
Pada saat itu, Infernal Basilisk yang melihat Alexander memiringkan kepalanya. Sepasang mata reptil dengan pupil vertikal memandangi pria itu dengan seksama.
CRASH!
Infernal Basilisk bangkit. Keenam kakinya menginjak bebatuan dan mayat-mayat di sekitar sampai hancur. Gerakannya bisa dibilang lambat, tetapi aura menekan yang terpancar dari makhluk itu benar-benar membuat Alexander merasa kurang yakin.
‘Lingkungan hampir mirip dengan Shelter 101, tetapi lebih sempit dan berada di ketinggian. Meski begitu ...’
Mata Alexander menyempit, sepasang sayap hitam langsung muncul di belakang punggungnya.
‘Setidaknya masih ada sedikit ruang untuk terbang!’
SWOOSH!
Alexander tiba-tiba menghilang dari tempatnya. Sosoknya menghilang dalam ruang yang gelap. Ketika muncul, pria itu sudah berada di samping kiri Infernal Basilisk.
Dia memutar tubuhnya, mengayunkan dua pedang yang diselimuti pusaran angin dengan sekuat tenaga.
‘Dengan ini-‘
Alexander hendak memotong bagian leher Infernal Basilisk. Namun, saat itu makhluk tersebut membuka mulut tepat ke arahnya. Aroma belerang dan gas yang asing langsung tercium.
Ketika melihat percikan api yang muncul karena gesekan sisik di sudut bibir makhluk itu, mata Alexander terbelalak.
‘YANG BENAR SAJA!’
Semburan api menyala tepat di depannya. Tahu tidak mungkin menghancurkan makhluk tersebut dengan serangannya, Alexander membanting kedua pedangnya ke arah luapan api yang bergegas ke arahnya.
BANG!
Ledakan keras terjadi. Dikarenakan gas disemburkan dengan kecepatan luar biasa, Alexander tidak berhasil menerobos api. Sebaliknya, pria itu langsung terhempas dan menabrak dinding batu dengan sangat keras.
Saat itu juga, apa yang Alexander tidak harapkan tiba-tiba terjadi.
Infernal Basilisk yang memiliki tubuh besar dan tiba-tiba bergegas ke arahnya dengan kecepatan luar biasa. Melihat cakar besar berayun ke arahnya yang belum lepas dari efek kejutan akibat benturan, Alexander tiba-tiba memikirkan sosok kakeknya yang menyebalkan.
‘Infernal Basilisk adalah makhluk yang bergerak lambat. Meski kuat, jumlahnya sangat sedikit dan mereka sama sekali tidak terlalu berbahaya asalkan tidak mengacaukan daerah teritorial mereka.
Makhluk itu suka berendam dalam kolam magma dan hidup dengan malas karena sangat percaya diri dengan kekuatan mereka sendiri. Sungguh kehidupan yang membuat manusia seperti kita iri.’
__ADS_1
Dalam waktu yang sangat singkat, beberapa pemikiran muncul dalam benak Alexander.
‘Bukankah makhluk itu biasanya tidak terlalu ganas bahkan jika ada yang menyerangnya? Kenapa kecepatan gerakannya sangat tidak normal?’
Dalam jeda detik singkat tersebut, berbagai pemikiran muncul dalam kepala Alexander. Hanya saja, jelas sudah terlambat baginya untuk menghindar.
BLARRR!!!
Ledakan keras muncul. Asap menyebar ke sekitar. Saat itu juga, bebatuan dan serpihan tulang beterbangan.
Ketika asap menghilang, tampak sosok Infernal Basilisk yang menekan kaki kanan bagian depan ke bawah. Makhluk itu menatap ke bawah dengan sepasang mata seperti lonceng tembaga. Lebih tepatnya, ke makhluk kecil yang menahan serangannya.
Di bawah cakar Infernal Basilisk, Alexander berlutut dengan satu kaki sambil menyilangkan pedang ke atas. Benar-benar menahan serangan kadal bipedal tersebut.
“Ini ... BENAR-BENAR TIDAK BURUK!”
Dengan tubuh gemetar dan dipenuhi keringat, Alexander meraung sekuat tenaga. Dia mendorong cakar makhluk itu ke samping, lalu melompat ke depan tepat ke arah kepala Infernal Basilisk.
Alexander mencoba menusuk mata makhluk itu, tetapi Infernal Basilisk tidak bodoh. Kadal raksasa itu langsung memiringkan kepalanya untuk menghindari serangan pria tersebut. Sebagai gantinya, pedang langsung menebas ke tanduk tebal Infernal Basilisk dengan keras.
DING!
Alexander langsung melompat mundur. Dia mengepakkan sayapnya, melesat mundur belasan meter sambil menatap Infernal Basilisk dengan ekspresi pucat. Bahkan pria tersebut merasa tangannya mati rasa.
Alexander menancapkan satu pedangnya ke tanah, mengambil potion lalu meminumnya. Dalam jeda singkat tersebut, banyak keluhan muncul dalam pikirannya.
‘Memiliki serangan jarak jauh dan jarak dekat yang kuat. Pertahanan sisiknya lebih kuat daripada armor baja. Ditambah lagi, makhluk ini masih memiliki regenerasi super. Seharusnya Infernal Basilisk lambat, tetapi makhluk ini cepat.
Apakah karena Infernal Basilisk normal berada di lingkungan sangat panas sehingga bisa santai? Makhluk ini berada di lingkungan gersang dan dingin sehingga sangat waspada, jadi kecepatannya meningkat?
Untuk makhluk yang langsung berada di level 3 ketika menetas dan hampir mencapai level 4 dalam satu bulan padahal tumbuh di lingkungan tidak ideal ...
Kadal besar ini benar-benar berlebihan!’
Pada saat itu, tiba-tiba Alexander memikirkan sesuatu.
“Racun,” gumam pria itu.
Alexander tiba-tiba menunduk. Dia mengeluarkan dua botol kecil ramuan aneh lalu memecahkannya, melumuri kedua bilah pedang dengan ramuan tersebut. Membuat pedang putih berubah menjadi hitam keunguan.
__ADS_1
“Racun biasa pasti tidak bisa membunuhmu kan?” gumamnya.
Tanpa penundaan, Alexander langsung mengeluarkan pisau dan melukai kedua telapak tangannya. Dia bahkan menebas beberapa bagian tubuhnya yang tidak fatal dan tidak mempengaruhi gerakannya. Dalam sekejap, darah langsung mengalir membasahi tubuhnya.
Alexander menyarungkan kembali pisaunya, lalu mengambil kedua pedangnya. Dia menggesekkan kedua pedangnya. Ketika percikan api muncul, kedua bilah pedang itu tiba-tiba terbakar karena ramuan yang melumasinya.
Darah Alexander mengalir pada pedangnya, membuat sebagian darah meresap ke bilah dan sisanya menguap, menciptakan asap aneh di sekitar pedang ... yang jelas sangat beracun.
“Sejujurnya, aku belum menguasai teknik ini dengan baik. Namun, jika tidak bisa mengendalikannya, bukankah aku hanya perlu melepaskannya dengan sekuat tenaga?
Bertaruh kehabisan darah atau menghabisi musuh terlebih dahulu? Gila? Tidak, tidak, tidak. INI TIDAK GILA!”
Alexander mengangkat wajahnya. Saat ini, tidak ada lagi ekspresi tenang dan dingin seperti biasanya. Sebaliknya, tampak senyum terdistorsi dan tatapan agak gila ... seolah pria itu telah kehilangan separuh kewarasannya.
“TERLAHIR DINCINTAI ALAM, TERLAHIR MEMILIKI KEKUATAN, BAHKAN DIANGGAP SEBAGAI MAKHLUK YANG DICINTAI PENCIPTA?
IRINYA ...
SAKING IRINYA MEMBUATKU SANGAT MUAK, B-JINGAN!”
SWOOSH!
Sosok Alexander menghilang dari tempatnya. Dia muncul di depan Infernal Basilisk, tetapi segera menghilang detik kemudian. Hanya menyisakan garis merah yang menari-nari dalam kegelapan.
Slash! Slash! Slash!
Luka tebasan yang panjang muncul di leher, perut, dan beberapa tempat lembut Infernal Basilisk. Makhluk itu langsung meraung kesakitan, dia menyeburkan api ke segala arah dan mengobrak-abrik area sekitar dengan ekornya.
Langsung mengenai Alexander yang melesat dan tidak bisa berhenti karena terlalu cepat.
BLARRR!!!
Sosok Alexander menabrak dan menghancurkan dinding batu. Ketika asap lenyap, pria berlumuran darah itu keluar dari lubang. Meski tidak memiliki kemampuan regenerasi, dia sama sekali tidak mempedulikan tempatnya.
Melihat Infernal Basilisk bergegas ke arahnya dalam kondisi gila, Alexander merentangkan kedua tangannya sambil berteriak dengan suara serak.
“BAGUS! BAGUS SEKALI, B-JINGAN! SEKARANG ...”
Alexander menjilat darah yang mengalir dari dahi sampai membasahi separuh wajahnya.
__ADS_1
“TEMANI AKU MENARI DI DUNIA YANG SEPERTI NERAKA INI!”
>> Bersambung.