After Apocalypse

After Apocalypse
Membicarakan Bisnis


__ADS_3

Tiga hari kemudian, di kediaman sementara Alexander.


Alexander yang baru saja kembali ke rumah menjatuhkan diri ke kursinya. Pria itu menatap langit-langit sambil bergumam pelan.


“Percuma saja. Menyewa toko di tempat ini berkali-kali lipat lebih sulit daripada shelter tingkat tinggi. Di sudut tempat tidak mencolok bisa disewa, tetapi harganya keterlaluan dan tidak layak diperjuangkan.”


Mendengar Alexander menggerutu pelan, Daisy menggelengkan kepalanya. Dia menghampiri pria itu dengan segelas air, lalu berkata, “Terima kasih atas kerja kerasmu, Tuan.”


“Terima kasih Daisy.”


Alexander mengambil segelas air lalu meminumnya. Setelah mengembalikan gelas ke Daisy, dia bersandar di kursinya sambil memejamkan mata.


“Apakah ada kemajuan, Al? Bagaimana kalau kami membantu?” tanya Aurora yang sedang merawat senjatanya.


“Tidak perlu.” Alexander menggelengkan kepalanya. “Seperti yang aku katakan sebelumnya, kalian hanya perlu melakukan tugas sesuai kesepakatan kita.”


Kesepakatan yang Alexander maksud adalah target latihan mereka. Sebelum akhir tahun, dia ingin Jane dan Nene menjadi hunter level 1. Aurora sekarang sudah meminum lima ramuan, dan dia juga diharapkan menembus level 3 sebelum akhir tahun. Sedangkan untuk Daisy dan Aster, Alexander membuat rencana berbeda yaitu menembus level 2 dalam satu setengah sampai dua tahun.


Tentu Alexander berharap bisa segera menembus level 4, hanya saja, bahan yang dibutuhkan sangat langka. Itulah kenapa kebanyakan keluarga besar tidak memiliki hunter level 4, karena bahan-bahan sulit didapat.


Aurora sendiri sangat berbeda. Alasan kenapa dia bisa terus maju tanpa gangguan, setidaknya sampai level 3 karena wanita itu sudah mengosongkan gudang keluarganya sendiri. Sesuatu yang wajar (bisa naik level dengan cepat), tetapi juga keterlaluan karena harus mengorbankan banyak nyawa.


“Omong-omong, aku juga sudah mengumpulkan beberapa informasi penting. Khususnya tentang tatanan kekuasaan dari keluarga-keluarga besar di Shelter 1. Dari banyaknya keluarga, ada lima keluarga besar yang sangat perlu diperhatikan.


Tentu saja, pertama adalah penguasa Blood Cross yang bisa dianggap keluarga kerajaan, Keluarga Rosewald. Lambang keluarganya mawar di tengah pedang bersilang. Aku tidak akan banyak bicara, tetapi tampaknya keluarga itu sedang dalam masalah.


Kedua, ada Keluarga Chivelm. Lambang keluarga adalah laba-laba, kalian harus memperhatikannya. Keluarga ini dibilang sangat kuat karena yang memiliki kendali atas militer di Shelter 1. Bahkan, pasukannya lebih banyak daripada Keluarga Rosewald.


(Nama Chivelm terinspirasi dari Brachipelma dan sedikit diedit. Brachipelma adalah jenis keluarga tarantula tertentu dari Mexico, dan banyak jenisnya. Juga bisa dipelihara.)


Ketiga, ada Keluarga Ervens. Lambang keluarga adalah ular yang melilit trisula. Mereka dianggap nomor tiga karena orang-orang itu memiliki jumlah pasukan besar dan bertugas dalam urusan sipil. Kebanyakan dari mereka sombong, tetapi tidak semuanya seperti itu.

__ADS_1


(Seperti yang kalian duga, nama Ervens terinspirasi dari Serpents dan sedikit diedit. Kalau mau memelihara jenis ular, disarankan yang kurang berbisa.)


Keempat, ada Keluarga Rubruzen. Lambang keluarga kristal merah berbentuk segitiga terbalik. Mereka dianggap keluarga besar yang bertanggung jawab atas separuh Distrik 4. Tampaknya orang-orang itu memiliki hubungan baik dengan para hunter bebas.


Kelima, ada Keluarga Nigruzen. Lambang keluarga kristal hitam berbentuk belah ketupat. Sama seperti Rubruzen, mereka bertanggung jawab atas separuh Distrik 4. Orang-orang itu memiliki hubungan baik dengan para pengungsi di Distrik 5, dan dirumorkan cukup dekat dengan beberapa organisasi gelap.


Tentu saja, ada beberapa keluarga lain yang cukup terkenal. Namun kelima keluarga ini adalah nama keluarga yang paling kita waspadai. Sedangkan untuk organisasi gelap, aku sedang mengirim orang untuk mencari informasinya.”


Setelah mendengar ucapan Alexander, ekspresi kelima wanita itu berubah menjadi lebih serius. Walau keluarga besar itu merepotkan, menurut mereka, Alexander seharusnya tidak memiliki banyak pengekangan. Bisa dibilang, pria itu masih yakin untuk melarikan diri dari kelima keluarga besar tersebut.


Kelima wanita itu tahu, sekarang mereka hanya menghambat Alexander. Meski pria itu berkata kalau setiap orang memiliki tugas dan banyak manfaat jika bekerja sama, tetapi dia tidak mengatakan keuntungan bekerja sendirian.


Melihat Alexander yang tampak cuek dan agak malas seperti biasa, kelima wanita itu menjadi semakin bertekad. Mereka ingin menjadi lebih kuat, setidaknya agar tidak menjadi beban kelompok itu!


Tidak tahu apa yang dipikirkan kelima wanita itu, Alexander memejamkan mata sambil mencoba mencari solusi.


‘Huh ... sepertinya aku benar-benar harus menghubungi Damian lagi.’


***


“Jadi begitulah. Saya benar-benar membutuhkan bantuan anda, Tuan Damian.”


Alexander duduk berhadapan dengan Damian, berbicara dengan senyum tulus di wajahnya. Namun, ekspresi Damian tampak serius karena mengetahui siapa sebenarnya pria ceria, tampan, dan dianggap lemah karena suka makan nasi lunak (bergantung pada wanitanya).


Damian tidak langsung menjawab. Dia jelas tidak ingin menyetujui hal semacam itu. Namun, pria itu juga tidak langsung menolaknya. Damian mengelus dagu, menatap tepat ke mata Alexander sebelum bertanya.


“Ini adalah sesuatu yang berat, Tuan Faust. Meski bisa melakukannya, tetapi itu sangat merepotkan. Selain itu ...” Mata Damian menyempit. “Apa keuntungannya bagi saya? Bukankah anda masih berhutang janji?”


“Tentu saja, janji masih ada. Selain itu, anda tidak akan dirugikan.”


Setelah mengatakan itu, Alexander menaruh beberapa botol ramuan di atas meja. Botol-botol itu tentu tidak terbuat dari kaca, tetapi tembikar. Jadi perlu dibuka untuk melihat isinya.

__ADS_1


“Sebagai perwakilan dari Keluarga Ervens, seharusnya anda bisa membedakannya,” tambah Alexander.


Damian menatap Alexander lekat-lekat. Setelah itu, pria tersebut membuka tutup botol. Dia mengendus satu demi satu ramuan, bahkan sedikit menuangkannya ke tangan. Melihat warna ramuan dan aromanya, ekspresi penuh kejutan tampak di wajah Damian.


“Meski bukan kualitas sempurna, ini adalah ramuan kualitas sangat baik. Anda masih bisa membuat ramuan seperti ini?” tanya Damian penasaran.


“Tentu saja. Jika tidak, kenapa saya repot-repot mencoba membuka toko? Bukankah pedagang mementingkan keuntungan? Saya tidak membuka toko untuk bersenang-senang.


Jika anda membantu saya, tentu saja saya akan mengingat bantuan ini. Sebagai gantinya, saya akan membantu memurnikan ramuan secara gratis untuk anda. Tentu saja, hanya tingkat rendah.


Untuk setiap sepuluh set, anda bisa mendapatkan delapan ... tidak. Tujuh ramuan secara gratis. Jadi anda bisa memurnikan dua puluh satu ramuan dengan 30 set bahan.”


Mendengar penjelasan Alexander, mata Damian menyempit.


‘Tingkat keberhasilan ramuan kemurnian tinggi 80%? Sangat luar biasa? Sepertinya dia juga mencoba mendapatkan sedikit keuntungan.’


Damian tersenyum. Setelah beberapa saat, barulah dia menjawab, “Terlalu sedikit, sama sekali tidak sepadan dengan bisnis Keluarga Ervens. Setidaknya buat saya mendapatkan lebih keuntungan, dari 20 set bahan, dapatkan 15 potion. Selain itu, karena tiga jenis, berarti 60 set bahan dan menjadi 45 potion.”


“Ugh!”


Ekspresi Alexander berubah. Pria itu menunduk, tampaknya memperhitungkan sesuatu. Damian menunggu dengan sabar.


“Anda terlalu menggertak, Tuan Damian. Tampaknya jadwal saya akan menjadi semakin sibuk. Anggap saja ini harga pertemanan kita,” ucap Alexander dengan ekspresi enggan.


Damian tersenyum ramah. Dia mengulurkan tangannya sambil berkata, “Senang berteman dengan anda, Tuan Faust.”


Alexander menghela napas panjang. Dia menjabat tangan Damian sambil mengeluh.


“Karena kita berteman, maka tidak perlu terlalu sopan. Panggil saja aku Faust.”


Mendengar itu, Damian mengangguk dengan ekspresi puas. Bukan hanya mendapatkan teman yang kuat, kali ini tampaknya dia benar-benar diuntungkan. Setidaknya ...

__ADS_1


Begitulah yang pria itu pikirkan.


>> Bersambung.


__ADS_2