After Apocalypse

After Apocalypse
Sepadan


__ADS_3

“Apa yang akan anda lakukan pada orang ini, Tuan?”


Melihat pria yang tergeletak di tanah, Aster bertanya dengan nada penasaran. Dia benar-benar ingin tahu apa yang ingin Alexander lakukan pada pria tersebut. Karena jika membutuhkan sandera, seharusnya pria itu tidak perlu dibunuh.


Daisy juga menatap ke arah Alexander dengan ekspresi penasaran di wajahnya. Awalnya dia sedikit ragu dan takut dengan ide memancing seseorang. Namun wanita itu juga tidak ingin mengecewakan tuannya, jadi akhirnya masih menggigit bibir dan mengangguk untuk menyetujui permintaan itu.


Siapa sangka, ternyata pertarungan sengit dan berbahaya sama sekali tidak terjadi. Sebaliknya, hunter level 2, level yang mereka anggap sangat sulit dicapai terbunuh di tangan Alexander begitu saja.


Bagi Alexander sendiri, pertempuran sengit sebenarnya tidak diperlukan. Dalam pertempuran antar hunter, persiapan sangat diperlukan. Jika tidak dalam kondisi khusus dimana harus bertarung secara langsung, dia memilih untuk menyergap dan membunuh musuh secara langsung.


Kedengarannya tidak elegan, licik, dan tidak tahu malu. Namun Alexander tidak peduli dengan hal semacam itu.


Pertempuran semacam ini berarti satu hidup dan satu mati. Asalkan akhirnya menjadi pemenangnya, dia sama sekali tidak keberatan melakukan trik kotor atau semacamnya.


Lagipula ... begitulah cara kerja dunia yang kejam ini.


Jika kamu tidak siap memangsa, kamulah yang akan dimangsa.


Alexander menatap ke arah pria itu dengan ekspresi datar di balik topengnya.


Pria di depannya adalah salah satu paman Aurora yang kembali dari perburuan. Dia diincar oleh saudara lainnya dan terpaksa pergi bertugas di luar Shelter 11. Berbeda dengan ayah Aurora yang tidak selamat, pria ini berhasil kembali. Hanya saja, dia kehilangan semua bawahan yang dibawa. Menyisakan sedikit orang di rumah utama.


Nama pria itu adalah Boris. Alexander mendapatkan informasi yang cukup lengkap dari Aurora, lalu menambah informasi lain tentang aktivitasnya dari Gery. Dengan begitu, dia bisa melacak pergerakan pria tersebut.


Sedangkan alasan kenapa Alexander mengincar Boris dan bukan orang lain ...


“Kalian tidak perlu tahu. Segera kembali ke rumah, aku akan pulang sekitar satu minggu kemudian.”


Mendengar jawaban Alexander, Daisy dan Aster mengangguk.


“Baik!”


Setelah memastikan kalau Daisy dan Aster kembali dengan selamat, Alexander mengambil sebuah koper hitam yang sudah dia persiapkan. Kemudian, pemuda itu pergi membawa tubuh pria tersebut dan kopernya lalu menghilang dalam gelap malam.


---


Enam hari kemudian.

__ADS_1


Di luar gubuk kecil yang tidak mencolok lingkaran enam, tampak seorang pria paruh baya pemabuk yang sedang mengutuk dengan kesal.


“Tetangga baru k-parat! Apa yang kamu bawa ke rumah berhari-hari ini?! Apakah kamu bekerja sebagai pengumpul kotoran?! Baunya menyebar ke mana-mana!”


Mereka tingkal di lingkungan kumuh. Sebenarnya tempat itu sudah sangat kotor dan bau. Namun ada ‘tetangga baru’ yang datang kurang-lebih lima hari yang lalu. Setelah orang itu tinggal, bau menyengat dan tidak sedap keluar dari rumahnya.


Bahkan semakin hari semakin kuat!


Melihat kalau tetangga baru itu tidak merespon, pemabuk itu langsung maju dan menendang pintu sampai terbuka. Namun, detik kemudian pria itu tertegun di tempatnya.


Saat itu, dia melihat apa yang tidak pernah dibayangkan dalam benaknya.


Dalam gubuk kecil, lentera menerangi ruangan sempit. Di dalam ruangan tersebut, tampak seorang lelaki mengenakan masker sedang membawa pisau daging di tangan kanannya. Tampak banyak bercak darah membasahi seluruh tubuhnya. Lelaki itu menoleh ke arahnya dengan ekspresi dingin sambil memiringkan kepalanya.


Di ruangan tersebut, ada juga tong berisi cairan hitam untuk merendam sesuatu. Selain itu, ada juga potongan daging, tulang, dan organ dalam kotak di sudut ruangan. Namun, selain potongan tersebut, pemabuk itu bisa melihat dengan jelas.


Itu adalah kepala manusia yang sudah dikuliti!


Semua bau amis dan busuk berasal dari tubuh yang telah dipotong-potong! Apa yang dia lihat jelas kasus pembunuhan kejam yang seharusnya tidak dia lihat.


“A-Aku ... aku tidak melihat apa-apa! Aku-“


Sebelum menyelesaikan ucapannya, lelaki itu tiba-tiba muncul dan mengayunkan pisaunya. Benar-benar langsung menebang leher pria pemabuk itu.


Melihat ke arah mayat pemabuk yang tergeletak di tanah dan bersimbah darah, Alexander sama sekali tidak merubah ekspresinya.


‘Di luar dugaanku. Tampaknya baunya sangat kuat sampai-sampai menyebar ke sekitar.’


‘Padahal aku sudah memilih lingkungan paling kotor. Jika itu berada di lingkaran empat, aku pasti akan dicurigai dan diperiksa.’


‘Ini benar-benar melelahkan.’


Alexander menghela napas panjang. Dia segera menyingkirkan tubuh pria pemabuk itu. Pemuda tersebut kemudian masuk ke dalam gubuk lalu menguncinya dengan rapat.


Jika orang lain tahu apa yang sedang dilakukan olehnya, mereka pasti akan mengutuk kekejamannya.


Jika keluarganya masih hidup dan mengetahui apa yang dia lakukan, mereka tidak akan segan untuk menangkap lalu mengurungnya. Bukan hanya mengurung, tetapi juga memukulinya sampai sekarat karena telah melakukan sesuatu yang bisa dibilang ... hampir tidak termaafkan.

__ADS_1


Alasan kenapa Alexander datang ke tempat ini untuk membuat item khusus. Sebuah item yang dianggap sangat jahat, khususnya bagi manusia.


Topeng dan pelindung tubuh kulit manusia!


Seperti namanya, benda itu adalah topeng yang menutupi seluruh kepala dan sebagian besar anggota tubuh. Benda tersebut dianggap karena bahan dasarnya. Ya ... dibuat dari kulit manusia asli, bukan karet atau bahan tiruan lainnya!


Menurut catatan yang ada dalam buku peninggalan keluarga, benda ini dulunya dibuat oleh pengrajin gila.


Pria itu terinspirasi dari ghoul unik yang sangat cerdas dan kejam. Makhluk itu mengunakan kulit manusia untuk menyamar dan pergi ke pemukiman manusia. Akhirnya menyebabkan pembantaian besar sebelum akhirnya berhasil dihentikan.


Mirisnya, keluarga pengrajin itu juga korban dari makhluk. Jadi, dia kehilangan kewarasannya dan akhirnya malah mulai membunuh orang untuk meneliti topeng manusia.


Jika kakek dan kakaknya tahu kalau Alexander melakukan hal semacam itu, mereka pasti akan menghukumnya dengan keras. Itu karena mereka masih berkeluarga.


Jika yang mengetahuinya adalah organisasi besar di sisi putih, mereka tidak akan ragu untuk membunuh Alexander karena perbuatan kejinya!


Membunuh orang adalah masalah lain, tetapi mengotak-atik mayat adalah sesuatu yang dianggap terlalu berlebihan.


Tentu saja, Daisy dan Aster tidak mengetahuinya, apalagi Aurora. Mereka sama sekali tidak menyangka kalau kekayaan yang ditawarkan kepada Alexander membuat pemuda itu bertindak terlalu jauh.


‘Ini menjijikkan. Aku tidak ingin melakukan ini, tapi ... tidak masalah.’


‘Tidak masalah jika mereka menganggapku keji. Asalkan bisa segera menembus level 3, itu berarti aku memiliki kesempatan untuk membalas dendam.’


Alexander duduk di kursi sambil menunduk dengan ekspresi muram. Jelas, bermain-main dengan mayat membuat psikologisnya mulai terganggu. Meski tidak separah kanibal yang memakan sesama manusia, tetapi perbuatannya jelas termasuk hal-hal kejam yang mempengaruhi psikologis.


‘Mereka bersalah, jadi mereka berhak dibunuh. Ini adalah pembalasan dendam Aurora, jadi bisa dianggap mata ganti mata, gigi ganti gigi.’


‘Tidak apa-apa, aku hanya mengerjakan tugasku. Aku hanya pekerja yang melakukan tugasnya.’


‘Tidak masalah jika mereka menganggapku sebagai iblis ...’


Alexander menutupi wajahnya. Pupil matanya menyusut dan tubuhnya sedikit bergetar.


‘Ini adalah harga yang sepadan asalkan aku bisa membalas dendam.’


‘Ya ... ini pasti harga yang sepadan!’

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2