
“Kamu benar-benar membuat kami dalam masalah Boris. Tolong jangan berteriak. Bagaimana jika ada orang lewat yang mendengarnya?”
Igor langsung menyeka keringat dingin di dahinya. Menurutnya, Boris yang sebelumnya sangat merepotkan. Orang itu sombong, tamak, dan sulit dipuaskan. Namun dia tetap berbisnis dengan orang itu karena agak mudah dibodohi.
Di sisi lain, Igor merasa kalau Boris yang sekarang lebih merepotkan dibandingkan sebelumnya. Bukan hanya tingkah lakunya sangat acak, tetapi permintaannya benar-benar sangat tidak masuk akal.
Membantu membunuh keluarga petinggi shelter? Bukankah itu sama saja meminta Blue Lantern agar menjadi target Blood Cross?
Paling baik dikeluarkan dari shelter dan paling buruk langsung dibunuh di tempat!
“Bagaimana jika mereka mendengarnya? Bukankah orang-orang itu ingin membunuhku? Aku tidak perlu bertindak munafik karena aku ingin membunuh mereka!” teriak Boris dengan ekspresi tidak puas.
“Ssttt!”
Igor langsung membuat isyarat agar Boris diam. Dari sekian banyak perdagangan, pria itu merasa kalau perdagangan kali ini adalah yang paling mendebarkan. Dia merasa kalau pintu bisa didobrak kapan saja dan mereka bisa ditangkap kapan saja.
“Kenapa? Apakah kamu tidak bisa melakukannya?” tanya Boris lantang.
“Bukan karena kami tidak mampu melakukannya. Hanya saja, tindakan seperti itu terlalu berlebihan dan efeknya benar-benar bukan sesuatu yang bisa Blue Lantern tanggung.” Igor memasang ekspresi masam.
“Cih! Yang ini, yang itu ... semua sama saja!” Boris mendecak dengan ekspresi tidak puas.
Boris kemudian mondar-mandir di ruangan sambil mengutuk secara acak. Igor dan bawahannya hanya diam dan menonton, sementara para wanita yang dibawa benar-benar ketakutan.
Jelas, ‘dijual’ ke tuan baru yang tampak gila seperti itu sangat mengerikan. Mereka bahkan tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi pada mereka ke depannya.
“Lupakan! Nene!” teriak Boris.
“Ya, Tuan?” jawab Nene dengan ekspres ‘ketakutan’ di wajahnya.
“Ambil uangnya. Hitung! Hitung dengan baik dan jangan lupakan potongannya. Igor yang mengatakannya sendiri!”
“B-Baik!” jawab Nene sebelum buru-buru menghitung uang.
Pada saat Nene menghitung uang, Boris langsung duduk di kursi. Dia meminta Igor dan orang-orang lainnya duduk lalu mengambil botol berisi anggur. Dia membuka tutup lalu meminum anggur langsung dengan ekspresi tidak puas.
Benar-benar memperlakukan anggur seperti air biasa!
Melihat Boris yang sedang minum, Igor tiba-tiba bertanya, “Apakah kamu memiliki berita baru, Sahabatku?”
“Apa? Katakan saja!” ucap Boris dengan suara serak.
__ADS_1
“Tampaknya Keluarga Fiennes mengundang sebuah keluarga besar di Shelter 11. Sebagai salah satu tetua dari Keluarga Grasswald, apakah kamu tahu apa yang mereka coba lakukan?” tanya Igor.
Keluarga Fiennes adalah keluarga penguasa Shelter 11, termasuk Aunt Ma dan keturunannya. Alexander sama sekali belum mendengar berita semacam itu. Namun, kekacauan yang terjadi akhir-akhir ini membuat Keluarga Grasswald sedikit kacau.
“Hah?! Apakah ada yang seperti itu? Aku benar-benar tidak tahu!” ucap Boris dengan nada terkejut. Dia kemudian langsung mengutuk, “Pasti orang-orang busuk itu! Mereka pasti tidak memberitahuku informasi penting seperti ini!”
“Tenang, Boris. Tenanglah! Mungkin kamu belum diberitahu karena sekarang Keluarga Grasswald tidak memiliki kepala keluarga.” Igor langsung menghibur Boris.
“Cih! Bukankah itu sudah Kak Moris? Dia dan Norris memiliki kemungkinan besar untuk mendapatkan kekuasaan. Sedangkan kakak ketiga, Jordy jelas tidak bisa diandalkan. Orang itu tidak bisa diandalkan.” Boris mendengus dingin.
“Bagaimana denganmu, Boris? Apakah kamu tidak berencana menjadi kepala keluarga?” tanya Igor dengan senyum misterius.
Boris tertegun sejenak. Dia menatap ke arah Igor sebelum tertawa terbahak-bahak.
“Jangan bercanda denganku Igor. Aku? Kepala keluarga? Tidak mungkin. Seorang pemborosan sepertiku yang hanya membuat mata saudara-saudaraku sakit. Mereka mencoba menghabisiku untuk menduduki kekayaanku!” ucap Boris.
“Itu belum tentu benar, Boris. Kamu meremehkan dirimu sendiri! Dibandingkan dengan kakak-kakakmu yang kaku, kamu lebih baik karena bisa membaur.
Kami, Blue Lantern mungkin tidak sekuat keluargamu yang memiliki sejarah panjang. Namun kekuatan kami tidak bisa diremehkan. Kekuatan tempur kami bisa bersaing dengan keluargamu.
Aku tidak bisa membantumu membunuh saudara-saudara atau kerabatmu. Namun aku bisa membantumu memenangkan posisi kepala keluarga. Apakah kamu tertarik mendiskusikannya, Boris?”
Saat itu juga, suasana langsung menjadi lebih sunyi dan dingin.
---
Malam harinya.
Setelah kembali ke rumah, Alexander meminta petugas (anggota cabang) untuk membawa kembali bahan-bahan yang dibeli dari Blue Lantern ke gudang keluarga. Bahan-bahan tersebut adalah bahan ramuan dan senjata yang biasanya digunakan anggota keluarga.
Ketika kembali ke rumah, Jane sudah menunggunya. Wanita itu memasang ekspresi sedikit khawatir, tetapi tetap menjaga ketenangannya.
“Apakah ada yang salah?” tanya Alexander.
“Tuan Moris meminta meminta anda pergi ke ruang rapat Tuan.” Jane berkata dengan gugup.
Alexander mengangguk ringan. Dia tahu alasan kenapa Jane gugup. Wanita itu jelas mengira kalau penyamarannya terpapar. Jadi wajar jika Jane menjadi gugup dan berperilaku abnormal.
“Tidak masalah.” Alexander meyakinkan wanita itu. “Meski agak merepotkan, aku masih agak mengerti apa yang coba dibahas dalam rapat itu.”
Melihat Alexander yang tampak begitu tenang, Jane merasa agak lega. Wanita itu menjadi lebih tenang karena merasa tuannya telah menghandle semuanya. Jadi situasinya sama sekali tidak seberat yang dia pikirkan.
__ADS_1
“Atur mereka untukku.”
Alexander menyerahkan ‘hadiah’ yang diberikan Igor kepada Jane sebelum pergi menuju ke sebuah bangunan kecil dengan satu ruangan yang biasanya digunakan untuk rapat.
Sesampainya di sana, Alexander melihat kalau sembilan orang lain sudah berkumpul. Beberapa dari mereka datang lebih awal dan sebagian masih berdiri, jelas baru datang.
Dalam rapat Keluarga Grasswald, biasanya ada sepuluh penatua dan satu pemimpin yaitu kepala keluarga. Sekarang kursi kepala keluarga kosong, jadi rapat dilakukan oleh sepuluh penatua.
Di antara sepuluh orang, empat adalah anggota inti yang merupakan saudara kandung dari garis keturunan utama. Sedangkan enam lainnya dari keluarga cabang. Meski tidak begitu besar, tetapi Keluarga Grasswald jelas lebih baik daripada keluarga kecil beranggotakan tiga atau empat orang.
Alexander langsung pergi menuju ke kursi tetua keempat dimana dia seharusnya berada. Pada saat merasakan tatapan seseorang, dia akan langsung menoleh dan menatap orang itu dengan ekspresi ganas. Keenam tetua dari keluarga cabang menjadi tidak nyaman dan akhirnya berhenti melihatnya.
Sementara itu, ada juga orang yang terus menatapnya dengan penuh kebencian. Ya ... pria itu adalah tetua pertama, Norris.
Ketika mereka berdua saling menatap dengan sengit, suasana dalam ruangan tampak agak canggung. Akhirnya, suara tepukan tangan terdengar dan mengalihkan perhatian mereka semua.
Sumber suaranya adalah Moris yang duduk di kursi tetua ketiga.
Pria itu menatap sekeliling dengan ekspresi serius di wajahnya.
“Sekarang bukan saatnya untuk bertarung satu sama lain.
Sebenarnya, ada berita penting yang ingin aku sampaikan kepada kalian. Ini sangat penting karena berita itu disampaikan langsung oleh pengurus Keluarga Fiennes. Sebaiknya kalian mendengarkan dulu dan menunda pertengkaran itu untuk lain kali.”
Mendengar ucapan Moris, ekspresi semua orang menjadi serius. Alexander juga berhenti membuat masalah. Dia menatap ke arah pria itu dengan ekspresi serius. Benar-benar penasaran tentang berita yang diperolehnya.
Hanya saja, ada satu orang yang merasa tidak terima.
“Apa-apaan ini? Aku jelas yang tertua di antara kalian. Kenapa utusan Keluarga Fiennes mencari Moris, bukan aku?!” teriak Norris dengan ekspresi tidak puas.
“Mungkin mereka mencariku karena aktivitasku tidak terlalu sibuk dibandingkan kamu, Kak.” Moris berkata dengan tenang.
Meski Moris mengatakan itu untuk menenangkan Norris. Keenam tetua, Jordy, dan Alexander tahu kalau pihak atas tampaknya cukup akrab dan lebih mempercayai Moris dibandingkan dengan anggota keluarga lainnya.
Melihat semua orang sudah tenang, Moris mengangguk. Ekspresinya yang awalnya tenang berubah menjadi serius, bahkan lebih berat dibandingkan sebelumnya.
“Ini bukan hanya menyangkut Keluarga Fiennes, tetapi seluruh Shelter 11.”
“Kalian harus mendengarkannya dengan saksama.”
>> Bersambung.
__ADS_1