan keluar dari sini. Tempat ini jelas terlalu sempit, gelap, dan tidak nyaman ditinggali.”
Alexander tersenyum lembut.
“Jika ingin tinggal secara permanen, setidaknya kita harus memilih tempat yang luas dan nyaman untuk ditinggali.”
Melihat senyum Alexander, semua orang mengangguk. Mereka semua mengetahui kekuatan pemuda itu dan sangat mempercayainya. Hanya ketika mengikutinya, mereka merasakan sedikit kehangatan di dunia yang dingin dan gelap ini.
__ADS_1
>> Bersambung.