After Apocalypse

After Apocalypse
Merpati vs Gagak


__ADS_3

DING!


Dua sosok meluncur ke belakang dengan cepat. Di satu sisi, tampak Alexander yang memegang kotak hitam di tangan kiri dan pedang di tangan kanan. Di sisi lain, tampak sosok Yona yang memegang belati dengan ekspresi waspada di wajahnya.


Dua pasang sayap, hitam dan putih tampak di punggung masing-masing orang. Bulu-bulu berhamburan, melayang di ruangan yang menjadi begitu sunyi.


Setelah beberapa saat, Yona akhirnya membuka mulutnya.


“Mata-mata dari Blood Cross?” tanya wanita itu sambil memiringkan kepalanya.


“Aku sama sekali tidak ada hubungannya dengan mereka,” balas Alexander datar.


“Lalu kamu berada di bawah guild lain? Dari 4 lainnya ... yang mana?” tanya Yona.


“Bukan salah satu dari mereka.” Alexander memandang tepat ke mata Yona. “Apakah kamu percaya?”


“Tentu saja itu sulit dipercaya.” Yona menggelengkan kepalanya.


“...”


“Jika kamu tidak ada hubungannya dengan Blood Cross, kenapa bereaksi begitu kuat ketika mendengar nama Nine Gates? Bukankah itu aneh?” tanya Yona dengan senyum main-main di wajahnya.


“Itu tidak benar. Jika bisa mencari informasi dengan rinci, seharusnya nama Nine Gates tidak asing. Apalagi setelah melakukan serangan di Shelter 13, membunuh banyak hunter level 3 dan membuat hunter level 4 kehilangan separuh hidupnya,” balas Alexander dengan ekspresi serius.


“Kamu juga tahu itu?” Yona mengangkat alisnya. “Aku tidak menyangka kamu mengetahui informasi seperti itu. Dan ya ... aku adalah orang yang bertugas dalam misi itu.”


Melihat Yona yang tampak bangga, ekspresi Alexander menjadi lebih buruk. Memikirkan hunter level 3 yang mampu bertarung seimbang dengan hunter level 4, suasana hatinya tenggelam. Jauh menjadi lebih berat dibandingkan sebelumnya.


Sementara itu, Yona juga menatap Alexander. Melihat tatapan serius dan sedikit menyeramkan di balik topeng hitam, wanita itu langsung sadar kalau pemuda di sisi lain berniat untuk habis-habisan.


“Apakah ada yang salah, Nona Yona?”


Suara khawatir terdengar dari luar rumah. Pada saat semua orang menjadi tegang dan tampak waspada, Yona melirik ke arah Alexander. Beberapa saat kemudian, dia berkata dengan nada santai, bahkan terdengar ramah.


“Sama sekali tidak ada masalah. Kalian terus berjaga.”


“Baik!” jawab beberapa wanita di luar rumah.


Mereka jelas sangat curiga, tetapi akhirnya tidak mengatakan apa-apa karena hanya mengikuti perintah Yona.


Alexander dan Yona saling memandang. Ketika melihat tatapan dingin pemuda itu, Yona merentangkan kedua tangannya lalu bertanya dengan lirih.


“Jadi ... haruskah kita bertarung?”


Mata Alexander menyempit, melihat Yona yang tampak santai membuatnya cukup yakin.

__ADS_1


“Apakah kamu pikir aku akan berdiam diri hanya karena musuh lebih kuat?”


Gambar kobaran api yang membakar hutan dan rumah keluarganya muncul dalam benak Alexander. Menekan rasa tidak berdaya dan kemarahannya, pemuda itu meraung dalam hati.


‘JANGAN BERCANDA DENGANKU, K-PARAT!’


SWOOSH! BANG!


Sosok hitam dan putih melesat dan bertabrakan dengan keras. Detik berikutnya, gelombang kuat mengaduk udara, menghempaskan apa yang ada di sekitar mereka.


Pada saat menangkis tebasan keras Alexander, mata Yona terbelalak. Ekspresi tidak percaya dan senyum penuh semangat muncul di wajahnya saat dia berkata.


“Hey, hey, hey! Ini tidak lebih buruk daripada serangan hunter level 3 kan? V ... kamu-“


BANG! CRASH!


Alexander membanting pedangnya dengan keras, langsung membuat Yona terhempas beberapa meter. Wanita itu melihat ke arah belati di tangannya yang patah lalu ke arah pedang lawan yang tampaknya agak aneh. Rasanya ...


Seperti diselimuti sesuatu tetapi tidak bisa dilihat langsung dengan matanya!


Seringai ganas muncul di wajah Yona. Wanita itu mengulurkan tangan kirinya. Saat itu juga, exo-skeleton berwarna putih menyelimuti tangan kirinya. Sebuah bilah tajam muncul dari sisi luar lengannya.


“Meski tidak tahu kenapa orang sepertimu bisa tidak terkenal ...”


“Aku lebih ingin bertarung dengan monster sepertimu, V!”


---


Beberapa jam kemudian, ratusan meter dari lokasi kejadian.


“Kenapa anda masih memilih berbisnis dengan orang itu, Nona Yona?”


Salah satu bawahan Yona bertanya sambil membawa kotak berisi banyak ramuan. Mereka jelas sangat bingung. Gambaran pertarungan antara kedua orang itu masih terpatri dalam kepala mereka. Rasanya begitu aneh ketika keduanya masih melakukan perdagangan, bahkan melakukan transaksi jangka panjang setelah hampir membunuh satu sama lain.


“Awalnya aku berpikir kalau orang itu dari organisasi atau guild tertentu. Namun apa yang aku khawatirkan ternyata tidak terjadi. Tampaknya dia adalah jenis hunter yang tidak ingin terikat dan selalu mengintai dalam bayangan.


Siapa sangka ada hunter level 2 yang bisa bertarung imbang melawanku? Memikirkannya saja membuatku merasa luar biasa. Benar-benar jenis monster yang tersembunyi dalam bayangan dan sulit ditangani.”


Yona berkata dengan santai, sama sekali tidak pelit dalam pujian. Namun ucapannya membuat beberapa bawahannya terkejut.


Di mata para wanita itu, Yona adalah sosok kuat yang mampu membunuh hunter level 3 dengan mudah dan mampu bersaing dengan hunter level 4. Meski tidak bisa memberi luka fatal seperti yang dilakukan Scarlet, kemampuan untuk menahan level 4 masih luar biasa.


“Aku mengundangnya untuk bergabung dengan Nine Gates, tetapi dia menolaknya.”


Yona menggelengkan kepalanya, merasa agak tidak puas karena ditolak dua kali oleh Alexander.

__ADS_1


“Bukankah Nine Gates hanya menerima perempuan, Nona Yona?” tanya salah satu wanita dengan ekspresi ragu.


“Ah! Aku benar-benar lupa!” ucap Yona sambil memegangi keningnya.


“Omong-omong ...”


“Ada apa?” tanya Yona.


“Um ... itu ... leher kiri anda?”


Mendengar ucapan wanita itu, Yona memegangi bagian kiri lehernya. Merasakan luka yang membekas dan rasa sakit yang tiba-tiba datang, mata wanita itu terbelalak dengan ekspresi tidak percaya.


Saat itu juga, senyum muncul di wajah wanita.


‘Menarik ... kamu benar-benar begitu menarik.’


---


Sementara itu, di tempat lain.


“Anda benar-benar luar biasa, Tuan! Bertarung dengan hunter level 3 seperti itu ...”


Di gang yang gelap, Aster berkata dengan ekspresi bersemangat. Dia sama sekali tidak menyangka kalau tuannya adalah pria yang mampu bersaing dengan hunter yang bisa dianggap setara dengan para petinggi shelter tingkat tinggi.


“Diamlah.”


Saat itu, suara dingin terdengar. Daisy dan Aster tertegun di tempat mereka. Keduanya melihat Alexander melihat ke arah mereka dengan tatapan sedingin es. Tampaknya sama sekali tidak ada kegembiraan karena bisa melawan hunter level 3 atau mendapatkan jalur pembelian bahan dan penjualan ramuan. Bahkan ... pemuda itu tampak penuh dengan kebencian.


‘Bertarung seimbang? Jangan bercanda denganku.’


Alexander mengeluh dalam hatinya. Pemuda itu tahu apa yang terjadi, jadi sama sekali tidak puas dengan pertarungannya sebelumnya. Dia merasa ... kekuatannya masih jauh dari kata cukup!


Alexander tahu kalau ada beberapa faktor kenapa dia bisa bersaing dengan Yona.


Alasan pertama adalah ruangan yang sempit. Yona jelas lebih cepat darinya, tetapi ruang sempit membatasi pergerakan wanita itu sehingga dia bisa membaca lintasan serangannya. Jika itu di tempat terbuka dan luas, sulit untuk menangkapnya.


Kedua, Alexander dan Yona bertarung di malam hari. Di tempat yang begitu gelap, penglihatan dan kemampuan pemuda itu ditingkatkan. Sebaliknya, kemampuan Yona dibatasi. Jika itu di siang hari dimana Alexander dibatasi, jelas tidak mungkin untuk bersaing dengan wanita itu.


Ketiga, dari segi keseriusan. Berbeda dengan Alexander yang dari awal langsung serius, Yona hanya main-main karena lawannya hanya level 2. Meski itu salahnya karena ceroboh, tetapi memang mempengaruhi hasil pertarungan. Yona menerima beberapa luka di awal sehingga performa sedikit menurun. Jika serius dari awal, hasilnya jelas tidak seperti itu.


Jadi ...


Alexander sama sekali tidak puas ketika melihat orang-orang memujinya karena bisa bersaing dengan Yona!


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2