After Apocalypse

After Apocalypse
Benih Kebencian


__ADS_3

Keluarga Rosewald.


Pada saat mendengarkan nama itu, apa yang orang-orang pikirkan adalah keluarga yang memimpin Blood Cross. Mereka terkenal atas parasnya yang indah dan kekuatannya. Bahkan terdapat rumor kalau beberapa keturunannya memiliki kemampuan khusus.


Kemampuan khusus sendiri sangat langka dimana orang itu bisa dianggap memiliki tambahan kemampuan tanpa menyerap miracle roots atau melakukan metode gelap yang sangat berbahaya. Sama seperti kemampuan telekinesis di keluarga Alexander.


Penampilan cantik atau tampan, rambut pirang agak pucat, mata seindah rubi, dan awet muda. Ditambah dengan kebanyakan dari mereka yang menjaga tradisi untuk menyerap miracle root jenis kelelawar yang membuat mereka memiliki kemampuan terbang ...


Banyak orang menyebut mereka sebagai klan vampir.


Tentu saja, tidak semua anggota keluarga seperti itu. Bahkan, bisa dibilang hanya ada beberapa yang terpilih yang mendapatkan kemampuan khusus. Menurut cerita, kemampuan khusus itu adalah awet muda. Namun tidak ada yang tahu kebenarannya.


‘Paras cantik, rambut pirang pucat, dan mata indah bagaikan rubi ...’


Mata Alexander terbelalak. Melihat ke arah Aurora yang memiliki ciri-ciri tersebut, dia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.


Awalnya, Alexander berpikir kalau itu hanyalah semacam mutasi genetik. Lagipula, setelah ratusan tahun menyerap berbagai miracle roots, banyak keturunan manusia yang mengalami mutasi. Namun, dia sama sekali tidak pernah mengaitkan Aurora dengan Keluarga Rosewald.


Itu karena Keluarga Rosewald terkenal tertutup dan sangat ketat terhadap semua keturunannya!


Seolah menyadari sesuatu, Alexander tiba-tiba berseru, “Jadi begitu!”


“Um? Apakah ada yang salah, Al?” tanya Aurora dengan ekspresi bingung.


“Ada alasan kenapa pria itu tidak menyukai adikmu. Bukan karena dia jatuh cinta padamu, tetapi karena alasan khusus,” ucap Alexander dengan ekspresi berat.


“Apakah itu benar? Apa alasannya?” tanya Aurora.


“Ini sebenarnya alasan yang bodoh. Namun banyak orang tidak ingin melewatkan kesempatan. Bisa dibilang, banyak dari mereka rela membunuh seribu orang karena takut kehilangan satu kesempatan.


Seharusnya setelah mencari informasi, kamu sadar kalau tidak semua anggota Keluarga Rosewald memiliki mata merah. Hanya orang yang dianggap terpilih dan beruntung yang dapat memilikinya.”


“Apa hubungannya denganku? Bahkan jika ada garis keturunan Keluarga Rosewald dalam darahku, tetapi aku tidak ada hubungannya dengan mereka. Keluargaku telah terpisah dari mereka begitu lama sampai-sampai tidak ada yang mengetahuinya!” ucap Aurora dengan ekspresi marah sekaligus bingung.


“Ada dua kemungkinan kenapa orang itu menargetkanmu.


Pertama, karena dia adalah orang yang ambisius. Tampaknya dia ingin menikahimu lalu mencoba menghubungi Keluarga Roserwald melalui dirimu. Meski kamu tampaknya tidak ada hubungannya dengan keluarga itu, tetapi darah masih lebih kental daripada air.


Seharusnya Keluarga Rosewald masih mau mengaikui kalau kamu adalah kerabat jauh. Itu berarti pria itu bisa berhubungan dengan keluarga besar melalui dirimu. Ditambah berita kalau anak-anak Aunt Ma tampaknya memperebutkan posisi ibu mereka, tujuan ini masih cocok.

__ADS_1


Kedua, ini ada hubungannya dengan garis keturunanmu. Meski sulit dipercaya, tetapi sangat banyak orang bodoh di dunia ini.


Apakah kamu tahu ciri-ciri atau kemampuan garis keturuanan Keluarga Rosewald yang dianggap spesial? Ya ... itu adalah awet muda.


Menurutku, awet muda sendiri lebih ke penampilan luar. Bisa dibilang mempertahankan kondisi baik selama hidup mereka. Namun, ada juga yang berpikir kalau awet muda berarti umur panjang, bahkan berhubungan dengan keabadian.”


Mendengar penjelasan Alexander, mata Aurora langsung terbelalak. Dia sama sekali tidak menyangka kalau ada hal semacam itu. Wanita tersebut bahkan tidak begitu memikirkannya.


“Aku pikir yang pertama memang cukup masuk akal. Namun, bukankah yang kedua agak berlebihan Al? Umur panjang? Keabadian? Siapa yang akan percaya hal-hal semacam itu!” ucap Aurora dengan ekspresi bingung.


“Banyak. Sangat banyak orang gila yang mempercayai takhayul seperti itu.” Alexander menggelengkan kepalanya dengan ekspresi tanpa daya. “Menurutku, dengan keajaiban miracle root yang kuat, umur panjang karena metabolisme kuat dan berbagai efek tertentu masih mungkin. Namun, aku tidak percaya adanya keabadian di dunia ini.”


“Kenapa ada orang yang begitu bodoh untuk mempercayai hal semacam itu?!” ucap Aurora dengan ekspresi marah, sedih, dan tidak berdaya.


“Itulah kenapa aku menyebut mereka sebagai orang gila. Orang-orang itu mengincar sesuatu yang begitu tidak masuk akal dan melakukan hal-hal keji tanpa sedikitpun keraguan hanya karena sebuah rumor.” Alexander menghela napas panjang.


“Jadi ... tragedi yang menimpa keluargaku terjadi karena hal semacam ini?” Aurora bergumam pelan.


Melihat Aurora yang tampak rapuh dan tidak berdaya, Alexander hanya bisa menghela napas dalam hatinya. Dia memeluk erat tubuh wanita itu, membuatnya merasa nyaman karena sekarang tidak lagi sendirian.


“Apakah kamu tahu kasus pembunuhan yang tidak lama ini terjadi Al?” tanya Aurora.


“Dua putra Aunt Ma? Ya ... aku mendengarnya.” Alexander mengangguk ringan.


“Itu percuma,” ucap Alexander sebelum menghela napas panjang.


“Apa maksudmu?” tanya Aurora dengan ekspresi bingung.


“Percuma saja membunuh anggota keluarga Aunt Ma. Jika saudara-saudarinya mati, orang itu justru senang karena semakin mudah baginya untuk memenangkan kursi ibunya. Jadi, bukan hanya tidak menyakitinya, kamu malah membantunya.”


“Itu ... bagaimana bisa itu terjadi?” Mata Aurora terbelalak, tampaknya tidak percaya.


“Seperti yang aku katakan, sama seperti saudara-saudara ayahmu, anak-anak Aunt Ma juga saling menargetkan. Hanya saja, mereka masih menjaga hubungan baik di permukaan dan tidak menggunakan cara langsung (membunuh) untuk mendapatkan posisi.” Alexander menjelaskan dengan sabar.


Setelah mendengarkan penjelasan dari Alexander, Aurora tampaknya menyadari sesuatu. Dia menatap ke arah Alexander dengan ekspresi tidak percaya.


“Begitu! Jadi begitu! Ternyata itu alasan kenapa pria itu memiliki cukup banyak pengikut di sekitarnya.”


Dari penjelasan Alexander, Aurora langsung sadar kalau semua anak Aunt Ma bersaing dengan cara yang cukup dalam. Mereka yang menginginkan posisi pemimpin tampaknya memilih untuk mencari bawahan yang bisa diandalkan.

__ADS_1


Beberapa anak Aunt Ma yang lebih tua tampaknya memiliki cukup banyak pendukung, jadi awalnya Aurora menargetkan pemuda yang lebih lemah. Orang yang terkenal kejam meski masih muda. Namun dia sendiri juga tidak mengincar anak-anak yang terlalu muda dan tidak bersalah.


Aurora menyadari kalau pilihannya ternyata salah. Itu berarti sekarang dia hanya bisa menargetkan pria itu.


Di satu sisi, itu cukup berbahaya. Namun, di sisi lain, itu juga lebih nyaman karena kematian orang itu tidak akan menarik terlalu banyak perhatian.


Setelah beberapa saat, Aurora akhirnya memutuskan.


“Aku butuh bantuanmu, Alexander!” ucap wanita itu dengan ekspresi tegas.


Alexander hanya diam sambil menunggu Aurora mengucapkan semua yang ingin dia katakan. Walau dalam hati sudah berpikir untuk tidak ikut campur urusan keluarga Aunt Ma, tetapi sekarang situasi agak berbeda.


Alexander tahu kalau hubungannya dengan Aurora sebenarnya hanya sekadar partner, bahkan sedikit canggung. Namun, di dalam hati kecilnya, pemuda itu merasa kalau Aurora masih dianggap sebagai wanitanya. Jadi dia ingin mempertimbangkan semuanya secara matang.


“Aku tahu kamu tidak akan tergerak untuk melakukan hal secara gratis. Lagipula, ini bukan amal,” ucap Aurora.


Alexander hanya diam, tetapi kata-kata Aurora agak tajam dan menggores hatinya. Awalnya dia berpikir untuk membantu wanita itu, tetapi tidak menyangka kalau di mata Aurora ternyata dirinya begitu pelit dan kejam.


“Aku akan membayarmu dengan harga penuh. Selama kamu membantuku, sepertiga kekayaan keluargaku akan menjadi milikmu. Keluargaku mungkin tidak sekuat keluarga petinggi lain, tetapi akumulasi jangka panjang membuat keluargaku lebih kaya dari mereka.


Sepertiga dari kekayaan yang bisa ditukarkan ...


Seharusnya bisa membawamu menembus level 3 dalam waktu singkat!”


Mendengar itu membuat Alexander tertegun. Awalnya dia merasa ragu kenapa keluarga Aurora bisa menurun dengan kekayaan seperti itu. Namun setelah memikirkannya baik-baik, tampaknya semuanya menjadi lebih masuk akal.


Total kekayaan bersih yang bisa ditukar secara langsung menjadi bahan seharusnya cukup untuk meningkatkan satu atau dua orang ke level 3. Masalahnya, itu adalah kekayaan seluruh keluarga. Jadi semua orang pasti tidak setuju untuk menggunakannya dengan cara seperti itu.


Terlebih lagi, mereka semua saling membenci dan iri. Jadi tidak ingin anggota keluarga lain menjadi lebih baik dan akhirnya membuat mereka dalam posisi tidak menguntungkan. Bahkan bisa dibunuh karena dianggap mengganggu.


Memikirkan berbagai konflik di keluarga besar, Alexander hanya bisa menghela napas panjang. Namun, dia juga telah membuat keputusan dalam hatinya.


‘Sepertinya akhirnya aku benar-benar harus terlibat dengan masalah ini! Meski agak tidak menyenangkan, tetapi ini juga sebuah kesempatan yang tidak bisa dilewatkan.’


Saat itu, Alexander tiba-tiba mendengar suara Aurora.


“Bagaimana Al? Apakah kamu menyetujuinya?”


Mendengar pertanyaan itu, Alexander mengangguk ringan. Dia kemudian menatap ke arah Aurora yang tampaknya lebih dingin dan kejam dibandingkan sebelumnya. Merasakan kebencian wanita itu pada orang-orang yang menghancurkan keluarganya, dia hanya bisa menghela napas panjang.

__ADS_1


‘Benar saja ... benih kebencian akhirnya akan merubah seseorang.’


>> Bersambung.


__ADS_2