
Mendengar apa yang Alexander katakan, Aurora memasang ekspresi tidak puas.
“Tentu saja kerja sama kita belum berakhir. Selain itu, harusnya kamu tahu kalau aku cukup sibuk mengurus para junior itu.”
Apa yang dimaksud para junior oleh Aurora adalah para wanita yang berusaha untuk menjadi hunter. Walau tidak membantu memberi bahan atau senjata secara langsung, tetapi dia masih memberi banyak nasihat kepada mereka.
Bisa dibilang, Aurora telah menjadi salah satu hunter wanita paling terkenal di Shelter 13. Itu karena, selain dirinya, hanya ada beberapa hunter wanita dan mereka adalah anggota Blood Cross. Bukan hunter bebas yang tidak terikat.
“Selain itu, aku pikir kamu sakit parah dan berencana menjengukmu. Namun, aku tidak menyangka orang yang tampaknya sekarat itu telah pulih, bahkan mulai membuat perlengkapannya sendiri.”
Mendengar ucapan Aurora, Alexander melirik beberapa buah dan daging yang ada di atas meja. Jenisnya cukup langka dan agak mahal. Itu adalah barang yang dibawa oleh wanita tersebut ketika menjenguknya.
“Aku tidak menyangka kalau kamu akan mengkhawatirkanku,” ucap Alexander dengan wajah datar.
Meski mengatakan itu, dia merasa sedikit nyaman karena ada beberapa orang yang mempedulikannya. Hanya saja, pemuda itu tidak ingin terbawa perasaan dan mengacaukan semuanya.
Alexander masuk ke dalam rumah lalu pergi ke ruangan penyimpanan. Ketika kembali ke ruang utama, dia sudah melihat Aurora duduk sambil menggigit buah. Tampaknya menganggap tempat ini sebagai rumahnya sendiri.
Tentu saja, Aurora juga mengenal batasan. Wanita itu tahu kalau Alexander sangat peduli dengan ruang penyimpnanan dan tidak ingin orang lain memasukinya, jadi dia hanya masuk di ruangan utama atau kamar dimana Daisy dan Aster tinggal.
“Ini airnya, Tuan.”
Alexander menoleh ke arah Daisy, mengambil segelas air lalu meminumnya. Sementara itu, Aurora juga memperhatikan Daisy dan Aster.
Setelah hidup bersama Alexander beberapa bulan, Daisy dan Aster tampak lebih cantik dibandingkan sebelumnya. Bukan hanya tidak takut mati kelaparan, tetapi latihan rutin membuat sosok mereka menjadi semakin menarik. Belum lagi, penampilan mereka mirip.
Walau Daisy hampir lima tahun lebih tua dibandingkan Aster, tetapi dia masih di awal dua puluhan. Memancarkan pesona wanita yang mulai matang.
“Menarik ...” gumam Aurora. “Aku sama sekali tidak menyangka, orang kikir sepertimu memberi mereka ramuan evolusi?”
“Ya. Masing-masing dari mereka meminum dua ramuan evolusi.
Aku membutuhkan bantuan mereka dalam menangani banyak hal karena memiliki kesibukan tersendiri. Ditambah jadwal mereka yang semakin padat, mereka perlu lebih banyak stamina dan kekuatan.
“Mengeluarkan 4 ramuan evolusi level 1 dalam empat bulan. Jika wanita lain mendengarnya, mereka pasti tidak ragu melompat dalam pelukanmu.” Aurora berkata datar.
“Ini hanyalah investasi.” Alexander mengangkat bahu, tampak tidak begitu peduli. “Aku juga sudah memberitahu mereka berdua agar tidak terlalu berharap. Aku melakukannya di awal agar mereka bisa mengerjakan lebih banyak tugas untukku.”
“Dengan kata lain, menghabiskan banyak uang untuk mendapatkan semakin banyak keuntungan, ya?” ucap Aurora dingin.
Jika apa yang dikatakan Alexander benar, maka hal semacam itu memang menguntungkan. Aurora berpikir kalau pemuda itu tidak hanya akan mendapatkan keuntungan berupa poin atau sisa material. Selain dua hal itu, dia bisa memenangkan hari Daisy dan Aster yang akan menjadi semakin setia kepadanya.
Melihat bagaimana Daisy dan Aster memandang Alexander, Aurora merasa mereka seperti dua bunga yang sangat membutuhkan dan memuja matahari.
Tidak bisa hidup tanpa sinarnya!
__ADS_1
Setelah memikirkan beberapa hal lain yang membuatnya sedikit tidak nyaman, Aurora menatap Alexander dengan mata menyipit.
“Tidak aku sangka, setelah mengeluarkan banyak darah (poin/uang), kamu masih bisa menyusulku dalam waktu kurang dari dua minggu. Sungguh, itu sangat menyebalkan!
Aku berhemat mati-matian dan juga mengambil sedikit biaya pemrosesan, tetapi masih tidak bisa berjalan lebih jauh darimu. Perasaan berusaha keras tetapi dikalahkan oleh bakat itu sama sekali tidak menyenangkan.”
Mendengar keluhan Aurora, Alexander terkekeh pelan lalu berkata, “Bukankah kamu mencapai goal lebih awal dan memenangkannya? Selain itu, bukannya aku berbakat, hanya saja jumlah tabunganku bisa digunakan untuk segera menyusulmu.”
Aurora langsung mendengus dingin ketika mendengarkan ucapan Alexander yang tidak rendah hati, malah memamerkan kekayaannya.
Sebenarnya, alasan kenapa Aurora bisa melihat level Alexander karena pemuda itu sama sekali tidak repot-repot menyembunyikan kekuatannya. Berbeda keika di luar dimana Alexander memilih menyembunyikan kekuatannya. Dia merasa sedikit bebas di rumah. Biarkan saja rekan satu tim atau kedua wanita itu melihatnya.
“Karena kamu sudah tahu aku telah menembus batasan level 2, apakah kamu memiliki ide lain?” tanya Alexander.
“Maksudmu ...” Aurora menatap Alexander dengan mata terbelalak.
“Tentu saja itu yang aku maksud.” Alexander mengangguk ringan. “Lagipula, tanpa menyerap miracle root, kita tidak bisa dianggap sebagai hunter level 2 nyata karena belum lengkap.”
“Kapan kita berangkat?” tanya Aurora dengan ekspresi serius.
Wanita itu sama sekali tidak menolak ide Alexander. Bahkan, dia sendiri merasa tidak sabar untuk mendapatkan miracle root kedua. Jika bukan karena kesepakatan mereka, Aurora bahkan ingin pergi mencari terlebih dahulu.
“Besok,” ucap Alexander tanpa banyak berpikir. “Kita sudah memiliki rencana pergi berburu besok. Jadi, alih-alih mencari sesuatu seperti daging, buah, atau bahan ramuan ... kita akan pergi mencari miracle root yang cocok.”
“Baik!” ucap Aurora tegas.
Hunter level 2 itu sudah kuat, berkali-kali lebih kuat dibandingkan manusia biasa. Terlebih lagi, ada arti penting dalam mendapatkan miracle root kedua. Ya ...
Itu berarti mereka bisa mendapatkan keterampilan dari monster tersebut!
---
Keesokan paginya.
“Memangnya kamu anak kecil?”
Melihat ke arah Aurora, Alexander tidak bisa tidak mengeluh.
Walau wanita itu memakai topeng, dia masih bisa melihat jejak kelelahan di tubuh wanita tersebut. Setelah bertanya, pemuda itu merasa menyesal karena menanyakan alasannya.
Tidak bisa tidur karena terlalu bersemangat.
Alexander tidak menyangka kalau ada alasan yang begitu konyol sehingga wanita itu pergi dengan kondisi tidak prima. Rasanya terlalu ceroboh seolah sengaja mau bunuh diri.
“Siapa yang tidak bersemangat ketika merasakan tujuan kecilnya hampir tercapai,” gumam Aurora dengan ekspresi tidak puas.
__ADS_1
Walau ingin mengeluh, Aurora masih mempertahankan citranya di depan publik. Mempertahankan penampilan dingin dan sulit didekati orang-orang di sekitarnya.
“Lupakan. Mari istirahat satu jam sebelum berangkat.”
“Baik!” balas Aurora dingin.
Sekitar satu jam kemudian, Alexander dan Aurora pun berangkat. Mereka keluar dari gerbang utama lalu masuk ke area hutan.
“Kemana kita akan pergi?” tanya Aurora.
Mendengar pertanyaan tersebut membuat Alexander termenung sejenak.
Dibandingkan dengan dua shelter lain, Shelter 13 memiliki lebih banyak keuntungan dalam mencari bahan untuk membuat ramuan dan senjata. Selain itu, tempat itu cukup strategis karena mereka bisa memilih lebih banyak jenis miracle root.
Ada hutan yang luas dan penuh dengan berbagai jenis monster. Selain itu, tidak terlalu jauh dari sebuah gunung dan lembah dimana jenis monster lain tinggal.
“Karena kita sendiri tipe kecepatan, sebenarnya lebih baik pergi ke wilayah gunung karena kebanyakan monster di sana condong dengan kecepatannya. Area hutan luas cenderung netral karena banyak jenis tetapi kita harus mengandalkan keberuntungan.
Meski begitu, aku memiliki pemikiran lain. Aku rasa kita lebih baik pergi ke lembah.”
“Lembah? Bukankah banyak monster jenis serangga yang tinggal di sana?” tanya Aurora dengan ragu.
“Jenis serangga itu sangat baik. Mereka memiliki berbagai kemampuan yang sangat kuat.” Alexander mengangguk ringan.
“Ucapanmu tidak salah, Al. Masalahnya, beberapa jenis serangga hidup berkoloni. Selain itu, tidak bisa disangkal kalau jenis itu sangat ganas dan tidak mudah dihadapi. Namun, ada alasan lain kenapa tidak banyak orang berani melakukannya.
Jika sepadan dengan hasilnya, itu tidak akan menjadi masalah. Hanya saja, ada masalah penting.
Bukankah miracle root jenis serangga biasanya sulit dikombinasikan karena sifatnya bertentangan? Kamu jelas memiliki tujuan lebih jauh dibandingkan aku. Tidak mungkin kamu membuat kesalahan sekecil itu kan?”
Alexander menganguk ringan. Dia sama sekali tidak menyangkal ucapan Aurora. Seperti yang dikatakan wanita itu, miracle root dari kebanyakan serangga sulit dikombinasikan.
Bukannya berdampak buruk pada tubuh, tetapi akan lebih baik jika kemampuan dari miracle root bisa dikombinasikan sehingga bisa meningkatkan kemampuannya. Membuatnya menjadi lebih kuat karena saling melengkapi. Namun, Alexander memiliki ide sendiri.
“Jika itu miracle root biasa, saling melengkapi adalah yang terbaik. Namun, ada cara dimana kita tidak harus peduli apakah miracle root saling melengkapi atau tidak, yaitu mengambil miracle root dari monster yang dianggap tipe spesial.
Tentu saja, akan lebih baik jika mengambil jenis spesial yang terus bisa saling melengkapi.”
“GILA!” ucap Aurora langsung setelah Alexander menyelesaikan ucapannya.
Memburu jenis spesial biasanya memerlukan satu orang hunter di level yang lebih tinggi dan cukup banyak orang di level yang sama. Makhluk yang disebut ‘spesial’ tentu saja berbeda dengan monster biasa seperti Mutated Green Dog. Selain itu, bukan hanya namanya, mereka juga jauh lebih kuat dan berbahaya.
Menargerkan tipe spesial seperti berjudi karena sulit mencarinya. Sedangkan ingin mengambil miracle root spesial setiap level, apalagi yang saling melengkapi ...
Itu hanyalah ide gila yang tidak realistis!
__ADS_1
>> Bersambung.