
Melihat prestise dalam regu semakin naik, Mr Barton mengangguk puas. Lelaki tua itu kembali melanjutkan.
“Karena jumlah orang di regu ini 20 orang, alangkah baiknya kita membaginya kembali menjadi 5 tim kecil dengan anggota empat orang. Meski aku ada di level 2 dan menjadi pemimpin regu, tetapi aku merasa lebih baik juga memimpin tim kecil.
Itu berarti, para hunter resmi termasuk aku akan memimpin 3 magang hunter lalu kita akan menyebar di sekitar Area F untuk memastikan keamanan. Selain itu, tekan orang-orang yang mencoba membuat masalah.
Apakah ada yang keberatan?”
Pada saat itu, Joshua mengangkat tangannya lalu bertanya, “Bagaimana cara memilih anggota tim? Jika mereka diminta memilih, maka semuanya akan memilihmu, Mr Barton.”
Mendengar pertanyaan itu, Mr Barton mengelus dagunya.
Ketika semua orang ragu, Alexander mengangkat tangannya lalu memberi saran.
“Gunakan aturan lama. Hunter yang kuat yang memilih lebih dahulu. Mr Barton ada di level 2, jadi dia memilih lebih dulu. Kemudian ikuti saja berdasarkan jumlah ramuan yang dikonsumsi.”
Mendengar itu, semua orang langsung menatap Alexander dengan ragu dan sedikit kagum.
“Jangan tatap aku dengan cara semacam itu. Aku bukan orang baik, dan memang begitulah seharusnya. Omong-omong, aku baru mengonsumsi dua ramuan, jadi aku yang terakhir.” Setelah mengatakan itu, Alexander menghela napas panjang sambil tersenyum pahit.
Aurora yang melihat Alexander mulai berakting tidak bisa tidak mengeluh dalam hatinya.
‘Penipu ulung, terus ... teruslah menipu! Konsumsi 4 ramuan dan berkata kalau hanya 2 ramuan!’
Setelah memikirkan itu, Aurora akhirnya berkata, “Seperti yang disebarkan oleh si menyebalkan itu, aku mengonsumsi 4 ramuan evolusi.”
Mendengar nada dingin Aurora yang ikut berakting bersamanya, Alexander memasang ekspresi tidak berdaya. Menutupi kalau Aurora telah mengonsumsi ramuan ke lima, dia kembali membuka mulutnya.
“Hey, salahkan Clayton atas penyebaran berita itu. Aku sama sekali tidak menyebarkannya,” ucap Alexander.
“Kalian benar-benar menarik.” Joshua tersenyum. “Di usia ini, aku baru mendapatkan 5 ramuan evolusi. Sepertinya kalian akan segera menyusulku.”
“Aku juga mengonsumsi 4 ramuan, jadi bagaimana memilihnya?” ucap Seamus sambil menggaruk belakang lehernya.
“Kalau begitu kamu duluan karena lebih senior, Seamus.” Alexander berkata ramah.
“Hey, kamu tidak membela rekan satu timmu. Bukankah dia akan marah?” ucap Joshua sambil tertawa.
“Jangan katakan itu. Di sini aku mencoba bersikap adil, okay? Jangan membuatnya semakin panas. Akan merepotkan jika dia memilih untuk mencari anggota tim lain,” ucap Alexander tanpa daya.
Melihat akting tidak tahu malu Alexander, Aurora hanya diam. Cara pemuda itu berpura-pura terlalu alami. Jika ada perlombaan akting, Aurora merasa Alexander bisa menjadi juaranya.
__ADS_1
“Baiklah, baiklah ... sudah cukup. Kita tidak bisa menunda lagi atau para penjaga akan membuat kita kerepotan,” ucap Mr Barton.
Melihat anggota regu yang santai dan lebih mudah diatur, Mr Barton merasa senang. Pada awalnya dia berpikir akan bertemu dengan orang-orang merepotkan. Namun lelaki tua itu benar-benar bersyukur karena bertemu dengan anggota tim seperti Alexander dan Joshua yang bisa mencairkan suasana.
Setelah itu, pemilihan anggota tim pun dimulai.
Beberapa saat kemudian, lima tim kecil akhirnya terbentuk.
Pada saat Alexander melihat anggota timnya, dia hanya bisa tersenyum masam sambil menggelengkan kepalanya.
‘Tiga orang paling muda, paling kurang pengalaman, dan paling lemah. Ya ... aku benar-benar diberi sisa.’
Sembari memikirkan itu, Alexander menatap Aurora. Dia pikir wanita itu akan menyisakan setidaknya satu orang yang agak baik untuknya. Namun ternyata Aurora juga memilih yang lebih baik dan membuang sisanya.
“Karena tim telah dipilih, maka kita akan membagi tugas.
Tugas kita adalah mengawasi Area F setiap hari, yang berarti tidak ada istirahat. Oleh karena itu, aku berpikir untuk membaginya menjadi dua shift. Pagi sampai sore dan sore sampai pagi, dari jam enam sampai jam enam.
Siang hari tidak terlalu berbahaya dan area dimana kita ditugaskan juga tidak terlalu luas, jadi aku rasa hanya perlu 2 tim yang totalnya 8 orang. Sedangkan malam hari biasanya lebih bahaya, jadi perlu 3 tim yang totalnya 12 orang.
Sebagai pemimpin regu, tentu saja aku akan membantu shift malam. Sedangkan kalian bisa membaginya sendiri.”
Mendengarkan penjelasan Mr Barton, tiga bawahannya merasa agak tertekan. Pada saat itu, Joshua mengangkat tangannya.
“Lima tambah dua, tujuh. Empat tambah empat, delapan. Itu masih ada selisih.” Mr Barton menggelengkan kepalanya. “Namun, karena aku juga membantu di shift malam. Hal semacam itu seharusnya tidak menjadi masalah.”
“Bagaimana jika aku dan Alexander di malam hari, Mr Barton? Biarkan Joshua dan Seamus di siang hari karena gabungan mereka cukup kuat. Bahkan jika siang lebih aman, tetapi alangkah baiknya berjaga-jaga,” ucap Aurora yang sedari tadi tidak berkomentar.
“Sebenarnya itu tidak masalah, tapi ...” Mr Barton tampak ragu.
“Aku dan Alexander sudah bekerja sama cukup lama. Jadi ketika ada masalah, kami berdua bisa saling membantu dan memberimu dukungan. Bukankah itu bagus?” ucap Aurora.
Mendengar ucapan Aurora, Alexander mengangkat alisnya. Dia sama sekali tidak menyangka kalau wanita itu memperjuangkan waktu untuk bisa satu shift dengannya.
“Ini ...” Mr Barton semakin ragu.
“Hey, ternyata gosip itu ada benarnya. Tampaknya kalian cukup dekat!” ucap Joshua sambil mengelus dagu. Dengan seringai di wajahnya, dia menambahkan. “Karena Aurora mengkhawatirkan dermawan kecilnya, maka aku tidak keberatan. Bentuk saja seperti yang diucapkan Aurora.”
“Aku juga tidak keberatan,” tambah Seamus yang mengangkat tangannya.
“...” Alexander mengangkat bahu, sama sekali tidak berkomentar.
__ADS_1
Melihat semuanya sudah setuju, Mr Barton akhirnya menghela napas panjang. Pria itu pun berkata.
“Kalau begitu kita akan membaginya dengan cara seperti itu!”
---
Malam harinya.
Setelah berbicara dengan Mr Barton dan Aurora, tiga tim akhirnya berpisah untuk melakukan patroli. Awalnya mereka duduk sambil membicarakan beberapa hal setelah penggantian tugas.
Sekitar jam tujuh, petang menjelang malam, mereka baru mulai berpatroli.
‘Mungkin Aurora berpikir kalau tim ini lebih adil. Lagipula, aku mengonsumsi 4 dan dia mengonsumsi 5. Setara dengan Seamus dan Joshua.’
Alexander mengangkat bahu. Meski begitu dia juga puas dengan sikap yang diambil Aurora. Dengan susunan tim semacam ini, mereka bisa lebih bebas dan saling menjaga satu sama lain. Sama seperti kesepakatan sebelumnya.
“Jangan terlalu jauh dariku. Selain itu, kalian tidak perlu berjalan terburu-buru. Pastikan mengamati sekeliling dengan cermat,” ucap Alexander.
“Baik!” jawab tiga orang magang serempak.
Alexander berjalan paling depan. Pemuda itu membawa sebuah lentera. Sinar kemerahan dari api menyinari jalanan yang begitu sepi.
Jalanan Distrik 5 terlihat sempit. Di kiri dan kanan jalan tampak banyak bangunan kecil berdesakan, tempat para pengungsi tinggal.
Berbeda dengan Distrik 3 yang meriah atau Distrik 4 yang terlihat damai tetapi hangat, tempat ini terasa sangat tidak menyenangkan. Tidak ada lentera yang digantung di pinggir jalan, membuat tempat ini tampak begitu gelap. Ada juga aroma yang tidak sedap karena kebersihan tempat ini benar-benar sangat parah.
Hal tersebut membuat Alexander yang sudah memakai masker mengerutkan kening dari waktu ke waktu. Benar-benar merasa tidak tertahankan!
Pada saat Alexander dan tiga bawahannya lewat, sesekali mereka melihat ruangan dengan pintu bobrok. Di dalamnya, terdapat orang yang begitu kurus meringkuk di sudut.
Entah itu laki-laki atau perempuan, muda atau tua, di tempat semacam ini ...
Sama sekali tidak ada kehangatan dan hanya gambaran kesedihan yang bisa dia rasakan.
Meski banyak orang yang tampak sekarat dan membutuhkan pertolongan, Alexander dan tiga bawahannya tidak berhenti untuk membantu. Lagipula, bukan hanya di sini, tetapi di shelter manapun pasti ada hal semacam ini.
Apa yang bisa Alexander lakukan hanya berpura-pura tidak melihatnya. Di dunia yang tragis ini, bisa makan adalah sesuatu yang sudah patut disyukuri orang biasa. Dan tidak ada satu orang pun yang bisa menyelamatkan keseluruhan dari mereka.
Terus berjalan sambil menatap langit kelabu, Alexander bergumam pelan.
“Langit malam tanpa bintang dan rembulan ...”
__ADS_1
“Sungguh, ini adalah hari yang tidak menyenangkan.”
>> Bersambung.