After Apocalypse

After Apocalypse
Di Balik Gemerlap


__ADS_3

Alexander menjentikkan jarinya, tampak puas dengan respon ketiga orang itu. Dia kemudian duduk kembali ke kursinya, lalu mulai menjelaskan.


“Seperti sebelumnya, aku ingin meminjam anak buah kalian.”


Sir Gareth menggelengkan kepalanya. Lelaki tua itu kemudian membalas, “Tidak mungkin kami mengirim terlalu banyak pasukan. Apalagi hunter level 3, yang di setiap kelompok tidak memiliki jumlah sebanyak itu.”


“Lalu berapa banyak yang bisa kalian kirimkan?” tanya Alexander sambil memiringkan kepalanya.


“Kami bisa memberi 30 pekerja biasa, 25 hunter level 1, dan 10 hunter level 2,” jawab Gareth.


Mendengar jawaban Gareth, Tuan Lenka dan Tuan Wilson mengangguk. Jumlah seperti itu masih bisa diterima. Lagipula, itu tidak terlalu berdampak pada mereka. Namun Alexander langsung menggelengkan kepalanya.


“Aku sama sekali tidak membutuhkan hunter level 1. Aku membutuhkan 40 pekerja biasa, 20 hunter level 2, dan 3 hunter level 3.” Alexander menurunkan penawarannya.


“Terlalu banyak!” Tuan Lenka menggelengkan kepalanya. “Paling banyak 1 hunter level 3.”


“Dua hunter level 3.” Alexander berkata santai. “Sebagai ganti sewa, aku akan memberi kalian anggur setiap minggu, satu botol Scarlet Dusk. Aku juga bisa menempa senjata untuk kalian. Satu senjata memerlukan waktu 2 bulan.”


“Itu menarik, tapi ... tambah lagi anggurnya. Setiap orang mendapatkan lima botol Scarlet Dusk dan satu botol Violet Midnight.” Tuan Wilson menawar.


“Itu merugikanku. Paling banyak 3 botol Scarlet Dusk dan 1 botol Violet Midnight, tetapi dua minggu sekali. Jika setuju, mari kita sepakati, jika tidak, lupakan saja.” Alexander menghela napas panjang. “Biarkan hunter level 1 itu datang. Meski sedikit kurang baik, tetapi masih bisa digunakan.”


Mendengar ucapan Alexander, ketiga lelaki tua itu saling memandang. Sejujurnya, meminjamkan pasukan mereka kepada pria itu sama sekali tidak merugikan. Walau berarti bawahan yang bisa langsung digerakkan tidak banyak, tetapi masih bisa ditoleransi.


Tuan Lenka dan Tuan Wilson mengangguk pada Sir Gareth. Ketua dari Thorns Dragon pun membalas, “Asalkan urusan makanan menjadi tanggunganmu, kami bertiga tidak keberatan.”


“Kalau begitu, dari 40 orang biasa ... aku minta 35 orang yang cukup muda dan kuat, sisanya wanita yang bisa memasak.” Alexander mengangguk ringan.


“Kalau begitu sepakat,” ucap Sir Gareth.

__ADS_1


“Senang bekerjasama dengan kalian bertiga. Namun, aku memerlukan bantuan kalian untuk menjalankan project ini.”


Alexander tersenyum di balik topengnya.


“Kalian tidak akan menolak, kan?”


***


Siang di hari berikutnya.


Di hutan tidak terlalu jauh dari Shelter 1, tampak puluhan orang berbaris rapi. Sebagian besar dari mereka berusia di sekitar tiga puluh tahun, hanya ada sebagian kecil yang berusia lebih. Mereka semua adalah orang yang dikirim dari Cursed Lambs, Black Punisher, dan Thorns Dragon.


“Aku tahu banyak dari kalian yang merasa tidak puas karena diminta untuk mengikutiku.” Alexander mengangkat bahu. “Tenang saja, kalian tidak dibuang oleh kelompok kalian. Sebaliknya, kalian ditugaskan ke sini untuk melakukan misi lebih penting. Sebelum itu, ada yang ingin aku pastikan.”


Alexander mengelus dagu. Melihat ekspresi penuh keraguan orang-orang, dia akhirnya menjelaskan.


“Dalam misi ini, aku adalah leader-nya. Aku melakukan pekerjaanku sendiri, tetapi juga harus mengarahkan kalian. Jadi, karena aku tahu kalau kalian tidak yakin denganku, maka aku membawa kalian ke sini untuk bertaruh.


Untuk para hunter level 3, jika ada yang bisa mengalahkanku, kalian bebas melakukan apa yang kalian inginkan. Sedangkan untuk hunter level 2 ...


Yah, selama kalian bisa menjatuhkanku, kalian juga bebas melakukan apa saja.”


Alexander kemudian melepas jubahnya lalu melemparnya ke cabang pohon, langsung menggantung seolah itu adalah gantungan baju. Dia kemudian melihat ke arah 66 orang di depannya.


“Jadi ... siapa yang ingin maju terlebih dahulu?”


***


Sementara itu, di salah satu tempat persembunyian Nine Gates.

__ADS_1


Di sebuah ruang tertutup mirip dengan ruang belajar yang dipenuhi rak dan buku, Annie duduk di kursi sambil menopang dagu. Ekspresinya tidak tampak ceria atau ramah seperti biasa. Justru wanita itu tampak bosan. Dia kemudian melirik ke arah Mei lalu bertanya, “Bagaimana kabar orang-orang itu? Sepertinya mereka cukup gigih.”


“Lapor Nona, para utusan tampaknya sudah menjadi tidak sabar. Selain itu, utusan dari Shelter 11 tampaknya mengalami sedikit masalah. Seperti yang anda minta sebelumnya, saya sudah mencari informasi tentang mereka,” balas Mei datar.


Maid tersebut kemudian meletakkan beberapa lembar kertas laporan di atas meja depan Annie, lalu kembali berdiri di belakangnya dengan tenang. Kemudian, Annie mulai membaca laporan dengan tenang.


Setelah membaca laporan, Annie berkata dengan ekspresi tertarik di wajahnya.


“Heeh ... sungguh pria yang menarik. Apakah dia berkeliling Distrik 3 setiap hari untuk menemui kita hanya karena mendapatkan bocoran kalau Annie Rosewald sesekali keluar dari kastel? Aku tidak tahu apakah dia jenius atau bodoh. Namun, dia memang orang yang gigih.


Octavius Rubruzen? Orang itu lagi-lagi membuat masalah. Itulah kenapa aku membenci orang berotak kecil tetapi memiliki ambisi yang terlalu besar. Jenis orang yang tidak sadar diri akan batasan, tidak mencoba meraih yang bisa diraih tetapi malah mencoba mengambil yang terlalu jauh.


Ya ... itu bukanlah kerugian bagi kita. Sebaliknya, itu sangat menguntungkan kita. Jadi tidak apa-apa.”


Suara datar Annie menggema di ruangan kecil tersebut. Jika orang lain mendengarnya, mereka tidak akan percaya kata-kata semacam itu diucapkan olehnya. Itu karena, hanya sedikit orang yang mengetahui sisi lain wanita itu.


“Apakah anda perlu melakukannya, Nona?” tanya Mei.


Annie menoleh ke arah pelayannya tersebut lalu balik bertanya, “Maksudmu?”


“Bukankah anda sudah memanggil semua anggota Nine Gates yang tersebar di seluruh wilayah Blood Cross. Keempat keluarga telah terpecah untuk mendukung calon pemimpin baru. Saya rasa kekuatan Nine Gates masih bisa diperhitungkan,” jawab Mei.


“Ucapanmu sama sekali tidak salah Mei. Hanya saja, itu bukanlah pilihan paling optimal karena hal tersebut akan membongkar identitasku. Jadi aku perlu dukungan lain. Misalnya, para utusan yang datang ke Shelter 1. Selain itu, kamu harus selalu ingat.


Annie Rosewald adalah wanita yang lemah dan tidak bisa melakukan apa-apa selain meminta dukungan. Itulah yang harus mereka lihat.


Sedangkan untuk Nine Gates ...”


Annie bersandar pada tempat duduknya sambil memejamkan mata.

__ADS_1


“Biarkan kelompok kita tetap dalam bayangan. Terus bersembunyi dan melakukan semuanya secara diam-diam. Melakukannya dalam bayangan, di balik gemerlap dunia yang penuh tipu daya ini.”


>> Bersambung.


__ADS_2