After Apocalypse

After Apocalypse
Kilat dan Angin


__ADS_3

Tanggal 11, bulan 09, tahun 398 kalender bulan hitam.


KLANG!


Dua pedang berbenturan dengan keras. Kemudian dua sosok melompat mundur secara bersamaan. Saling memandang satu sama lain, salah satu dari mereka pun berkata.


“Benar-benar perkembangan yang begitu pesat.”


“Aku tidak ingin mendengar ucapan itu dari mulutmu, Al.” Pihak lain menggelengkan kepalanya dengan ekspresi tidak puas.


Mereka berdua adalah Alexander dan Aurora. Tanpa terasa, lima bulan berlalu begitu saja sejak pemuda itu datang ke Shelter 13.


Dalam beberapa bulan ini, mereka menjalin hubungan yang bisa dibilang baik. Saling menguntungkan satu sama lainnya. Keduanya saling membantu dalam mengumpulkan poin dan bahan untuk membuat ramuan evolusi level 2.


Pada akhirnya, mereka sepakat untuk bekerja sama sampai keduanya menembus level 2 tanpa mencoba merugikan satu sama lain di setiap kesempatan.


Alasan kenapa Aurora merasa kesal adalah kecepatan mereka mendapatkan kekuatan. Lebih tepatnya, jumlah ramuan evolusi level 2 yang mereka konsumsi setelah bekerja sama.


“Seharusnya, kamu bisa menebus ramuan evolusi level 2 ke tiga dengan poin kontribusi yang didapatkan kali ini, bukan?” tanya Alexander sambil mengelus dagu. “Jadi akhirnya mengonsumsi 5 ramuan dan menembus setengah jalan?”


“Tidak sebaik dirimu.” Aurora mendecak tidak puas. “Kamu sendiri sudah mendapatkan 3 ramuan evolusi level 2. Di akhir bulan sebelum musim dingin, seharusnya kamu mendapatkan yang ke 4 kan?”


“Kamu menghitungnya dengan baik.” Alexander merentangkan tangannya, berkata dengan nada malas dan ala kadarnya.


“Kamu benar-benar tidak adil,” gumam Aurora.


“Bagaimana bisa?” Alexander menggeleng ringan, jelas tidak setuju. “Kita membagi panen secara merata. Alasan kenapa kamu mendapatkan lebih sedikit karena kamu tidak membuatnya sendiri. Selain itu, aku mendapatkan beberapa penghasilan tambahan ketika berkeliling di pasar gelap.”


“Kamu memungut biaya untuk membuatkanku ramuan evolusi!” ucap Aurora sambil menggertakkan gigi.


“Hey, itu murah untukmu. Setidaknya jauh lebih murah daripada harga pasar.”


Tentu saja, Alexander tidak akan mengatakan kalau biaya yang dia ambil tidak termasuk beberapa bahan yang tidak digunakan untuk ramuan evolusi. Selain itu, jenis ramuan evolusi yang mereka konsumi berbeda. Milik Aurora adalah ramuan evolusi biasa, sedangkan milik Alexander adalah jenis khusus.


Walau sekarang mereka berdua telah menjadi rekan, Alexander sama sekali tidak mempercayai Aurora. Dia membuat wanita itu berpikir kalau dirinya juga mengonsumsi ramuan evolusi biasa, bukan jenis khusus. Pemuda itu melakukannya untuk memastikan keamanannya.


Selain itu, memberitahu Aurora kalau dia bisa membuat beberapa ramuan tingkat rendah juga membuat wanita itu semakin mempercayainya. Aurora berpikir kalau dirinya menjadi semakin terbuka, jadi hubungan mereka bisa dibilang cukup dekat. Alexander juga mengetahui beberapa rahasia tentang wanita itu.


“Bagaimana kalau kita kembali sekarang? Anggap saja latihan ini seri.” tanya Alexander.


“Cih! Kita bahkan tidak melakukannya dengan serius,” ucap Aurora.


“Kita hanya mempertajam dasar-dasar teknik pedang. Pertarungan berat hanya dilakukan satu bulan sekali, bukan? Selain itu, kita telah melakukan rutinitas seperti ini satu minggu sekali sebelum pulang dari berburu. Memangnya kamu tidak lelah?” Alexander memiringkan kepalanya.


“Tidak ada waktu untuk bersantai, Al. Kamu sendiri lebih mengetahui itu.”

__ADS_1


“Ya, ya, ya.”


Setelah menjawab dengan acak, Alexander menyarungkan pedangnya. Pemuda itu kemudian berjalan mengambil jubahnya, baru kemudian mengambil barang bawaannya. Panen yang akan digunakan untuk bertukar poin kontribusi dan jatah makan mingguannya.


“Apakah kita akan berhenti di musim dingin?” tanya Aurora.


“Tidak.” Alexander menatap ke arah daun berguguran. “Sekitar 20 hari sebelum musim dingin. Kita sudah mengumpulkan cukup banyak bahan utama ramuan evolusi. Cukup untuk bertahan di musim dingin. Hanya saja, kita perlu mencari cara lain untuk mendapatkan poin kontribusi karena sulit mendapatkan buah-buahan atau bahan semacamnya di musim dingin.”


“Begitu,” gumam Aurora.


“Kita kembali sekarang, agar tiba di shelter sebelum gelap.”


Mendengar itu, Aurora mengangguk.


“Dimengerti.”


---


Catatan :


Di sini Author membuat musimnya berbeda dengan dunia nyata. Bulan 1-3 (semi), Bulan 4-6 (panas), Bulan 7-9 (gugur), dan Bulan 10-12 (dingin).


---


Memasuki tempat itu, banyak orang menatap Alexander dan Aurora. Hanya saja mereka tidak merasa asing. Sebaliknya, banyak dari mereka menyapa keduanya dengan ramah. Lebih tepatnya, menyapa Alexander dengan ramah.


“Bagaimana kalau minum bersama, Alexander?”


“Yo! Panen yang baik setiap minggu, benar-benar membuat iri.”


“Hey. Kedua kaki mereka benar-benar lincah, tampaknya benar-benar cocok untuk pekerjaan semacam ini. Jika mengandalkan kekuatan sepertiku, lebih cocok untuk menjadi penjaga atau semacamnya.”


“Cih! Siapa yang coba kamu bohongi!”


“...”


Melihat betapa antusianya orang-orang, Alexander menyapa mereka dengan senyum ramah di wajahnya. Pemuda itu beberapa kali melambaikan tangan, menolak ajakan mereka dengan sopan.


Dalam lima bulan terakhir, Alexander dan Aurora menjadi cukup terkenal di antara para Hunter Shelter 13. Khususnya orang-orang yang dianggap pemula atau orang bebas yang tidak terikat dengan Blood Cross. Bahkan keduanya mendapatkan julukan.


Alexander mendapatkan julukan White Flash. Bukan hanya karena pemuda itu selalu memiliki senyum yang cerah dan memperlakukan semua orang dengan baik. Namun dia benar-benar seperti kilat. Bertarung dengan cara yang begitu cepat dan terlihat elegan. Gerakannya sendiri sangat standar dan bisa dilihat dengan jelas, tetapi cara pengaplikasiannya yang membuat pemuda itu berbeda.


Sedangkan Aurora sendiri mendapatkan julukan Black Wind. Berbeda dengan gaya Alexander yang begitu cerah dan ramah, wanita itu sangat dingin. Ilmu pedangnya sendiri juga mengandalkan kecepatan. Hanya saja lebih tidak beraturan, ganas, dan kejam. Jenis yang digunakan bukan hanya untuk melawan, tetapi ditargetkan untuk membunuh lawan.


Keduanya terkenal sebagai pendatang baru terkuat, setidaknya di Shelter 13.

__ADS_1


Apa yang membuat mereka terkenal adalah kecepatan dan refleks mereka yang menonjol. Keduanya bisa bertarung imbang melawan Hunter level 2 dan itu mengejutkan banyak orang. Tentu saja, 2 vs 1 dan mereka tidak menggunakan kemampuan miracle roots.


Berbeda dengan miracle root pertama yang biasanya tidak disertai kemampuan khusus, miracle root level 2 ke atas memiliki efek yang sangat beragam. Bisa dibilang, Hunter level 1 hanyalah prajurit yang lebih kuat dari orang normal. Sedangkan Hunter level 2 ke atas adalah manusia super dengan berbagai macam kemampuan unik.


Tentu saja, kasus Alexander, Claude, dan beberapa orang yang menyerap miracle root dari ghoul spesial adalah kasus khusus yang langka.


Selain karena keterampilannya, Alexander dan Aurora terkenal atas kecepatan mereka mendapatkan ramuan. Hanya dalam lima bulan, mereka mendapatkan 2 ramuan evolusi. Bisa dibilang sangat cepat.


Menurut informasi yang beredar, Aurora telah mengonsumsi 4 ramuan dan Alexander telah mengonsumi 2 ramuan.


Untuk Aurora sendiri, itu memang tepat karena dia belum sempat mengonsumsi ramuan ke 5. Sedangkan Alexander sendiri sengaja menyembunyikannya. Pemuda itu menyebarkan berita di awal bulan ini kalau dirinya akhirnya mendapatkan ramuan ke 2. Padahal, di akhir bulan akan mendapatkan ramuan ke 4.


Meski begitu, banyak orang yang masih cemburu padanya. Banyak orang yang diam-diam menyebutnya Lucky-Lex karena bisa mendapatkan 2 ramuan dalam waktu kurang dari lima bulan. Menganggapnya beruntung bisa mengikuti jenius seperti Aurora.


Terdengar agak memalukan, tetapi Alexander puas dengan berita tersebut.


Alexander dan Aurora kemudian berjalan menemui Clayton. Mereka saling menyapa sebelum duduk mengelilingi meja yang sama. Meski tidak berburu bersama, tetapi mereka sering minum bersama. Bahkan, Alexander menganggap Clayton sebagai salah satu informan berharga untuknya.


Alexander membuka botol minuman lalu menuangkannya ke gelas. Meletakkannya di depan Clayton, pemuda itu bertanya, “Ada kabar menarik?”


“Kamu datang tepat waktu, Sobat.”


Setelah mengatakan itu, Clayton menyesap jus. Pria itu melirik sekeliling sebelum berbisik.


“Aku mendapatkan informasi orang dalam.”


Mendengar ucapan Clayton, sudut bibir Alexander berkedut. Meski agak aneh, tetapi ucapan pria itu tidak sepenuhnya salah. Pamannya adalah Hunter level 2 dan cukup mudah mendapatkan beberapa informasi penting.


“Dua botol,” ucap Alexander.


“Setidaknya tiga,” balas Clayton sambil menggelengkan kepalanya.


“Itu 90 kupon, benar-benar terlalu banyak.” Alexander menggeleng ringan.


“Dua setengah, anggap saja harga teman. Siapa yang menyuruhku menjadi temanmu” Clayton menyesap jus dengan ekspresi samar.


“Kalau begitu sepakat.” Alexander mengangguk.


Melirik ke kiri dan kanan dengan ekspresi waspada, Clayton akhirnya berbisik pelan dengan nada yang nyaris tidak bisa pemuda itu dengar.


“Pada musim dingin ini, harga makanan pasti meningkat lebih tajam daripada musim dingin tahun sebelumnya. Di musim dingin ini ...”


“Shelter 13 akan menjadi ‘sedikit ramai’, jadi berhati-hatilah!”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2