After Apocalypse

After Apocalypse
Mengambil Keputusan


__ADS_3

“Jika tidak ada yang salah, maka kami akan pergi.”


Setelah mengatakan itu, Tavon hendak pergi. Namun, saat itu Alexander tiba-tiba berkata.


“Tunggu sebentar!” ucapnya.


“Apakah ada yang salah?” tanya Tavon curiga.


“...”


Tidak menjawab pertanyaan Tavon, Alexander langsung masuk ke dalam rumah. Setelah beberapa saat, dia membawa sebuah kendi berisi jus buah yang difermentasi dan juga satu wadah besar daging asap.


“Apa maksud dari semua ini Alexander?” Tavon tampak bingung.


“Terimalah.” Alexander memaksa Tavon menerimanya, lalu menepuk pundak pria itu dengan senyum lembut di wajahnya. “Kamu sudah bekerja begitu keras, Kapten Tavon. Kamu tampak agak kurus, jadi kamu juga harus menjaga pola makanmu.”


Mendengar ucapan Alexander, Tavon dan rekan-rekannya terkejut. Kali ini, orang yang datang bersama Tavon bukan orang yang dulu pergi dalam misi pencarian. Jadi mereka yang baru bertemu dengan Alexander sangat terkejud dengan keramahannya.


“Ini ...” Tavon tampak ragu.


“Anggap saja ini ketulusanku. Kamu sudah membantuku menghindari masalah besar yang bisa berakhir dengan kematian. Meski tidak seberapa, tolong diterima,” ucap Alexander dengan nada ramah.


Mendengar ucapan Alexander, rekan-rekan Tavon lainnya tampak terkejut dan iri. Meski mereka adalah prajurit yang berada langsung di bawah Blood Cross, tetapi mereka juga cukup kesulitan dalam mencari makan. Orang-orang itu masih harus berhemat, karena jadwal mereka sibuk dan jatah bulanan mereka ditentukan pihak atas.


Bisa dibilang, ‘hadiah kecil’ dari Alexander masih cukup menggiurkan bagi mereka. Jadi, orang-orang itu tidak bisa tidak merasa iri kepada Tavon.


Ditatap oleh teman-temannya, Tavon pura-pura batuk lalu berkata, “Terima kasih Alexander. Jika tidak ada yang lain, kami akan pergi.”


“Ya.” Alexander mengangguk ringan.


Pada saat pergi, orang-orang itu tidak bisa tidak memikirkan betapa ramahnya Alexander. Mereka sama sekali tidak menyangka kalau berhubungan dengan hunter bebas bisa begitu menguntungkan.


Sementara itu, Alexander dan dua orang lainnya menutup pintu lalu pergi ke dapur.


Memastikan kalau Tavon dan teman-remannya sudah pergi, Aster bertanya, “Kenapa anda memberi mereka sebanyak itu, Tuan? Maksudku ... jika untuk menjaga citra, bukankah itu berlebihan?”


“Itu memang berlebihan. Namun, alasan kenapa aku melakukannya bukan karena hal itu. Sebaliknya, aku juga ingin memberikan makanan yang mungkin akan terbuang sia-sia,” ucap Alexander.


“Terbuang sia-sia?” tanya Daisy bingung.


“Ya.” Alexander mengangguk dengan ekspresi berat di wajahnya. “Perlu sepuluh hari lagi sebelum aku memproses ramuan evolusiku. Setelah itu, aku akan pergi dari Shelter 13. Jumlah makanan yang kita konsumsi sampai saat itu lebih dari cukup, jadi sebagian akan terbuang sia-sia.”


“Tunggu Tuan! Apa yang anda maksud dengan pergi dari Shelter 13? Apakah anda tidak akan membawa kami?” tanya Daisy dengan ekspresi cemas.


Aster yang baru sadar setelah mendengar ucapan Daisy juga menatap ke arah Alexander dengan ekspresi cemas.


Melihat mereka bertingkah seperti itu, Alexander menggeleng ringan. Pemuda itu kemudian berkata, “Tenang saja. Aku tidak akan membiarkan kalian mati begitu saja. Ketika pergi, aku akan memberi kalian penawarnya. Selain itu, kalian sudah satu langkah menjadi hunter resmi, jadi-“


BRUK!

__ADS_1


Daisy dan Aster langsung berlutut di tanah sambil menatap Alexander dengan ekspresi memohon.


“Saya tidak ingin kebebasan, Tuan. Tolong bawa saya ikut dengan anda!” ucap Daisy.


“Saya juga, Tuan! Tolong bawa saya pergi bersama anda!” tambah Aster.


Melihat dua wanita yang menurutnya konyol karena memilih mengikutinya daripada kebebasan, Alexander merasa sedikit hangat. Dia sama sekali tidak menyangka kalau mereka berdua akan memiliki pemikiran seperti itu. Setelah menghela napas panjang, dia bertanya dengan serius.


“Aku hanya memberi kalian satu kesempatan. JIka kalian memilih mengikutiku, maka kalian tidak akan pernah bisa memimpikan kebebasan seumur hidup kalian. Selain itu, aku bisa saja mengorbankan kalian di saat yang dibutuhkan.


Meski begitu ... apakah kalian masih ingin ikut denganku?”


“YA!” seru Daisy dan Aster serempak.


Tekad bulat dan tanpa keraguan itu membuat Alexander merasa agak kewalahan. Setelah membuang beberapa keraguan, pemuda itu akhirnya berkata, “Kalau begitu kalian bisa mengikutiku.”


Mendengar kalau Alexander setuju, Daisy dan Aster saling memandang dengan ekspresi gembira di wajah mereka.


‘Karena ini berbeda dengan rencanaku, maka aku harus mengubah rencana.’


Alexander duduk di kursi sambil mengelus dagu. Dia kemudian berkata, “Kalian boleh bangkit. Ayo sarapan terlebih dahulu.”


“Ya!” jawab mereka serempak.


Sembari memakan makanannya, Alexander berpikir dengan cermat.


‘Bahan-bahan itu terlalu banyak. Lebih baik memprosesnya menjadi berbagai ramuan terlebih dahulu. Kemudian, ramuan akan dikemas dan dibawa bersama dengan beberapa bahan berharga.


Sembari memikirkan itu, Alexander melihat Daisy dan Aster yang menyantap makanan mereka dengan ceria. Melihat betapa patuhnya mereka berdua, dia tidak bisa tidak menghela napas panjang.


‘Mungkin ... membawa beberapa bawahan juga berguna?’


Alexander berpikir dengan penuh keraguan. Namun, dia akhirnya menerima kenyataan dan tidak lagi repot-repot memikirkannya.


---


Satu minggu kemudian.


Berada di ruang bawah tanah, Alexander melihat beberapa kotak kayu di depannya dengan ekspresi rumit. Ada empat kotak kayu, dan setiap kotak memiliki 10 botol kecil ramuan. Ada satu kotak penawar racun, dua kotak ramuan penambah energi, dan satu kotak berisi sepuluh botol racun warna-warni.


Selain itu, dia sudah menyiapkan 1 botol ramuan evolusi level 3 dan 50 pil merah darah yang akan dikonsumsi berikutnya.


Ditambah 2 botol ramuan evolusi level 1 yang diminum kedua pelayannya dan dua belati serta pedang ... kekayaan yang dikumpulkan begitu lama langsung hilang begitu saja!


‘Setidaknya ini akan menjadi dasar kuat agar aku bisa berakar di tempat berikutnya dengan nyaman.’


Alexander berpikir seperti itu untuk menghibur diri. Meski empat kotak itu berisi ramuan tingkat rendah, tetapi itu masih bisa dianggap kekayaan kecil yang tidak bisa diraih sebagian besar orang.


Setelah itu, Alexander minum ramuan evolusi yang telah dia siapkan.

__ADS_1


Sekitar satu jam kemudian, pemuda itu membuka matanya dengan ekspresi agak lega.


“Setelah meminum ini, berarti sudah ramuan ketiga. Meski belum setengah jalan, dengan kemampuanku sekarang ... seharusnya tidak masalah melawan beberapa puncak level 2, bukan?” gumam Alexander.


Kemampuan semacam itu di usia Alexander jelas merupakan keberadaan puncak. Namun, pemuda itu sama sekali tidak merasa senang. Meski bisa dipanggil jenius, tetapi jenius yang tidak sepenuhnya tumbuh tetap saja rentan.


Meski tidak muda, masih banyak orang di level 3 dan beberapa di level 4. Dia belum bisa puas dengan levelnya sekarang! Karena di depan orang-orang seperti itu ...


Alexander merasa dirinya bisa diinjak sampai mati dengan mudahnya.


Setelah menstabilkan kondisi mentalnya, Alexander menghela napas panjang. Dengan ekspresi datar di wajahnya, pemuda itu bergumam, “Setelah ini, beberapa hal harus dilakukan sebelum pergi.”


Usai membuat keputusan, pemuda itu langsung bangkit dan mengambil jubahnya. Dia langsung pergi keluar dari rumahnya.


---


Malam hari, di sebuah pub Distrik 3.


Berbeda dengan suasana biasanya, pub menjadi lebih ramai karena banyak orang berkumpul di area pusat Distrik 3 yang lebih ramai dan cerah. Sebaliknya, daerah pinggiran menjadi lebih sepi. Belum lagi, semuanya menjadi lebih kacau dalam satu minggu ini.


“Hey! Lama tidak berjumpa denganmu Sobat! Sudah keluar dari sarangmu dan mencoba udara segar?” ucap Clayton yang melihat kedatangan Alexander.


“Berhenti bercanda Clayton. Aku tidak begitu terpuruk seperti yang kamu pikirkan. Terkadang aku juga keluar untuk minum kan?” ucap Alexander.


“Biasanya satu minggu sekali, tetapi setengah tahun terakhir hanya satu bulan sekali.” Clayton menggelengkan kepalanya.


“Ya ... lagipula ada banyak hal yang perlu diurus,” ucap Alexander dengan senyum tidak berbahaya.


“Lihat dirimu sekarang. Semakin putih, semakin tampan, semakin terawat. Kamu jelas menghabiskan terlalu banyak waktu untuk bersantai dan menikmati dunia!” ucap Clayton tidak puas.


Pria itu cukup iri dengan kehidupan Alexander. Berbeda dengan dirinya yang masih sulit mendapatkan ramuan evolusi, tampaknya Alexander sudah hampir level 2. Selain itu, pemuda tersebut juga tinggal dengan dua wanita cantik, berbeda dengannya.


Ya. Clayton sangat iri, tetapi hanya itu.


“Sebagai temanmu, aku sarankan kamu tidak sering keluar di waktu ini. Jangan pergi ke pinggiran apalagi Distrik 5. Bukan hanya V yang terkenal, banyak penjahat mulai bertindak sesuka hati mereka, dan para hunter wanita itu juga ikut membuat kekacauan.” Clayton berkata pada Alexander dengan ekspresi serius.


Mendengar nasihat ramah dari Clayton, Alexander mengangguk. Jelas, meski sudah lama tidak bertemu, pria itu masih menganggap dirinya sebagai teman. Berita yang diberikannya sangat berguna. Sayangnya, dia sendiri sudah mendapatkan berita dari Tavon dan mencari berita lain dengan caranya sendiri.


“Kalau begitu aku akan mentraktir minum malam ini,” ucap Alexander ramah.


Mendengar ucapan Alexander, Clayton langsung tersenyum. Kemudian mereka berdua minum sampai larut.


Setelah orang-orang di pub berkurang banyak, Alexander tiba-tiba berkata, “Ada yang ingin aku katakan, Clay.”


“Apakah ada masalah, Al? Jika ada, katakan saja. Aku akan mencoba membantu,” ucap Clayton dengan ekspresi serius.


“Bukan itu.” Alexander menggelengkan kepalanya.


Melihat Clayton menatapnya dengan ekspresi curiga sekaligus penasaran, pemuda itu pun melanjutkan.

__ADS_1


“Beberapa hari lagi, aku akan meninggalkan Shelter 13.”


>> Bersambung.


__ADS_2