After Apocalypse

After Apocalypse
Negosiasi


__ADS_3

Merasakan tatapan Yona membuat Alexander merasa tidak nyaman. Namun pemuda itu berhasil menenangkan diri dan menghindari kecurigaannya. Setelah itu, dia mengangguk ringan sebagai jawaban.


“Karena ingin membicarakan sesuatu yang lebih ‘dalam’, bisakah kita berbicara berdua?”


Ucapan Yona membuat orang-orang di tempat itu terkejut. Belum lagi Alexander. Setelah mendengar bagaimana wanita itu menyebutnya ‘Tuan V’ dimana berarti kalau identitasnya sebagai laki-laki diketahui, pemuda itu merasa sedikit penasaran dan waspada.


“Tidak masalah jika kamu telah menyiapkan biayanya, Nona Yona.” Alexander berkata datar.


“Tentu saja aku sudah menyiapkannya.”


Setelah mengatakan itu, Yona bertepuk tangan. Beberapa saat kemudian, dua wanita muncul sambil membawa koper besar berlapis kulit. Ketika dibuka, tampak banyak sekali mata uang Shelter 11. Bahkan lebih banyak daripada jumlah transaksi mereka.


Meski tidak lebih berharga daripada poin kontribusi, uang itu masih bisa digunakan dengan sangat mudah di lingkaran 5, tempat hitam dan putih bercampur.


Alexander menatap ke arah Yona yang tersenyum ramah ke arahnya. Saat itu, dia mengeluarkan peluit lalu meniupnya.


Awalnya tindakan Alexander membuat banyak orang waspada. Namun, tidak ada hal yang aneh. Itu membuat mereka lega dan bingung. Namun, setelah beberapa saat, akhirnya tampak sosok berjubah hitam yang membawa kotak hitam. Ukurannya lebih kecil daripada yang dibawa oleh Samuel, tetapi masih agak besar.


“Oh?” Mata Yona berbinar, tampaknya sedikit terkejut atas tindakan Alexander.


“Kamu bisa membuang kotak itu, Sam.”


Mendengar ucapan Alexander, Samuel tampak bingung. Pada awalnya dia berpikir sedang membawa kotak berisi ramuan. Namun setelah melihat apa yang terjadi, pria itu sadar kalau sekarang dia telah menjadi umpan. Meski tidak begitu pintar, Samuel tahu kalau apa yang dia bawa sekarang bukanlah ramuan.


“Apakah kamu tidak begitu percaya pada kami, Tuan V? Bahkan pada reputasi Grey Jackal?” tanya Yona penasaran.


“Alasan kenapa aku mau berbisnis tentu karena reputasi baik Grey Jackal. Namun, bukan berarti aku harus melepaskan kewaspadaanku, bukan?” balas Alexander datar.


“Apakah kamu menggunakan pendatang baru sebagai umpan? Benar-benar begitu kejam?” Yona memiringkan kepalanya.


“Samuel bekerja dengan harga yang sebanding resikonya. Tidak ada yang gratis di dunia ini. Jika pihakmu mencoba melakukan kecurangan, aku tidak akan segan berbalik pergi. Entah dia bisa selamat atau tidak ...


Itu tergantung pada keberuntungan Samuel sendiri.”


Pada saat mendengar ucapan Alexander, Samuel merasa agak kedinginan. Awalnya dia merasa bingung kenapa biaya membawa barang bisa begitu tinggi. Akhirnya pria itu mengerti kalau dirinya dijadikan umpan sekaligus tindakan pencegahan agar V bisa mundur ketika kesepakatan gagal.


“Lalu kenapa kamu tidak melanjutkannya sampai akhir?” tanya Yona dengan wajah bingung.


“Karena kita akan berbicara secara pribadi. Selain itu, aku memilih percaya karena kamu begitu tulus dan percaya diri.”


“Kalau begitu ... bagaimana kalau kita berbicara di dalam?” tanya Yona.


“...”


Melihat Alexander yang agak ragu, Yona menjadi semakin tertarik. Biasanya tidak ada yang menolaknya, apalagi ketika dia bersikap ramah. Namun, tampaknya lelaki yang berdiri tidak jauh di depannya itu berbeda.


Setelah beberapa saat ragu, Alexander akhirnya mengangguk.

__ADS_1


Di depan mata penuh keraguan orang-orang, pemuda itu pun mengikuti Yona masuk ke dalam rumah.


Pada saat melihat bagaimana Yona ‘mengusir’ orang-orang di dalam rumah dan membiarkan hanya dirinya masuk, Alexander merasa sedikit terhormat. Namun, hal tersebut juga membuatnya semakin curiga.


“Aku tidak terlalu suka jus buah yang difermentasi, apakah kamu tidak keberatan meminum teh? Jenis daun dan bunga tertentu yang dikeringkan, memiliki rasa dan aroma nikmat ketika diseduh dengan air panas.


Ah! Omong-omong, silahkan duduk.”


Satu meja kecil dan dua kursi yang berada di dekat jendela. Melihat Yona duduk di salah satu kursi, Alexander duduk di seberang meja. Langsung berhadapan dengan wanita itu.


“Sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan kepadamu, Tuan V.”


Ekspresi Alexander berubah ketika mendengarkan suara Yona yang menjadi serius. Menatap lekat-lekat ke arah wanita itu, dia berkata, “Katakan.”


“Apakah kita saling mengenal? Atau ... kamu telah melihatku di suatu tempat?” Mata Yona sedikit menyipit.


“Aku tidak mengenalmu,” balas Alexander tanpa sedikit pun keraguan.


“Lalu kita pernah bertemu?” tanya Yona.


“Tidak.” Alexander menggelengkan kepala, langsung menyangkalnya.


“Lalu ... kenapa caramu menatapku berbeda dengan orang-orang? Bukan hanya tidak terpesona dengan kecantikanku, kamu juga malah menjadi semakin waspada. Apakah aku bukan tipe yang kamu sukai?” tanya Yona dengan nada sedikit bercanda.


“...”


“Sering kali, sesuatu yang indah itu berbahaya. Bunga mawar memiliki duri. Dibandingkan dengan laba-laba hitam penuh bulu yang memang berbahaya, penampilan kupu-kupu lima warna lebih indah tetapi nyatanya jauh lebih berbahaya.” Alexander bersandar pada kursi, memejamkan mata sembari berkata dengan nada bermartabat.


“Oh?” Yona mengangkat alisnya. Ekspresi terkejut muncul di wajahnya.


“Pada awalnya, aku berpikir kalau Grey Jackal akan menemukan partner yang setara. Entah karena dia ingin aku mendapatkan keuntungan jangka panjang, atau dia sendiri tertipu ... aku tidak tahu.


Yang jelas, walau disembunyikan dengan baik. Dari ciri-cirinya, kamu adalah hunter level 3. Menghadapi salah satu tokoh kuat, bagaimana aku tidak waspada?”


Mendengar ucapan Alexander, Yona sempat terkejut. Wanita itu kemudian bertepuk tangan dengan ekspresi cerah di wajahnya.


“Bagus! Akhirnya aku bertemu dengan orang yang pintar dan cocok dijadikan rekan bisnis.


Kebanyakan orang pasti akan melihatku dengan tatapan menjengkelkan. Berpikir kalau aku putri dari keluarga besar tertentu. Mencoba mendekatiku dengan cara menjijikkan. Bahkan ada yang berpikir untuk memerasku.


Apakah mereka pikir aku hanya gadis kecil yang tidak berdaya? Mereka pikir aku hanya memiliki paras cantik? Hanya karena sedikit kecil, mereka pikir aku belum dewasa? Hmph! Sungguh orang-orang yang kurang akal dan tidak berbudaya!”


“...”


Melihat bagaimana Yona bertingkah dari bangsawan elegan menjadi putri manja, Alexander benar-benar tercengang. Dia bahkan bingung harus berkata apa.


Menyadari ada sesuatu yang salah, Yona langsung duduk tegak. Dia pura-pura batuk lalu memasang ekspresi bermartabat seperti sebelumnya. Wanita itu juga mulai menyesap secangkir teh dengan cara yang terlihat begitu elegan seperti wanita bangsawan.

__ADS_1


“Maaf, aku sedikit terganggu,” ucap Yona dengan tenang.


“Bukan masalah,” balas Alexander santai.


Entah kenapa, Yona merasa marah ketika memilikirkan rekan tertentu yang tubuhnya penuh dengan lekukan dan tonjolan. Belum lagi ketika merasakan tatapan orang-orang yang menganggapnya sebagai gadis kecil. Itu membuatnya merasa agak sensitif dan mudah tersinggung.


‘Bukankah itu hanya gumpalan lemak? Apa bagusnya itu? Bukankah lebih baik jika tidak ada? Lemak semacam itu hanya mempengaruhi kecepatanku dalam bertarung!’


Yona mengeluh dalam hati. Meski merasa jengkel, dia mencoba untuk mencari alasan untuk menghibur diri.


Menyadari kalau sedang membicarakan bisnis, Yona kembali batuk. Dia menatap ke arah Alexander sambil bertanya, “Maaf. Sampai dimana tadi?”


“...”


Alexander tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Yona. Namun sikapnya yang sedikit tidak beraturan membuatnya merasa sedikit tidak nyaman. Bahkan pemuda itu bertanya-tanya apakah itu adalah gejala sisa dari miracle root yang tidak diserap dengan baik atau semacamnya.


Tentu saja, jika Yona tahu apa yang dipikirkan Alexander ... dia pasti akan mengumpat dan memarahi pemuda di depannya!


“Kita sedang membicarakan harga,” ucap Alexander.


Pemuda itu meletakkan kotak di atas meja lalu membukanya. Langsung menunjukkan botol-botol ramuan yang berjajar dengan rapi di dalamnya.


“Seperti yang dijelaskan oleh Grey Jackal, aku bisa memberi harga setiap ramuan lebih murah daripada harga pasaran. Biasanya, pasar mengambil keuntungan sekitar sepuluh persen. Biasanya ramuan yang diberi harga 100 sebenarnya dibeli dengan harga 90.


Aku sendiri akan memberi harga lebih murah, hanya 85% harga ramuan pasar. Namun, persyaratannya adalah kamu bisa mencerna (membeli) semua ramuan yang aku jual setiap bulannya.


Itu berarti, jika kamu memiliki jalur untuk mengeluarkannya, kita bisa menjalankan bisnis yang sangat menguntungkan.”


Penjelasan Alexander membuat Yona mengelus dagu dengan ekspresi serius di wajahnya. Setelah memikirkan baik-baik, dia membuka mulutnya.


“Kebetulan aku memiliki kelompok yang cukup kuat mendukung di belakang. Bukan hanya bisa mencerna semua ramuan yang kamu buat, aku juga bisa memasok bahan. Tampaknya itu juga alasan kenapa Grey Jackal menghubungiku.


Omong-omong, aku juga bisa memberimu harga biasa. Yaitu 90% harga pasar, jadi kita bisa saling menguntungkan.”


“Persyaratannya?” tanya Alexander dengan ekspresi serius.


Pemuda itu sama sekali tidak percaya kalau kekayaan bisa tiba-tiba jatuh dari langit. Jelas, dia sangat yakin kalau Yona memiliki persyaratan khusus.


“Bergabunglah dengan organisasi di belakangku,” ucap Yona santai.


Mendengar itu, mata Alexander langsung menyempit. Pemuda itu tidak langsung menerima atau menolak. Sebaliknya, dia bertanya dengan nada serius.


“Nama organisasi itu?”


Yona tersenyum misterius sambil memandang Alexander. Sudut bibir wanita itu terangkat ketika dia berkata,


“Nine Gates.”

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2