
Pada saat situasi semakin kacau, para penjaga mulai berdatangan. Mereka langsung menenangkan orang-orang sembari menunggu orang-orang yang berpangkat lebih tinggi datang.
Beberapa saat kemudian, sekelompok orang yang memakai armor cukup lengkap datang. Jumlah mereka 21 orang termasuk dengan pemimpinnya. Belum lagi, mereka semua adalah Hunter nyata, bukan hanya magang yang belum mendapatkan miracle root.
“Berani-beraninya kamu membuat kekacauan dan menyebarkan rumor tidak benar di sini! Turun!”
Seorang pria paruh baya yang tampaknya adalah pemimpin tim tersebut berteriak dengan nada tegas. Tampaknya benar-benar marah karena kekacauan yang terjadi.
“Kenapa aku harus turun? Agar kalian bisa menangkapku?” Wanita itu memiringkan kepalanya. “Kalau kalian mau menangkapku, naik saja.”
Suara lembut dan datar itu menggema di sekitar. Saat itu juga, suasana menjadi agak canggung. Kapten yang memimpin tim penjaga merasa malu dan marah. Menarik keluar pedangnya, dia menunjuk ke arah wanita itu sambil berteriak.
“KEPUNG GEDUNG ITU! KALIAN BERTIGA, TANGKAP DIA SEKARANG JUGA!”
Mendengar teriakan kaptennya, para prajurit langsung pergi mengelilingi bangunan dimana wanita itu berdiri di atasnya. Sementara itu, tiga prajurit yang ditunjuk oleh kapten saling melirik lalu mengeluarkan senjata mereka.
Ketiga prajurit itu langsung berlari dengan sangat cepat. Mereka melompat ke atap satu bangunan rendah ke yang lebih tinggi lalu bergegas ke tempat wanita itu berada dari tiga arah berbeda. Berniat untuk mengepung dan menjatuhkannya.
‘Tidak! Jika kalian melakukan itu ...’
Melihat tiga orang yang melompat ke atap tempat wanita itu berada, ekspresi Alexander agak pucat.
SWOOSH!
Dalam sekejap mata, bayangan lewat dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti mata manusia biasa.
BRUAK!
Tiga tubuh tiba-tiba jatuh ke tanah dengan keras. Beberapa saat kemudian, darah mulai mengalir di sekitar tubuh mereka. Ditambah tubuh yang tidak bergerak, semua orang langsung sadar.
Tiga hunter sebelumnya ... langsung mati begitu saja!
Orang-orang langsung mengarahkan pandangan mereka ke atas. Saat itu juga, orang-orang melihat sosok yang sedang menatap mereka dengan tatapan begitu tak acuh di balik topengnya.
Belum lagi, ada sesuatu yang sangat berbeda dibandingkan sebelumnya.
Sayap! Ya ... di punggungnya ada sepasang sayap putih bersih!
Wanita itu memegang pedang pendek di tangan kanannya sambil melayang di udara. Dia menatap ke bawah dengan ekspres tak acuh. Beberapa saat kemudian, dia kembali berkata dengan nada kecewa dan terdengar bosan.
“Sungguh mengecewakan. Bukan hanya suka menyembunyikan kebenaran, ternyata kalian hidup begitu santai dan terlalu dimanjakan. Benar-benar kehilangan kepekaan untuk bertarung.
Tiga orang pria yang berada di level 2. Jika waspada dan menggunakan miracle root ke dua ketika bertarung, setidaknya akan ada perlawanan. Namun, mereka terlalu sombong. Bagaimana bilangnya ...”
Wanita itu memiringkan kepalanya, tampak sedikit bingung.
“Ah! Terlalu sia-sia dan memalukan untuk memakai judulnya.’
Mendengar ucapan wanita itu, wajah kapten langsung merah karena marah.
__ADS_1
“TUTUP MULUTMU!”
Pada saat meneriakkan itu, kedua tangan dan kaki kapten tiba-tiba berubah. Otot-ototnya tampak menonjol dan mulai ditumbuhi bulu. Tulang kakinya menjadi sedikit melengkung dan cakar tajam muncul di tangan serta kakinya.
“AKU AKAN MEMBUNUHMU!” teriak pria paruh baya tersebut.
Swoosh!
Kapten langsung melompat dari satu atap ke atap lain, lalu menerjang wanita itu dengan ekspresi ganas. Tanpa sedikitpun keraguan, dia mengayunkan pedangnya dengan sekuat tenaga.
KLANG!
Dua pedang berbenturan. Namun, ekspresi kapten menjadi buruk. Pada saat melakukan konfrontasi secara langsung, dia memahami perbedaan kekuatan mereka berdua.
“Puncak level 2 di usia 40 tahun lebih? Jika itu Hunter bebas, aku agak memakluminya. Sedangkan prajurit dari kelompok besar tertentu ... bukankah itu memang sia-sia?”
Wanita itu menahan serangan kapten dengan satu tangan. Keduanya terpental mundur dan mendarat di atas atap.
“Kamu! Bagaimana bisa kamu ...” teriak kapten dengan ekspresi tertekan.
Wanita itu agak terkejut. Menyadari apa yang kapten itu maksud, dia berkata dengan nada aneh.
“Apakah kamu baru menyadarinya? Kehilangan ketenangan dan menyerang musuh begitu saja? Itu benar-benar bodoh. Terlebih lagi, bukankah kamu seharusnya mengetahuinya ...
Kemampuan menumbuhkan sayap itu langka dan kebanyakan dari mereka hanya ada di level 3 ke atas!”
“KAMU-“
SWOOSH!
Belum sempat kapten menyelesaikan ucapannya, wanita itu menghilang, hanya meninggalkan beberapa bulu putih yang masih melayang di tempat tadi dia berdiri.
Pada saat muncul, wanita itu sudah berdiri di belakang kapten. Detik berikutnya, kepala pria paruh baya tersebut lepas dan jatuh ke atap.
Wanita itu kembali berkata, “Maaf. Aku tidak memiliki banyak waktu untuk main-main karena orang-orang yang merepotkan akan segera datang.”
Setelah mengatakan itu, wanita tersebut melesat pergi dengan sangat cepat dan akhirnya menghilang begitu saja.
Jika bukan karena kekacauan yang menimbulkan beberapa korban, mereka semua mungkin akan berpikir kalau sedang mengalami halusinasi di pagi hari. Semua orang tidak menyangka, diawali dengan iringan suara yang terdengar merdu di telinga akan berakhir dengan adegan semacam ini.
---
Malam harinya, di pub tempat para hunter biasa berkumpul.
Malam ini, suasana aneh menyelimuti seluruh pub. Mereka masih berkumpul dan minum seperti biasa. Hanya saja, tempat itu lebih hening dibandingkan biasanya. Tampaknya kejadian yang terjadi di pagi hari telah menyebar dan menyebabkan dampak seperti itu.
“Aduh! Benar-benar berantakan,” gumam Clayton dengan ekspresi tak berdaya.
Sementara Clayton mengeluh, Alexander menyesap jus dalam diam. Pemuda itu terus memikirkan sosok wanita yang muncul pada pagi sebelumnya. Berdasarkan pengamatannya, wanita itu ... kuat.
__ADS_1
Bukan hanya levelnya tinggi, tetapi kemampuan pedang dan miracle root yang dia miliki juga bagus.
Berdasarkan ajaran mendiang kakek yang menyebalkan, Alexander tahu kalau hunter yang kuat itu membidik lebih tinggi dan berpikir untuk jangka waktu lebih lama. Target mereka adalah pemimpin sebuah guild atau kelompok besar, yaitu level 4.
Memiliki target setinggi itu, para hunter tersebut harus memikirkan jalur yang akan mereka tuju dengan baik. Menyesuaikan jenis miracle root dengan gaya bertarung mereka. Misalnya bermain dengan kecepatan ekstrem, ledakan kekuatan yang begitu mengerikan, atau bahkan pertahanan yang sulit ditembus.
Tentu saja, meski dengan rencana yang baik, tidak semua hunter bisa mencapai tujuan mereka. Pada akhirnya, banyak yang akan gugur di jalan. Jika tidak, bagaimana mungkin hunter level 3 dan 4 bisa sangat-sangat langka. Lagipula impian itu indah, tetapi kenyataan itu kejam.
‘Sayap adalah kemampuan dari miracle root ke 3 miliknya, dan hanya itu yang dia tampakkan. Miracle root pertama seharusnya jenis normal. Sedangkan miracle root ke 2 seharusnya jenis ledakan kecepatan, mirip dengan milik miracle root level 1 Claude.
Masalahnya, miracle root ke 2 dan seterusnya memberi beberapa keterampilan. Minimal dua, dan maksimal tidak diketahui. Menurut data, seharusnya 4 adalah batasnya. Namun itu belum pasti.
Anggap saja dia memiliki 3 kemampuan per level, itu berarti wanita itu memiliki enam keterampilan. Ledakan kecepatan dan terbang (menumbuhkan sayap) adalah suatu kepastian. Ada juga kemungkinan dia memiliki kemampuan yang berhubungan dengan suara. Jenis burung, bisa juga penghilatan jarak jauh atau night vision.
Itu berarti masih ada dua kemampuan lain?
Bahkan jika tidak ada kemampuan lain, bagaimana caranya aku bisa menghadapi wanita itu. Level 1 dan level 3, jaraknya benar-benar terlalu jauh. Kecuali menembus level 2, kemungkinan melarikan diri ketika pertempuran terjadi benar-benar tipis.’
Memikirkan itu membuat Alexander merasa pusing. Pemuda itu menghela napas panjang.
“Alexander? Oi! Alexander?! Ada apa denganmu, Sobat?!”
Melihat Alexander yang tidak menanggapi ketika dipanggil, sudut bibir Clayton berkedut. Pria itu kemudian menepuk pundak Alexander, membuatnya tersadar dari lamunannya.
“Maaf,” ucap Alexander dengan senyum minta maaf.
“Apa yang sedang kamu pikirkan, Sobat? Benar-benar membuatmu sampai melamun seperti itu.”
“Bukan apa-apa.” Alexander menggelengkan kepalanya.
“Apakah itu wanita? Yang mana? Apakah itu Aurora? Hubungan kalian sudah berkembang sejauh itu?” tanya Clayton dengan ekspresi penasaran.
Alexander mendorong Clayton yang mendekat. Melihat pria yang suka bergosip itu, dia menggeleng ringan. Merasa tidak tahan, akhirnya pemuda itu memilih menjelaskan.
“Kejadian pagi tadi membuat semuanya kacau. Aku bingung apa yang akan terjadi berikutnya. Tampaknya rencana berbaring dengan tenang di musim dingin benar-benar tidak bisa dilakukan.”
Mendengar ucapan Alexander, Clayton ikut menghela napas panjang. Pemuda itu kemudian berkata, “Memang. Karena kejadian tadi pagi, Distrik 5 menjadi semakin kacau. Orang-orang di Distrik 4 juga mulai agak panik. Sedangkan di Distrik 3, semuanya menjadi agak berantakan karena semuanya bercampur.”
Setelah mengatakan itu, Clayton meminum jusnya. Setelah memikirkannya baik-baik, dia akhirnya berkata.
“Ada yang ingin aku katakan padamu.”
Clayton mendekati Alexander lalu mulai berbisik pelan di telinganya. Mendengar bisikan Clayton, pupil pemuda itu menyusut. Ekspresi yang awalnya ramah dan santai berangsur-angsur menjadi serius.
Melihat Clayton yang duduk kembali di kursi, Alexander mengangguk berat.
“Terima kasih atas informasi ini, Clayton.”
>> Bersambung.
__ADS_1