After Apocalypse

After Apocalypse
Misi Sampingan Selesai


__ADS_3

BANG!


Jacob terhempas mundur beberapa meter. Pria itu kemudian menatap ke arah sosok yang baru saja membuatnya terpukul mundur.


“Kamu ...” gumam Jacob dengan mata menyempit.


Di sana, tampak seorang pria bertubuh kekar tidak kalah dengan dirinya. Sebagian tubuhnya tampaknya berubah menjadi penampilan mirip gorila. Memiliki wajah muram, pria itu berkata.


“Aku benar-benar tidak menyangka kalau kamu masih hidup. Meski menggunakan topeng dan berpenampilan aneh, aku tidak akan pernah melupakan kedua tangan itu. Dua tangan yang telah merenggut nyawa teman-temanku!” teriak pria itu.


“Membunuh rekan-rekanmu?” Jacob mengelus dagu.


“Apakah kamu sudah melupakannya?” tanya pria itu dengan mata terbelalak.


“Tidak. Aku tidak melupakannya. Hanya saja ...” Jacob menggeleng dengan wajah sopan. “Aku telah membunuh terlalu banyak orang dalam hidupku.”


“AKU AKAN MEMBUNUHMU!!!”


Pria itu langsung bergegas ke arah Jacob. Dia langsung mengayunkan tinjunya dengan sekuat tenaga. Sebagai tanggapan, Jacob juga mengayunkan tinjunya.


BANG!


Dua tinju bertabrakan dengan keras, lalu keduanya mundur beberapa langkah.


Swoosh!


Pada saat itu, beberapa pisau tiba-tiba melesat ke arah Jacob. Pria itu terkejut, tetapi langsung melompat mundur. Walau masih terkena beberapa pisau, tetapi dia masih menghindari sebagian besar serangan.


Jacob menoleh ke sumber serangan dan melihat sosok kurus dengan rambut panjang. Dia memakai riasan tebal dan lipstik. Walau menggunakan pakaian glamor, tetapi tidak bisa menutupi fakta kalau dirinya adalah laki-laki.


“Hehehe ... aku tidak menyangka kalau bisa bertemu denganmu, Jacob!”


“Apa yang kamu lakukan di sini, Ular Bau! Kamu jelas ditugaskan untuk berurusan dengan kelompok Juan!” teriak pria kekar sebelumnya.


“Diamlah, Gorila Bodoh! Aku sudah bertukar tempat. Berbeda denganmu yang hanya mengetahui penampilan Jacob ketika dia menggunakan miracle root. Aku sudah melihatnya sejak awal!”


“Kamu-“


“Aku sebenarnya tidak ingin menyela kalian, tapi ... sepertinya aku tidak begitu akrab dengan kalian?” ucap Jacob.


Mendengar perkataan Jacob, kedua orang itu langsung menoleh ke arah pria tersebut dengan ekspresi ganas di wajah mereka.


“Kamu dan saudaramu telah membunuh semua anggota kelompokku, Greystone Ape!”


“Kamu telah merusak wajah cantikku sehingga aku harus menggunakan riasan tebal seperti ini setiap kali keluar, dasar b-jingan!”


Kedua orang itu langsung menyerang Jacob dengan ganas. Diserang oleh dua hunter level 3, dia pun menjadi semakin pasif. Benar-benar berasa di bawah tekanan yang sangat berat.


Saat itu juga, Jacob berkata dengan lantang.


“Saya butuh bantuan anda, Tuan Clark!”

__ADS_1


Mendengar teriakan Jacob, kedua lawannya langsung terlihat waspada. Namun, apa yang mereka tunggu sama sekali tidak terjadi.


Clark, ketua dari tim Red Sparrow yang ditugaskan dari markas pusat masih berdiri di tempatnya.


Melihat ke arah pria yang tampak tak acuh seolah pertarungan mereka tidak ada hubungannya dengan dirinya, ekspresi Jacob menjadi muram.


‘Orang-orang terkutuk ini ...’


---


Sementara itu, di tempat dimana Alexander dan Igor berhadapan.


“Kamu berkata kita adalah teman? Kamu jelas-jelas ingin membunuhku Igor!”


Boris berkata dengan ekspresi murah. Tampaknya merasa sangat tidak senang dan marah karena telah ‘dikhianati’ oleh temannya sendiri.


Melihat tingkah laku ‘Boris’, Igor menyeringai puas. Sudah cukup lama dia merasa tidak senang dengan pria itu. Walau membuatnya bisa menjual banyak bahan dan mendapatkan beberapa keuntungan, tetapi keuntungan itu masih kurang. Belum lagi, pria itu sangat membenci ‘Boris’ yang memperlakukannya seperti tikus kotor.


“Seharusnya kamu tahu, Temanku. Di depan kepentingan yang lebih besar, hal-hal semacam itu tidak berarti.”


Melihat bagaimana Igor mengangkat kepalanya dengan bangga, Alexander ingin tertawa. Namun, sebagai Boris, tentu saja dia tidak bisa melakukannya. Sebaliknya, pemuda itu harus merasa marah, sangat marah karena telah dikhianati oleh rekannya sendiri.


“Igor! Kamu ... Kamu benar-benar tikus kotor!” teriak Boris dengan ekspresi marah.


“Hahaha! Tertawakan aku sebagai tikus kotor. Namun, bukankah miracle root itu cocok untukmu. Maksudku ...” Igor menyeringai. “Kamu benar-benar mirip ulat jelek yang buruk dan tidak berguna, tetapi bertindak seolah kamu yang paling cantik (baik)!”


“MATI!”


SWOOSH! KLANG!


Igor menyilangkan tangan, menangkis pedang dengan kuku-kuku yang disilangkan. Pria paruh baya itu juga melirik ke arah Boris dengan ekspresi mengejek di wajahnya.


Sesaat kemudian, ‘Boris’ mulai mengayunkan pedangnya secara kasar dan acak, tampaknya benar-benar dilahap kemarahan.


Walau tidak melukainya, tetapi Igor menjadi sangat serius. Dia merasa setiap serangan pria itu menjadi lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Walau gerakannya tampak acak dan tidak beraturan, tetapi masih sangat berbahaya jika terkena serangan itu secara langsung.


Pada saat itu juga, anggota Blue Lantern mulai menyerang anggota Keluarga Grasswald. Banyak anggota keluarga yang merasa marah, bahkan mengutuk Boris karena dengan bodohnya mempercayai orang-orang kejam itu.


Moris merasa sangat marah ketika melawan wakil ketua Blue Lantern. Namun, ketika melihat ‘Boris’ yang marah dan putus asa, pria itu diam-diam membuat keputusan.


‘Setelah kejadian ini, seharusnya Boris semakin mempercayai aku. Walau bodoh, dia benar-benar bisa digunakan untuk mengerjakan beberapa tugas kotor.’


Tidak tahu apa yang dipikirkan Moris, Alexander yang berakting sebagai Boris mulai mendalami perannya. Matanya agak merah seolah akan menangis. Tampaknya pria itu sedang mengingat bagaimana dia kehilangan rekan-rekannya, hampir dibunuh keluarganya sendiri, dan akhirnya kembali dikhianati oleh temannya sendiri.


BANG!


Boris dan Igor terpental ke belakang beberapa meter. Keduanya saling memandang. Ekspresi Igor tampak serius, tetapi ada jejak kepuasan karena bisa ‘membalas dendam’ yang selama ini terpendam. Sementara itu, Boris tampak marah dan putus asa.


“Sesali semuanya di alam baka, Bodoh!”


Igor langsung melesat ke depan dengan kecepatan luar biasa. Cakar-cakar setajam pisau berayun dengan ganas. Boris langsung menangkis serangannya, tetapi tidak bisa menangkis semuanya.

__ADS_1


Pria itu melompat mundur beberapa meter. Luka tebasan tampak di lengan, bahu, dan sedikit di sisi kiri perutnya.


Melihat Boris yang terluka cukup parah, Igor merasa sangat senang.


Crack!


Pada saat itu, ekspresi Igor tiba-tiba membeku. Di bawah tatapan tidak percaya, retakan halus muncul di kukunya. Beberapa saat kemudian, retakan meluas dan akhirnya kuku-kuku tajam itu patah.


Belum sempat bereaksi, teriakan marah ‘Boris’ terdengar di telinganya.


“AARRGGHH!!”


SWOOSH!


Pedang besar langsung menebas bahu kiri Igor ke perut bagian kanan. Luka diagonal yang tampak mengerikan muncul di bagian depan tubuhnya. Saat itu juga, sebuah pemikiran muncul di benak Igor.


‘Sejak awal orang itu ingin mematahkan cakarku? Tunggu! Dia ... dia jelas belum menggunakan kemampuan racunnya!’


Igor menyadari kalau ada sesuatu yang salah. Namun, semuanya terlambat. Boris di depannya telah memutar tubuhnya dan menggunakan momentum tersebut untuk mengayunkan pedang besar secara horizontal dengan sekuat tenaga.


SLASH!


Leher Igor langsung ditebas. Kepala yang terpenggal langsung terlempar, menyisakan sebuah tubuh yang berdiri kaku seolah masih tidak menyangka sesuatu semacam itu terjadi kepadanya.


BRUK!


Setelah tubuh Igor Jatuh, Boris langsung hampir jatuh berlutut. Dia menancapkan pedang di tanah dengan ekspresi sangat lelah di wajahnya. Namun, jejak kemarahan jelas masih tersisa.


Melihat kejadian itu, orang-orang dari Keluarga Grasswald mulai bertarung lebih keras. Mereka merasa marah dan malu karena tampil lebih buruk daripada ‘Boris’ yang selama ini dianggap sebagai sampah.


Beberapa orang tumbang, tetapi sebagian besar mengalahkan lawannya. Lambat laun, Keluarga Grasswald berhasil menekan Blue Lantern dan akhirnya memenangkan pertarungan. Meski begitu, mereka tidak merayakannya karena masih ada musuh lain yang menunggu.


Di balik ekspresi marah di wajahnya, Alexander merasa puas setelah menyelesaikan misi sampingan dengan meminjam pisau orang lain untuk membunuh musuh. Menggunakan tenaga Keluarga Grasswald untuk menghabisi Blue Lantern dan menepati janji yang dia katakan kepada Jane, Nene, dan empat pelayan lainnya.


‘Dengan begini ... misi sampinganku-‘


JLEB!


“Eh?”


Mata Alexander terbelalak. Pada saat dia berpura-pura kelelahan, sosok berjubah hitam dengan topeng seperti burung muncul di belakangnya dan menikam perutnya.


“Uhuk!”


Alexander memuntahkan beberapa suap darah. Pada saat pedang itu dicabut, tubuhnya jatuh ke tanah bersalju dengan keras.


BRUK!


Pemandangan dimana Boris jatuh bersimbah darah membuat sisa Keluarga Grasswald dan orang-orang di sekitar terkejut.


Seketika ... suasana di sekitar jatuh dalam keheningan.

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2