After Apocalypse

After Apocalypse
Orang Lain dan Diri Sendiri


__ADS_3

Malam harinya, di ruang rapat Keluarga Grasswald.


Setelah memberitahu Aurora dan dua wanita lainnya kalau malam ini mereka tidak akan latihan karena ada rapat yang harus dihadiri, Alexander yang menyamar sebagai Boris pergi mengikuti rapat keluarga.


Pada saat Alexander datang, banyak orang yang menatapnya dengan ekspresi curiga. Bahkan kakaknya sendiri menatapnya dengan ekspresi penuh kebencian yang tidak ditutup-tutupi.


Alexander langsung duduk di kursinya. Dia langsung menopang dadu sambil menatap kosong, tampaknya tidak ingin berbicara dengan mereka.


“Karena semua orang sudah berkumpul, maka sebaiknya kita memulai rapatnya.”


Moris bertepuk tangan, berkata dengan ekspresi serius tetapi juga agak santai.


“Pertama-tama, aku akan menjelaskan situasinya.


Misi dari atas itu sama sekali tidak salah. Meski tidak tahu berapa lama orang-orang itu menyelesaikan tugas di perbatasan, tetapi kita semua harus bersiap. Namun, aku benar-benar menyayangkan kemunduran keluarga kita.


Sementara keluarga lain sibuk mengumpulkan berbagai hal, kita semua malah terpecah belah seperti orang-orang biasa yang tidak memiliki tujuan padahal kita tahu kalau semua itu sama sekali bukanlah berita palsu.”


“Bukankah itu salah salah si tengil tidak berguna?! Dia malah sibuk menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang dengan budak atau berkumpul dengan orang-orang kotor itu! Merusak reputasi Keluarga Grasswald kita!” sela Norris dengan ekspresi tidak puas di wajahnya.


Mendengar ucapan Norris, semua orang menatap ke arah Alexander. Saat itu, Moris tiba-tiba batuk untuk mengambil kembali perhatian. Pria itu kemudian menjelaskan.

__ADS_1


“Memang benar apa yang dilakukan Boris kurang baik, tetapi dia masih melakukan tugasnya dengan baik. Dia mampu mengumpulkan bahan-bahan konsumsi yang diperlukan. Bahkan segi kualitas dan kuantitas lebih banyak daripada sebelumnya. Oleh karena itu, aku pikir kita bisa memakluminya.


Sebenarnya, kalau dipikir-pikir, bukan hanya Boris, tetapi setiap tetua juga memiliki kekurangannya. Entah itu terlalu malas, sibuk dengan urusannya sendiri, mencoba mengembangkan bisnis pribadi, dan semacamnya. Jadi, aku harap kita tidak saling menyalahkan.


Daripada saling menyalahkan, aku berpikir kalau kita semua harus bersatu. Lagipula, untuk menghadapi gelombang besar, kekuatan individu masih kurang, jadi kita harus menyatukan kekuatan.


Oleh sebab itu ... aku harap kita bisa melakukan pemilihan kepala keluarga sesegera mungkin karena sudah tertunda begitu lama!”


Mendengarkan pidato indah Moris, mata Alexander sedikit menyipit. Walau kata-kata kebersamaan, dari rakyat untuk rakyat, dan semacamnya terdengar manis. Pada kenyataannya, orang itu sudah menunjukkan sisi busuknya.


Daripada untuk orang lain, alasan kenapa Moris ingin menjadi kepala keluarga jelas untuk memenuhi keinginannya sendiri. Dengan menjadi kepala keluarga besar, bukan hanya mendapatkan gengsi, tetapi juga memiliki banyak hak.


“Itu-“


Norris tampak panik. Dia samas sekali tidak menyangka kalau Moris tiba-tiba akan membuat usulan seperti itu.


“Tidak ada kata tapi, Kak. Kita semua sudah berada di ujung tanduk. Keluarga Grasswald memerlukan pemimpin untuk membawa keluarga keluar dari bahaya ini.


Tentu saja, kita tidak bisa asal saling pilih dan tunjuk. Untuk keadilannya, kita akan mengambil pemungutan suara satu minggu kemudian. Semua anggota keluarga baik utama atau cabang diperbolehkan ikut.


Anggota biasa dan tetua memiliki nilai yang berbeda. Apakah ada yang keberatan?”

__ADS_1


Melihat Moris, semua orang akhirnya menyetujuinya.


Setelah itu, orang-orang mulai membicarakan beberapa hal dalam rapat. Moris sibuk membicarakan bagaimana keluarga harus bersatu dan kemana arah yang harus mereka tuju. Norris sendiri tampak panik, memikirkan cara agar dia bisa menang dalam pemilihan.


Alexander sendiri hanya mendengar dalam diam. Dia hanya menopang dagu, melamun, menguap, bahkan memejamkan mata seolah-olah tidak peduli. Pemuda itu sama sekali tidak menganggap dirinya sebagai calon. Lagipula, Boris sama sekali tidak cocok untuk menjadi kepala Keluarga Grasswald dan tidak ada yang menginginkan itu terjadi.


Dengan begitu, rapat pun terus berjalan sampai hampir larut malam.


Selesai rapat, semua orang hendak kembali ke kediaman mereka masing-masing.


Pada saat itu, langkah kaki Alexander terhenti ketika melihat sosok pria yang sedang menunggunya.


“Apa yang kamu lakukan di sini, Kak Moris?”


Mendengarkan pertanyaan Alexander, Moris menoleh dengan ekspresi serius lalu membalas.


“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu, Boris. Ikuti aku.”


---


Catatan. Chapter ini akan direvisi besok. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2