After Apocalypse

After Apocalypse
Tujuan Aliansi


__ADS_3

Melihat orang-orang menatapnya dengan ekspresi bingung, Alexander menggelengkan kepalanya.


“Bukankah kalian pernah mendengar nama Grey Triangle?” tanya pria itu.


Ketiga orang itu tampaknya sedikit bingung. Beberapa saat kemudian, Tuan Wilson tersadar lalu menatap ke arah Alexander dengan heran.


“Maksudmu julukan bagi kami bertiga karena berkumpul bersama, kan?”


“Benar.” Alexander mengangguk berat. “Jika hanya pesta biasa, itu sama sekali tidak akan dipedulikan oleh pihak Blood Cross. Namun, jika kalian bergabung untuk memulai bisnis bersama, kekuatan gabungan ketiga kelompok bisa dianggap kuat, bahkan membuat Blood Cross tidak bisa diam. Khususnya ...”


‘Karena Raja (pemimpin besar) telah mati!’


Kalimat terakhir tidak diucapkan, tetapi ketiga orang lainnya mengerti apa yang Alexander maksud. Mereka mengakui, gabungan kekuatan mereka memang layak dipertimbangkan. Hanya saja, mereka bertiga merasa Alexander meremehkan beberapa hal penting.


“Apakah kamu tahu tentang lima keluarga utama, V?” tanya Tuan Wilson.


“Keluarga Rosewald, Keluarga Chivelm, Keluarga Ervens, Keluarga Rubruzen, dan Keluarga Nigruzen.” Alexander memiringkan kepalanya. “Apakah ada yang salah?”


“Tidak.” Tuan Lenka menggelengkan kepalanya. “Meski kamu berkata kalau gabungan kekuatan kita kuat, tetapi itu tidak sekuat keluarga tersebut. Apakah kamu mengerti yang aku maksud?”


“Tentu saja aku tahu. Jujur saja, tidak mungkin hunter bebas seperti kita bisa sekuat mereka.” Alexander mengangkat bahu.


“CUKUP!”


Sir Gareth menggebrak meja. Tuan Lenka dan Tuan Wilson tampak agak bingung. Saat itu, dia kembali berkata, “Katakan saja rencanamu yang sebenarnya, B-jingan Kecil!”


“Apa maksudmu, Tuan Gareth?” Alexander tampak bingung. “Aku-“


“Aku telah melihat banyak orang dalam hidup ini. Banyak bangsawan yang memiliki wajah seperti itu. Wajah yang dibalut topeng (kemunafikan) menjijikkan.

__ADS_1


Aku tahu apa yang kamu incar bukan hanya uang ataupun bahan-bahan itu. Awalnya aku pikir kamu hanya berniat untuk berbisnis. Namun, setelah kamu meminta kami menyatukan kekuatan dan ‘meminjam’ pasukan dari kami. Aku tahu kalau meraih keuntungan hanyalah tujuan sampingan.


Jadi ... katakan padaku, apa yang sebenarnya kamu inginkan?!”


Mendengar ucapan Sir Gareth, Tuan Lenka dan Tuan Wilson langsung sadar kalau mereka dibujuk secara halus dengan iming-iming kekayaan. Ekspresi mereka langsung berubah menjadi jelek. Saat itu juga, tiga tekanan mengerikan muncul dari ketiga hunter level 4.


Rasanya luar biasa, bahkan Alexander merasa sedikit tercekik dan sulit bernapas. Namun pria itu sama sekali tidak gugup. Sebaliknya, dia menunduk, tubuhnya sedikit gemetar lalu ...


“Hahahaha! Seperti yang diharapkan dari kota besar! Seperti yang diharapkan dari para petinggi hunter bebas! Bagus! Ini benar-benar sangat bagus!”


Melihat Alexander bangkit lalu merentangkan kedua tangan sambil tertawa, ketiganya merasa kalau V yang mereka kenal tampak agak gila. Sepertinya ... pemuda itu benar-benar hampir kehilangan kewarasannya.


“Sungguh. Aku sama sekali tidak berniat menjebak kalian atau melakukan hal semacamnya. Kalian ingin tahu tujuanku kan?


Tujuanku hanya membangun sarang yang hangat sehingga aku bisa hidup dan tumbuh lebih nyaman, tetapi kondisi Shelter 1 yang busuk ini membuatku terpaksa bertindak!


Awalnya aku ingin menciptakan lingkungan hidup ideal bagiku sambil diam-diam menolong kalian. Namun aku tidak menyangka kalau ideku bisa ditemukan dengan begitu mudah. Sungguh, aku masih terlalu muda dan kurang berpengalaman.”


Belum sempat Tuan Lenka menyelesaikan ucapannya, Sir Gareth menyela. “Apa yang kamu inginkan dari kami, Nak? Katakan sejujurnya, jika tidak ... mungkin kamu tidak bisa keluar dari tempat ini secara utuh.”


“Eh? Kalian tidak ingin membunuhku?” tanya Alexander sambil memiringkan kepalanya.


“Kamu, bocah level 3 yang berani berhadapan dengan tiga orang hunter level 4 dengan tenang pasti memiliki kartu tersembunyi. Bisa dibilang, aku yakin kamu bisa meloloskan diri. Namun aku juga bisa meyakinkan kamu, kalau tidak semudah itu keluar dari tempat ini secara utuh,” tegas Sir Gareth.


Alexander yang berdiri langsung mencubit dagu. Setelah termenung sejenak, dia mulai bercerita.


“Sebenarnya alasan kenapa aku datang ke Shelter 1 karena tempat ini terkenal aman. Bisa dibilang, aku ingin memupuk kekuatanku setidaknya sampai level 4 dengan tenang. Namun, aku tidak tahu apa yang terjadi di dunia terkutuk ini. Kekacauan terjadi di mana-mana. Bahkan tempat ini sudah tidak lagi aman.


Tidak, tidak, tidak ... bukan aku mengejek semua orang di Shelter 1. Banyak orang di Shelter 1 yang kuat. Masalahnya, Raja yang mati tidak mewariskan tahtanya secara langsung, jadi semuanya akan menjadi lebih berantakan.

__ADS_1


Alasan kenapa gabungan kelompok kalian mengancam bukan karena kalian bisa mengalahkan lima keluarga besar. Namun, sebenarnya kalian tidak perlu melakukannya. Lagipula, kelima keluarga itu tidak lagi bersatu.


Keluarga-keluarga itu pasti memilih untuk mendukung calon Raja baru yang mereka inginkan. Namun, ada satu masalah ...


Pertempuran perebutan tahta juga berpengaruh pada kita, hunter bebas. Itu yang terjadi di salah satu keluarga di Shelter 1. Itu juga akan terjadi di sini, bahkan dengan skala lebih besar dan melibatkan banyak hal. Itu sebabnya aku ingin membuat tempat nyaman untuk tumbuh sekaligus membantu kalian.”


Alexander menjentikkan jarinya. Pada saat melirik ke arah ketiga lelaki tua itu, dia tahu kalau emosi mereka sedikit mereka. Beberapa saat kemudian, barulah dia melanjutkan.


“Aku memerlukan bantuan kalian, dan diam-diam membantu kalian. Coba pikirkan baik-baik, jika kalian bersatu, bukankah kalian akan sekuat salah satu kubu? Itu berarti mereka tidak akan macam-macam dan mencoba melawan kalian. Namun sebaliknya, jika kalian berpisah, bukankah kalian akan ditargetkan.


Maksudku, kalian akan diundang untuk memihak salah satu calon Raja lalu diminta bertarung dengan lawan. Selanjutnya, kalian pasti tahu apa yang akan terjadi.”


“Mereka akan mengorbankan hunter bebas yang dianggap umpan meriam seperti kita semua,” ucap Tuan Wilson dengan ekspresi muram di wajahnya.


“Mereka juga akan meminta biaya kepada kami atas nama dukungan dan omong kosong semacamnya.” Tuan Lenka menggertakkan gigi.


Sementara itu, Sir Gareth memejamkan matanya. Beberapa saat kemudian, dia membuka mata lalu mendongak untuk menatap mata merah di balik topeng Alexander.


“Jadi begitu. Kamu ingin lingkungan yang stabil, jadi berusaha menggabungkan kami. Itu memang membantu kami, tetapi ... kenapa kamu tidak langsung mengatakannya?” tanya Sir Gareth.


“Aku tidak memiliki kekuatan untuk meyakinkan kalian. Aku hanya punya ini.” Alexander menunjuk otaknya sendiri. “Jadi aku menggunakannya untuk memikat kalian. Dengan keuntungan yang besar, seharusnya kalian akan tergerak. Aku ingin melakukannya diam-diam, lalu setelah semuanya berakhir ... pergi dengan tenang. Namun rencana ini benar-benar kamu gagalkan.”


Alexander sedikit membungkuk lalu berkata dengan tulus.


“Seperti yang dirumorkan ... Anda benar-benar bijaksana, Sir Gareth.”


Mendengar ucapan Alexander, Sir Gareth akhirnya menghela napas panjang. Dia tahu apa yang dikatakan Alexander akan terjadi. Itu juga memperkuat alasan mereka bekerja sama. Bukan hanya demi keuntungan material, tetapi juga untuk menyelamatkan nyawa.


Menatap tepat ke mata Alexander, dia pun bertanya.

__ADS_1


“Jadi ... apa yang harus kita lakukan sekarang?”


>> Bersambung.


__ADS_2